ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN HARAPAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan sehingga berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Salah satu faktor psikologis yang diduga berhubungan dengan kualitas hidup adalah harapan. Harapan yang baik dapat meningkatkan motivasi pasien dalam menjalani pengobatan, melakukan perawatan diri, serta mempertahankan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara harapan dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 pasien diabetes melitus tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner State Hope Scale (SHS) untuk mengukur harapan dan Diabetes Quality of Life (DQOL) untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara harapan dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p = 0,014 dan r = 0,267, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi lemah. Berdasarkan temuan ini pasien Diabetes melitus tipe 2 diharapkan dapat terus meningkatkan harapan untuk kualitas hidup yang baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS TANJUNG PALAS ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh lansia dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan pengelolaan hipertensi adalah dukungan sosial yang berasal dari keluarga, teman, maupun orang terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial pada lansia dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan sampel sebanyak 70 lansia hipertensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang terdiri atas tiga subskala, yaitu keluarga (family), teman (friends), dan significant others. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, nilai rerata, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial responden sebagian besar (51,4%) berada pada kategori sedang. Berdasarkan analisis subskala MSPSS, dukungan keluarga memiliki nilai rata-rata tertinggi (mean=3,1;SD= 0,58). Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas lansia dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Tanjung Palas memiliki tingkat dukungan sosial kategori sedang dengan keluarga sebagai sumber dukungan utama. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan program promotif dan preventif yang melibatkan keluarga untuk meningkatkan pengelolaan hipertensi pada lansia. Kata kunci: Dukungan Sosial, Hipertensi, Lansia, Puskesmas
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan serta gangguan pertumbuhan janin. Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai KEK dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi upaya pencegahan dan penanganan KEK. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang menarik dan mudah dipahami, salah satunya melalui komik edukasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas komik edukasi mengenai KEK dan PMT berbasis lokal (Artocarpus odoratissimus) terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimental one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 55 ibu hamil KEK di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan berisi 15 pertanyaan benar-salah yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji normalitas Kolmogorov- Smirnov dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 35 responden (63,6%), sedangkan setelah intervensi mayoritas memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 50 responden (90,9%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,001 (p 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian komik edukasi. Kesimpulan penelitian ini adalah komik edukasi mengenai KEK dan PMT berbasis lokal (Artocarpus odoratissimus) efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
TANGGUNG JAWAB PUSKESMAS DI DAERAH PERBATASAN DALAM MEMENUHI HAK ATAS PELAYANAN KESEHATAN BAGI PASIEN PESERTA BPJS GUN BID Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di daerah perbatasan yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesehatan yang adil, setara, dan tanpa diskriminasi bagi seluruh masyarakat, termasuk peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dalam konteks wilayah perbatasan Apau Kayan seperti Long Ampung, Kabupaten Malinau, pelaksanaan tanggung jawab tersebut sering kali menghadapi berbagai keterbatasan sumber daya, sarana, dan regulasi teknis yang menuntut perhatian hukum dan kebijakan yang komprehensif. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana bentuk tanggung jawab Puskesmas di daerah perbatasan dalam memenuhi hak atas pelayanan kesehatan bagi pasien peserta BPJS, dan (2) apa saja kendala yang dihadapi Puskesmas di daerah perbatasan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan kepada pasien peserta BPJS. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk menjamin terpenuhinya hak atas pelayanan kesehatan yang nondiskriminatif, sebagaimana diatur dalam berbagai regulasi nasional dan prinsip hak asasi manusia. Bentuk tanggung jawab tersebut meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang harus diberikan secara adil tanpa membedakan status sosial maupun kepesertaan. Namun demikian, Puskesmas Long Ampung masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan tenaga kesehatan, infrastruktur, akses geografis, serta koordinasi antara Dinas Kesehatan dan BPJS dalam mekanisme klaim pelayanan. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan tanggung jawab dan kinerja Puskesmas di daerah perbatasan memerlukan dukungan kebijakan pemerintah daerah dan pusat secara sinergis, agar prinsip keadilan dan nondiskriminasi dalam pelayanan kesehatan dapat benar-benar terwujud bagi seluruh peserta BPJS, khususnya di wilayah terpencil dan perbatasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas kerja dan kepuasan kerja terhadap produktivitas pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui persepsi dukungan organisasi sebagai variabel mediasi di UPTD Puskesmas Malinau Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai UPTD Puskesmas Malinau Kota yang berjumlah 78 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai. Selain itu, fasilitas kerja dan kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap persepsi dukungan organisasi. Persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai serta berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara fasilitas kerja dan kepuasan kerja dengan produktivitas pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pegawai tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan psikologis semata, tetapi juga oleh persepsi pegawai terhadap dukungan organisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik pekerjaan–keluarga terhadap kepuasan kerja pegawai Puskesmas yang melaksanakan layanan 24 jam di Kabupaten Malinau, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui stres kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Puskesmas layanan 24 jam di Kabupaten Malinau, dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik pekerjaan–keluarga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dan berpengaruh positif signifikan terhadap stres kerja. Selanjutnya, stres kerja terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa stres kerja mampu memediasi secara parsial pengaruh konflik pekerjaan–keluarga terhadap kepuasan kerja. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa stres kerja merupakan mekanisme psikologis penting yang menjelaskan hubungan antara konflik pekerjaan–keluarga dan kepuasan kerja. Oleh karena itu, pengelolaan konflik peran dan stres kerja menjadi aspek strategis dalam meningkatkan kepuasan kerja pegawai Puskesmas layanan 24 jam, khususnya di wilayah terpencil seperti Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas kerja dan kepuasan kerja terhadap produktivitas pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui persepsi dukungan organisasi sebagai variabel mediasi di UPTD Puskesmas Malinau Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai UPTD Puskesmas Malinau Kota yang berjumlah 78 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai. Selain itu, fasilitas kerja dan kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap persepsi dukungan organisasi. Persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai serta berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara fasilitas kerja dan kepuasan kerja dengan produktivitas pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pegawai tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan psikologis semata, tetapi juga oleh persepsi pegawai terhadap dukungan organisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dengan menggunakan keseimbangan kehidupan kerja sebagai variabel mediasi, penelitian ini berupaya untuk mengkaji dampak beban kerja dan lingkungan kerja terhadap stres kerja di kalangan tenaga kesehatan di Pusat Kesehatan Kota Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif survei dengan 100 tenaga kesehatan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh beban kerja dan kondisi tempat kerja. Selain itu, keseimbangan kehidupan kerja dipengaruhi secara signifikan oleh beban kerja dan tempat kerja, yang pada gilirannya memediasi hubungan antara keduanya dan stres kerja. Hasil ini menunjukkan bahwa, bahkan dalam situasi ketika ekspektasi pekerjaan sangat tinggi atau tempat kerja tidak mendukung, keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi berfungsi sebagai mekanisme pelindung yang membantu mengurangi tekanan psikologis. Berdasarkan temuan ini, studi ini menyarankan inisiatif yang mendorong keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, peningkatan fasilitas dan budaya tempat kerja, serta penyesuaian beban kerja yang proporsional. Diharapkan intervensi ini akan meningkatkan layanan perawatan kesehatan primer di lokasi terpencil dan kesejahteraan para profesional kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Dengan menggunakan keseimbangan kehidupan kerja sebagai variabel mediasi, penelitian ini berupaya untuk mengkaji dampak beban kerja dan lingkungan kerja terhadap stres kerja di kalangan tenaga kesehatan di Pusat Kesehatan Kota Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif survei dengan 100 tenaga kesehatan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh beban kerja dan kondisi tempat kerja. Selain itu, keseimbangan kehidupan kerja dipengaruhi secara signifikan oleh beban kerja dan tempat kerja, yang pada gilirannya memediasi hubungan antara keduanya dan stres kerja. Hasil ini menunjukkan bahwa, bahkan dalam situasi ketika ekspektasi pekerjaan sangat tinggi atau tempat kerja tidak mendukung, keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi berfungsi sebagai mekanisme pelindung yang membantu mengurangi tekanan psikologis. Berdasarkan temuan ini, studi ini menyarankan inisiatif yang mendorong keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, peningkatan fasilitas dan budaya tempat kerja, serta penyesuaian beban kerja yang proporsional. Diharapkan intervensi ini akan meningkatkan layanan perawatan kesehatan primer di lokasi terpencil dan kesejahteraan para profesional kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi manajemen Puskesmas di UPTD Puskesmas Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Tahun 2024. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Namun, berbagai temuan awal menunjukkan bahwa implementasi fungsi manajemen Puskesmas masih menghadapi sejumlah kendala, seperti perencanaan program yang belum sepenuhnya berbasis data, koordinasi lintas program yang belum optimal, pembagian tugas yang tidak merata, serta kegiatan pengawasan dan evaluasi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai instrumen perbaikan kinerja. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara standar manajemen Puskesmas sebagaimana diatur dalam kebijakan kesehatan dengan praktik implementasi di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif evaluatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pimpinan puskesmas, tenaga kesehatan, penanggung jawab program, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, serta masyarakat pengguna layanan. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengacu pada fungsi manajemen klasik yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), serta pengawasan dan evaluasi (controlling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen di UPTD Puskesmas Tanjung Selor secara umum telah berjalan, namun belum sepenuhnya optimal. Beberapa kendala utama meliputi perencanaan yang belum sepenuhnya berbasis data, distribusi beban kerja yang tidak merata, keterbatasan kompetensi sumber daya manusia dalam pengelolaan data dan sistem informasi, serta mekanisme pengawasan yang masih bersifat administratif. Faktor pendukung implementasi manajemen meliputi ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan, adanya pembinaan dari Dinas Kesehatan, serta komitmen sebagian tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan efektivitas manajemen Puskesmas memerlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia, perbaikan sistem perencanaan berbasis data, peningkatan koordinasi lintas program, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui reformasi sistem kesehatan nasional, salah satunya dengan penerapan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Puskesmas. Sistem BLUD memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dan operasional sehingga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Namun dalam implementasinya, berbagai kendala masih ditemui seperti keterbatasan sumber daya manusia, regulasi yang belum optimal, serta pengelolaan administrasi dan keuangan yang belum sepenuhnya efektif. Kondisi tersebut juga terjadi pada Puskesmas di Kabupaten Bulungan, di mana dari 12 Puskesmas yang ada baru sebagian yang telah menerapkan BLUD dan capaian implementasinya masih berada di bawah target pemerintah daerah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan BLUD pada Puskesmas dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Bulungan serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di Puskesmas Tanjung Selor sebagai salah satu Puskesmas berstatus BLUD. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap informan yang terdiri dari pengelola Puskesmas, tenaga kesehatan, serta pihak terkait dari pemerintah daerah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk memahami secara mendalam proses implementasi BLUD serta dampaknya terhadap kualitas layanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BLUD memberikan peluang peningkatan fleksibilitas pengelolaan keuangan, pengadaan sarana prasarana, serta peningkatan responsivitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Namun demikian, efektivitas penerapan BLUD masih menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, kurangnya pelatihan pengelolaan BLUD, serta belum optimalnya dukungan regulasi dan pembinaan dari pemerintah daerah. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan BLUD berpotensi meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Puskesmas, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kesiapan manajemen, kompetensi sumber daya manusia, serta dukungan kebijakan dan pengawasan yang berkelanjutan dari pemerintah daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan kesejahteraan masyarakat berimplikasi pada meningkatnya tuntutan terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki kewajiban menjamin mutu layanan melalui pelaporan Indikator Nasional Mutu (INM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) urgensi pelaporan INM bagi Puskesmas sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan; dan (2) dampak hukum ketidakpatuhan Puskesmas dalam pelaporan INM. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan serta bahan hukum sekunder dianalisis secara preskriptif dengan pola deduktif guna merumuskan argumentasi dan solusi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urgensi pelaporan INM, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2022, terletak pada fungsinya sebagai instrumen pengukuran mutu, evaluasi kinerja, dasar pengawasan pemerintah daerah, serta pemenuhan hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Ketidakpatuhan dalam pelaporan INM berimplikasi pada ketidakakuratan data kesehatan, terhambatnya perumusan kebijakan berbasis bukti, penurunan strata akreditasi atau penundaan akreditasi, serta berpotensi memengaruhi keberlanjutan kerja sama Puskesmas dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Oleh karena itu, kepatuhan pelaporan INM merupakan kewajiban hukum sekaligus instrumen strategis dalam mewujudkan tata kelola pelayanan kesehatan yang akuntabel dan berorientasi mutu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Puskesmas di Kecamatan Tana Lia, menghadapi berbagai tantangan serta keterbatasan dari sisi tenaga kerja maupun sarana prasarana yang belum memadai, sehingga berpengaruh terhadap beban kerja dan menurunkan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tenaga kerja kesehatan dan sarana prasarana terhadap beban kerja serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas Tana Lia. Ketersediaan tenaga kerja kesehatan dan kondisi sarana prasarana merupakan dua faktor krusial yang memengaruhi kinerja pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode analisis jalur, responden pada penelitian ini menggunakan seluruh tenaga kesehatan berjumlah 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan beban kerja, dan kualitas pelayanan kesehatan. Sedangkan, sarana prasarana berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas pelayanan, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap beban kerja. Beban kerja tenaga kesehatan ternyata tidak berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara tenaga kerja maupun sarana prasarana dengan kualitas pelayanan. Evaluasi model menunjukkan bahwa variabel tenaga kerja dan sarana prasarana mampu menjelaskan 69,7% varians kualitas pelayanan, sedangkan varians beban kerja yang dapat dijelaskan oleh variabel independen relatif rendah, yakni sebesar 17,6%. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dipengaruhi secara langsung oleh ketersediaan tenaga kerja dan sarana prasarana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang sistem pernafasan terutama diparu-paru. Dalam pengobatannya, Tuberkulosis memerlukan jangka waktu yang lama sehingga memerlukan konsistensi kepatuhan pasien dalam pengobatan. Kepatuhan menelan obat pada pasien tuberkulosis merupakan perilaku menelan obat secara teratur selama periode pengobatan yang ditentukan yaitu minimal 6 bulan atau lebih. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran terkait kepatuhan menelan obat pasien tuberkulosis di Puskesmas X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectinal deskripsif. Populasi penelitian berjumlah 118 responden, dengan sampel berjumlah 91 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purpose sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Medication Adherence Report Scale (MARS). Mayoritas kepatuhan menelan obat pada responden berada pada rentang kepatuhan tinggi dengan jumlah 87 responden (95.0%), dan kepatuhan sedang sebanyak 4 responden (4.4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan menelan obat pada pasien Tuberkulosis di Puskesmas X termasuk dalam kategori tinggi. Tingkat kepatuhan yang tinggi ini berkontribusi terhadap peningkatan angka kesembuhan serta menurunkan risiko kekambuhan dan resistensi obat. Temuan ini memberikan dasar data yang dapat dijadikan acuan penelitian lebih lanjut terkait kepatuhan pengobatan Tuberkulosis di Puskesmas X Kota Tarakan. Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, which primarily affects the respiratory system, particularly the lungs. Treatment for tuberculosis necessitates a prolonged duration, thereby requiring patients to demonstrate consistent adherence to the prescribed treatment regimen. The act of adhering to the prescribed medication regimen for patients afflicted with tuberculosis is delineated as the consistent ingestion of medications during the stipulated treatment duration, which is a minimum of six months or more. The purpose of the research was to describe the medication adherence among tuberculosis patients at the Public Health Center X. This research is quantitative research with a descriptive cross-sectional approach. The research population consisted of 118 respondents, with a sample of 91 respondents. The sampling technique used was purpose sampling. The research instrument was the Medication Adherence Report Scale (MARS) questionnaire. The majority of respondents' medication adherence was in the high adherence range, with 87 respondents (95.0%), and 4 respondents (4.4%) had moderate adherence. The results of the research showed that the level of medication adherence among tuberculosis patients at Public Health Center X was high. This high level of adherence contributed to an increase in the cure rate and a decrease in the risk of recurrence and drug resistance. These findings provide a basis for further research on tuberculosis treatment adherence at Public Health Center X in Tarakan City.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengukuran indeks kepuasan masyarakat sebagai indikator kualitas pelayanan publik Puskesmas Juata Permai di Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik Puskesmas Juata Permai di Kota Tarakan. (ii) Mengetahui persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan berdasarkan prinsip-prinsip pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) sebesar 79,99, yang termasuk dalam kategori “B” (baik). Unsur dengan nilai tertinggi adalah infrastruktur dan fasilitas (88,5), sementara unsur dengan nilai terendah adalah waktu penyelesaian 76,25. Selain itu, hasil prinsip-prinsip persepsi kualitas pelayanan publik menunjukkan bahwa 98% responden memiliki pandangan positif terhadap prinsip-prinsip pelayanan seperti transparansi, akuntabilitas, kondisional, partisipatif, kesetaraan hak, dan keseimbangan hak dan kewajiban. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara umum pelayanan publik di Puskesmas Juata Permai telah berjalan dengan baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan kerja, tidak hanya di rumah sakit tetapi juga di puskesmas. Upaya pencegahan kecelakaan kerja sangat penting dalam menjaga keselamatan dan produktivitas kerja perawat. Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana persepsi perawat terhadap upaya yang telah dilakukan oleh puskesmas dalam mencegah kecelakaan kerja.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi perawat tentang upaya puskesmas dalam mencegah kecelakaan kerja berdasarkan jenis bahaya potensial di Puskesmas Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 59 perawat yang bekerja di enam Puskesmas di Kota Tarakan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (57,6%) memiliki persepsi yang baik terhadap upaya puskesmas dalam mencegah kecelakaan kerja. Puskesmas dinilai telah melakukan upaya pencegahan terhadap berbagai jenis bahaya potensial, terutama bahaya fisik, biologi, dan kimia, meskipun masih terdapat aspek-aspek tertentu yang perlu ditingkatkan seperti pelatihan K3 dan pemeliharaan alat. Persepsi perawat terhadap upaya puskesmas dalam mencegah kecelakaan kerja secara umum tergolong baik. Namun, perlu dilakukan penguatan upaya melalui peningkatan pelatihan keselamatan kerja, pemantauan berkala, serta optimalisasi penggunaan alat pelindung diri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
ABSTRAK Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kebijakan puskesmas khususnya kota tarakan dalam mengelola limbah B3 karena menyangkut kesehatan dalam lingkungan. Seperti yang diketahui bahwa Kesehatan merupakan hal terpenting yang diperlukan oleh tubuh manusia. Upaya peningkatan kualitas hidup manusia di bidang kesehatan, merupakan suatu usaha yang sangat luas dan menyeluruh, usaha tersebut meliputi peningkatan kesehatan masyarakat baik fisik maupun non fisik. Berdasarkan Undang-Undang No 7 Tahun 2023 tentang Kesehatan, bahwa semua orang tidak diperbolehkan untuk menggelar pembuangan limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa perizinan. Dalam mengelola limbah medis, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu tata cara yang tercantum dalam Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor P.56/MENLHKSETJEN/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah. Fasilitas pelayanan kesehatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun sehingga pengolahan limbah medis tidak menimbulkan pencemaran atau penularan penyakit. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tipe penelitian hukum normatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan Undang-Undang (Statute Approach) dan Pendekatan Konseptual (Conceptual Approach). Evaluasi pengelolaan limbah padat medis yang dilakukan di Puskesmas masyarakat menunjukkan bahwa klasifikasi limbah padat medis adalah golongan B3 menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 7 Tahun 2019 karena mengelompokkan limbah menurut karakteristiknya, antara lain limbah infeksius, limbah patologis, limbah akut, limbah medis, limbah sitotoksik, dan limbah kimia. Kata Kunci:Limbah B3, Limbah Medis, Puskesmas
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perawat tidak hanya dihadapkan pada berbagai pemicu stres kerja seperti rasa sakit dan kematian yang dialami pasien, tapi juga ekspektasi emosional yang tinggi dari pasien yang dirawat, jadwal kerja yang padat, dan beban kerja yang berlebihan. Beban kerja adalah sejumlah target pekerjaan atau hasil yang yang harus dicapai dalam satu satuan waktu. Beban kerja yang diberikan pada pegawai menjadi tugas pokok yang harus dikerjakan. Beban kerja yang terlalu berat dapat menyebabkan pegawai mudah jenuh dan kelelahan fisik dalam bekerja, sementara beban kerja yang monoton dapat menyebabkan pegawai merasa bosan serta lebih bermalas malasan dan bersantai dalam pekerjaannya sehingga menurunnya kinerja. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan burnout perawat di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian studi cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah perawat yang bekerja di Puskesmas Karang Rejo dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 23 responden. Penelitian ini menggunakan uji statistik Spearman’s rho. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 0,05 dengan coefficient correlation 0,762 sehingga menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan burnout perawat dengan kekuatan hubungan sangat kuat dan arah hubungan positif. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi beban kerja maka semakin tinggi burnout perawat di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
ABSTRAK Pengaruh Kepuasan kerja, Motivasi dan Komitmen Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas di Kota Tarakan Eka Dian Septiyani (Nurul Hidayat, S.E., M.Sc., Ph.D) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh kepuasan kerja, motivasi dan komitmen terhadap kinerja pegawai Puskesmas di Kota Tarakan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode angket atau kuesioner. Pengaruh secara parsial diperoleh hasil yaitu Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan teknik slovin maka didapatkan 165 orang responden dari pegawai Puskesmas di Kota Tarakan. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan model regresi linier berganda dengan uji t dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis regresi berganda dengan uji t (parsial) dengan bantuan program spss terdapat pengaruh yang positif dari variabel kepuasan kerja, motivasi dan komitmen terhadap kinerja pegawai Puskesmas di Kota Tarakan.