Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: DIABETES MELITUS TIPE II
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA KLIEN DENGAN HIPERGLIKEMIA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu faktor yang memperburuk kontrol glukosa darah adalah stres psikologis, yang dapat memicu peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, sehingga meningkatkan resistensi insulin. Terapi relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR) merupakan intervensi non-farmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stres dan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II melalui pendekatan asuhan keperawatan. Studi dilakukan pada dua klien, Tn. H dan Ny. M, di wilayah pesisir Kota Tarakan selama bulan Juni hingga Juli 2025. Intervensi PMR diberikan selama tiga hari berturut-turut, satu kali per hari, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Hasil menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah secara signifikan pada kedua klien. Tn. H mengalami penurunan dari 380 mg/dL menjadi 247 mg/dL, dan Ny. M dari 433 mg/dL menjadi 257 mg/dL. Selain itu, terdapat perbaikan gejala subjektif seperti berkurangnya kesemutan, membaiknya kualitas tidur, dan penurunan kecemasan. Intervensi ini bekerja melalui mekanisme aktivasi sistem saraf parasimpatis dan penurunan hormon stres. Dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif efektif sebagai intervensi inovatif dalam asuhan keperawatan untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe II, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan. Terapi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologis yang mudah, aman, dan aplikatif dalam praktik keperawatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT WILAYAH PESISIR PERBATASAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat kelima jumlah penderita tertinggi di dunia. Wilayah pesisir perbatasan, seperti Kalimantan Utara, menghadapi berbagai keterbatasan dalam layanan kesehatan, termasuk rendahnya tingkat literasi dan edukasi pasien mengenai manajemen diabetes. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya komplikasi jangka panjang. Tujuan penulisan ini untuk menerapkan Diabetes Self Management Education (DSME) sebagai intervensi edukatif guna meningkatkan pengetahuan pasien dalam mencegah komplikasi Diabetes Melitus Tipe II. Metode yang digunakan adalah case report pada dua pasien dengan diagnosis DM Tipe II di Rumah Sakit Wilayah Pesisir Perbatasan. Intervensi dilakukan selama tiga hari menggunakan metode edukasi langsung dan media leaflet, mencakup pengenalan DM, pengelolaan mandiri, dan pencegahan komplikasi. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan secara signifikan. Pasien pertama (Ny.I) mengalami peningkatan dari 40% menjadi 80%, dan pasien kedua (Ny.M) dari 50% menjadi 85%, dengan rata-rata peningkatan sebesar 37,5%. Kategori pengetahuan kedua pasien meningkat dari rendah dan cukup menjadi baik. Kesimpulan dari studi kaus ini adalah bahwa penerapan DSME secara terstruktur dan singkat efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien tentang manajemen diabetes. Intervensi ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan, khususnya di daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas, guna memperkuat kemandirian pasien dalam pengelolaan penyakit dan pencegahan komplikasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DAN NY. R DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus Tipe II adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kenaikan gula darah yang terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik. Jumlah penderita Diabetes Melitus di dunia pada tahun 2021 mencapai 537 juta orang dewasa berumur 20-79 tahun dimana lebih dari 90% penderitanya menderita Diabetes Melitus Tipe II. Tujuan penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah untuk memperoleh gambaran pengalaman nyata dalam memberikan asuhan keperawatan pada dua klien dengan Diabetes Melitus Tipe II. Penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang memberikan asuhan keperawatan komprehensif melalui tahapan pengkajian, penegakkan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, pelaksanaan implementasi dan evaluasi. Penulis melakukan asuhan keperawatan pada Ny. S dan Ny. R dengan Diabetes Melitus Tipe II dengan hasil terdapat tiga diagnosis keperawatan yang dimiliki oleh kedua klien yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas kulit, gangguan integritas jaringan, dan gangguan mobilitas fisik dan terdapat satu diagnosis keperawatan yang hanya dimiliki oleh Ny. S yaitu nausea. Pada keempat diagnosis keperawatan tersebut telah diamati secara mendalam dan untuk diagnosis keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas kulit, gangguan integritas jaringan, dan gangguan mobilitas fisik yang dimiliki oleh kedua klien belum teratasi sedangkan diagnosis keperawatan nausea yang hanya dimiliki oleh Ny. S teratasi. Hasil dari penyusunan Laporan Tugas Akhir ini diharapkan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan tentang pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan Diabetes Melitus Tipe II.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. D DENGAN DIAGNOSIS MEDIK DIABETES MELITUS TIPE II DI RUANG PERAWATAN ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. JUSUF SK KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Mellitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). gangguan ini menyebabkan penurunan transport glukosa ke sel-sel, akibatnya sel-sel kekurangan makanan dan simpan karbohidrat, lemak, dan protein, sehingga pada penderita diabetes mellitus tipe 2 beresiko mengalami kekurangan nutrisi dari kebutuhan. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menerapkan asuahn keperawatan secara komprehensif pada Ny. D dengan diagnosa medis Diabetes Melitus Tipe 2 di ruang Anggrek A di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Metode pengambilan data adalah dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Instrumen pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan sesuai ketentuan yang berlaku di Prodi D-III Keperawatan Universitas Borneo. Data hasil yang didapatkan pada Ny. D yaitu : klien mengeluh nyeri pada bagian belakang bawah kiri nyeri seperti ditusuk-tusuk, klien sulit tidur dimalam hari. Pemecahan masalah yang dilakukan pada Ny. D didapatkan dari pelaksanaan tindakan keperawatan pada Ny. D yang telah dilakukan dengan baik berdasarkan rencana yang telah disusun. Pada tahap evaluasi ditemukan dari tiga diagnosa yang ditemukan teratasi. Kerjasama antara tim kesehatan dengan pasien dan keluarga merupakan hal terpenting untuk keberhasilan asuahn keperawatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn,S DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DIRUANG DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

2021•

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang tidak menular yang disebabkan oleh kerusakan pankreas atau berkurangnya produksi insulin oleh pankreas sehingga terjadi peningkatan glukosa darah serta resistensi insulin yang menjadi salah satu faktor penyebab turunnya kualitas sumber daya manusia. Tujuan penulis untuk mendapat kan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.S dalam penyusunan tugas hakir ini penulis menggunakan tipe studi kasus dengan metode deskriptif mulai dari observasi, wawancara, dan pemeriksaan fisik.,Dokumentasi,keputusan subjek adalah klien. Dalam penyusunan tugas hakir ini penulis mendapatkan hasil pengkajian klien terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu:nyeri akut,ketidak seimbangan glukosa darah, gangguan mobilitas fisik,resiko infeksi,berat badan lebih. Dan penulis melakukan intervensi yang semuanya dapat teratasi,kesimpulan penulis menemukan kesenjagan diagnosis keperawatan pada Tn,S yang ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: nyeri akut,resiko infeksi, dan berat badan lebih dan diagnosi yang tdiak ada diteori namun ada pada kasus yaitu: kelelahan,defisit nutrisi,resiko infeksi,defisit pengetahuan,ketidak berdayaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. H DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUANG PERAWATAN ANGSANA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021•

Diabetes Melitus atau sering disebut dengan kencing manis adalah suatu penyakit kronik yang terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin (resistensi insulin). Indonesia menempati peringkat 7 sebagai negara dengan penyandang DM terbanyak di dunia, dan diperkirakan akan naik peringkat 6 pada tahun 2040. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan mendapatkan pengalaman nyata tentang penerapan dan pelaksanaan asuhan keperawatan pada Ny. H dengan Diabetes Melitus Tipe II. Metode Penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode ilmiah dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil pengkajian dari Ny. H terdapat 5 masalah keperawatan yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan mobilitas fisik, gangguan integritas jaringan, gangguan pola tidur dan defisit nutrisi. Kesimpulan penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus mulai dari pengkajian dan diagnosis keperawatan. Evaluasi hasil yang didapatkan terdapat empat diagnosis yang teratasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail