Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kata kunci: indeks pencemaran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis karakteristik Air Sungai Riyap Sebagai Sumber Baku Air Tambak Udang Windu (Penaeus monodon)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas penting dalam budidaya tambak tradisional di Kabupaten Bulungan yang keberhasilan produksinya sangat bergantung pada kualitas air sumber. Sungai Riyap merupakan sumber utama air tambak di Desa Sajau Hilir, namun kondisi perairannya berpotensi dipengaruhi oleh aktivitas pertambakan, perkebunan, permukiman, serta dinamika pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisika-kimia air Sungai Riyap sebagai sumber baku air tambak udang windu dan menentukan status mutu air menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Penelitian dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 di empat stasiun yang mewakili bagian hulu, depan pintu tambak, area setelah aktivitas tambak, dan muara sungai. Pengambilan sampel dilakukan pada kondisi pasang dan surut. Parameter yang diamati meliputi suhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus, pH, oksigen terlarut (DO), amonia, nitrit, nitrat, dan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan suhu berkisar 27–32 °C, salinitas 14–17 ppt, kecerahan 37–92 cm, kecepatan arus 0,6–0,9 m/detik, pH 5,7–7,0, DO 5,5–6,7 mg/L, amonia 0,045–0,467 mg/L, nitrit 0,063–0,374 mg/L, nitrat 0,618–0,949 mg/L, dan fosfat 0,023–0,038 mg/L. Suhu, salinitas, dan DO secara umum masih mendukung budidaya udang windu tradisional, sedangkan pH, amonia, nitrit, nitrat, fosfat, serta beberapa parameter fisik menunjukkan ketidaksesuaian terhadap kisaran yang dipersyaratkan. Nilai IP berkisar 2,7–11,0, terdiri atas 37,5% pengamatan tercemar ringan, 54,2% tercemar sedang, dan 8,3% tercemar berat. Rata-rata IP pada kondisi pasang sebesar 4,90, sedangkan pada kondisi surut meningkat menjadi 7,42, atau sekitar 51% lebih tinggi. Kondisi tercemar berat ditemukan pada Stasiun 3 dan Stasiun 4 saat surut bulan ketiga dengan IP masing-masing 10,1 dan 11,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Riyap masih berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air tambak udang windu, tetapi memerlukan pengelolaan melalui pemilihan waktu pengambilan air saat pasang, penggunaan tandon atau kolam pengendapan, pengondisian pH, serta pemantauan kualitas air secara berkala. Kata kunci: indeks pencemaran; kualitas air; Sungai Riyap; tambak tradisional

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENENTUAN STATUS MUTU KUALITAS AIR SUNGAI BIDADARI DI KELURAHAN JUATA KERIKIL KOTA TARAKAN

2022•

Sungai Bidadari merupakan sungai yang berada di Kelurahan Juata Kerikil Kota Tarakan yang dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi. Kegiatan rekreasi yang berlebihan dapat berpotensi turunnya kualitas air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu air sungai berdasarkan indeks pencemaran sungai dengan analisis kualitas air berdasarkan parameter fisika dan kimia. Parameter fisika dalam penelitian ini meliputi suhu, kekeruhan, TDS dan TSS, serta parameter kimia meliputi pH, DO, COD dan BOD. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan 3 kali pengambilan sampel selama 1 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter pada umumnya memenuhi baku mutu kecuali parameter TSS dan COD pada stasiun 3 melebihi baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 dan nilai indeks pencemaran Sungai Bidadari berkisar antara 0,463 sampai 3,243. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa status mutu air Sungai Bidadari di kategorikan tercemar ringan dan berdasarkan klasifikasi mutu air, Sungai Bidadari dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku, rekreasi, budidaya air tawar dan irigasi untuk stasiun 1 dan 2. sedangkan stasiun 3 berpotensi sebagai kegiatan irigasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail