ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti stroke dan penyakit jantung. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengontrol tekanan darah adalah konsumsi jus tomat. Tomat mengandung kalium, likopen, vitamin C, dan asam folat yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi jus tomat dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 07 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap tiga responden dengan diagnosis hipertensi. Intervensi yang diberikan berupa terapi jus tomat selama delapan hari berturut-turut dengan frekuensi satu kali perhari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terapi jus tomat efektif sebagai intervensi pelengkap dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Selain itu, intervensi ini juga meningkatkan partisipasi keluarga dalam pengelolaan perawatan, khususnya dalam memantau tekanan darah dan mendukung kepatuhan pengobatan. Terapi jus tomat dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan komunitas dan keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Pasien hipertensi sering mengalami tekanan darah yang tidak terkontrol meskipun telah mendapatkan terapi farmakologis sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang efektif dan aman. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman terhadap perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah penerapan asuhan keperawatan berbasis evidence-based practice pada dua pasien hipertensi grade II dengan pemberian terapi rendam kaki air hangat suhu 38–40°C disertai mendengarkan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman selama 15 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara bertahap pada kedua pasien. Pada Ny. M tekanan darah menurun dari 178/99 mmHg menjadi 156/92 mmHg, sedangkan pada Tn. A tekanan darah menurun dari 164/96 mmHg menjadi 153/88 mmHg setelah intervensi selama tiga hari. Selain itu, pasien juga melaporkan merasa lebih rileks, nyaman, segar, serta mengalami penurunan keluhan pusing dan nyeri tengkuk. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman efektif sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Rekomendasi bagi perawat adalah menjadikan kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis pendamping dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien hipertensi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama dengan angka kejadian yang terus meningkat dan menjadi penyebab tingginya morbiditas serta mortalitas di dunia. Apabila tekanan darah tidak dikendalikan dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah kombinasi terapi pijat kaki dan terapi musik. Tujuan penulisan Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini adalah menerapkan kombinasi terapi pijat kaki dan terapi musik pada pasien hipertensi untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien hipertensi yang dirawat di Ruang Daisy RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Intervensi diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan 1 kali sehari durasi 15 menit setiap sesi. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara keseluruhan pada Ny. K sebesar 53/29 mmHg dan pada Tn. I sebesar 62/21 mmHg setelah pemberian intervensi. Kombinasi terapi pijat kaki dan terapi musik memberikan efek relaksasi yang membantu pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Kombinasi terapi pijat kaki dan terapi musik efektif sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping farmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi serta dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi nonfarmakologis yang mudah diterapkan untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Kombinasi foot massage dan terapi murottal Al-Qur’an merupakan intervensi yang berpotensi memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan, serta membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tujuan karya ilmiah akhir ners ini adalah menganalisis hasil penerapan kombinasi foot massage dan terapi murottal Al-Qur’an terhadap tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua klien dewasa yang mengalami hipertensi, yaitu Ny.E.R dan Tn.I. Intervensi berupa kombinasi foot massage dan terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman diberikan selama 15 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tekanan darah sebelum dan setelah intervensi. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua klien. Pada Ny.E.R tekanan darah menurun dari 158/102 mmHg menjadi 138/90 mmHg, sedangkan pada Tn.I tekanan darah menurun dari 146/94 mmHg menjadi 134/83 mmHg. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi foot massage dan terapi murottal Al-Qur’an mampu memberikan efek relaksasi yang berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah setelah dilakukan secara konsisten selama 3 hari. Implikasi dari karya ilmiah ini adalah kombinasi foot massage dan terapi murottal Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai terapi komplementer yang mudah, aman, dan ekonomis untuk mendukung pengelolaan hipertensi serta dapat diterapkan dalam praktik keperawatan sebagai pendamping terapi farmakologis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KONTROL TEKANAN DARAH PADA PASIEN DEWASA DENGAN HIPERTENSI ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang tergolong tinggi serta sering dijuluki sebagai penyakit silent killer karena sering tidak menunjukkan tanda dan gejala, namun beberapa pasien dapat merasakan gejala ketika tekanan darahnya sudah tidak terkontrol. Hipertensi yang tidak terkontrol biasanya diakibatkan oleh tidak patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah. Efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dapat menjadi faktor patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah di fasilitas layanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara efikasi diri, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan terhadap kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain analitik observasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 322 pasien hipertensi dengan rentang usia 18 – 59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Sampel dalam penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa efikasi diri pasien tergolong rendah (66,5%), dukungan keluarga yang dimiliki pasien juga masih kurang (62,4%), dan peran tenaga kesehatan yang diterima pasif (86,6%), serta kepatuhan kontrol tekanan darah pasien masih banyak yang tidak patuh (91,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi saat ini masih menjadi salah satu masalah utama dalam kesehatan masyarakat di Indonesia maupun dunia. Hipertensi walaupun tampaknya terlihat seperti masalah kecil, namun penyakit ini menyimpan bahaya yang dapat mengenai siapa saja tanpa memandang latar belakang kesehatan. Tekanan darah pada orang yang menderita hipertensi biasanya berada pada ambang batas normal diantaranya sistolik dari 130 hingga 139 mmHg dan diastolik 80-89 mmHg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ceramah dan demonstrasi terapi genggam jari dan napas dalam untuk menurunkan tekanan darah, alat yang digunakan tensi, serta alat dokumentasi. Implementasi inovasi ini menunjukkan hasil yang cukup baik pada kedua klien. Selama 3 hari intervensi, terjadi peningkatan kemampuan klien dalam memahami dan juga dapat mempraktikan terapi genggam jari dan napas dalam secara mandiri. Kemudian setelah dilakukan terapi genggam jari dan napas dalam selalu ada tanda penurunan tekanan darah pada klien kurang lebih 2-12mmHg. Penelitian ini berpotensi untuk melihat hasil dari penerapan terapi genggam jari dan napas dalam pada tekanan darah orang dengan hipertensi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Hipertensi merupakan salah satu penyakit jangka panjang yang masih banyak ditemukan di masyarakat dan menjadi isu kesehatan di seluruh dunia. Hipertensi adalah suatu kondisi ketika tekanan darah seseorang berada diatas normal, yaitu ≥ 140/90mmhg. Kondisi ini menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler apabila tidak dikontrol dengan baik. Untuk mencegah komplikasi, diperlukan pengelolaan yang tepat, termasuk kepatuhan dari penderita hipertensi untuk secara teratur memeriksa tekanan darah di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepatuhan kontrol tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Jumlah sampel sebanyak 660 orang dewasa yang diperoleh dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan tingkat kepatuhan dalam melakukan kontrol tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan 98.2% responden tidak patuh melakukan kontrol tekanan darah setiap bulannya. Sehingga disimpulkan bahwa sebagian besar pasien dewasa dengan hipertensi tidak patuh melakukan kontrol tekanan darah secara rutin ke fasilitas kesehatan. Maka dari itu, penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut mengenai faktor-faktor kepatuhan dalam kontrol tekanan darah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi secara global. Meskipun dapat dicegah, banyak penderita hipertensi tidak menyadari kondisi mereka hingga terjadi komplikasi. Pendekatan non-farmakologis seperti brisk walking dapat menjadi alternatif dalam mengontrol tekanan darah, namun belum banyak diterapkan secara sistematis dalam tatanan keluarga sebagai unit perawatan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi brisk walking terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan penderita hipertensi. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode case report dengan penerapan asuhan keperawatan keluarga dengan terapi kombinasi brisk walking pada keluarga dengan hipertensi. Intervensi brisk walking dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 20–30 menit per sesi. Data tekanan darah dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi melalui pemeriksaan langsung. Hasil pengukuran menunjukkan adanya penurunan pada tekanan darah sistolik dan diastolik setelah intervensi dilakukan. Klien pertama mengalami penurunan tekanan darah dari 156/90 mmHg menjadi 140/86 mmHg, sedangkan klien kedua dari 140/90 mmHg menjadi 130/86 mmHg. Peningkatan pengetahuan keluarga dan keterlibatan aktif dalam program turut mendukung keberhasilan intervensi. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu intervensi brisk walking dapat menurunkan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi. Aktivitas ini dapat dijadikan bagian dari upaya non-farmakologis dalam pengendalian hipertensi berbasis keluarga, serta menjadi intervensi keperawatan yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan di masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum terjadi dan dikenal sebagai “silent killer” karena sering tidak menunjukkan gejala awal. Penanganan hipertensi tidak hanya dilakukan secara farmakologis, namun juga dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis, salah satunya adalah terapi pijat kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi pijat kaki dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 12 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap dua responden dengan diagnosis hipertensi. Intervensi yang diberikan berupa terapi pijat kaki selama 3 hari berturut-turut, dengan frekuensi satu kali per hari dan durasi 15 menit per sesi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tekanan darah pada responden 1 mengalami penurunan dari 170/90 mmHg menjadi 145/85 mmHg, sedangkan pada responden 2 menurun dari 140/90 mmHg menjadi 125/85 mmHg. Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg dan diastolik sebesar 5 mmHg. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa terapi pijat kaki efektif sebagai intervensi pelengkap dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Selain itu, intervensi ini juga meningkatkan partisipasi keluarga dalam pengelolaan perawatan, khususnya dalam memantau tekanan darah dan mendukung kepatuhan pengobatan. Terapi pijat kaki layak diterapkan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan komunitas dan keluarga secara holistik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat dan sering kali tidak disadari oleh penderitanya, sehingga dikenal sebagai "silent killer". Salah satu gejala yang sering muncul adalah nyeri kepala akibat peningkatan tekanan intrakranial. Terapi non farmakologi seperti Slow Stroke Back Massage (SSBM) telah terbukti efektif menurunkan tekanan darah dan nyeri kepala melalui mekanisme relaksasi saraf parasimpatis dan pelepasan endorfin. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan terapi SSBM dalam menurunkan nyeri kepala dan tekanan darah pada pasien hipertensi melalui pendekatan proses keperawatan. Penelitian dilakukan terhadap dua pasien hipertensi dengan keluhan nyeri kepala, menggunakan metode case report yang meliputi lima tahap keperawatan: pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Terapi SSBM diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 10 menit sebanyak dua kali sehari. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan signifikan pada tekanan darah dan skala nyeri kedua pasien. Nyeri kepala menurun dari skala 5–6 menjadi 0, sedangkan tekanan darah menurun dari 169/101 mmHg dan 161/106 mmHg menjadi 136/89 mmHg dan 134/90 mmHg. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi SSBM efektif sebagai intervensi keperawatan non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah dan nyeri kepala pada pasien hipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stres merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik, yang dapat mengakibatkan perubahan berat badan dan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara stres dengan berat badan dan tekanan darah pada masyarakat di daerah perbatasan Kalimantan Utara, khususnya di pulau Sebatik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 300 responden dari masyarakat perbatasan. Hasil penelitian terdapat hubungan antara stres terhadap berat badan dengan nilai p=,001, stres dengan tekanan darah sistolik dengan nilai p=,001, dan hubungan stres terhadap dengan tekanan darah diastolik dengan nilai p=,001. Istrumen yang digunakan dalam peneilitan ini menggunakan DASS versi 21, sphygmomanometer, dan timbangan antropometri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan program kesehatan mental dan intervensi yang lebih baik, serta menjadi referensi dalam studi keperawatan jiwa di daerah perbatasan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan institusi pendidikan dalam memahami dampak stres terhadap kesehatan fisik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSI DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN ABSTRAK Preeklampsia merupakan suatu keadaan heterogen dimana patogenesisnya dapat berbeda-beda bergantung faktor resiko yang dimiliki. Angka kejadian preeklampsia di negara maju adalah 1,3%-6%, sedangkan di negara berkembang adalah 1,8%-18%. Insiden preeklampsia di Indonesia sendiri adalah 128.273/tahun atau sekitar 5,3%. Di Puskesmas Karang Rejo dimana preeklampsia menjadi komplikasi kehamilan dan persalinan tertinggi kedua setelah perdarahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ibu hamil dengan kejadian preeklamsi di Puskesmas Karang Rejo tahun 2022. Populasi penelitian ini semua ibu hamil yaitu sebanyak 171 responden, Metode penelitian ini menggunakan metode Deskriftif Analitik, sampel dalam penelitian ini berjumlah 171 responden. Hasil penelitian ini yaitu mayoriyas ibu hamil usia 30 – 35 tahun sebanyak 120 (70%), dan ibu hamil dengan usia 20 tahun yaitu sebanyak 51 (30%), mayoritas ibu hamil memiliki pendidikan SMP yaitu sebanyak 46 ibu hamil (27%), pendidikan SD yaitu sebanyak 44 ibu hamil (26%), SMA yaitu sebanyak 41 (24%) dan ibu hamil yang tamat perguruan tinggi sebanyak yaitu 40 ibu hamil (23%), mayoritas ibu hamil dengan status multipara sebanyak 90 ibu hamil (53%), sedangkan mayoritas ibu hamil dengan status primipara yaitu sebanyak ibu hamil 81 (47%), mayoritas ibu hamil dengan tekanan darah (sistolik) 140 – 159 yaitu sebanyak 141 (82%), dan dengan tekanan darah (sistolik) sebanyak yaitu 30 (18%) ibu hamil. Kesimpulan gambaran karakteristik ibu hamil dengan kejadian preeklamsi menunjukan bahwa ibu hamil yang mengalami preeklamsi mayoritas pada usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 120 ibu hamil (70%), tingkat pendidikan paling banyak ditingkat SMP yaitu sebanyak 90 ibu hamil (27%) ibu hamil multipara yang mengalami preeklamsia terbanyak yakni 90 ibu hamil (53%), dan tekanan darah ibu hamil yang mengalami preeklamsi dengan pada tekanan darah sistolik 140-150 mmHg dan tekanan darah distolik 90-109 mmHg yaitu sebanyak 141 ibu hamil (82%).