ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ulyl Khasanafa. 15201020093. 2020. “ Analisis Pendapatan Dan Kepemilikan Jiwa Wirausaha Pedagang Sayur Keliling Di Wilayah Kecamatan Tarakan Timur ”. Dibimbing oleh Anang Sulistyo. Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian yang (1) untuk mengetahui pendapatan usaha pedagang sayur keliling di wilayah Kecamatan Tarakan Timur, (2) untuk mengetahui kepemilikan jiwa wirausaha pedagang sayur keliling di wilayah Kecamatan Tarakan Timur, (3) untuk mengetahui hubungan antara pendapatan dengan kepemilikan jiwa wirausaha pedagang sayur keliling di wilayah Kecamatan Tarakan Timur. Metode penentuan sampel menggunakan kuota sampling dengan jumlah 30 responden. Pendapatan pedagang sayur keliling di wilayah kecamatan Tarakan timur sebesar Rp. 54.411 per hari, jika perbulan pendapatan yang di hasilkan sebesar Rp. 1.620.000 jika dibandingkan upah minimum kota Tarakan yang sebesar Rp. 3.756.824 jauh berbeda karena penelitian ini hanya menghitung pendapatan dari sayuran saja. Kepemilikan jiwa wirausahawan sebagian besar sebanyak 28 responden (93%) telah memiliki jiwa wirausaha dan sifat sebagai wirausaha yang kuat. Sedangkan yang masih memerlukan pembekalan sebanyak 2 responden (7%). Hubungan antara pendapatan dengan kepemilikan jiwa wirausaha bersifat lemah dengan nilai r (0,319
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Pendekatan berdiferensiasi adalah cara mengajar guru yang menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan, kemampuan, dan gaya belajar setiap peserta didik, sehingga semua peserta didik dapat belajar secara optimal. Dalam pendekatan ini, guru tidak memberikan perlakuan yang sama kepada semua peserta didik, tetapi menyesuaikan pembelajaran berdasarkan perbedaan yang ada dikelas dengan materi, cara belajar, hasil belajar, dan suasana kelas agar setiap anak bisa belajar dengan baik sesuai kebutuhannya. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan pendekatan berdiferensiasi pada pembelajaran matematika pada siswa kelas III-D SDN Utama 2 Tarakan, dengan fokus pada aspek konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif Kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari satu guru kelas III dan tiga orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data menggunakan teknik analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya untuk menerapkan pendekatan berdiferensiasi pada aspek konten melalui adanya variasi materi secara bertahap dan tingkat kesulitan soal yang berbeda, pada aspek proses didesain dengan pembelajaran individu maupun berkelompok sesuai dengan gaya belajar peserta didik, pada aspek produk melalui hasil kerja peserta didik seperti pembuatan proyek minibook perkalian, LKPD berupa pemehaman perkalian dengan menggunakan gambar, penerapan aplikasi perkalian dengan soal cerita, serta pada aspek lingkungan belajar dengan pemanfaatan fasilitas sekolah dan penciptaan suasana kelas yang kondusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendekatan berdiferensiasi adalah cara mengajar guru yang menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan, kemampuan, dan gaya belajar setiap peserta didik, sehingga semua peserta didik dapat belajar secara optimal. Dalam pendekatan ini, guru tidak memberikan perlakuan yang sama kepada semua peserta didik, tetapi menyesuaikan pembelajaran berdasarkan perbedaan yang ada dikelas dengan materi, cara belajar, hasil belajar, dan suasana kelas agar setiap anak bisa belajar dengan baik sesuai kebutuhannya. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan pendekatan berdiferensiasi pada pembelajaran matematika pada siswa kelas III-D SDN Utama 2 Tarakan, dengan fokus pada aspek konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif Kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari satu guru kelas III dan tiga orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data menggunakan teknik analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya untuk menerapkan pendekatan berdiferensiasi pada aspek konten melalui adanya variasi materi secara bertahap dan tingkat kesulitan soal yang berbeda, pada aspek proses didesain dengan pembelajaran individu maupun berkelompok sesuai dengan gaya belajar peserta didik, pada aspek produk melalui hasil kerja peserta didik seperti pembuatan proyek minibook perkalian, LKPD berupa pemehaman perkalian dengan menggunakan gambar, penerapan aplikasi perkalian dengan soal cerita, serta pada aspek lingkungan belajar dengan pemanfaatan fasilitas sekolah dan penciptaan suasana kelas yang kondusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengendalian persediaan bahan baku pisang pada UMKM Sarifa Food di Desa Panca Agung melalui pendekatan Analisis ABC, Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), dan EOQ Modifikasi berbasis Shelf Life, serta menentukan metode pengendalian persediaan yang paling sesuai berdasarkan karakteristik bahan baku yang mudah rusak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Analisis ABC, Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), EOQ Modifikasi berbasis Shelf Life, Safety Stock, dan Reorder Point (ROP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis ABC mengidentifikasi bahan baku pisang ambon sebagai kategori prioritas dalam pengendalian persediaan. Metode EOQ dan POQ memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan metode yang diterapkan UMKM, namun metode POQ kurang sesuai diterapkan karena menghasilkan jumlah pemesanan yang relatif besar sehingga meningkatkan risiko kerusakan bahan baku yang memiliki masa simpan terbatas. Sementara itu, EOQ Modifikasi berbasis Shelf Life merupakan metode yang paling sesuai karena mempertimbangkan umur simpan bahan baku pada UMKM Sarifa Food.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengendalian persediaan bahan baku pisang pada UMKM Sarifa Food di Desa Panca Agung melalui pendekatan Analisis ABC, Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), dan EOQ Modifikasi berbasis Shelf Life, serta menentukan metode pengendalian persediaan yang paling sesuai berdasarkan karakteristik bahan baku yang mudah rusak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Analisis ABC, Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), EOQ Modifikasi berbasis Shelf Life, Safety Stock, dan Reorder Point (ROP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis ABC mengidentifikasi bahan baku pisang ambon sebagai kategori prioritas dalam pengendalian persediaan. Metode EOQ dan POQ memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan metode yang diterapkan UMKM, namun metode POQ kurang sesuai diterapkan karena menghasilkan jumlah pemesanan yang relatif besar sehingga meningkatkan risiko kerusakan bahan baku yang memiliki masa simpan terbatas. Sementara itu, EOQ Modifikasi berbasis Shelf Life merupakan metode yang paling sesuai karena mempertimbangkan umur simpan bahan baku pada UMKM Sarifa Food.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum terjadi dan dikenal sebagai “silent killer” karena sering tidak menunjukkan gejala awal. Penanganan hipertensi tidak hanya dilakukan secara farmakologis, namun juga dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis, salah satunya adalah terapi pijat kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi pijat kaki dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 12 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap dua responden dengan diagnosis hipertensi. Intervensi yang diberikan berupa terapi pijat kaki selama 3 hari berturut-turut, dengan frekuensi satu kali per hari dan durasi 15 menit per sesi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tekanan darah pada responden 1 mengalami penurunan dari 170/90 mmHg menjadi 145/85 mmHg, sedangkan pada responden 2 menurun dari 140/90 mmHg menjadi 125/85 mmHg. Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg dan diastolik sebesar 5 mmHg. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa terapi pijat kaki efektif sebagai intervensi pelengkap dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Selain itu, intervensi ini juga meningkatkan partisipasi keluarga dalam pengelolaan perawatan, khususnya dalam memantau tekanan darah dan mendukung kepatuhan pengobatan. Terapi pijat kaki layak diterapkan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan komunitas dan keluarga secara holistik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum terjadi dan dikenal sebagai “silent killer” karena sering tidak menunjukkan gejala awal. Penanganan hipertensi tidak hanya dilakukan secara farmakologis, namun juga dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis, salah satunya adalah terapi pijat kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi pijat kaki dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 12 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap dua responden dengan diagnosis hipertensi. Intervensi yang diberikan berupa terapi pijat kaki selama 3 hari berturut-turut, dengan frekuensi satu kali per hari dan durasi 15 menit per sesi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tekanan darah pada responden 1 mengalami penurunan dari 170/90 mmHg menjadi 145/85 mmHg, sedangkan pada responden 2 menurun dari 140/90 mmHg menjadi 125/85 mmHg. Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg dan diastolik sebesar 5 mmHg. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa terapi pijat kaki efektif sebagai intervensi pelengkap dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Selain itu, intervensi ini juga meningkatkan partisipasi keluarga dalam pengelolaan perawatan, khususnya dalam memantau tekanan darah dan mendukung kepatuhan pengobatan. Terapi pijat kaki layak diterapkan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan komunitas dan keluarga secara holistik.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
A
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tomat tergolong buah klimaterik yaitu buah yang memiliki periode pematangan cepat dan diikuti dengan peningkatan etilen sehingga mengakibatkan buah mengalami pelunakan serta perubahan warna dan rasa. Pelunakan pada buah tomat terkait dengan perubahan fraksi pektin dalam dinding sel. Penghambatan pelunakan buah tomat sangat diperlukan untuk mempertahankan kualitas dan umur siman buah. Salah satu cara untuk menghambat pelunakan buah tomat yakni dengan aplikasi asam sitrat dan penggunaan kemasan yang tepat.tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pencelupan asam sitrat dan jenis kemasan terhadap sifat fisik dan masa simpan buah tomat selama 15 hari penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor. Faktor ke 1 yaitu konsentrasi asam sitrat terdiri dari 3 perlakuan yaitu S0= 0%, S1 = 1%, dan S2 = 2%. Faktor ke 2, yaitu jenis kemasan yang terdiri dari K1 = Styrofoam tanpa tutup, K2 = besek bambu, K3 = daun kelapa, dan K4 = kertas. Parameter pengamatan dalam penelitian terdiri dari kadar air,vitamin C,susut bobot,dan kekerasan buah.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pencelupan asam sitrat konsentrasi 1% (S1) dan 2 % (S2) memberikan pengaruh yang nyata terhadap sifik buah tomat pada parameter kadar air saat pengamatan hari ke- 5-15, Pada vitamin C memberikan pengaruh mulai penyimpanan hari ke-0- hari ke-15. Begitu juga dengan susut bobot saat penyimpanan hari ke-5, hari ke-10, dan hari ke-15. Sedangkan pada kekerasan tekstur buah tomat selama penyimpanan, yaitu pada hari ke-10 dan 15. Perlakuan jenis kemasan memberikan pengaruh yang nyata terhadap sifat fisik buah tomat, yaitu pada parameter kadar air penyimpanan hari ke-5dan ke-10.Dan perlakuan kombinasai konsentrasi pencelupan asam sitrat dan jenis kemasan (SK) tidak memberikan pengaruh terhadap sifat fisik buah tomat di semua umur penyimpanan Tomatoes are classified as climacteric fruits, meaning they undergo a rapid ripening phase followed by increased ethylene production, which leads to softening and changes in color and taste. The softening of tomatoes is related to changes in the pectin fraction within the cell walls. Inhibiting this softening process is essential to maintain the quality and shelf life of tomatoes. One way to delay softening is through citric acid application and the use of appropriate packaging. This study aimed to determine the effect of citric acid dipping and different types of packaging on the physical properties and shelf life of tomatoes during 15 days of storage. The research used a Randomized Block Design (RBD) with two factors. The first factor was citric acid concentration, consisting of three treatments: S0 = 0%, S1 = 1%, and S2 = 2%. The second factor was packaging type, consisting of K1 = uncovered styrofoam, K2 = bamboo basket, K3 = coconut leaves, and K4 = paper. Observed parameters included moisture content, vitamin C, weight loss, and fruit firmness. The results showed that dipping treatments with 1% (S1) and 2% (S2) citric acid had significant effects on tomato physical properties. These effects were observed in moisture content on days 5 to 15, vitamin C from day 0 to day 15, and weight loss on days 5, 10, and 15. A significant effect on fruit firmness was observed on days 10 and 15. The type of packaging also significantly influenced the physical properties of tomatoes, particularly in moisture content on days 5 and 10. However, the combination of citric acid concentration and packaging type did not significantly affect the physical properties of tomatoes at any storage duration
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Risiko perilaku kekerasan merupakan salah satu respon marah yang diekspresikan dengan melakukan ancaman, mencederai diri sendiri atau orang lain, dan dapat merusak lingkungan sekitar. Tanda-tanda utamanya mencakup perilaku subjektif seperti mengkritik, mengumpat, berbicara keras, dan berbicara tiba-tiba, serta perilaku objektif seperti serangan fisik, melukai diri sendiri, gangguan terhadap lingkungan, dan ledekkan kasar. Tanda-tanda minornya antara lain manifestasi fisik seperti mata melotot, tangan terkepal, rahang terkatup, wajah memerah, dan postur tubuh kaku. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan pada 2 orang pasien yang meliputi identifikasi data hasil pengkajian, diganosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pada pasien risiko perilaku kekerasan di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Hasil pengkajian antara klien 1 dan 2 dengan diagnosa resiko perilaku kekerasan didapatkan perbedaan meliputi identitas pasien, alasan masuk rumah sakit, faktor predisposisi, pemeriksaan fisik, psikososial, penyebab, tanda dan gejala perilaku yang dilakukan, akibat perilaku kekerasan, status mental, dan mekanisme koping. Berdasarkan hasil penelitian review kasus penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan risiko perilaku kekerasan pada 2 klien selama 5 hari. Tujuan dan kriteria hasil yang diharapkan dan ingin dicapai setelah dilakukan tindakan sesuai dengan waktu yang ditentukan dan diharapkan klien mampu mengenali risiko perilaku kekerasan yang dialami, dapat mengontrol dan mengurangi risiko perilaku kekerasan, mampu mengikuti program pengobatan secara optimal. Respon klien setelah melakukan tindakan yang diberikan yaitu klien 1 tidak mengingat tindakan yang telah diberikan dan hanya melakukan hingga SP 2 sedangkan klien 2 kooperatif dan mampu melanjutkan ke SP 3. Diharapkan institusi untuk bisa menambah referensi mengenai strategi pelaksanaan tindakan yang akan diintervensikan oleh mahasiswa ke pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Risiko perilaku kekerasan merupakan salah satu respon marah yang diekspresikan dengan melakukan ancaman, mencederai diri sendiri atau orang lain, dan dapat merusak lingkungan sekitar. Tanda-tanda utamanya mencakup perilaku subjektif seperti mengkritik, mengumpat, berbicara keras, dan berbicara tiba-tiba, serta perilaku objektif seperti serangan fisik, melukai diri sendiri, gangguan terhadap lingkungan, dan ledekkan kasar. Tanda-tanda minornya antara lain manifestasi fisik seperti mata melotot, tangan terkepal, rahang terkatup, wajah memerah, dan postur tubuh kaku. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan pada 2 orang pasien yang meliputi identifikasi data hasil pengkajian, diganosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pada pasien risiko perilaku kekerasan di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Hasil pengkajian antara klien 1 dan 2 dengan diagnosa resiko perilaku kekerasan didapatkan perbedaan meliputi identitas pasien, alasan masuk rumah sakit, faktor predisposisi, pemeriksaan fisik, psikososial, penyebab, tanda dan gejala perilaku yang dilakukan, akibat perilaku kekerasan, status mental, dan mekanisme koping. Berdasarkan hasil penelitian review kasus penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan risiko perilaku kekerasan pada 2 klien selama 5 hari. Tujuan dan kriteria hasil yang diharapkan dan ingin dicapai setelah dilakukan tindakan sesuai dengan waktu yang ditentukan dan diharapkan klien mampu mengenali risiko perilaku kekerasan yang dialami, dapat mengontrol dan mengurangi risiko perilaku kekerasan, mampu mengikuti program pengobatan secara optimal. Respon klien setelah melakukan tindakan yang diberikan yaitu klien 1 tidak mengingat tindakan yang telah diberikan dan hanya melakukan hingga SP 2 sedangkan klien 2 kooperatif dan mampu melanjutkan ke SP 3. Diharapkan institusi untuk bisa menambah referensi mengenai strategi pelaksanaan tindakan yang akan diintervensikan oleh mahasiswa ke pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Vibrio parahaemolyticus merupakan bakteri halophilic gram negatif dan secara alami terdapat di laut dan dapat menginfeksi kepiting bakau (Scylla serrata), udang windu (Penaeus monodon), kelas bivalvia dan ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 3 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan A, B, dan C dengan konsentrasi masing-masing 32 mg/mL, 48 mg/mL, 64 mg/mL. Hasil biakan bakteri dengan pengenceran 10-1 sampai 10-7, diperoleh koloni yang dihitung dari TPC (Total Plate Count) sekitar 1,62×10-6 CFU/mL, sementara uji fitokimia, ekstrak daun belimbing wuluh (A. bilimbi L.) positif mengandung senyawa aktif, seperti flavonoid, alkaloid, steroid, tanin, saponin, dan fenol. Hasil daya hambat terbaik pada uji in vitro, yaitu pada konsentrasi ekstrak 64 mg/mL dengan zona hambat 15,33±0,84 mm menunjukkan ekstrak daun belimbing wuluh dapat menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolyticus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Vibrio parahaemolyticus merupakan bakteri halophilic gram negatif dan secara alami terdapat di laut dan dapat menginfeksi kepiting bakau (Scylla serrata), udang windu (Penaeus monodon), kelas bivalvia dan ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 3 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan A, B, dan C dengan konsentrasi masing-masing 32 mg/mL, 48 mg/mL, 64 mg/mL. Hasil biakan bakteri dengan pengenceran 10-1 sampai 10-7, diperoleh koloni yang dihitung dari TPC (Total Plate Count) sekitar 1,62×10-6 CFU/mL, sementara uji fitokimia, ekstrak daun belimbing wuluh (A. bilimbi L.) positif mengandung senyawa aktif, seperti flavonoid, alkaloid, steroid, tanin, saponin, dan fenol. Hasil daya hambat terbaik pada uji in vitro, yaitu pada konsentrasi ekstrak 64 mg/mL dengan zona hambat 15,33±0,84 mm menunjukkan ekstrak daun belimbing wuluh dapat menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio parahaemolyticus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Wacana Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Analisis Wacana Argumentasi pada Pemberitaan Pandemi Covid-19 di wilayah Indonesia dalam Media Sosial Twitter (Kajian Wacana). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang di ambil dalam penelitian ini berupa wacana argumentasi yaitu komentar yang terdapat pada pemberitaan pandemi Covid-19. Terkait penelitian ini, penulis hanya sebatas menganalisis pola atau metode pengembangan serta makna dari wacana argumentasi yang terdapat dalam komentar pada pemberitaan pandemi Covid-19 di wilayah Indonesia dan diperoleh dari media sosial twitter. Data yang di peroleh menggunakan teknik baca, simak, dan catat. Data dalam penelitian ini kemudian disesuaikan metode pengembangan wacana argumentasi menurut Keraf. Hasil penelitian menunjukkan terdapat metode pengembangan wacana argumentasi yang digunakan terkait pemberitaan Covid-19 di Indonesia dalam media sosial twitter. Data yang diperoleh terdapat 32 data, dari data tersebut ditemukan Metode pengembangan Genus dan Definisi sebanyak 3 data, Genus atau kelas adalah sesuatu yang lingkupnya luas dari obyek yang dibicarakan sedangkan Definisi merupakan landasan gerak dari sebuah penjelasan. Metode pengembangan Sebab dan Akibat sebanyak 10 Data, Sebab dan Akibat merupakan Argumentasi yang didasarkan pada pola atau metode sebab dan akibat menggunakan cara berpikir yang bercorak klausal sebab pada proses berpikir menyatakan bahwa sebuah sebab tertentu akan mencakup suatu akibat yang sebanding begitupun sebaliknya. Metode pengembangan Keadaan atau Sirkumstansi sebanyak 1 Data, Keadaan atau Sirkumstansi merupakan tindakan yang dilakukan pada seseorang tidak dapat dibenarkan lewat prinsip-prinsip logis, seseorang terpaksa melakukan tindakan karena fakta tidak memungkinkan harus berbuat lain serta pembuktiannya hanya berdasarkan keadaan tadi. Metode pengembangan perbandingan sebanyak 6 Data, perbandingan merupakan pengertian bahwa salah satu dari hal yang dibandingkan lebih kuat dari hal lain yang akan dijadikan dasar perbandingan. Metode pengembangan pertentangan sebanyak 11 Data, pertentangan merupakan pola atau metode yang menggunakan dua relasi dalam suatu pendapat. Seseorang menyampaikan suatu pendapat kemudian diberi pendapat sebaliknya. Metode pengembangan Kesaksian atau autoritas sebanyak 1 Data, Kesaksian atau autoritas merupakan topik atau sumber yang bersifat dari luar, mirip dengan kesaksian adalah autoritas, argumentasi dengan menggunakan pola autoritas di dasari dengan pendapat atau ucapan dari seseorang yang terkenal atau seseorang yang di akui keahliannya. Masing-masing penutur memiliki pengaruh agar dapat mengubah pemikiran bagi pembaca dari apa yang disampaikan.