BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Kekerasan terhadap perawat, baik secara fisik maupun verbal, masih menjadi masalah serius di fasilitas kesehatan, terutama yang dipicu oleh ketidakpuasan pasien atau keluarga terhadap layanan yang tidak tersalurkan melalui sistem pengaduan resmi. Ketidakefektifan sistem pengaduan pasien kerap menyebabkan keluhan disampaikan secara langsung kepada perawat, sehingga meningkatkan risiko terjadinya konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya optimalisasi layanan pengaduan pasien sebagai strategi preventif dalam meningkatkan keselamatan kerja perawat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus berbasis praktik klinik di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Tarakan, dengan metode observasi partisipatif, wawancara, kuesioner, dan Project Based Learning (PBL). Intervensi dilakukan melalui pembuatan media edukatif berupa X-banner dan video edukasi mengenai alur pengaduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman perawat dan pasien mengenai jalur pengaduan meningkat setelah dilakukan sosialisasi media edukatif. Evaluasi juga menunjukkan adanya penurunan potensi konflik langsung kepada perawat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media edukasi visual terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman jalur pengaduan dan berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan kerja perawat di ruang rawat inap. Rekomendasi ditujukan kepada manajemen rumah sakit untuk memperluas implementasi media informasi serupa di seluruh unit pelayanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kekerasan terhadap perawat, baik secara fisik maupun verbal, masih menjadi masalah serius di fasilitas kesehatan, terutama yang dipicu oleh ketidakpuasan pasien atau keluarga terhadap layanan yang tidak tersalurkan melalui sistem pengaduan resmi. Ketidakefektifan sistem pengaduan pasien kerap menyebabkan keluhan disampaikan secara langsung kepada perawat, sehingga meningkatkan risiko terjadinya konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya optimalisasi layanan pengaduan pasien sebagai strategi preventif dalam meningkatkan keselamatan kerja perawat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus berbasis praktik klinik di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Tarakan, dengan metode observasi partisipatif, wawancara, kuesioner, dan Project Based Learning (PBL). Intervensi dilakukan melalui pembuatan media edukatif berupa X-banner dan video edukasi mengenai alur pengaduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman perawat dan pasien mengenai jalur pengaduan meningkat setelah dilakukan sosialisasi media edukatif. Evaluasi juga menunjukkan adanya penurunan potensi konflik langsung kepada perawat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media edukasi visual terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman jalur pengaduan dan berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan kerja perawat di ruang rawat inap. Rekomendasi ditujukan kepada manajemen rumah sakit untuk memperluas implementasi media informasi serupa di seluruh unit pelayanan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kejang demam merupakan kejang yang paling sering terjadi pada anak. Kejang demam didefinisikan sebagai bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38°c) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam pada bayi. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rencana penelitian yang digunakan adalah Survey Deskriptif, dengan total 50 responden dengan menggunakan non-probability sampling dengan teknik Sampling Insidental. Hasil penelitian yang didapat bahwa sebagian besar mempunyai tingkat pengetahuan cukup sebesar 66,0% tentang penanganan kejang demam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam di wilayah desa Tideng Pale.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kejang demam merupakan kejang yang paling sering terjadi pada anak. Kejang demam didefinisikan sebagai bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38°c) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam pada bayi. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rencana penelitian yang digunakan adalah Survey Deskriptif, dengan total 50 responden dengan menggunakan non-probability sampling dengan teknik Sampling Insidental. Hasil penelitian yang didapat bahwa sebagian besar mempunyai tingkat pengetahuan cukup sebesar 66,0% tentang penanganan kejang demam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam di wilayah desa Tideng Pale.