Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: keperawatan.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP PENURUNAN SESAK NAPAS PADA PASIEN ASMA DI RT 04 KELURAHAN PANTAI AMAL TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang ditandai oleh penyempitan jalan napas yang bersifat reversibel, sehingga menimbulkan gejala seperti sesak napas, mengi, batuk, dan rasa berat pada dada. Sesak napas merupakan keluhan yang paling sering dialami pasien dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi komplementer berupa intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan gejala asma. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah teknik pernapasan Buteyko, yaitu latihan pernapasan yang bertujuan mengurangi hiperventilasi, meningkatkan efisiensi ventilasi paru, dan memperbaiki pola pernapasan.Tujuan: Menganalisis penerapan teknik pernapasan Buteyko dalam menurunkan tingkat sesak napas pada pasien asma di RT 04 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas dan keluarga terhadap dua pasien yang didiagnosis menderita asma. Pelaksanaan asuhan keperawatan meliputi tahap pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Teknik pernapasan Buteyko diberikan sebagai intervensi utama dalam proses keperawatan. Evaluasi: Keberhasilan intervensi dievaluasi dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan sesudah pemberian teknik pernapasan Buteyko berdasarkan tingkat sesak napas, frekuensi pernapasan, saturasi oksigen (SpO₂), serta kenyamanan pasien saat bernapas. Hasil: Penerapan teknik pernapasan Buteyko menunjukkan adanya penurunan keluhan sesak napas pada kedua pasien, disertai perbaikan frekuensi pernapasan, peningkatan nilai saturasi oksigen, dan meningkatnya kenyamanan saat bernapas. Selain itu, pasien dan keluarga mengalami peningkatan pengetahuan mengenai pengelolaan penyakit asma serta penerapan latihan pernapasan sebagai terapi pendukung. Temuan tersebut menunjukkan bahwa teknik pernapasan Buteyko dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengurangi sesak napas pada pasien asma.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan keperawatan pada Anak dengan Campak di Ruang Perawatan Anggrek B RSUD. dr. H. Jusuf. SK Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Campak masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada anak karena memiliki tingkat penularan yang tinggi dan dapat menimbulkan komplikasi berupa pneumonia, diare, ensefalitis, otitis media (infeksi telinga), dehidrasi, malnutrisi, hingga kematian pada kasus berat. Anak-anak lebih rentan mengalami campak karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini tertarik dilakukan penulis untuk memperoleh pengalaman dalam mengaplikasikan asuhan keperawatan pada anak dengan campak. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi yang digunakan adalah 2 orang pasien anak dengan campak. Penulis menguraikan pembahasan terkait adanya kesesuaian maupun kesenjangan antara teori dan hasil asuhan keperawatan pada klien 1 dan klien 2 dengan campak. Hasil pengkajian diperoleh keluhan utama yang berbeda pada kedua klien, yaitu klien 1 mengalami batuk berdahak disertai ruam dan gatal pada kulit, sedangkan klien 2 mengalami batuk berdahak, demam, dan penurunan nafsu makan. Hasil analisa data diperoleh masalah keperawatan pada klien 1 yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan integritas kulit, dan gangguan rasa nyaman, sedangkan pada klien 2 yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, hipertermia, dan risiko defisit nutrisi. Hasil studi kasus didapatkan bahwa kedua klien memiliki masalah keperawatan yang berbeda sehingga penyusunan dan pelaksanaan intervensi pada kedua klien juga berbeda. Hasil studi kasus diharapkan penulis mampu mempersiapkan intervensi dan strategi pelaksanaan asuhan keperawatan yang lebih baik kedepannya untuk mempercepat pemulihan pasien serta mencegah komplikasi campak, seperti pneumonia, diare, ensefalitis, dehidrasi, otitis media, dan gangguan integritas kulit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA KLIEN DENGAN HIPERGLIKEMIA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu faktor yang memperburuk kontrol glukosa darah adalah stres psikologis, yang dapat memicu peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, sehingga meningkatkan resistensi insulin. Terapi relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR) merupakan intervensi non-farmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stres dan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II melalui pendekatan asuhan keperawatan. Studi dilakukan pada dua klien, Tn. H dan Ny. M, di wilayah pesisir Kota Tarakan selama bulan Juni hingga Juli 2025. Intervensi PMR diberikan selama tiga hari berturut-turut, satu kali per hari, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Hasil menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah secara signifikan pada kedua klien. Tn. H mengalami penurunan dari 380 mg/dL menjadi 247 mg/dL, dan Ny. M dari 433 mg/dL menjadi 257 mg/dL. Selain itu, terdapat perbaikan gejala subjektif seperti berkurangnya kesemutan, membaiknya kualitas tidur, dan penurunan kecemasan. Intervensi ini bekerja melalui mekanisme aktivasi sistem saraf parasimpatis dan penurunan hormon stres. Dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif efektif sebagai intervensi inovatif dalam asuhan keperawatan untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe II, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan. Terapi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologis yang mudah, aman, dan aplikatif dalam praktik keperawatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESELAMATAN PERAWAT TERHADAP ANCAMAN KEKERASAN FISIK DAN VERBAL DENGAN OPTIMALISASI LAYANAN PENGADUAN PASIEN DI RUMAH SAKIT

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kekerasan terhadap perawat, baik secara fisik maupun verbal, masih menjadi masalah serius di fasilitas kesehatan, terutama yang dipicu oleh ketidakpuasan pasien atau keluarga terhadap layanan yang tidak tersalurkan melalui sistem pengaduan resmi. Ketidakefektifan sistem pengaduan pasien kerap menyebabkan keluhan disampaikan secara langsung kepada perawat, sehingga meningkatkan risiko terjadinya konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya optimalisasi layanan pengaduan pasien sebagai strategi preventif dalam meningkatkan keselamatan kerja perawat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus berbasis praktik klinik di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Tarakan, dengan metode observasi partisipatif, wawancara, kuesioner, dan Project Based Learning (PBL). Intervensi dilakukan melalui pembuatan media edukatif berupa X-banner dan video edukasi mengenai alur pengaduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman perawat dan pasien mengenai jalur pengaduan meningkat setelah dilakukan sosialisasi media edukatif. Evaluasi juga menunjukkan adanya penurunan potensi konflik langsung kepada perawat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media edukasi visual terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman jalur pengaduan dan berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan kerja perawat di ruang rawat inap. Rekomendasi ditujukan kepada manajemen rumah sakit untuk memperluas implementasi media informasi serupa di seluruh unit pelayanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada An.S Dengan Diagnosis Medik Dengue Haemorragic Fever Di Ruang Anggrek B Rumah Sakit Dr. H Jusuf SK Tarakan

2022•

Asuhan keperawatan pada An.S dengan Diagnosis Dengue Haemorragic Fever (DHF) di Ruang Anggrek B Rumah Sakit Dr. H Jusuf SK Tarakan Julianti, Alfianur, Rahmatuz Zulfia Dengue Haemorragic Fever merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar di Indonesia. Penyakit yang disebabkan virus dengue dengan manifestasi klinis demam tinggi, anoreksia, nyeri otot dan sendi, trombositopenia dan perdarahan. Menurut WHO pada tahun 2015 di dunia menanggung 40% kasus. Dengue Haemorragic Fever tinggi terutama pada anak, sementara Indonesia DHF tercatat 13.776 kasus, Kota Tarakan merupakan peringkat kedua tertinggi di provinsi Kalimantan Utara. Tujuan penulis ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan komprehensif pada An.S dengan kasus Dengue Haemorragic Fever. Metode penulisan adalah deskritif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, studi kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, Diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat kesehatan sekarang, masa lalu, kondisi klien sebelum sakit dan saat sakit. Adapun terdapat kesenjangan antara teori dengan laporan kasus pada pengkajian dan penegakkan Diagnosis. Diagnosis keperawatan ditemukan adalah defisit nutrisi, nyeri akut dan risiko perdarahan. Penulis dapat melaukan proses keperawatan dengan mudah karena penulis berhasil bina hubungan saling percaya kepada keluarga pasien dan tidak mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan klien dan keluarganya. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan penegakkan Diagnosis. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan Diagnosis keperawatan yang dirumuskan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan namun terdapat satu Diagnosis belum teratasi yaitu Diagnosis defisit nutrisi. Penulis telah mempelajari secara langsung mengenai proses asuhan keperawatan termasuk perencanaan, pendokumentasian serta cara penatalaksanaan apa yang harus dilakukan pada An.S dengan diagnosis DHF.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN POST OP OSTEOMIELITIS DI RUANG CENDANA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK GAMBARAN TATA LAKSANA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN OSTEOMIELITIS DI RSUKT KOTA TARAKAN TAHUN 2021 Osteomielitis merupakan peradangan pada tulang yang dapat disebabkan oleh adanya keterlibatan infeksi dari organisme-organisme tertentu umumnya organisme yang mengidentifikasi adalah bakteri Staphylococcus aureus. Penatalaksanaan osteomielitis harus dilakukan dengan cepat dan tepat mengingat bahwa osteomielitis merupakan kasus kegawatdaruratan dalam ortopedi dimana penatalaksanaannya dipengaruhi oleh gambaran histologi dan durasi (akut dan kronis). Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum Laporan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan gambaran nyata tentang asuhan keperawatan Osteomielitis dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan secara komprehensif. Subjek penelitian adalah Tn. S dengan Post Op Osteomielitis di Ruang Cendana RSUKT Tarakan dari tanggal 15 Maret 2021-17 Maret 2021. Hasil yang didapatkan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. S, nyeri akut, gangguan integritas kulit, defisit pengetahuan. Saran untuk masyarakat umum diberikan pemahaman baik tentang pengertian, penyebab, pencegahan, faktor resiko serta gejala umum yang dapat terjadi. Selain itu perlu diedukasi pula mengenai bahaya dari osteomielitis termasuk komplikasinya.  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. T DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. T DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Abstrak Isolasi sosial menarik diri adalah keadaan di mana seseorang mengalami atau tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya dan seseorang merasa ditolak, tidak diterima, kesepian dan tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan pengalaman secara nyata dalam pemberian asuhan keperawatan kepada klien Tn. T dengan masalah utama gangguan isolasi sosial menarik diri di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penyusunan laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, yaitu dengan memberikan gambaran keadaan yang berlangsung dan aktual pada kasus tertentu, dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengumpulan data, wawancara, observasi, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Masalah keperawatan yang muncul ada 7 yaitu isolasi sosial, gangguan konsep diri hdr, gangguan persepsi sensori halusinasi, koping individu inefektif, kurang pengetahuan, regimen terapeutik inefektif, dan ketidakefektifan keluarga dalam proses penatalaksanaan program pengobatan dan diagnosa prioritas yang diangkat ada 3 yaitu isolasi sosial menarik diri, gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran dan harga diri rendah. Hasil didapatkan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus yaitu pada pengkajian gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran tidak ditemukan tanda-tanda klien mendengar suara-suara yang mengancam. Pada pelaksanaan tidak dapat dilakukan intervensi untuk intervensi keluarga pada diagnosa harga diri rendah. Diharapkan untuk meningkatkan komunikasi terapeutik dengan bahasa yang mudah dimengerti serta memberikan kesempatan klien untuk menceritakan keadaannya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada An.G Dengan Diagnosa Medik Bronkopneumonia Di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bronkopenumonia merupakan radang dari saluran pernapasan yang terjadi pada bronkus sampai dengan alveolus paru biasanya sering disebabkan oleh bakteri streptokokus pneumonia dan Hemofilus influenza. Tujuan umum yang ingin dicapai pada penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah memperoleh gambaran secara nyata tentang pelaksanaan dan pendokumentasian Asuhan Keperawatan Pada An “G” Dengan Bronkopneumonia. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah menggunakan metode deskriptif tipe studi kasus dan studi literatur yaitu metode ilmiah yang bersifat mengumpulkan data, menganalisa data, dan menarik kesimpulan. Adapun penulis Laporan Tugas Akhir ini didapat dengan cara. Dalam penelitian seluruh langkah proses keperawatan dapat dijalankan secara berkesinambungan. Hasil pengkajian menunjukkan hanya gejala utama yang ditemukan pada An. G, sedang gejala penyerta tidak semua ditemukan. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. G dengan diagnosa utama adalah bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan nafas. Penyusunan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan berdasarkan ketersediaan sarana penunjang. Seluruh rencana asuhan dapat diimpelementasikan dengan baik. Evaluasi hasil menunjukkan sebagian masalah keperawatan dapat teratasi. Dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kasus dengan teori pada setiap langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, penyusunan renacana keperawatan, implementasi dan evaluasi. Hal ini berarti proses keperawatan dapat dijalankan dengan baik oleh perawat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN Pada BAYI Ny. H DENGAN PNEUMONIA NEONATUS di RUANG PERINATOLOGI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pneumonia merupakan penyakit radang akut pada sistem pernafasan yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan pada Bayi Ny. H dengan penyakit pneumonia neonatus. Metode penulisan yaitu deskriptif, tipe studi kasus dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan srudi dokumentasi serta studi kepustakaan. Hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yang muncul yaitu: gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolus-perifer, pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas dan resiko hipotermia dibuktikan dengan penurunan laju metabolisme, dan yang menjadi prioritas masalah keperawatan yaitu: pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas, gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolus-perifer dan resiko hipotermia dibuktikan dengan penurunan laju metabolisme. Kesimpulan, penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak terdapat pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosis yang intervensinya belum teratasi yaitu pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar intervensi yang belum teratasi dapat teratasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.S DENGAN DIAGNOSIS MEDIS NON HEMORAGIK STROKE DIRUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stroke non hemoragik adalah stroke yang disebabkan karena penyumbatan pembuluh darah diotak oleh thrombosis maupun emboli sehingga suplai glukosa dan oksigen ke otak berkurang dan terjadi kematian sel atau jaringan otak yang disuplai.tujuan penulisan ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny.S, dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data, me;iputi observasi, wawancara, pemeriksaan head toe toe, dokumentasi, kepustakaan subjek adalah klien terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu : gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskuler, defisit perawatan diri berhubungan dengan gangguan musculoskeletal, risiko aspirasi dibuktikan dengan penurunan tingkat kesadaran, risiko jatuh dibuktikan dengan kekuatan otot menurun, defisit pengatahuan dibuktikan dengan menyakan masalah yang dihadapi dan penulis melakukan intervensi, terdapat 3 diagnosis teratasi dan 2 diagnosis yang belum teratasi.kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan diagnosis keperawatan pada Ny.S yang ada pada teori namun tidak terdapat pada kasus yaitu: gangguan mobilitas fisik, deifisit pengatahuan dan defisit perawatan diri. Dan diagnosis yang tidak terdapat pada teori namun ada di kasus yaitu: resiko aspirasi, dan resiko jatuh.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada Ny. T Dengan Non Hemoragik Stroke Di Ruang Dahlia B Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan

2020•

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. T DENGAN NON HEMORAGIK STROKE DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Yeni Nurlita, Hendy Lesmana, Paridah ABSTRAK World Health Organization (2016), menyebutkan bahwa stroke adalah terputusnya aliran darah ke otak, umumnya akibat pecahnya pembuluh darah ke otak atau karena tersumbatnya pembuluh darah ke otak sehingga pasokan nutrisi dan oksigen ke otak berkurang. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (2018), stroke juga menjadi peringkat ketiga penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan wawancara sebesar 12,1% pada tahun 2013 dan menjadi 10,9% pada tahun 2018. Dari data tersebut disimpulkan bahwa prevalensi penyakit stroke di Indonesia setiap tahun mengalami perubahan. Tujuan penulisan adalah agar dapat menerapkan dan melakukan asuhan keperawatan kepada klien, membandingkan kesenjangan antara teori dan kasus, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, memecahkan masalah pada klien. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan dan subjek adalah klien. Hasil yang didapatkan pada Ny. T dimulai dari pengkajian, pengkajian pola integritas ego ditandai dengan tidak ada perasaan perasaan putus asa, pola neurosensori ditandai dengan tingkat kesadaran compos mentis, pola pernafasan ditandai dengan tidak terdapat hambatan jalan nafas. Kesimpulan ditemukan adanya kesenjangan dari pengkajian dan perumusan diagnosa keperawatan antara teori dan kasus pada pada Ny. T. Sikap kooperatif pasien dan keluarga yang terbuka serta bekerja sama dengan perawat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Y DENGAN MASALAH UTAMA RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

2020•

Skizofrenia dianggap sebagai sebuah penyakit otak yang paling membingungkan dengan manifestasi kondisi psikotik yang berat dan persisten disertai oleh variable disfungsi kognitif dan gangguan psikososial yang mendalam, masalah yang sering muncul dari resiko perilaku kekerasan, timbul akibat rasa tidak nyaman dan panik yang terjadi akibat stressor dari dalam dan luar lingkungan. Resiko perilaku kekerasan merupakan bentuk perilaku yang melukai dirinya sendiri, orang lain maupun lingkungannya ditandai adanya ide melukai, peyalahgunaan obat, depresi berat, marah, sikap bermusuhan, bicara kasar, mengucapkan kata-kata kotor serta adanya riwayat perilaku kekerasan. Tujuan umum penulisan Laporan Tugas Akhir ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. Y dengan Masalah Utama Resiko Perilaku Kekerasan di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Metode penulisan menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Terdapat dua kesenjangan dari hasil pengkajian pada diagnosa Tn. Y pada kasus dan tidak terdapat pada teori yaitu diagnosa isolasi sosial dan defisit perawatan diri: berpakaian. Kesimpulan dari pemecahan masalah pada Tn. Y dengan masalah utama resiko perilaku kekerasan, gangguan konsep diri: harga diri rendah, isolasi sosial dan defisit perawatan diri masalah semua teratasi dengan rencana tindak lanjut mempertahankan klien dalam mengontrol dan mengendalikan emosinya tanpa pengawasan dan mampu memilih tindakan yang lebih menguntungkan untuk melampiaskan kemarahannya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail