Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Kata kunci: Diabetes Melitus
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG DIABETES MELITUS PADA REMAJA DI DESA MANSALONG : STUDI DESKRIPTIF

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang perlu mendapat perhatian, termasuk pada kelompok remaja. Pengetahuan dan sikap yang baik diperlukan sebagai dasar dalam upaya pencegahan diabetes melitus sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap tentang diabetes melitus pada remaja di Desa Mansalong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 260 remaja di SMP Negeri 1 Mansalong dan SMA Negeri 1 Mansalong. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ) sebanyak 24 pertanyaan dan kuesioner sikap sebanyak 14 pernyataan. Data dianalisis secara univariat menggunakan Jamovi dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 206 responden (79,2%) memiliki pengetahuan kurang tentang diabetes melitus, sedangkan 159 responden (61,2%) memiliki sikap positif terhadap pencegahan diabetes melitus. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja memiliki pengetahuan kurang, namun sebagian besar memiliki sikap positif terhadap pencegahan diabetes melitus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan edukasi kesehatan tentang diabetes melitus pada remaja.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA KLIEN DENGAN HIPERGLIKEMIA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu faktor yang memperburuk kontrol glukosa darah adalah stres psikologis, yang dapat memicu peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, sehingga meningkatkan resistensi insulin. Terapi relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR) merupakan intervensi non-farmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stres dan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II melalui pendekatan asuhan keperawatan. Studi dilakukan pada dua klien, Tn. H dan Ny. M, di wilayah pesisir Kota Tarakan selama bulan Juni hingga Juli 2025. Intervensi PMR diberikan selama tiga hari berturut-turut, satu kali per hari, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Hasil menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah secara signifikan pada kedua klien. Tn. H mengalami penurunan dari 380 mg/dL menjadi 247 mg/dL, dan Ny. M dari 433 mg/dL menjadi 257 mg/dL. Selain itu, terdapat perbaikan gejala subjektif seperti berkurangnya kesemutan, membaiknya kualitas tidur, dan penurunan kecemasan. Intervensi ini bekerja melalui mekanisme aktivasi sistem saraf parasimpatis dan penurunan hormon stres. Dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif efektif sebagai intervensi inovatif dalam asuhan keperawatan untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe II, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan. Terapi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologis yang mudah, aman, dan aplikatif dalam praktik keperawatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT WILAYAH PESISIR PERBATASAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat kelima jumlah penderita tertinggi di dunia. Wilayah pesisir perbatasan, seperti Kalimantan Utara, menghadapi berbagai keterbatasan dalam layanan kesehatan, termasuk rendahnya tingkat literasi dan edukasi pasien mengenai manajemen diabetes. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya komplikasi jangka panjang. Tujuan penulisan ini untuk menerapkan Diabetes Self Management Education (DSME) sebagai intervensi edukatif guna meningkatkan pengetahuan pasien dalam mencegah komplikasi Diabetes Melitus Tipe II. Metode yang digunakan adalah case report pada dua pasien dengan diagnosis DM Tipe II di Rumah Sakit Wilayah Pesisir Perbatasan. Intervensi dilakukan selama tiga hari menggunakan metode edukasi langsung dan media leaflet, mencakup pengenalan DM, pengelolaan mandiri, dan pencegahan komplikasi. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan secara signifikan. Pasien pertama (Ny.I) mengalami peningkatan dari 40% menjadi 80%, dan pasien kedua (Ny.M) dari 50% menjadi 85%, dengan rata-rata peningkatan sebesar 37,5%. Kategori pengetahuan kedua pasien meningkat dari rendah dan cukup menjadi baik. Kesimpulan dari studi kaus ini adalah bahwa penerapan DSME secara terstruktur dan singkat efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien tentang manajemen diabetes. Intervensi ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan, khususnya di daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas, guna memperkuat kemandirian pasien dalam pengelolaan penyakit dan pencegahan komplikasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail