ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi. Keberhasilan pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh terapi yang diberikan, tetapi juga oleh keyakinan pasien terhadap kebutuhan dan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keyakinan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 207 pasien hipertensi. Pengumpulan data menggunakan Beliefs About Medicines Questionnaire (BMQ) yang mengukur aspek kebutuhan atau manfaat dan kekhawatiran terhadap pengobatan. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin Perempuan (70,0%), dengan nilai Median 60 Tahun dan (min-max : 38-75 tahun) . Pendidikan terbanyak adalah Sekolah Dasar (58,0%), dan lama Masa Pengobatan dengan nilai Median 36 bulan (min-max : 3- 240 Bulan). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa (66,7%) memiliki keyakinan tinggi terhadap pengobatan, sedangkan (33,3%) memiliki keyakinan rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki keyakinan yang baik terhadap pengobatan, namun masih terdapat pasien dengan kekhawatiran terhadap penggunaan obat. Disimpulkan bahwa keyakinan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi sebagian besar tergolong tinggi. Disarankan untuk meningkatkan edukasi keperawatan kepada pasien Hipertensi untuk memperkuat pemahaman mengenai manfaat, kebutuhan, dan keamanan pengobatan jangka panjang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum ditemukan di masyarakat dan memiliki dampak besar terhadap angka morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Sebagai salah satu penyakit kronis yang memerlukan pengobatan seumur hidup, kepatuhan mengonsumsi obat merupakan salah satu hal yang sangat berperan dalam keberhasilan pengobatan pasien hipertensi. Rendahnya kepatuhan minum obat ini menyebabkan peningkatan penyakit serius hingga kematian. Salah satu faktor yang terbukti mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien hipertensi adalah dukungan keluarga. Banyak pasien berhenti minum obat karena merasa sehat atau tidak mendapatkan dukungan yang memadai dari keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling pada penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 170 di RSP Krayan dan Puskesmas Long Bawan. Hasil penelitian ini menunjukkan p=0,001 (p0,005) yang berarti dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi di RSP Krayan dan UPT Puskesmas Long Bawan memiliki hubungan yang signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan semakin baik dukungan yang diberikan keluarga kepada pasien, maka semakin besar kemungkinan pasien untuk patuh dalam menjalani pengobatan hipertensi, sehingga diperlukan keterlibatan keluarga sebagai bagian penting dalam upaya pengendalian hipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS TANJUNG PALAS ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh lansia dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan pengelolaan hipertensi adalah dukungan sosial yang berasal dari keluarga, teman, maupun orang terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial pada lansia dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan sampel sebanyak 70 lansia hipertensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang terdiri atas tiga subskala, yaitu keluarga (family), teman (friends), dan significant others. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, nilai rerata, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial responden sebagian besar (51,4%) berada pada kategori sedang. Berdasarkan analisis subskala MSPSS, dukungan keluarga memiliki nilai rata-rata tertinggi (mean=3,1;SD= 0,58). Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas lansia dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Tanjung Palas memiliki tingkat dukungan sosial kategori sedang dengan keluarga sebagai sumber dukungan utama. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan program promotif dan preventif yang melibatkan keluarga untuk meningkatkan pengelolaan hipertensi pada lansia. Kata kunci: Dukungan Sosial, Hipertensi, Lansia, Puskesmas
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti stroke dan penyakit jantung. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengontrol tekanan darah adalah konsumsi jus tomat. Tomat mengandung kalium, likopen, vitamin C, dan asam folat yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi jus tomat dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 07 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap tiga responden dengan diagnosis hipertensi. Intervensi yang diberikan berupa terapi jus tomat selama delapan hari berturut-turut dengan frekuensi satu kali perhari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terapi jus tomat efektif sebagai intervensi pelengkap dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Selain itu, intervensi ini juga meningkatkan partisipasi keluarga dalam pengelolaan perawatan, khususnya dalam memantau tekanan darah dan mendukung kepatuhan pengobatan. Terapi jus tomat dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan komunitas dan keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Pasien hipertensi sering mengalami tekanan darah yang tidak terkontrol meskipun telah mendapatkan terapi farmakologis sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang efektif dan aman. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman terhadap perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah penerapan asuhan keperawatan berbasis evidence-based practice pada dua pasien hipertensi grade II dengan pemberian terapi rendam kaki air hangat suhu 38–40°C disertai mendengarkan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman selama 15 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara bertahap pada kedua pasien. Pada Ny. M tekanan darah menurun dari 178/99 mmHg menjadi 156/92 mmHg, sedangkan pada Tn. A tekanan darah menurun dari 164/96 mmHg menjadi 153/88 mmHg setelah intervensi selama tiga hari. Selain itu, pasien juga melaporkan merasa lebih rileks, nyaman, segar, serta mengalami penurunan keluhan pusing dan nyeri tengkuk. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman efektif sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Rekomendasi bagi perawat adalah menjadikan kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis pendamping dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien hipertensi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penerapan Intervensi Rendam Kaki Air Hangat Dengan Jahe Merah Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Keluarga Dengan Penderita Hipertensi Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tarakan tahun 2022, hipertensi masuk dalam tiga besar penyakit terbanyak yang ditangani di puskesmas dan fasilitas layanan primer. Banyak kasus ditemukan pada kelompok usia produktif dan lansia yang tidak secara rutin memeriksakan tekanan darahnya, sehingga berisiko mengalami komplikasi. Kondisi ini mengindikasikan perlunya upaya promotif dan preventif yang sistematis dan berkelanjutan di tingkat keluarga. Penatalaksanan yang dapat dilakukan untuk penanganan penyakit hipertensi ini yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis. Pemberian terapi farmakologis dapat dilakukan dengan cara minum obat yang sudah diresepkan secara teratur, sedangkan salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan secara mandiri dan bersifat alami untuk menurunkan hipertensi yaitu dengan rendam kaki air hangat dengan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan intervensi rendam kaki air hangat dengan jahe merah terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi. Penulis menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 2 pasien penderita hipertensi yaitu Ny. H dan Ny. A yang diberikan terapi selama 6 hari. Terapi rendam kaki dengan air hangat adalah terapi dengan cara merendam kaki hingga batas 10-15 cm diatas mata kaki menggunakan air hangat. Hasil penelitian yang didapatkan setelah 6 hari pemberian intervensi menunjukkan bahwa Ny. H sebelum diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 155/91 mmHg dan sesudah diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 150/85 mmHg. Sementara Ny. A sebelum diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 135/75 mmHg dan sesudah diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 124/72 mmHg. Berdasarkan hasil studi kasus yag dilakukan pada Ny. H dan Ny. A dengan judul terapi rendam kaki air hangat dengan jahe merah terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi disimpulkan bahwa terdapat perubahan penurunan tekanan darah pada kedua klien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama dengan angka kejadian yang terus meningkat dan menjadi penyebab tingginya morbiditas serta mortalitas di dunia. Apabila tekanan darah tidak dikendalikan dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah kombinasi terapi pijat kaki dan terapi musik. Tujuan penulisan Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini adalah menerapkan kombinasi terapi pijat kaki dan terapi musik pada pasien hipertensi untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien hipertensi yang dirawat di Ruang Daisy RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Intervensi diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan 1 kali sehari durasi 15 menit setiap sesi. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara keseluruhan pada Ny. K sebesar 53/29 mmHg dan pada Tn. I sebesar 62/21 mmHg setelah pemberian intervensi. Kombinasi terapi pijat kaki dan terapi musik memberikan efek relaksasi yang membantu pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Kombinasi terapi pijat kaki dan terapi musik efektif sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping farmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi serta dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi nonfarmakologis yang mudah diterapkan untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Kombinasi foot massage dan terapi murottal Al-Qur’an merupakan intervensi yang berpotensi memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan, serta membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tujuan karya ilmiah akhir ners ini adalah menganalisis hasil penerapan kombinasi foot massage dan terapi murottal Al-Qur’an terhadap tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua klien dewasa yang mengalami hipertensi, yaitu Ny.E.R dan Tn.I. Intervensi berupa kombinasi foot massage dan terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman diberikan selama 15 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tekanan darah sebelum dan setelah intervensi. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua klien. Pada Ny.E.R tekanan darah menurun dari 158/102 mmHg menjadi 138/90 mmHg, sedangkan pada Tn.I tekanan darah menurun dari 146/94 mmHg menjadi 134/83 mmHg. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi foot massage dan terapi murottal Al-Qur’an mampu memberikan efek relaksasi yang berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah setelah dilakukan secara konsisten selama 3 hari. Implikasi dari karya ilmiah ini adalah kombinasi foot massage dan terapi murottal Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai terapi komplementer yang mudah, aman, dan ekonomis untuk mendukung pengelolaan hipertensi serta dapat diterapkan dalam praktik keperawatan sebagai pendamping terapi farmakologis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis berbahaya (silent killer) dengan prevalensi yang terus meningkat secara global maupun nasional. Tekanan darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang berisiko tinggi menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Pengendalian hipertensi di lingkungan masyarakat masih sangat didominasi oleh terapi farmakologis, sedangkan intervensi non-farmakologis yang bersifat komplementer dan aman belum dimanfaatkan secara optimal oleh perawat maupun keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi setelah pemberian kolaborasi swedish massage dan aromaterapi lavender melalui pendekatan asuhan keperawatan berbasis bukti (Evidence-Based Nursing). Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus pada dua pasien dewasa dengan diagnosa hipertensi grade 2. Setelah dilakukan implementasi keperawatan selama 4 hari, kedua pasien mengalami penurunan tekanan darah. Tekanan darah Ny. W mengalami penurunan sebesar 32 mmHg, dan Ny. M mencatat penurunan tekanan darah sebesar 12 mmHg. Penerapan kombinasi swedish massage dan aromaterapi lavender terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KONTROL TEKANAN DARAH PADA PASIEN DEWASA DENGAN HIPERTENSI ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang tergolong tinggi serta sering dijuluki sebagai penyakit silent killer karena sering tidak menunjukkan tanda dan gejala, namun beberapa pasien dapat merasakan gejala ketika tekanan darahnya sudah tidak terkontrol. Hipertensi yang tidak terkontrol biasanya diakibatkan oleh tidak patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah. Efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dapat menjadi faktor patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah di fasilitas layanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara efikasi diri, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan terhadap kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain analitik observasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 322 pasien hipertensi dengan rentang usia 18 – 59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Sampel dalam penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa efikasi diri pasien tergolong rendah (66,5%), dukungan keluarga yang dimiliki pasien juga masih kurang (62,4%), dan peran tenaga kesehatan yang diterima pasif (86,6%), serta kepatuhan kontrol tekanan darah pasien masih banyak yang tidak patuh (91,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kontrasepsi Pil Kombinasi hormonal merupakan metode yang banyak diminati di Puskesmas Long Layu. Namun, paparan hormone sintetik dalam jangka panjang berisiko menyebabkan efek samping vaskular, terutama peningkatan tekanan darah atau hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan kontrasepsi Pil Kombinasi terhadap kejadian hipertensi pada akseptor di Puskesmas Long Layu tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional ini menggunakan data sekunder dari 262 akseptor KB Pil Kombinasi yang diambil secara total sampling. Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi karakteristik usia, durasi penggunaan, dan status hipertensi. Mayoritas akseptor berada pada kategori usia berisiko (52.3%), pendidikan akseptor KB Pil Kombinasi didominasi oleh Tingkat Sekolah Dasar (59.7%), pekerjaan akseptor KB yang dominan adalah IRT sebesar (55.7%), jumlah paritas terbanyak adalah multipara sebesar (73.3%) dan menggunakan kontrasepsi Pil Kombinasi dalam jangka panjang (>2 tahun) sebesar 89.9%. Prevalensi kejadian hipertensi didominasi oleh Prehipertensi (77.3%). Sebagian besar akseptor KB Pil Kombinasi di Puskesmas Long Layu mengalami peningkatan tekanan darah di atas batas normal. Temuan ini mengindikasikan pentingnya skrining tekanan darah secara rutin dan evaluasi berkala bagi akseptor KB hormonal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi adalah kondisi tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg yang dikenal sebagai silent killer karena sering tidak bergejala namun dapat menyebabkan komplikasi serius. Secara global terdapat 1,4 miliar penderita hipertensi, di Indonesia prevalensinya mencapai 30,8%, dan di Kota Tarakan tercatat 26.426 kasus pada tahun 2024. Studi kasus ini bertujuan memahami penerapan asuhan keperawatan pada dua pasien hipertensi secara komprehensif dan komparatif. Studi dilakukan di ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan pada 20–26 April 2026 dengan subjek Tn. B (72 tahun) dan Ny. S (58 tahun). Hasil studi menunjukkan kedua pasien memiliki kondisi klinis dan diagnosis keperawatan yang berbeda. Tn. B ditetapkan empat diagnosis meliputi perfusi perifer tidak efektif, risiko perfusi serebral tidak efektif, risiko perdarahan, dan hipervolemia, dengan implementasi yang bersifat kolaboratif dan invasif termasuk transfusi darah. Ny. S ditetapkan tiga diagnosis yaitu nausea, risiko ketidakseimbangan elektrolit, dan gangguan pola tidur, dengan implementasi yang lebih bersifat suportif dan nonfarmakologi. Seluruh masalah keperawatan Ny. S teratasi pada hari ketiga, sementara pada Tn. B masih terdapat satu diagnosis yang belum teratasi. Asuhan keperawatan pada pasien hipertensi harus diberikan secara individual dan komprehensif sesuai kondisi klinis masing-masing pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang serius dan sering kali dijuluki sebagai the silent killer karena berkembang tanpa gejala nyata hingga memicu komplikasi fatal. Berdasarkan data pada tahun 2021, penduduk berusia 18 keatas di kota Tarakan menderita hipertensi dengan prevalensi hipertensi menunjukkan angka yang cukup signifikan yakni mencapai 30,21%, sehingga diperlukan alat bantu skrining mandiri dan edukasi dini yang mudah diakses masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, serta menguji aplikasi mobile bernama "SiTensi" yang mengintegrasikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan metode SAW (Simple Additive Weighting) untuk mengklasifikasikan tingkat risiko hipertensi berdasarkan faktor risiko pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall yang mencakup delapan tahapan sistematis. Aplikasi dibangun berbasis Android menggunakan framework Flutter. Algoritma SAW diintegrasikan ke dalam sistem untuk menganalisis data kuesioner yang melibatkan sembilan kriteria risiko yang telah divalidasi oleh pakar kesehatan. Hasil pengujian fungsionalitas dengan Blackbox Testing menunjukkan seluruh fitur utama aplikasi berjalan dengan status valid dan sesuai harapan. Verifikasi perhitungan algoritma SAW pada sistem terbukti akurat dan konsisten dengan perhitungan manual. Berdasarkan pengujian performa klasifikasi menggunakan Confusion Matrix, aplikasi SiTensi menghasilkan tingkat sensitivitas (Recall) yang sangat tinggi mencapai 95,7%, dengan akurasi keseluruhan sebesar 55,1% dan presisi sebesar 39,3%. Tingginya nilai sensitivitas ini dinilai sangat baik untuk kebutuhan skrining medis awal demi meminimalisasi keterlambatan penanganan pasien. Pengujian aspek kepuasan pengguna menggunakan System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor rata-rata sebesar 74,1666, yang menunjukkan bahwa aplikasi SiTensi masuk dalam kategori "Good" (Acceptable) dan mudah dioperasikan oleh masyarakat umum sebagai alat deteksi dini risiko hipertensi secara mandiri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dan dipengaruhi oleh faktor genetik serta gaya hidup, termasuk aktivitas fisik. Individu yang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi tersebut. Oleh karena itu, upaya pencegahan sejak dini sangat penting dilakukan, salah satunya melalui aktivitas fisik yang teratur. Mahasiswa sebagai kelompok usia produktif juga berisiko, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik pada mahasiswa keperawatan yang memiliki keluarga dengan hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan. Sampel: Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 192 mahasiswa yang memiliki riwayat keluarga hipertensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk melihat distribusi tingkat aktivitas fisik responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori aktivitas fisik ringan, diikuti oleh kategori sedang dan berat. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik mahasiswa masih belum optimal sebagai upaya pencegahan hipertensi sejak usia muda. Kesimpulan: penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan yang memiliki riwayat keluarga hipertensi lebih besar memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan aktivitas fisik guna menjaga kesehatan kardiovaskular dan mencegah kejadian hipertensi di masa depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi saat ini masih menjadi salah satu masalah utama dalam kesehatan masyarakat di Indonesia maupun dunia. Hipertensi walaupun tampaknya terlihat seperti masalah kecil, namun penyakit ini menyimpan bahaya yang dapat mengenai siapa saja tanpa memandang latar belakang kesehatan. Tekanan darah pada orang yang menderita hipertensi biasanya berada pada ambang batas normal diantaranya sistolik dari 130 hingga 139 mmHg dan diastolik 80-89 mmHg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ceramah dan demonstrasi terapi genggam jari dan napas dalam untuk menurunkan tekanan darah, alat yang digunakan tensi, serta alat dokumentasi. Implementasi inovasi ini menunjukkan hasil yang cukup baik pada kedua klien. Selama 3 hari intervensi, terjadi peningkatan kemampuan klien dalam memahami dan juga dapat mempraktikan terapi genggam jari dan napas dalam secara mandiri. Kemudian setelah dilakukan terapi genggam jari dan napas dalam selalu ada tanda penurunan tekanan darah pada klien kurang lebih 2-12mmHg. Penelitian ini berpotensi untuk melihat hasil dari penerapan terapi genggam jari dan napas dalam pada tekanan darah orang dengan hipertensi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat dan sering kali tidak disadari oleh penderitanya, sehingga dikenal sebagai "silent killer". Kompikasi yang dapat disebabakan oleh hipertensi antara lain stroke, gagal ginjal, penyakit jantung koroner, dan dapat menyebabkan kematian. Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil evaluasi terapi jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah pada pasien kelolaan dengan hipertensi. Penerapan dilakukan terhadap dua pasien dengan hipertensi menggunakan metode ceramah dan demonstrasi yang meliputi lima tahap keperawatan: pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Terapi jus mentimun diberikan selama 5 hari berturut-turut pada pagi hari 15 menit sebelum makan. Hasil evaluasi menunjukan terjadi penurunan tekanan darah pada kedua pasien dimana pada pasien pertama tekanan darah hari pertama 173/118 mmHg menjadi 160/100 mmHg pada hari ke lima dan pasien kedua tekanan darah hari pertama 165/121 mmHg menjadi 153/102 mmHg pada hari ke lima. Hasil ini menunjukan bahwa penerapan terapi terapi jus mentimun yang dikombinasikan dengan edukasi kesehatan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan dapat menyebabkan perubahan hemodinamik serta meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular apabila tidak ditangani secara optimal. Peningkatan tekanan darah, denyut jantung, dan frekuensi napas dapat meningkatkan beban kerja jantung sehingga diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis sebagai terapi pendamping selain terapi farmakologis. Terapi pijat kaki yang dikombinasikan dengan zikir merupakan intervensi komplementer yang memberikan efek relaksasi fisik dan psikologis. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan intervensi kombinasi pijat kaki dan zikir terhadap perubahan parameter hemodinamik pada pasien hipertensi di ruang IGD. Penulisan ini menggunakan metode studi kasus pada tiga pasien dengan diagnosis medis hipertensi yang dirawat di ruang IGD. Intervensi diberikan berupa terapi pijat kaki dan zikir selama ±15 menit, dengan pemantauan sebelum dan sesudah intervensi meliputi tekanan darah, mean arterial pressure (MAP), frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan parameter hemodinamik pada seluruh pasien setelah intervensi, ditandai dengan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik, penurunan nilai MAP, penurunan frekuensi nadi dan frekuensi napas, serta stabilitas saturasi oksigen yang lebih baik. Dapat disimpulkan bahwa intervensi kombinasi pijat kaki dan zikir efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan parameter hemodinamik pada pasien hipertensi di ruang IGD dan dapat digunakan sebagai terapi pendamping dalam praktik keperawatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi tinggi di wilayah pesisir, termasuk area kerja Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan. Hipertensi menurunkan kualitas hidup karena menimbulkan gejala fisik, kecemasan, keterbatasan beraktivitas, dan kesulitan mengelola diet serta pengobatan. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengeksplorasi kualitas hidup pasien hipertensi dewasa yang tinggal di wilayah pesisir. Metode pengambilan data menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan wawancara semi-terstruktur pada 12 partisipan usia >18 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama yang merefleksikan penurunan kualitas hidup: (1) Beban Gejala pada Daily Life, (2) Kekhawatiran dalam Ketidakpastian Hipertensi, (3) Keterbatasan dalam Keseharian, (4) Kontrol Diet dan Kompromi Diet, (5) Hidup dengan Keterikatan dan Kelalaian Terhadap Obat, serta (6) Kekuatan Dukungan bagi Penderita Hipertensi. Disimpulkan bahwa pasien hipertensi di wilayah pesisir mengalami penurunan kualitas hidup yang dipengaruhi oleh gejala fisik dan kecemasan terkait penyakit, serta tantangan dalam mengelola pola makan dan kepatuhan obat. Meskipun ada tantangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan mengelola pola makan serta obat, dukungan dari keluarga sangat membantu pasien mengatasi dan menyesuaikan diri dengan kondisi penyakitnya. Peneliti mengharapkan agar penelitian selanjutnya dapat mengembangkan studi ini dengan memperhatikan keterbatasan yang ada, sehingga penelitian ini mampu berkembang lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi menjadi penyebab utama kematian 9,4 juta jiwa setiap tahunnya. Tingginya angka hipertensi di Tarakan membutuhkan cara yang tepat untuk mengelola tekanan darah, seperti self efficacy dan self management. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara self efficacy dan self management pada pasien hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional cross sectional. Penelitian ini melibatkan 180 orang responden, data dikumpulkan melalui kuesioner self efficacy dan self management HSMBQ hipertensi. Sebanyak 95 responden (52,8%) memiliki self efficacy dengan kategori tinggi, sedangkan 102 responden (56,7%) memiliki self management dengan kategori cukup. Analisa data melalui uji statistik chi square, diperoleh nilai p value sebesar 0,001 yang menunjukkan adanya hubungan antara self efficacy dan self management pada pasien hipertensi. Semakin tinggi tingkat self efficacy, semakin baik pula self management yang ditujukkan responden dan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan pola hidup untuk mencegah terjadinya komplikasi. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan penekanan pada aspek dukungan keluarga dalam meningkatkan self efficacy.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Hipertensi merupakan salah satu penyakit jangka panjang yang masih banyak ditemukan di masyarakat dan menjadi isu kesehatan di seluruh dunia. Hipertensi adalah suatu kondisi ketika tekanan darah seseorang berada diatas normal, yaitu ≥ 140/90mmhg. Kondisi ini menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler apabila tidak dikontrol dengan baik. Untuk mencegah komplikasi, diperlukan pengelolaan yang tepat, termasuk kepatuhan dari penderita hipertensi untuk secara teratur memeriksa tekanan darah di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepatuhan kontrol tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Jumlah sampel sebanyak 660 orang dewasa yang diperoleh dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan tingkat kepatuhan dalam melakukan kontrol tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan 98.2% responden tidak patuh melakukan kontrol tekanan darah setiap bulannya. Sehingga disimpulkan bahwa sebagian besar pasien dewasa dengan hipertensi tidak patuh melakukan kontrol tekanan darah secara rutin ke fasilitas kesehatan. Maka dari itu, penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut mengenai faktor-faktor kepatuhan dalam kontrol tekanan darah.