Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Pola Makan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN POLA MAKAN, JENIS KELAMIN DAN STATUS MEROKOK DENGAN JENIS DISPEPSIA DI UGD RSP KRAYAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN POLA MAKAN, JENIS KELAMIN DAN STATUS MEROKOK DENGAN JENIS DISPEPSIA DI UGD RSP KRAYAN ABSTRAK Dispepsia merupakan salah satu keluhan gastrointestinal yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola makan, jenis kelamin, dan status merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, jenis kelamin, dan status merokok dengan jenis dispepsia pada pasien di UGD Rumah Sakit Pratama Krayan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian berupa desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dan Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pola makan tidak teratur sebanyak 20 responden (66,7%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 20 responden (66,7%), memiliki status perokok berat sebanyak 12 responden (40,0%), dan mengalami dispepsia fungsional sebanyak 27 responden (90,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan jenis dispepsia (p = 0,030) dan status merokok dengan jenis dispepsia (p = 0,047). Sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan jenis dispepsia (p = 1,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan dan status merokok berhubungan dengan jenis dispepsia, sedangkan jenis kelamin tidak berhubungan dengan jenis dispepsia pada pasien di UGD Rumah Sakit Pratama Krayan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi mengenai pola makan sehat dan pengendalian faktor risiko gaya hidup sebagai upaya pencegahan dispepsia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS MAMBURUNGAN KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat, dan pola makan diketahui menjadi faktor risiko utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian diabetes melitus di Puskesmas Mamburungan Kota Tarakan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskripsi korelasional dengan design retrospektif (case control). Jumlah responden sebanyak 190 orang yang terdiri dari kelompok kasus (penderita diabetes melitus) dan kelompok kontrol (non-diabetes), dipilih dengan teknik total sampling lalu menggunakan perbandingan 1:1 untuk masing masing kelompok. Data dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) serta hasil pemeriksaan kadar gula darah sewaktu. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan buruk, yaitu 98 orang (51,5%), sedangkan yang memiliki pola makan baik sebanyak 92 orang (48,4%). Analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian diabetes melitus, dengan nilai p = 0,000 ( α 0,05) lebih kecil dari α = 0,05, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Artinya, terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan kejadian diabetes melitus di Puskesmas Mamburungan Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA MAHASISWA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kehidupan mahasiswa mengakibatkan perubah pola makan, meskipun mereka mengetahui cara menerapkan pola makan yang baik. Mahasiswa cenderung memiliki lebih banyak aktivitas dan memiliki gaya hidup yang buruk, kebiasaan makan yang buruk, junk food, fast food, makanan pedas, makanan asam, minuman berkorbonasi, kopi, terlambat makan dan stres akademik merupakan penyebab kejadian gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis agar dapat mengetahui apakah ada hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan Fakultas Ilmu Kesehatan Jurusan S1 Keperawatan angkatan 2021, 2022, 2023 dan 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang telah memenuhi kriteria inklusi dan diperoleh 93 responden yang seluruhnya mempunyai riwayat gastritis. Pengambilan data ini menggunakan kuesioner dengan spearman’s rank Test. Hasil penelitian : terdapat hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa dengan nilai p value adalah (0,022). Kesimpulan pada penelitian ini adalah semakin buruk pola makan maka semakin tinggi kemungkinan terjadinya gastritis pada mahasiswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN POLA MAKAN LANSIA TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI

2024•

Hipertensi adalah penyakit yang menjadi masalah kesehatan pada masyarkat dan merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) pada setiap tahun terjadi kematian akibat dari peningkatan hipertensi ini. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia dan lebih sering terjadi pada seseorang lanjut usia akibat pola makan tinggi lemak dan kolesterol. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan hubungan pola makan lansia terhadap kejadian hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, jenis rancangan adalah desain cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 850 lansia dan untuk menentukan sampel menggunan rumus Slovin didapatkan sampel sebanyak 272 lansia yang mengalami hipertensi. Instrument dalam penelitian ini adalah kuisioner tentang pola makan. Analisis penelitian menggunakan uji Chi-square dengan taraf signifikan 0,05 menunjukkan bahwa nilai P Value = 0,001, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Pola Makan Lansia terhadap Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Karang Rejo. Oleh karena itu, diharapkan pola makan sehat bagi penderita hipertensi menjadi salah satu edukasi bagi masyarakat. Kata kunci: Hipertensi, Lansia, Pola makan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pola Makan dengan Kejadian Overweight pada Anak Remaja di SMP Negeri 7 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Overweight masih menjadi masalah yang dialami oleh remaja di Kota Tarakan yang kejadiannya semakin meningkat, hal ini disebabkan oleh perubahan gaya hidup dan pola makan yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan kejadian overweight pada siswa SMP Negeri 7 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 80 siswa kelas IX yang dipilih melalui metode purposive random sampling. Data pola makan dikumpulkan menggunakan kuesioner frekuensi konsumsi makanan yang mencakup kategori karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, soft drink, dan makanan tinggi kalori. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman untuk menentukan hubungan antara pola makan dan kejadian overweight. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan, khususnya konsumsi makanan tinggi kalori, lemak, dan soft drink, memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian overweight (p0,05). Sementara itu, variabel konsumsi protein dan vitamin tidak memiliki hubungan terhadap kejadian overweight (p>0,05). Untuk mengatasi masalah overweight maka diperlukan edukasi tentang gizi yang melibatkan kerjasama antara instansi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan khususnya Puskesmas, melalui penyuluhan berkala kepada siswa serta pengawasan terhadap kantin sekolah diharapkan dapat mengurangi prevalensi overweight pada remaja melalui peningkatan kesadaran dan perilaku makan sehat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS GAMBARAN POLA PERILAKU IBU TERHADAP PEMENUHAN GIZI BALITA DI DESA TIDENG PALE KABUPATEN TANA TIDUNG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masa balita merupakan masa kritis yang sering dikaitkan dengan masalah kebutuhan gizi balita. Ibu sebagai pengasuh memiliki peranan yang penting dalam pemenuhan gizi pada balita mulai dari pemberian ASI, pemilihan makanan dan pola makan serta pemantauan pertumbuhan dan kesehatan balita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran perilaku ibu terhadap pemenuhan gizi pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Deskriptif Analitik. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 55 orang ibu dengan anak berusia 1-5 tahun. Penentuan jumlah sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil ibu balita yang memiliki perilaku baik dalam pemberian ASI Eksklusif, pemberian pola makan anak dan perilaku ibu terhadap tugas kesehatan keluarga sebanyak 54 orang (98,2%). Gambaran perilaku ibu terhadap pemenuhan gizi balita berada pada kategori positif. Peneliti selanjutnya direkomendasikan menggunakan sampel yang lebih banyak serta menghubungkan faktor perilaku ibu terhadap tugas kesehatan keluarga dalam pemenuhan gizi balita.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA PASIEN DI RUANG IGD

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dispepsia menempati salah satu tingkat prevalensi yang tertinggi dari berbagai jenis PTM yang ada. Kunjungan pasien dyspepsia di RSUD dr.H.Jusuf SK Tarakan pada bulan April sampai dengan Desember 2021, sebesar 1.507 orang dengan rincian kasus rawat jalan sebesar 1.338 orang, dan sisanya yaitu 169 orang merupakan kasus rawat inap. Kasus dispepsia di IGD RSUD dr.H.Jusuf SK Tarakan didominasi pada usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia pada pasien di Ruang IGD RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara faktor psikologis (depresi, kecemasan, stres), faktor pola makan, dan faktor gaya hidup (konsumsi kafein) dengan kejadian dispepsia pada pasien gawat darurat terdapat hubungan yang signifikan antara faktor diet dengan kejadian dispepsia pada kunjungan ke IGD. Diharapkan masyarakat dapat mengubah pola makan secara lebih teratur, mengurangi konsumsi kafein, dan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat guna menghindari terjadinya kejadian dispepsia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail