Abstrak
Remaja ialah anak berusia 10-24 tahun dan pada masa ini merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada remaja perempuan ditandai dengan menstruasi. Pada siklus menstruasi, sebagian besar remaja mengalami dismenorea. Prevalensi kejadian dismenorea di Indonesia mencapai 64,25% dengan rincian mencakup 54,89% mengalami dismenorea primer dan 9,36% dismenorea sekunder. Hal ini menjadi perhatian untuk ditanggulangi sebab dismenorea berdampak bagi aktivitas remaja berupa ketidaknyamanan nyeri dan terganggunya aktivitas sehari-hari hingga gelisah akibat kram yang hebat. Dismenorea dapat diatasi dengan metode farmakologis dan non-farmakologis. Metode non-farmakologis salah satunya kompres hangat dan teknik relaksasi napas dalam merupakan pilihan terapi yang efektif, mudah diterapkan dan terjangkau dalam manajemen nyeri. Tujuannya adalah melakukan asuhan kebidanan remaja dengan kompres hangat dan teknik relaksasi napas dalam untuk mengurangi dismenorea. Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus ini dilaksanakan di kediaman responden pada tanggal 28-31 Mei 2025. Responden adalah Nn. A usia 13 tahun yang mengalami dismenorea pada hari 1-3 dalam siklus menstruasinya. Instrumen yang digunakan meliputi lembar SOAP, kuesioner penilaian derajat dismenorea dan alat serta bahan untuk memberikan kompres hangat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa derajat dismenorea pada Nn. A sebelum diberikan terapi dalam kategori dismenorea sedang (11 poin) dan setelah mendapatkan terapi, derajat dismenorea menurun menjadi kategori dismenorea ringan (5 poin). Hal ini menandakan pemberian kompres hangat dan teknik relaksasi napas dalam dapat mengurangi dismenorea pada Nn. A. Tenaga kesehatan disarankan untuk memberikan edukasi serta mengajarkan terapi ini kepada remaja perempuan sebagai alternatif dalam mengurangi atau mengatasi dismenorea yang mereka alami.