Analisis Kepuasan Masyarakat Pantai Amal Terhadap Pelayanan Publik (Studi Kasus Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan)
Analisis Tentang Kepuasan Masyarakat Pantai Amal Kota Tarakan Terhadap Pelayanan Publik
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Analisis Tentang Kepuasan Masyarakat Pantai Amal Kota Tarakan Terhadap Pelayanan Publik
ABSTRAK KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN KOTA TARAKAN Sely Sarina Dr. Witri Yuliawati, S.E., M.Si Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan publik dan indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di kantor kecamatan Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitaif. Teknik sampel yang digunakan adalah proportional sampling atau sampel berimbang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan kuesioner. Hasil akhir dari penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik di kantor Kecamatan Tarakan Tengah menduduki peringkat pertama dengan nilai akhir sebesar 81,71% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kecamatan Tarakan Barat menduduki peringkat kedua dengan nilai akhir sebesar 80,83% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kecamatan Tarakan Utara menduduki peringkat ketiga dengan nilai akhir sebesar 77,01% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kecamatan Tarakan Timur menduduki peringkat keempat dengan nilai akhir sebesar 76,76% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Sedangkan indeks kepuasan masyarakat di kantor Kecamatan Tarakan Tengah menduduki peringkat pertama dengan nilai akhir sebesar 89,83 (A / Sangat Baik). Kecamatan Tarakan Barat menduduki peringkat kedua dengan nilai akhir sebesar 89,22 (A / Sangat Baik). Kecamatan Tarakan Utara menduduki peringkat ketiga dengan nilai akhir sebesar 78,14 (B / Baik). Kecamatan Tarakan Timur menduduki peringkat keempat dengan nilai akhir sebesar 75,89 (C / Kurang Baik).
Pelayanan kesehatan merupakan bagian dari pelayanan publik yang memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan yang menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas. Penelitian ini bertujuan untuk: (i) mengukur Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan di Rumah Sakit Pratama Sebatik, (ii) mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik, dan (iii) merumuskan strategi kebijakan untuk peningkatan IKM. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui penyebaran kuesioner kepada 98 responden. Analisis data dilakukan berdasarkan perhitungan IKM sesuai dengan PermenPAN-RB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di Rumah Sakit Pratama Sebatik berada dalam kategori “Baik”. Penilaian tersebut didasarkan pada sembilan unsur pelayanan, antara lain: (i) persyaratan layanan yang jelas dan mudah dipahami, (ii) prosedur yang cukup sistematis namun perlu disederhanakan bagi lansia dan penyandang disabilitas, (iii) waktu pelayanan yang relatif cepat meskipun mengalami perlambatan pada jam-jam sibuk, (iv) biaya yang terjangkau terutama bagi peserta BPJS, (v) jenis layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, (vi) kompetensi tenaga pelaksana yang baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (vii) sikap petugas yang ramah dan empatik, (viii) sarana dan prasarana yang cukup memadai meskipun masih membutuhkan penambahan alat medis, serta (ix) mekanisme pengaduan yang dinilai baik meskipun partisipasi masyarakat masih rendah. Secara umum, pelayanan di Rumah Sakit Pratama Sebatik telah memberikan pelayanan yang baik dan sesuai dengan ekspetasi masyarakat. Namun, diperlukan peningkatan pada aspek prosedural, kelengkapan sarana medis, dan sistem pengaduan untuk mengoptimalkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat di wilayah perbatasan.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengukuran indeks kepuasan masyarakat sebagai indikator kualitas pelayanan publik Puskesmas Juata Permai di Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik Puskesmas Juata Permai di Kota Tarakan. (ii) Mengetahui persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan berdasarkan prinsip-prinsip pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) sebesar 79,99, yang termasuk dalam kategori “B” (baik). Unsur dengan nilai tertinggi adalah infrastruktur dan fasilitas (88,5), sementara unsur dengan nilai terendah adalah waktu penyelesaian 76,25. Selain itu, hasil prinsip-prinsip persepsi kualitas pelayanan publik menunjukkan bahwa 98% responden memiliki pandangan positif terhadap prinsip-prinsip pelayanan seperti transparansi, akuntabilitas, kondisional, partisipatif, kesetaraan hak, dan keseimbangan hak dan kewajiban. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara umum pelayanan publik di Puskesmas Juata Permai telah berjalan dengan baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data primer hasil kuesioner, observasi dan dokumentasi. Data penelitian ini dimulai dari tahun 2023-2024. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik bidang kesehatan fasilitas tingkat pertama Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan menggunakan perhitungan IKM, di peroleh pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dikatakan kurang baik sesuai dengan 9 indikator persyaratan pelayanan, prosedur pelayanan, waktu pelayanan, biaya atau tarif, produk pelayanan, kompetensi pelayanan, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan, saran dan masukkan dan sarana dan prasarana yang ada di dalam IKM.
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik di Kecamatan Tarakan Barat yang di ukur berdasarkan kepuasan masyarakat dengan menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan IKM dengan hasil desain dalam bentuk angka. Penelitian ini dilakukan di 5 (lima) Kelurahan di Kecamatan Tarakan Barat. Teknik sampel yang digunakan adalah non probability sampling. Teknik penngumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai IKM pada pelayanan di Kecamatan Tarakan Barat ialah : 1. Pada Indikator Persayaratan berada pada tingkat Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 3,075 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 76,875. 2. Pada Indikator Sistem, Mekanisme dan Prosedur berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 3,057 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 76,425. 3. Pada Indikator Waktu Penyelesaian berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 3,0075 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 75,187. Pada Indikator Biaya/Tarif berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 2,992 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 74,812. Pada Indikator Produk Spesifikas, dan Jenis Layanan berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 3,052 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 76,300. Pada Indikator Kompetensi berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 3,035 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 75,872. Pada Indikator Perilaku Pelaksana berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 2,992 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 74,800. Pada Indikator Pengaduan,, saran dan masukan berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 2,985 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 74,625. 8. Pada Indikator Pengaduan,, saran dan masukan berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 2,985 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 74,625. 8. Pada Indikator Pengaduan,, saran dan masukan berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 2,985 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 74,625