Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: mahasiswa keperawatan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIFITAS FISIK MAHASISWA KEPERAWATAN YANG MEMILIKI KELUARGA DENGAN HIPERTENSI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dan dipengaruhi oleh faktor genetik serta gaya hidup, termasuk aktivitas fisik. Individu yang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi tersebut. Oleh karena itu, upaya pencegahan sejak dini sangat penting dilakukan, salah satunya melalui aktivitas fisik yang teratur. Mahasiswa sebagai kelompok usia produktif juga berisiko, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik pada mahasiswa keperawatan yang memiliki keluarga dengan hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan. Sampel: Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 192 mahasiswa yang memiliki riwayat keluarga hipertensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk melihat distribusi tingkat aktivitas fisik responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori aktivitas fisik ringan, diikuti oleh kategori sedang dan berat. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik mahasiswa masih belum optimal sebagai upaya pencegahan hipertensi sejak usia muda. Kesimpulan: penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan yang memiliki riwayat keluarga hipertensi lebih besar memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan aktivitas fisik guna menjaga kesehatan kardiovaskular dan mencegah kejadian hipertensi di masa depan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Komparatif : Efektivitas Peningkatan Pengetahuan Dalam Penanganan Chocking Dengan Metode lecture Class dan Education Peer Group

2026•

ABSTRAK Tersedak (chocking) merupakan kondisi kegawatdaruratan akibat obstruksi jalan napas yang dapat menyebabkan hipoksia, henti jantung, hingga kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Pengetahuan mengenai penanganan choking sangat pentin dimiliki oleh remaja, termasuk mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan. Metode edukasi yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tersebut, salah satunya melalui Lecture Class dan Education Peer Group. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas peningkatan pengetahuan mahasiswa mengenai penanganan chocking dengan metode Lecture Class dan Education Peer Group, serta membandingkan hasil peningkatan pengetahuan dari kedua metode tersebut. Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experimental Pretest-Posttest Group Design tanpa kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan sampe sebanyak 66 mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok Lecture Class (p = 0.035) dan kelompok Education Peer Group (p = 0,003). Perbandingan antar kelompok menunjukkan tidak terdapat perbedaan pretest (p = 0,495), namun terdapat perbedaan signifikan pada posttest antara Lecture Class Dan Education Peer Group (p0,005). Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua metode efektif dalam meningkatkan pengetahuan penanganan chocking. Namun, metode Education Peer Group terbukti lebih efektif dibandingkan metode Lecture Class, karena memberikan interaksi dan dsikusi yang lebih intens sehingga memperdalam pemahaman peserta.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Perilaku Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Pada Mahasiswa Sarjana Keperawatan Universitas Borneo Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kasus kanker payudara di Indonesia masih tergolong tinggi, dengan salah satu fenomena yang terjadi saat ini adalah keterlambatan dalam diagnosis. Periksa Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu cara mendeteksi dan mendiagnosis kanker payudara sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku SADARI pada mahasiswa sarjana keperawatan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang menempuh pendidikan sarjana keperawatan di Universitas Borneo Tarakan. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 153 mahasiswa melalui teknik stratified random sampling. Pemilihan sampel adalah mahasiswa keperawatan yang mempelajari ilmu kesehatan diharapkan memiliki pengetahuan yang baik tentang SADARI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pernah memperoleh informasi mengenai SADARI, terutama dari materi kuliah dan petugas kesehatan. Perilaku SADARI bervariasi yaitu 58,8% responden memiliki perilaku SADARI yang baik, sedangkan 41,2% menunjukkan perilaku kurang baik. Namun, perilaku respoden dalam melakukan SADARI belum sesuai prosedur dan secara rutin dilakukan. Perilaku SADARI dikaitkan dengan karakteristik responden yaitu responden yang berperilaku SADARI mayoritas perempuan (61,4%) dan responden yang berperilaku kurang dengan riwayat keluarga terkena kanker payudara (22,2%). Kesimpulan penelitian ini perilaku SADARI pada mahasiswa sarjana keperawatan dalam kategori baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail