Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ADISKA ADKHA FAUZA

4 karya publik ditemukan.

2026: 22024: 2

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Kontrol Tekanan Darah Pada Pasien Dewasa Dengan Hipertensi

2026 · Book ·

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KONTROL TEKANAN DARAH PADA PASIEN DEWASA DENGAN HIPERTENSI ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang tergolong tinggi serta sering dijuluki sebagai penyakit silent killer karena sering tidak menunjukkan tanda dan gejala, namun beberapa pasien dapat merasakan gejala ketika tekanan darahnya sudah tidak terkontrol. Hipertensi yang tidak terkontrol biasanya diakibatkan oleh tidak patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah. Efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dapat menjadi faktor patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah di fasilitas layanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara efikasi diri, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan terhadap kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain analitik observasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 322 pasien hipertensi dengan rentang usia 18 – 59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Sampel dalam penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa efikasi diri pasien tergolong rendah (66,5%), dukungan keluarga yang dimiliki pasien juga masih kurang (62,4%), dan peran tenaga kesehatan yang diterima pasif (86,6%), serta kepatuhan kontrol tekanan darah pasien masih banyak yang tidak patuh (91,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Kontrol Tekanan Darah Pada Pasien Dewasa Dengan Hipertensi

2026 · Thesis ·

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KONTROL TEKANAN DARAH PADA PASIEN DEWASA DENGAN HIPERTENSI ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang tergolong tinggi serta sering dijuluki sebagai penyakit silent killer karena sering tidak menunjukkan tanda dan gejala, namun beberapa pasien dapat merasakan gejala ketika tekanan darahnya sudah tidak terkontrol. Hipertensi yang tidak terkontrol biasanya diakibatkan oleh tidak patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah. Efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dapat menjadi faktor patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah di fasilitas layanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara efikasi diri, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan terhadap kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain analitik observasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 322 pasien hipertensi dengan rentang usia 18 – 59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Sampel dalam penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa efikasi diri pasien tergolong rendah (66,5%), dukungan keluarga yang dimiliki pasien juga masih kurang (62,4%), dan peran tenaga kesehatan yang diterima pasif (86,6%), serta kepatuhan kontrol tekanan darah pasien masih banyak yang tidak patuh (91,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Halusinsasi merupakan permasalahan yang sering muncul pada penderita skizofrenia. Halusinasi adalah distorsi persepsi palsu yang terjadi pada respons neurobiologis maladaptif. Faktor predisposisi dan presipitasi menjadi penyebab terjadinya halusinasi, sehingga pasien akan merasakan stimulus yang tidak nyata. Tujuan penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman tentang penerapan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan masalah utama halusinasi pendengaran menggunakan pendekatan keperawatan komperhensif. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus (case study). Penulis melakukan asuhan keperawatan pada dua orang pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Hasil yang didapatkan terdapat empat diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada pasien 1 dan pasien 2, dengan tiga diagnosis keperawatan yang sama yaitu halusinasi pendengaran, risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial. Adapun diagnosis keperawatan yang berbeda pada pasien 1 dengan harga diri rendah dan pasien 2 dengan defisit perawatan diri. Keempat diagnosis tersebut diamati secara mendalam dan keempat diagnosis tersebut teratasi pada pasien 1 sedangkan pada pasien 2 belum teratasi dan intervensi masih dilanjutkan. Berdasarkan literatur yang digunakan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada pasien yaitu halusinasi pendengaran, risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial. Ketiga diagnosis tersebut semuanya muncul pada pasien. Intervensi yang dilakukan telah disesuaikan dengan kondisi klien, sarana, dan prasarana. Hasil dari penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada pasien dengan halusinasi pendengaran.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Halusinsasi merupakan permasalahan yang sering muncul pada penderita skizofrenia. Halusinasi adalah distorsi persepsi palsu yang terjadi pada respons neurobiologis maladaptif. Faktor predisposisi dan presipitasi menjadi penyebab terjadinya halusinasi, sehingga pasien akan merasakan stimulus yang tidak nyata. Tujuan penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman tentang penerapan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan masalah utama halusinasi pendengaran menggunakan pendekatan keperawatan komperhensif. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus. Penulis melakukan asuhan keperawatan pada dua orang pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Hasil yang didapatkan terdapat empat diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada pasien 1 dan pasien 2, dengan tiga diagnosis keperawatan yang sama yaitu halusinasi pendengaran, risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial. Adapun diagnosis keperawatan yang berbeda pada pasien 1 dengan harga diri rendah dan pasien 2 dengan defisit perawatan diri. Keempat diagnosis tersebut diamati secara mendalam dan keempat diagnosis tersebut teratasi pada pasien 1 sedangkan pada pasien 2 belum teratasi dan intervensi masih dilanjutkan. Berdasarkan literatur yang digunakan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada pasien yaitu halusinasi pendengaran, risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial. Ketiga diagnosis tersebut semuanya muncul pada pasien. Intervensi yang dilakukan telah disesuaikan dengan kondisi klien, sarana, dan prasarana. Hasil dari penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada pasien dengan halusinasi pendengaran.