Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: terapi komplementer
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP PENURUNAN SESAK NAPAS PADA PASIEN ASMA DI RT 04 KELURAHAN PANTAI AMAL TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang ditandai oleh penyempitan jalan napas yang bersifat reversibel, sehingga menimbulkan gejala seperti sesak napas, mengi, batuk, dan rasa berat pada dada. Sesak napas merupakan keluhan yang paling sering dialami pasien dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi komplementer berupa intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan gejala asma. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah teknik pernapasan Buteyko, yaitu latihan pernapasan yang bertujuan mengurangi hiperventilasi, meningkatkan efisiensi ventilasi paru, dan memperbaiki pola pernapasan.Tujuan: Menganalisis penerapan teknik pernapasan Buteyko dalam menurunkan tingkat sesak napas pada pasien asma di RT 04 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas dan keluarga terhadap dua pasien yang didiagnosis menderita asma. Pelaksanaan asuhan keperawatan meliputi tahap pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Teknik pernapasan Buteyko diberikan sebagai intervensi utama dalam proses keperawatan. Evaluasi: Keberhasilan intervensi dievaluasi dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan sesudah pemberian teknik pernapasan Buteyko berdasarkan tingkat sesak napas, frekuensi pernapasan, saturasi oksigen (SpO₂), serta kenyamanan pasien saat bernapas. Hasil: Penerapan teknik pernapasan Buteyko menunjukkan adanya penurunan keluhan sesak napas pada kedua pasien, disertai perbaikan frekuensi pernapasan, peningkatan nilai saturasi oksigen, dan meningkatnya kenyamanan saat bernapas. Selain itu, pasien dan keluarga mengalami peningkatan pengetahuan mengenai pengelolaan penyakit asma serta penerapan latihan pernapasan sebagai terapi pendukung. Temuan tersebut menunjukkan bahwa teknik pernapasan Buteyko dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengurangi sesak napas pada pasien asma.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

asuhan kebidanan pada bayi pasca imunisasi ganda dengan terapi komplementer kompres bawang merah di puskesmas pulau sapi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Latar Belakang: Nyeri punggung pasca persalinan sering dialami ibu nifas dan dapat mengganggu aktivitas serta pemberian ASI. Penanganan farmakologis memiliki keterbatasan, terutama pada ibu menyusui. Effleurage massage merupakan terapi komplementer yang aman, efektif, dan mudah diterapkan. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan melalui effleurage massage untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu nifas. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menerapkan asuhan kebidanan pada bayi demam pasca imunisasi menggunakan kompres bawang merah dengan pendekatan 7 langkah Varney dan format SOAP. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Bayi , perempuan, usia 3 bulan yang mengalami demam (suhu 38,2°C) setelah imunisasi DPT dan PCV. Intervensi kompres bawang merah dilakukan selama 20 menit dengan monitoring suhu setiap 10 menit, dikombinasikan dengan pemberian ASI tambahan dan observasi kondisi umum bayi. Hasil: Setelah pemberian kompres bawang merah, terjadi penurunan suhu tubuh dari 38,2°C menjadi 37,1°C dalam waktu 25 menit. Bayi menunjukkan perbaikan kondisi dengan berkurangnya rewel, peningkatan nafsu menyusu, dan tidak ditemukan efek samping atau iritasi kulit. Orang tua menunjukkan respon positif dan antusiasme terhadap intervensi yang diberikan. Kesimpulan: Terapi komplementer kompres bawang merah terbukti efektif dalam menurunkan demam pasca imunisasi pada bayi dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis yang aman, murah, dan mudah diaplikasikan oleh keluarga di rumah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN TERAPI KOMPLEMENTER RENDAM AIR HANGAT CAMPUR KENCUR PADA IBU HAMIL TRI MESTER III DENGAN EDEMA PADA TUNGKAI BAWAH

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEBIDANAN KOMPLEMENTER TERAPI RENDAM AIR HANGAT CAMPUR KENCUR PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN EDEMA PADA TUNGKAI BAWAH DI PUSKESMAS LONG LOREH ABSTRAK Edema pada tungkai bawah merupakan keluhan yang umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester ketiga. Keluhan ini dapat mengganggu aktivitas dan kenyamanan ibu serta berisiko memengaruhi kesejahteraan kehamilan. Terapi komplementer seperti merendam kaki dalam air hangat yang dicampur kencur diyakini dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan secara alami. Tujuannya yaitu memberikan asuhan kebidanan dengan pendekatan manajemen kebidanan melalui terapi komplementer berupa rendam kaki air hangat campur kencur pada ibu hamil dengan edema tungkai bawah di wilayah kerja Puskesmas Long Loreh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan dengan pendukumentasian SOAP,. Subjek penelitian adalah Ny. R umur 22 tahun G1P0A0 usia kehamilan 29 minggu 6 hari, janin tunggal hidup intra uteri, dengan edema tungkai bawah dan bersedia diberikan terapi rendam air hangat kencur selama 5 hari berturut-turut. Hasil setelah dilakukan terapi rendam air hangat campur kencur selama 10-15 menit setiap sore selama 5 hari, didapatkan penurunan derajat pembengkakan dan peningkatan kenyamanan subjek. Ibu juga melaporkan tidur lebih nyenyak dan merasa lebih rileks setelah intervensi. Kesimpulan terapi rendam air hangat campur kencur terbukti efektif sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi edema pada tungkai bawah ibu hamil. Intervensi ini aman, mudah dilakukan, dan dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis dalam pelayanan kebidanan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail