Abstrak
Hipertensi menjadi penyebab utama kematian 9,4 juta jiwa setiap tahunnya. Tingginya angka hipertensi di Tarakan membutuhkan cara yang tepat untuk mengelola tekanan darah, seperti self efficacy dan self management. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara self efficacy dan self management pada pasien hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional cross sectional. Penelitian ini melibatkan 180 orang responden, data dikumpulkan melalui kuesioner self efficacy dan self management HSMBQ hipertensi. Sebanyak 95 responden (52,8%) memiliki self efficacy dengan kategori tinggi, sedangkan 102 responden (56,7%) memiliki self management dengan kategori cukup. Analisa data melalui uji statistik chi square, diperoleh nilai p value sebesar 0,001 yang menunjukkan adanya hubungan antara self efficacy dan self management pada pasien hipertensi. Semakin tinggi tingkat self efficacy, semakin baik pula self management yang ditujukkan responden dan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan pola hidup untuk mencegah terjadinya komplikasi. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan penekanan pada aspek dukungan keluarga dalam meningkatkan self efficacy.