Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

34 hasil
Subjek: Diabetes Melitus
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG DIABETES MELITUS PADA REMAJA DI DESA MANSALONG : STUDI DESKRIPTIF

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang perlu mendapat perhatian, termasuk pada kelompok remaja. Pengetahuan dan sikap yang baik diperlukan sebagai dasar dalam upaya pencegahan diabetes melitus sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap tentang diabetes melitus pada remaja di Desa Mansalong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 260 remaja di SMP Negeri 1 Mansalong dan SMA Negeri 1 Mansalong. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ) sebanyak 24 pertanyaan dan kuesioner sikap sebanyak 14 pernyataan. Data dianalisis secara univariat menggunakan Jamovi dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 206 responden (79,2%) memiliki pengetahuan kurang tentang diabetes melitus, sedangkan 159 responden (61,2%) memiliki sikap positif terhadap pencegahan diabetes melitus. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja memiliki pengetahuan kurang, namun sebagian besar memiliki sikap positif terhadap pencegahan diabetes melitus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan edukasi kesehatan tentang diabetes melitus pada remaja.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KADAR GLIKEMIK (HbA1c) DAN TRIGLISERIDA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus tipe 2 masih menjadi salah satu masalah kesehatan global karena sifatnya yang kronis, progresif, dan berpotensi menyebabkan komplikasi multisistem apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu penetapan diagnosis diabetes mellitus didasarkan pada pengukuran kadar gula HbA1c lebih dari 6,5%. Pemeriksaan HbA1c sangat penting karena kadar HbA1c yang tinggi menandakan adanya hiperglikemia kronis yang dapat merusak pembuluh darah besar dan kecil dalam tubuh. Selain HbA1c yang tinggi, pasien dengan DMT2 sering mengalami trigliserida diabetik. Tingginya kadar trigliserida yang tidak ditangani dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius dan progresif.dan dapat menyebabkan aterosklerosis. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi gambaran kadar glikemik (HbA1c) dan trigliserida pada pasien diabetes melitus tipe 2 tahun 2024-2025. Metode pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian itu yaitu total sampling dengan total sampel 47 responden. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa responden Sebagian besar berusia lansia awal yaitu sebanyak 15 orang (31,9%) dengan mayoritas responden perempuan sebanyak 26 orang (55,3%). Kadar glikemik responden sebanyak 47 orang (100%) mengalami diabetes. Sedangkan kadar trigliserida responden mayoritas masih dalam kategori normal yaitu 20 orang (42,6%). Penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki kadar HbA1c yang tinggi, sedangkan sebagian besar pasien masih memiliki kadar trigliserida dalam rentang normal. Perawat diharapkan dapat meningkatkan edukasi kesehatan serta melakukan pemantauan kadar HbA1c dan trigliserida secara berkala pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebagai upaya mencegah terjadinya komplikasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Harapan dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN HARAPAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan sehingga berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Salah satu faktor psikologis yang diduga berhubungan dengan kualitas hidup adalah harapan. Harapan yang baik dapat meningkatkan motivasi pasien dalam menjalani pengobatan, melakukan perawatan diri, serta mempertahankan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara harapan dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 pasien diabetes melitus tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner State Hope Scale (SHS) untuk mengukur harapan dan Diabetes Quality of Life (DQOL) untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara harapan dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p = 0,014 dan r = 0,267, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi lemah. Berdasarkan temuan ini pasien Diabetes melitus tipe 2 diharapkan dapat terus meningkatkan harapan untuk kualitas hidup yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Tujuan studi kasus ini adalah untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek dalam studi kasus ini adalah dua pasien dengan diagnosis medis Diabetes Melitus Tipe 2. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa masalah keperawatan yang muncul pada kedua pasien meliputi ketidakstabilan kadar glukosa darah, intoleransi aktivitas, nyeri akut, pola napas tidak efektif, dan gangguan eliminasi urin. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa pemantauan kadar glukosa darah, manajemen nutrisi, manajemen energi, manajemen nyeri, dukungan eliminasi urin, pencegahan infeksi, edukasi kesehatan, serta kolaborasi dalam pemberian terapi medis. Setelah dilakukan tindakan keperawatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya keluhan, meningkatnya toleransi aktivitas, membaiknya pola eliminasi, dan kadar glukosa darah yang lebih terkontrol. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang komprehensif, sistematis, dan berkesinambungan dapat membantu meningkatkan status kesehatan pasien Diabetes Melitus Tipe 2 serta mendukung pencegahan komplikasi lebih lanjut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIS DIABETES MELITUS TIPE 2

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat resistensi insulin dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius apabila tidak dikelola dengan baik. Laporan ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diagnosis medis Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI. Diagnosis keperawatan yang ditemukan mencakup ketidakstabilan kadar glukosa darah pada kedua pasien; serta perfusi perifer tidak efektif, risiko infeksi, gangguan integritas kulit, gangguan mobilitas fisik, dan gangguan pola tidur pada pasien pertama; serta nyeri akut, gangguan eliminasi urin, dan konstipasi pada pasien kedua. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen hiperglikemia, perawatan sirkulasi, pencegahan infeksi, dukungan mobilisasi, manajemen nyeri, dan manajemen eliminasi. Hasil evaluasi menunjukkan perkembangan kondisi yang membaik secara bertahap, ditandai dengan penurunan kadar glukosa darah sewaktu pasien pertama dari 289 mg/dL menjadi 182 mg/dL dalam tiga hari perawatan, serta penurunan skala nyeri pasien kedua dari skala 4 menjadi 3. Meskipun seluruh diagnosis belum teratasi sepenuhnya, hal ini disebabkan Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan penatalaksanaan jangka panjang. Laporan ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam melakukan deteksi dini, memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga, serta menerapkan intervensi keperawatan berbasis standar untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS MAMBURUNGAN KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat, dan pola makan diketahui menjadi faktor risiko utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian diabetes melitus di Puskesmas Mamburungan Kota Tarakan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskripsi korelasional dengan design retrospektif (case control). Jumlah responden sebanyak 190 orang yang terdiri dari kelompok kasus (penderita diabetes melitus) dan kelompok kontrol (non-diabetes), dipilih dengan teknik total sampling lalu menggunakan perbandingan 1:1 untuk masing masing kelompok. Data dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) serta hasil pemeriksaan kadar gula darah sewaktu. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan buruk, yaitu 98 orang (51,5%), sedangkan yang memiliki pola makan baik sebanyak 92 orang (48,4%). Analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian diabetes melitus, dengan nilai p = 0,000 ( α 0,05) lebih kecil dari α = 0,05, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Artinya, terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan kejadian diabetes melitus di Puskesmas Mamburungan Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA KLIEN DENGAN HIPERGLIKEMIA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu faktor yang memperburuk kontrol glukosa darah adalah stres psikologis, yang dapat memicu peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, sehingga meningkatkan resistensi insulin. Terapi relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR) merupakan intervensi non-farmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stres dan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II melalui pendekatan asuhan keperawatan. Studi dilakukan pada dua klien, Tn. H dan Ny. M, di wilayah pesisir Kota Tarakan selama bulan Juni hingga Juli 2025. Intervensi PMR diberikan selama tiga hari berturut-turut, satu kali per hari, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Hasil menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah secara signifikan pada kedua klien. Tn. H mengalami penurunan dari 380 mg/dL menjadi 247 mg/dL, dan Ny. M dari 433 mg/dL menjadi 257 mg/dL. Selain itu, terdapat perbaikan gejala subjektif seperti berkurangnya kesemutan, membaiknya kualitas tidur, dan penurunan kecemasan. Intervensi ini bekerja melalui mekanisme aktivasi sistem saraf parasimpatis dan penurunan hormon stres. Dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif efektif sebagai intervensi inovatif dalam asuhan keperawatan untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe II, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan. Terapi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologis yang mudah, aman, dan aplikatif dalam praktik keperawatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Senam Kaki Diabetes dan Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Dewasa dengan Diabetes Melitus Tipe 2

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) secara global maupun nasional masih menjadi tantangan besar dalam pengendalian kadar glukosa darah. Ketidakstabilan kadar gula darah yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius, baik akut maupun kronis. Pendekatan non-farmakologis menjadi alternatif yang penting, seperti senam kaki diabetes dan rendam kaki air hangat. Tujuan dari karya ilmiah ini yaitu untuk menerapkan serta mengevaluasi terapi kombinasi senam kaki diabetes dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien dewasa dengan DMT2. Metode yang digunakan adalah case report dengan pendekatan asuhan keperawatan terhadap dua pasien dengan DMT2. Kombinasi terapi senam kaki diabetes dan rendam kaki air hangat dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan pemantauan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil dari karya ilmiah ini berupa penurunan kadar glukosa darah sewaktu setelah dilakukan terapi kombinasi senam kaki diabetes dan rendam kaki air hangat selama tiga hari dengan 1 sesi setiap harinya. Pasien pertama yang tetap mengonsumsi obat diabetes rutin menunjukkan penurunan sebesar 112 mg/dL, kemudian pada pasien kedua yang tidak mengonsumsi obat untuk diabetes menunjukkan penurunan sebesar 103 mg/dL. Hal ini menunjukkan bahwa terapi kombinasi ini dapat menurunkan kadar glukosa darah. Kesimpulan dari karya ilmiah ini senam kaki diabetes dan rendam kaki air hangat dapat dijadikan sebagai terapi non-farmakologis yang dapat menurunkan kadar glukosa darah pada pasien dengan DMT2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT WILAYAH PESISIR PERBATASAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat kelima jumlah penderita tertinggi di dunia. Wilayah pesisir perbatasan, seperti Kalimantan Utara, menghadapi berbagai keterbatasan dalam layanan kesehatan, termasuk rendahnya tingkat literasi dan edukasi pasien mengenai manajemen diabetes. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya komplikasi jangka panjang. Tujuan penulisan ini untuk menerapkan Diabetes Self Management Education (DSME) sebagai intervensi edukatif guna meningkatkan pengetahuan pasien dalam mencegah komplikasi Diabetes Melitus Tipe II. Metode yang digunakan adalah case report pada dua pasien dengan diagnosis DM Tipe II di Rumah Sakit Wilayah Pesisir Perbatasan. Intervensi dilakukan selama tiga hari menggunakan metode edukasi langsung dan media leaflet, mencakup pengenalan DM, pengelolaan mandiri, dan pencegahan komplikasi. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan secara signifikan. Pasien pertama (Ny.I) mengalami peningkatan dari 40% menjadi 80%, dan pasien kedua (Ny.M) dari 50% menjadi 85%, dengan rata-rata peningkatan sebesar 37,5%. Kategori pengetahuan kedua pasien meningkat dari rendah dan cukup menjadi baik. Kesimpulan dari studi kaus ini adalah bahwa penerapan DSME secara terstruktur dan singkat efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien tentang manajemen diabetes. Intervensi ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan, khususnya di daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas, guna memperkuat kemandirian pasien dalam pengelolaan penyakit dan pencegahan komplikasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan dan Lama Terdiagnosis Dengan Perilaku Manajemen Diri Pasien Diabetes Melitus

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit diabetes melitus semakin meningkat di seluruh dunia setiap tahunnya dan Indonesia sendiri berada di urutan ke lima. Kalimantan Utara jumlah penderita diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter berjumlah 2.300. Pada tahun 2023, dari 1.168 pasien diabetes melitus yang tercatat di Puskesmas Karang Rejo ditemukan sebesar 99,79% penyandang diabetes melitus yang kadar gula darahnya belum terkontrol. Mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi, penting bagi pasien untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam mengelola penyakit secara mandiri. Tindakan ini dikenal sebagai manajemen diri. Namun, banyak pasien diabetes melitus yang masih memiliki perilaku manajemen diri yang kurang baik. Ada beberapa hal yang memengaruhi perilaku manajemen diri pasien diabetes melitus diantaranya pengetahuan dan lama terdiagnosis. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan lama terdiagnosis dengan perilaku manajemen diri pasien diabetes melitus. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 88 responden dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) dan Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ). Analisis data menggunakan uji korelasi gamma untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku manajemen diri pasien diabetes melitus dan uji korelasi spearman untuk mengetahui hubungan lama terdiagnosis dengan perilaku manajemen diri pasien diabetes melitus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan manajemen diri pasien diabetes melitus dengan p value 0,047 dan ada hubungan lama terdiagnosis dengan manajemen diri pasien diabetes melitus dengan p value 0,020.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIK DIABETES MELITUS TYPE 2 DIRUANG PERAWATAN ANGGREK A RSUD DR. H. JUSUF SK TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik, melibatkan peningkatan kadar glukosa darah yang tidak tepat. Gangguan ini menyebabkan penurunan transpot glukosa ke sel-sel, akibatnya sel kekurangan makanan dan simpanan karbohidrat, lemak, protein, sehingga pada penderita Diabetes Melitus melitus tipe 2 beresiko mengalami kekurangan nutrisi dari kebutuhan. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan secara komprehensif pada Tn. S dan Ny. W dengan diagnosis medik Diabetes Melitus tipe 2 diruang perawatan Anggrek A di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode pengambilan data yaitu dengan wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Instrumen pengumpulan data menggunakan format asuhan keperawatan medikal bedah sesuai ketentuan yang berlaku di prodi DIII Keperawatan Universitas Borneo Tarakan. Data hasil yang didapatkan yaitu: pada Tn. S mengeluh nyeri pada kaki kanan disertai dengan bengkak pada telapak kaki kanan, nyeri seperti ditusuk-tusuk, nyeri pada saat bergerak. Pada Ny. W mengeluh nyeri pada lutut kaki kiri, nyeri seperti ditusuk-tusuk, nyeri pada saat bergerak. Pemecahan masalah yang dilakukan Tn. S dan Ny. W didapatkan dari pelaksanaan tindakan keperawatan pada Tn. S dan Ny. W yang telah dilakukan dengan baik berdasarkan rencana yang telah disusun. Pada tahap evaluasi ditemukan dari lima diagnosa keperawatan masing masing pada Tn. S dinyatakan 2 teratasi dan 3 tidak teratasi dikarenakan klien masih mengeluh nyeri, terdapat bengkak pada telapak kaki kanan klien dan akan dilanjutkan dengan operasi depridement. Pada Ny. W dinyatakan 5 diagnosa keperawatan teratasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DAN NY. R DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus Tipe II adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kenaikan gula darah yang terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik. Jumlah penderita Diabetes Melitus di dunia pada tahun 2021 mencapai 537 juta orang dewasa berumur 20-79 tahun dimana lebih dari 90% penderitanya menderita Diabetes Melitus Tipe II. Tujuan penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah untuk memperoleh gambaran pengalaman nyata dalam memberikan asuhan keperawatan pada dua klien dengan Diabetes Melitus Tipe II. Penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang memberikan asuhan keperawatan komprehensif melalui tahapan pengkajian, penegakkan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, pelaksanaan implementasi dan evaluasi. Penulis melakukan asuhan keperawatan pada Ny. S dan Ny. R dengan Diabetes Melitus Tipe II dengan hasil terdapat tiga diagnosis keperawatan yang dimiliki oleh kedua klien yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas kulit, gangguan integritas jaringan, dan gangguan mobilitas fisik dan terdapat satu diagnosis keperawatan yang hanya dimiliki oleh Ny. S yaitu nausea. Pada keempat diagnosis keperawatan tersebut telah diamati secara mendalam dan untuk diagnosis keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas kulit, gangguan integritas jaringan, dan gangguan mobilitas fisik yang dimiliki oleh kedua klien belum teratasi sedangkan diagnosis keperawatan nausea yang hanya dimiliki oleh Ny. S teratasi. Hasil dari penyusunan Laporan Tugas Akhir ini diharapkan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan tentang pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan Diabetes Melitus Tipe II.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. D DENGAN DIAGNOSIS MEDIK DIABETES MELITUS TIPE II DI RUANG PERAWATAN ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. JUSUF SK KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Mellitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). gangguan ini menyebabkan penurunan transport glukosa ke sel-sel, akibatnya sel-sel kekurangan makanan dan simpan karbohidrat, lemak, dan protein, sehingga pada penderita diabetes mellitus tipe 2 beresiko mengalami kekurangan nutrisi dari kebutuhan. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menerapkan asuahn keperawatan secara komprehensif pada Ny. D dengan diagnosa medis Diabetes Melitus Tipe 2 di ruang Anggrek A di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Metode pengambilan data adalah dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Instrumen pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan sesuai ketentuan yang berlaku di Prodi D-III Keperawatan Universitas Borneo. Data hasil yang didapatkan pada Ny. D yaitu : klien mengeluh nyeri pada bagian belakang bawah kiri nyeri seperti ditusuk-tusuk, klien sulit tidur dimalam hari. Pemecahan masalah yang dilakukan pada Ny. D didapatkan dari pelaksanaan tindakan keperawatan pada Ny. D yang telah dilakukan dengan baik berdasarkan rencana yang telah disusun. Pada tahap evaluasi ditemukan dari tiga diagnosa yang ditemukan teratasi. Kerjasama antara tim kesehatan dengan pasien dan keluarga merupakan hal terpenting untuk keberhasilan asuahn keperawatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

asuhan keperawatan pada Pasien Tn. D dan Ny. C dengan Diagnosis Diabetes Melitus Tipe II Ruang Anggrek A Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Jusuf Sk Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah salah satu dari dua jenis penyakit, yang mana jenis penyakit ini tidak dapat ditularkan oleh penderita ke orang lain. Salah satu penyakit tidak menular yang sering dijumpai di kalangan masyarakat yaitu Diabetes Melitus. DM Tipe II merupakan penyakit metabolisme yang disebabkan karena ketidakcukupan produksi insulin di dalam tubuh yang disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang kurang memiliki kesadaran untuk mendeteksi penyakit DM secara dini, aktivitas fisik yang kurang, dan pola makan yang tidak benar. Metode penelitian studi kasus dengan melakukan pemeriksaan keadaan, kondisi dan hal yang lainnya dengan pendekatan proses asuhan keperawatan di mulai dari pengkajian, klasifikasi data, analisis data, diagnosis keperawatan, intervensi atau rencana keperawatan, implementasi dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Tn. D dan Ny. C dengan DM Tipe II di Ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dari tanggal 03-08 April 2023. Hasil analisis didapatkan tiga diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. D dan Ny. C yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, intoleransi aktivitas, gangguan integritas kulit. Evaluasi hasil yang didapatkan dua diagnosis yang belum teratasi dan satu diagnosis yang teratasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Diabetes Melitus

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus atau yang lebih dikenal sebagai penyakit kencing manis merupakan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat kadar glukosa darah yang tinggi (hiperglikemia), penyakit kronis ini terjadi ketika pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya secara efektif. World Health Organization (WHO) menunjukkan data bahwa pada tahun 2018 penyebab nomor satu angka kematian di dunia adalah penyakit tidak menular, mencapai angka 71%. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan psoses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi yang bertujuan bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien dengan diabetes melitus. Saat melakukan asuhan keperawatan penulis menemukan kesenjangan penegakkan diagnosis pada pasien 1 Ny. R yaitu pola napas tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, resiko gangguan integritas kulit/jaringan, manajemen kesehatan keluarga tidak efektif. Sedangkan pada pasien 2 Ny. M yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, ansietas, gangguan pola tidur, ketidakpatuhan. Hasil yang didapatkan terdapat 4 diagnosis keperawatan pada pasien 1 dengan evaluasi diagnosis pola napas tidak efektif teratasi sebagian, pada pasien 2 terdapat 4 diagnosis keperawatan dengan evaluasi semua teratasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail