Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MUHAMMAD RAFLI

4 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 2

Aplikasi Probiotik RICA Dalam Mereduksi Unsur Nitrogen Pada Tambak Udang Windu (Penaeus Monodon) Di Kabupaten Bulungan.

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

APLIKASI PROBIOTIK RICA DALAM MEREDUKSI UNSUR NITROGEN PADA TAMBAK UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI KABUPATEN BULUNGAN Abstrak Budidaya udang windu (Penaeus monodon) pada tambak tradisional memerlukan pengelolaan kualitas air yang optimal, terutama terhadap senyawa nitrogen yang dapat terakumulasi selama masa pemeliharaan. Amonia, nitrit, dan nitrat merupakan bentuk senyawa nitrogen yang berkaitan dengan proses dekomposisi bahan organik dan transformasi nitrogen dalam perairan, sehingga keberadaannya perlu dikendalikan untuk mempertahankan kondisi lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dinamika konsentrasi amonia (NH₃/NH₄⁺), nitrit (NO₂⁻), dan nitrat (NO₃⁻) antara tambak yang diaplikasikan probiotik RICA dan tambak tanpa probiotik pada budidaya udang windu sistem tradisional di Pulau Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilakukan pada dua petak tambak masing-masing seluas 7 ha, terdiri atas satu petak dengan aplikasi probiotik RICA dan satu petak non-probiotik. Pengamatan dilakukan dari minggu ke-0 hingga minggu ke-12 dengan interval dua minggu. Parameter utama yang diamati meliputi amonia, nitrit, dan nitrat, sedangkan suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), pH, dan alkalinitas digunakan sebagai parameter pendukung. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kisaran, rata-rata, pola perubahan, dan kecenderungan nilai antarpetak selama periode pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi amonia pada tambak probiotik berkisar 0,01–0,31 mg/L dengan rata-rata 0,077 mg/L, sedangkan tambak non-probiotik berkisar 0,03–0,34 mg/L dengan rata-rata 0,191 mg/L. Konsentrasi nitrit pada tambak probiotik berkisar 0,22–0,28 mg/L dengan rata-rata 0,247 mg/L, sedangkan tambak non-probiotik berkisar 0,25–0,36 mg/L dengan rata-rata 0,326 mg/L. Konsentrasi nitrat pada tambak probiotik lebih terkendali setelah minggu ke-4 dan mencapai 0,27 mg/L pada akhir pengamatan, sedangkan tambak non-probiotik mencapai 0,54 mg/L. Nilai DO, pH, dan alkalinitas pada tambak probiotik juga cenderung lebih stabil, sementara suhu dan salinitas pada kedua tambak masih mendukung budidaya udang windu. Secara deskriptif, aplikasi probiotik RICA berpotensi membantu mengendalikan dinamika senyawa nitrogen dan mempertahankan kestabilan kualitas air pada tambak tradisional udang windu.

Aplikasi Probiotik RICA Dalam Mereduksi Unsur Nitrogen Pada Tambak Udang Windu (Penaeus Monodon) Di Kabupaten Bulungan.

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

APLIKASI PROBIOTIK RICA DALAM MEREDUKSI UNSUR NITROGEN PADA TAMBAK UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI KABUPATEN BULUNGAN Abstrak Budidaya udang windu (Penaeus monodon) pada tambak tradisional memerlukan pengelolaan kualitas air yang optimal, terutama terhadap senyawa nitrogen yang dapat terakumulasi selama masa pemeliharaan. Amonia, nitrit, dan nitrat merupakan bentuk senyawa nitrogen yang berkaitan dengan proses dekomposisi bahan organik dan transformasi nitrogen dalam perairan, sehingga keberadaannya perlu dikendalikan untuk mempertahankan kondisi lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dinamika konsentrasi amonia (NH₃/NH₄⁺), nitrit (NO₂⁻), dan nitrat (NO₃⁻) antara tambak yang diaplikasikan probiotik RICA dan tambak tanpa probiotik pada budidaya udang windu sistem tradisional di Pulau Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilakukan pada dua petak tambak masing-masing seluas 7 ha, terdiri atas satu petak dengan aplikasi probiotik RICA dan satu petak non-probiotik. Pengamatan dilakukan dari minggu ke-0 hingga minggu ke-12 dengan interval dua minggu. Parameter utama yang diamati meliputi amonia, nitrit, dan nitrat, sedangkan suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), pH, dan alkalinitas digunakan sebagai parameter pendukung. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kisaran, rata-rata, pola perubahan, dan kecenderungan nilai antarpetak selama periode pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi amonia pada tambak probiotik berkisar 0,01–0,31 mg/L dengan rata-rata 0,077 mg/L, sedangkan tambak non-probiotik berkisar 0,03–0,34 mg/L dengan rata-rata 0,191 mg/L. Konsentrasi nitrit pada tambak probiotik berkisar 0,22–0,28 mg/L dengan rata-rata 0,247 mg/L, sedangkan tambak non-probiotik berkisar 0,25–0,36 mg/L dengan rata-rata 0,326 mg/L. Konsentrasi nitrat pada tambak probiotik lebih terkendali setelah minggu ke-4 dan mencapai 0,27 mg/L pada akhir pengamatan, sedangkan tambak non-probiotik mencapai 0,54 mg/L. Nilai DO, pH, dan alkalinitas pada tambak probiotik juga cenderung lebih stabil, sementara suhu dan salinitas pada kedua tambak masih mendukung budidaya udang windu. Secara deskriptif, aplikasi probiotik RICA berpotensi membantu mengendalikan dinamika senyawa nitrogen dan mempertahankan kestabilan kualitas air pada tambak tradisional udang windu.

ANALISIS SALURAN PEMASARAN BIJI KOPI LIBERIKA (STUDI KASUS DI KEBUN MILIK PETANI BAPAK SARMIN)

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to analyze the marketing channel of Liberica coffee in Tanjung Buka SP SA Village, Tanjung Palas Tengah District, Bulungan Regency, using a case study approach focused on a farmer named Mr. Sarmin. The research employed a purposive sampling method. The findings reveal that there is a single main marketing channel: from the farmer to the collector, and then to the final consumer. Within this channel, the farmer receives a Farmer's Share of only 6.25%. Additionally, a significant shrinkage was observed during processing, with up to 80% reduction from wet to dry coffee beans —80 kg of wet beans yielded only about 16 kg of dry beans substantially impacting the farmer's income. Factors influencing the farmer's choice of marketing channel include market accessibility, sales risks, social relationships, transportation, and distribution costs. Therefore, strengthening farmer institutions through cooperatives, improving distribution infrastructure, and providing training in post-harvest coffee processing are essential. These efforts can help farmers enhance value-added potential, improve marketing efficiency, and ultimately contribute to the welfare of coffee farmers in the region. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran kopi Liberika di Desa Tanjung Buka SP 5A, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, dengan studi kasus pada petani bernama Bapak Sarmin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu saluran pemasaran utama, yaitu dari petani ke pengepul, lalu diteruskan ke konsumen akhir. Dalam saluran ini, petani hanya memperoleh Farmer’s Share sebesar 6,25%. Selain itu, ditemukan tingkat penyusutan yang tinggi dari kopi basah ke kopi kering, yakni mencapai 80%. Dari 80 kg kopi basah hanya dihasilkan sekitar 16 kg kopi kering, yang berdampak pada menurunnya pendapatan petani. Faktor yang mempengaruhi petani dalam pemlilihan saluran pemasaran yaitu aksebilitas pasar, resiko penjual, hubungan sosial, Tranportasi dan biaya distribusi. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan kelembagaan petani melalui koperasi, peningkatan infrastruktur penunjang distribusi, serta pelatihan pengolahan kopi pascapanen agar petani dapat meningkatkan nilai tambah dan efisiensi pemasaran, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani kopi di wilayah tersebut.