Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

FADHILAH ADRISTI ANANDA

4 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 2

Intervensi Kombinasi Deep Breathing Exercise dan Terapi Murottal terhadap Nyeri Dada dan Hemodinamik pada pasien Acute Coronary Syndrome (ACS) di ruang ICVCU

2026 · Book ·

Acute Coronary Syndrome (ACS) merupakan kegawatdaruratan kardiovaskular akibat penurunan aliran darah koroner yang menyebabkan iskemia miokard, ditandai dengan nyeri dada akut dan perubahan status hemodinamik akibat aktivasi sistem saraf simpatis. Selain terapi farmakologis, intervensi nonfarmakologis diperlukan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki status hemodinamik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan kombinasi Deep Breathing Exercise (DBE) dan terapi murottal terhadap penurunan intensitas nyeri dada serta perbaikan status hemodinamik pada pasien ACS. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien ACS yang mengalami nyeri dada akut. Pengkajian dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pengukuran status hemodinamik, dan telaah rekam medis. Intervensi berupa kombinasi Deep Breathing Exercise dan terapi murottal Surah Ar-Rahman yang dibacakan oleh Muzzammil Hasballah diberikan satu kali setiap sore selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15–20 menit. Evaluasi dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai intensitas nyeri serta pengukuran status hemodinamik yang meliputi tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami penurunan intensitas nyeri dada yang disertai perbaikan status hemodinamik, ditandai dengan tekanan darah, frekuensi nadi, dan frekuensi napas yang lebih stabil, peningkatan atau terpeliharanya saturasi oksigen dalam batas normal, perbaikan perfusi perifer, serta penurunan kecemasan. Kombinasi Deep Breathing Exercise dan terapi murottal dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang mendukung terapi farmakologis dalam membantu menurunkan nyeri dada dan memperbaiki status hemodinamik pada pasien Acute Coronary Syndrome.

Intervensi Kombinasi Deep Breathing Exercise dan Terapi Murottal terhadap Nyeri Dada dan Hemodinamik pada pasien Acute Coronary Syndrome (ACS) di ruang ICVCU

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Acute Coronary Syndrome (ACS) merupakan kegawatdaruratan kardiovaskular akibat penurunan aliran darah koroner yang menyebabkan iskemia miokard, ditandai dengan nyeri dada akut dan perubahan status hemodinamik akibat aktivasi sistem saraf simpatis. Selain terapi farmakologis, intervensi nonfarmakologis diperlukan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki status hemodinamik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan kombinasi Deep Breathing Exercise (DBE) dan terapi murottal terhadap penurunan intensitas nyeri dada serta perbaikan status hemodinamik pada pasien ACS. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien ACS yang mengalami nyeri dada akut. Pengkajian dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pengukuran status hemodinamik, dan telaah rekam medis. Intervensi berupa kombinasi Deep Breathing Exercise dan terapi murottal Surah Ar-Rahman yang dibacakan oleh Muzzammil Hasballah diberikan satu kali setiap sore selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15–20 menit. Evaluasi dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai intensitas nyeri serta pengukuran status hemodinamik yang meliputi tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami penurunan intensitas nyeri dada yang disertai perbaikan status hemodinamik, ditandai dengan tekanan darah, frekuensi nadi, dan frekuensi napas yang lebih stabil, peningkatan atau terpeliharanya saturasi oksigen dalam batas normal, perbaikan perfusi perifer, serta penurunan kecemasan. Kombinasi Deep Breathing Exercise dan terapi murottal dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang mendukung terapi farmakologis dalam membantu menurunkan nyeri dada dan memperbaiki status hemodinamik pada pasien Acute Coronary Syndrome.

Gambaran Perilaku Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Pada Mahasiswa Sarjana Keperawatan Universitas Borneo Tarakan

2025 · Book ·

Kasus kanker payudara di Indonesia masih tergolong tinggi, dengan salah satu fenomena yang terjadi saat ini adalah keterlambatan dalam diagnosis. Periksa Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu cara mendeteksi dan mendiagnosis kanker payudara sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku SADARI pada mahasiswa sarjana keperawatan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang menempuh pendidikan sarjana keperawatan di Universitas Borneo Tarakan. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 153 mahasiswa melalui teknik stratified random sampling. Pemilihan sampel adalah mahasiswa keperawatan yang mempelajari ilmu kesehatan diharapkan memiliki pengetahuan yang baik tentang SADARI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pernah memperoleh informasi mengenai SADARI, terutama dari materi kuliah dan petugas kesehatan. Perilaku SADARI bervariasi yaitu 58,8% responden memiliki perilaku SADARI yang baik, sedangkan 41,2% menunjukkan perilaku kurang baik. Namun, perilaku respoden dalam melakukan SADARI belum sesuai prosedur dan secara rutin dilakukan. Perilaku SADARI dikaitkan dengan karakteristik responden yaitu responden yang berperilaku SADARI mayoritas perempuan (61,4%) dan responden yang berperilaku kurang dengan riwayat keluarga terkena kanker payudara (22,2%). Kesimpulan penelitian ini perilaku SADARI pada mahasiswa sarjana keperawatan dalam kategori baik.

Gambaran Perilaku Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Pada Mahasiswa Sarjana Keperawatan Universitas Borneo Tarakan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kasus kanker payudara di Indonesia masih tergolong tinggi, dengan salah satu fenomena yang terjadi saat ini adalah keterlambatan dalam diagnosis. Periksa Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu cara mendeteksi dan mendiagnosis kanker payudara sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku SADARI pada mahasiswa sarjana keperawatan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang menempuh pendidikan sarjana keperawatan di Universitas Borneo Tarakan. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 153 mahasiswa melalui teknik stratified random sampling. Pemilihan sampel adalah mahasiswa keperawatan yang mempelajari ilmu kesehatan diharapkan memiliki pengetahuan yang baik tentang SADARI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pernah memperoleh informasi mengenai SADARI, terutama dari materi kuliah dan petugas kesehatan. Perilaku SADARI bervariasi yaitu 58,8% responden memiliki perilaku SADARI yang baik, sedangkan 41,2% menunjukkan perilaku kurang baik. Namun, perilaku respoden dalam melakukan SADARI belum sesuai prosedur dan secara rutin dilakukan. Perilaku SADARI dikaitkan dengan karakteristik responden yaitu responden yang berperilaku SADARI mayoritas perempuan (61,4%) dan responden yang berperilaku kurang dengan riwayat keluarga terkena kanker payudara (22,2%). Kesimpulan penelitian ini perilaku SADARI pada mahasiswa sarjana keperawatan dalam kategori baik.