Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Tuberculosis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KEPATUHAN MENELAN OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS X KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang sistem pernafasan terutama diparu-paru. Dalam pengobatannya, Tuberkulosis memerlukan jangka waktu yang lama sehingga memerlukan konsistensi kepatuhan pasien dalam pengobatan. Kepatuhan menelan obat pada pasien tuberkulosis merupakan perilaku menelan obat secara teratur selama periode pengobatan yang ditentukan yaitu minimal 6 bulan atau lebih. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran terkait kepatuhan menelan obat pasien tuberkulosis di Puskesmas X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectinal deskripsif. Populasi penelitian berjumlah 118 responden, dengan sampel berjumlah 91 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purpose sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Medication Adherence Report Scale (MARS). Mayoritas kepatuhan menelan obat pada responden berada pada rentang kepatuhan tinggi dengan jumlah 87 responden (95.0%), dan kepatuhan sedang sebanyak 4 responden (4.4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan menelan obat pada pasien Tuberkulosis di Puskesmas X termasuk dalam kategori tinggi. Tingkat kepatuhan yang tinggi ini berkontribusi terhadap peningkatan angka kesembuhan serta menurunkan risiko kekambuhan dan resistensi obat. Temuan ini memberikan dasar data yang dapat dijadikan acuan penelitian lebih lanjut terkait kepatuhan pengobatan Tuberkulosis di Puskesmas X Kota Tarakan. Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, which primarily affects the respiratory system, particularly the lungs. Treatment for tuberculosis necessitates a prolonged duration, thereby requiring patients to demonstrate consistent adherence to the prescribed treatment regimen. The act of adhering to the prescribed medication regimen for patients afflicted with tuberculosis is delineated as the consistent ingestion of medications during the stipulated treatment duration, which is a minimum of six months or more. The purpose of the research was to describe the medication adherence among tuberculosis patients at the Public Health Center X. This research is quantitative research with a descriptive cross-sectional approach. The research population consisted of 118 respondents, with a sample of 91 respondents. The sampling technique used was purpose sampling. The research instrument was the Medication Adherence Report Scale (MARS) questionnaire. The majority of respondents' medication adherence was in the high adherence range, with 87 respondents (95.0%), and 4 respondents (4.4%) had moderate adherence. The results of the research showed that the level of medication adherence among tuberculosis patients at Public Health Center X was high. This high level of adherence contributed to an increase in the cure rate and a decrease in the risk of recurrence and drug resistance. These findings provide a basis for further research on tuberculosis treatment adherence at Public Health Center X in Tarakan City.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada An. I dengan Tuberculosis Paru Di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit tuberculosis masih menjadi salah satu masalah yang menyebabkan gangguan kesehatan bagi jutaan orang didunia. Menurut WHO (2019) angka penemuan tuberculosis mencapai 10 juta kasus didunia. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan yang komprehensif pada An. I dengan penyakit tuberculosis paru. Metode penulisan ini deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada An. I. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu gangguan pertukaran gas, bersihan jalan napas tidak efektif, diare, dan hipertermi. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah di tetapkan. Dari keempat diagnosa keperawatan tersebut terdapat dua masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditentukan dan terdapat dua masalah yang belum teratasi karena belum sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditentukan. Kesimpulan penulis mendapatkan dalam melakukan asuhan keperawatan pada An. I dengan tuberculosis paru sesuai dengan tugas perawat dalam proses keperawatan secara komprehensif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail