Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: status hemodinamik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Intervensi Kombinasi Deep Breathing Exercise dan Terapi Murottal terhadap Nyeri Dada dan Hemodinamik pada pasien Acute Coronary Syndrome (ACS) di ruang ICVCU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Acute Coronary Syndrome (ACS) merupakan kegawatdaruratan kardiovaskular akibat penurunan aliran darah koroner yang menyebabkan iskemia miokard, ditandai dengan nyeri dada akut dan perubahan status hemodinamik akibat aktivasi sistem saraf simpatis. Selain terapi farmakologis, intervensi nonfarmakologis diperlukan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki status hemodinamik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan kombinasi Deep Breathing Exercise (DBE) dan terapi murottal terhadap penurunan intensitas nyeri dada serta perbaikan status hemodinamik pada pasien ACS. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien ACS yang mengalami nyeri dada akut. Pengkajian dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pengukuran status hemodinamik, dan telaah rekam medis. Intervensi berupa kombinasi Deep Breathing Exercise dan terapi murottal Surah Ar-Rahman yang dibacakan oleh Muzzammil Hasballah diberikan satu kali setiap sore selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15–20 menit. Evaluasi dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai intensitas nyeri serta pengukuran status hemodinamik yang meliputi tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami penurunan intensitas nyeri dada yang disertai perbaikan status hemodinamik, ditandai dengan tekanan darah, frekuensi nadi, dan frekuensi napas yang lebih stabil, peningkatan atau terpeliharanya saturasi oksigen dalam batas normal, perbaikan perfusi perifer, serta penurunan kecemasan. Kombinasi Deep Breathing Exercise dan terapi murottal dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang mendukung terapi farmakologis dalam membantu menurunkan nyeri dada dan memperbaiki status hemodinamik pada pasien Acute Coronary Syndrome.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KEBISINGAN DENGAN STATUS HEMODINAMIK PADA PASIEN KRITIS DI RUANG ICU DAN HCU RSUD dr. H. JUSUF SK

2023•

Kebisingan di fasilitas kesehatan terutama rumah sakit memiliki dampak kepada pasien dan tenaga kesehatan. Dampak kebisingan bagi pasien diantaranya adalah menyebabkan gangguan tidur dan meningkatnya tekanan darah. Selain itu, kondisi gangguan tidur pada pasien kritis juga berhubungan dengan kondisi stress pada sistem kardiovaskuler. Kondisi tersebut dapat memicu status hemodinamik yang tidak stabil pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebisingan ruangan terhadap status hemodinamik pasien kritis di ruang ICU dan HCU. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan cara total sampling dengan penentuan besar sampel dihitung menggunakan rumus slovin sehingga memperoleh sebanyak 80 responden. Pengambilan data menggunakan alat ukur yaitu Sound Level Meter (SLM) untuk kebisingan ruangan, lembar observasi untuk karakteristik responden dan status hemodinamik pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebisingan ruangan yang diterima responden memiliki nilai median berkisaran 56.85 dB(A) sampai dengan 60.45 dB(A), serta status hemodinamik reponden memiliki nilai median TDS 127 mmHg, TDD 72 mmHg, HR 87, RR 18, SpO2 99%, MAP 91 mmHg. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Kolmogorov Smirnov menunjukkan bahwa variabel tekanan darah sistolik (TDS), tekanan darah diastolik (TDD), frekuensi jantung (HR), frekuensi pernapasan (RR), saturasi oksigen (SpO2), dan tingkat kebisingan terdistribusi tidak normal karena nilai p0.05. Sedangkan untuk variabel MAP terdistribusi normal, dengan nilai p 0.2 (p>0.05). Sedangkan analisis hubungan kebisingan dengan status hemodinamik pasien dapat disimpulkan bahwa variabel yang mempunyai hubungan dengan kebisingan adalah Heart Rate (HR) nilai p value = 0,001 (p 0.05) dan frekuensi pernapasan (RR) dengan p value = 0,012 (p 0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan kebisingan ruangan dengan status hemodinamik pasien pada Heart Rate (HR) dan frekuensi pernapasan (RR).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail