BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan kesehatan penting bagi ibu hamil untuk memantau kondisi ibu dan janin serta mendeteksi dini adanya komplikasi kehamilan. Rendahnya kepatuhan kunjungan ANC dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil (usia, pendidikan, pekerjaan) dan dukungan suami terhadap kepatuhan ibu hamil melakukan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel ini melibatkan 68 ibu hamil multigravida trimester III. Instrument penelitian berupa kuesioner dukungan suami yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, buku KIA dan buku registrasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil dengan usia tidak berisiko, tingkat pendidikan tinggi, tidak bekerja, mendapat dukungan suami, dan patuh melakukan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia, pendidikan, dan dukungan suami dengan kepatuhan kunjungan ANC dengan (p=0,000), (p=0,000), (p=0,001), dan tidak terdapat hubungan antara pekerjaan dengan kepatuhan kunjungan ANC (p=1,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usia ibu, pendidikan ibu dan dukungan suami berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan kunjungan ANC, sedangkan pekerjaan tidak berhubungan. Pentingnya peningkatan peran suami serta edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC sesuai standar pelayanan kebidanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan kesehatan penting bagi ibu hamil untuk memantau kondisi ibu dan janin serta mendeteksi dini adanya komplikasi kehamilan. Rendahnya kepatuhan kunjungan ANC dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil (usia, pendidikan, pekerjaan) dan dukungan suami terhadap kepatuhan ibu hamil melakukan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel ini melibatkan 68 ibu hamil multigravida trimester III. Instrument penelitian berupa kuesioner dukungan suami yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, buku KIA dan buku registrasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil dengan usia tidak berisiko, tingkat pendidikan tinggi, tidak bekerja, mendapat dukungan suami, dan patuh melakukan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia, pendidikan, dan dukungan suami dengan kepatuhan kunjungan ANC dengan (p=0,000), (p=0,000), (p=0,001), dan tidak terdapat hubungan antara pekerjaan dengan kepatuhan kunjungan ANC (p=1,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usia ibu, pendidikan ibu dan dukungan suami berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan kunjungan ANC, sedangkan pekerjaan tidak berhubungan. Pentingnya peningkatan peran suami serta edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC sesuai standar pelayanan kebidanan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Hipertensi merupakan salah satu penyakit jangka panjang yang masih banyak ditemukan di masyarakat dan menjadi isu kesehatan di seluruh dunia. Hipertensi adalah suatu kondisi ketika tekanan darah seseorang berada diatas normal, yaitu ≥ 140/90mmhg. Kondisi ini menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler apabila tidak dikontrol dengan baik. Untuk mencegah komplikasi, diperlukan pengelolaan yang tepat, termasuk kepatuhan dari penderita hipertensi untuk secara teratur memeriksa tekanan darah di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepatuhan kontrol tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Jumlah sampel sebanyak 660 orang dewasa yang diperoleh dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan tingkat kepatuhan dalam melakukan kontrol tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan 98.2% responden tidak patuh melakukan kontrol tekanan darah setiap bulannya. Sehingga disimpulkan bahwa sebagian besar pasien dewasa dengan hipertensi tidak patuh melakukan kontrol tekanan darah secara rutin ke fasilitas kesehatan. Maka dari itu, penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut mengenai faktor-faktor kepatuhan dalam kontrol tekanan darah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Hipertensi merupakan salah satu penyakit jangka panjang yang masih banyak ditemukan di masyarakat dan menjadi isu kesehatan di seluruh dunia. Hipertensi adalah suatu kondisi ketika tekanan darah seseorang berada diatas normal, yaitu ≥ 140/90mmhg. Kondisi ini menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler apabila tidak dikontrol dengan baik. Untuk mencegah komplikasi, diperlukan pengelolaan yang tepat, termasuk kepatuhan dari penderita hipertensi untuk secara teratur memeriksa tekanan darah di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepatuhan kontrol tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Jumlah sampel sebanyak 660 orang dewasa yang diperoleh dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan tingkat kepatuhan dalam melakukan kontrol tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan 98.2% responden tidak patuh melakukan kontrol tekanan darah setiap bulannya. Sehingga disimpulkan bahwa sebagian besar pasien dewasa dengan hipertensi tidak patuh melakukan kontrol tekanan darah secara rutin ke fasilitas kesehatan. Maka dari itu, penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut mengenai faktor-faktor kepatuhan dalam kontrol tekanan darah.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Remaja ialah anak berusia 10-24 tahun dan pada masa ini merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada remaja perempuan ditandai dengan menstruasi. Pada siklus menstruasi, sebagian besar remaja mengalami dismenorea. Prevalensi kejadian dismenorea di Indonesia mencapai 64,25% dengan rincian mencakup 54,89% mengalami dismenorea primer dan 9,36% dismenorea sekunder. Hal ini menjadi perhatian untuk ditanggulangi sebab dismenorea berdampak bagi aktivitas remaja berupa ketidaknyamanan nyeri dan terganggunya aktivitas sehari-hari hingga gelisah akibat kram yang hebat. Dismenorea dapat diatasi dengan metode farmakologis dan non-farmakologis. Metode non-farmakologis salah satunya kompres hangat dan teknik relaksasi napas dalam merupakan pilihan terapi yang efektif, mudah diterapkan dan terjangkau dalam manajemen nyeri. Tujuannya adalah melakukan asuhan kebidanan remaja dengan kompres hangat dan teknik relaksasi napas dalam untuk mengurangi dismenorea. Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus ini dilaksanakan di kediaman responden pada tanggal 28-31 Mei 2025. Responden adalah Nn. A usia 13 tahun yang mengalami dismenorea pada hari 1-3 dalam siklus menstruasinya. Instrumen yang digunakan meliputi lembar SOAP, kuesioner penilaian derajat dismenorea dan alat serta bahan untuk memberikan kompres hangat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa derajat dismenorea pada Nn. A sebelum diberikan terapi dalam kategori dismenorea sedang (11 poin) dan setelah mendapatkan terapi, derajat dismenorea menurun menjadi kategori dismenorea ringan (5 poin). Hal ini menandakan pemberian kompres hangat dan teknik relaksasi napas dalam dapat mengurangi dismenorea pada Nn. A. Tenaga kesehatan disarankan untuk memberikan edukasi serta mengajarkan terapi ini kepada remaja perempuan sebagai alternatif dalam mengurangi atau mengatasi dismenorea yang mereka alami.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Remaja ialah anak berusia 10-24 tahun dan pada masa ini merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada remaja perempuan ditandai dengan menstruasi. Pada siklus menstruasi, sebagian besar remaja mengalami dismenorea. Prevalensi kejadian dismenorea di Indonesia mencapai 64,25% dengan rincian mencakup 54,89% mengalami dismenorea primer dan 9,36% dismenorea sekunder. Hal ini menjadi perhatian untuk ditanggulangi sebab dismenorea berdampak bagi aktivitas remaja berupa ketidaknyamanan nyeri dan terganggunya aktivitas sehari-hari hingga gelisah akibat kram yang hebat. Dismenorea dapat diatasi dengan metode farmakologis dan non-farmakologis. Metode non-farmakologis salah satunya kompres hangat dan teknik relaksasi napas dalam merupakan pilihan terapi yang efektif, mudah diterapkan dan terjangkau dalam manajemen nyeri. Tujuannya adalah melakukan asuhan kebidanan remaja dengan kompres hangat dan teknik relaksasi napas dalam untuk mengurangi dismenorea. Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus ini dilaksanakan di kediaman responden pada tanggal 28-31 Mei 2025. Responden adalah Nn. A usia 13 tahun yang mengalami dismenorea pada hari 1-3 dalam siklus menstruasinya. Instrumen yang digunakan meliputi lembar SOAP, kuesioner penilaian derajat dismenorea dan alat serta bahan untuk memberikan kompres hangat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa derajat dismenorea pada Nn. A sebelum diberikan terapi dalam kategori dismenorea sedang (11 poin) dan setelah mendapatkan terapi, derajat dismenorea menurun menjadi kategori dismenorea ringan (5 poin). Hal ini menandakan pemberian kompres hangat dan teknik relaksasi napas dalam dapat mengurangi dismenorea pada Nn. A. Tenaga kesehatan disarankan untuk memberikan edukasi serta mengajarkan terapi ini kepada remaja perempuan sebagai alternatif dalam mengurangi atau mengatasi dismenorea yang mereka alami.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Pada masa remaja, pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental, dan emosi terjadi dengan sangat pesat. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat remaja berani mengambil resiko dalam tindakannya tanpa pertimbangan yang matang. Permasalahan yang sering dialami remaja ialah permasalahan yang berkaitan dengan perilaku seksual atau kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual pada remaja SMA Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian kuantitatif metode quasi eksperiment dengan rancangan untreated control group design with dependent pretest and posttest samples untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 352 siswa-siswi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 78 siswa-siswi. Analisa bivariate dalam penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan kelompok kontrol dan eksperimen sebelum diberikan pendidikan kesehatan reproduksi, memiliki perilaku seksual sebanyak 64.10% (kurang aman), 29.49% (tidak pernah), dan 6.41% (tidak aman). Setelah diberikan pendidikan kesehatan reproduksi, memiliki perilaku seksual sebanyak 50.00% (kurang aman), 46.15% (tidak pernah), dan 3.85% (tidak aman). Ada pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual pada remaja di SMA Negeri 2 Tarakan, p value sebesar 0.000. Diharapkan pihak SMA Negeri 2 Tarakan hendaknya memasukkan penambahan pelajaran khusus tentang pendidikan seksual remaja bagi kelas X, XI dan XII di semua jurusan (Kesehatan, Teknik, Sosial dan Bahasa) agar siswa-siswi terhindar dari perilaku seksual yang menyimpang dikalangan remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada masa remaja, pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental, dan emosi terjadi dengan sangat pesat. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat remaja berani mengambil resiko dalam tindakannya tanpa pertimbangan yang matang. Permasalahan yang sering dialami remaja ialah permasalahan yang berkaitan dengan perilaku seksual atau kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual pada remaja SMA Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian kuantitatif metode quasi eksperiment dengan rancangan untreated control group design with dependent pretest and posttest samples untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 352 siswa-siswi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 78 siswa-siswi. Analisa bivariate dalam penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan kelompok kontrol dan eksperimen sebelum diberikan pendidikan kesehatan reproduksi, memiliki perilaku seksual sebanyak 64.10% (kurang aman), 29.49% (tidak pernah), dan 6.41% (tidak aman). Setelah diberikan pendidikan kesehatan reproduksi, memiliki perilaku seksual sebanyak 50.00% (kurang aman), 46.15% (tidak pernah), dan 3.85% (tidak aman). Ada pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual pada remaja di SMA Negeri 2 Tarakan, p value sebesar 0.000. Diharapkan pihak SMA Negeri 2 Tarakan hendaknya memasukkan penambahan pelajaran khusus tentang pendidikan seksual remaja bagi kelas X, XI dan XII di semua jurusan (Kesehatan, Teknik, Sosial dan Bahasa) agar siswa-siswi terhindar dari perilaku seksual yang menyimpang dikalangan remaja.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU EKSIBISIONISME DALAM HUKUM PIDANA ABSTRAK Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait pertanggungjawaban pidana pelaku eksibisionisme dalam hukum pidana. Pertama pengklasifikasian eksibisionisme sebagai tindak pidana dan kedua pertanggungjawaban pidana pelaku eksibisionisme dalam hukum pidana. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum. Sumber dan bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer yaitu meliputi perundang-undangan yang ada kaitannya dengan eksibisionisme. Bahan hukum sekunder, yaitu meliputi literatur, jurnal, serta bahan non hukum yang berkaitan dengan eksibisionisme. Hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan, pertama eksibisionisme adalah tindak pidana dan dianggap bertanggung jawab secara pidana. Kedua pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana eksibisionisme diatur dalam KUHP maupun Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Kata Kunci: Pertanggungjawaban Pidana, Tindak Pidana, Eksibisionisme.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU EKSIBISIONISME DALAM HUKUM PIDANA ABSTRAK Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait pertanggungjawaban pidana pelaku eksibisionisme dalam hukum pidana. Pertama pengklasifikasian eksibisionisme sebagai tindak pidana dan kedua pertanggungjawaban pidana pelaku eksibisionisme dalam hukum pidana. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum. Sumber dan bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer yaitu meliputi perundang-undangan yang ada kaitannya dengan eksibisionisme. Bahan hukum sekunder, yaitu meliputi literatur, jurnal, serta bahan non hukum yang berkaitan dengan eksibisionisme. Hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan, pertama eksibisionisme adalah tindak pidana dan dianggap bertanggung jawab secara pidana. Kedua pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana eksibisionisme diatur dalam KUHP maupun Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Kata Kunci: Pertanggungjawaban Pidana, Tindak Pidana, Eksibisionisme.