ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gangguan sistem pernapasan seperti tuberkulosis paru dan pneumonia sering menyebabkan intoleransi aktivitas berat sehingga pasien memerlukan pemasangan kateter urine menetap, yang meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) terkait kateter. Bundle care merupakan salah satu pendekatan berbasis bukti yang efektif untuk mencegah kejadian tersebut, namun penerapannya di lapangan masih belum konsisten. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan menganalisis penerapan perawatan kateter berbasis bundle care dalam upaya pencegahan infeksi saluran kemih pada pasien gangguan sistem pernapasan yang menggunakan kateter urine. Penulisan menggunakan asuhan keperawatan pada dua pasien, yaitu Ny. M dengan pneumonia disertai diabetes melitus tipe 2 dan Tn. L dengan tuberkulosis paru, yang sama-sama terpasang kateter urine menetap. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan SDKI, SIKI, dan SLKI, dengan penerapan intervensi inovasi Bundle Care selama 5×24 jam. Hasil pengkajian menemukan kedua pasien berisiko mengalami ISK akibat pemasangan kateter urine. Setelah penerapan bundle care secara konsisten, kedua pasien tidak menunjukkan tanda dan gejala infeksi saluran kemih, dengan hasil laboratorium leukosit urine normal, nitrit dan leukosit esterase negatif, serta bakteri negatif. Penerapan perawatan kateter berbasis bundle care terbukti efektif mencegah perkembangan status risiko menjadi infeksi saluran kemih aktual pada pasien gangguan sistem pernapasan yang menggunakan kateter urine.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Gangguan sistem pernapasan seperti tuberkulosis paru dan pneumonia sering menyebabkan intoleransi aktivitas berat sehingga pasien memerlukan pemasangan kateter urine menetap, yang meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) terkait kateter. Bundle care merupakan salah satu pendekatan berbasis bukti yang efektif untuk mencegah kejadian tersebut, namun penerapannya di lapangan masih belum konsisten. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan menganalisis penerapan perawatan kateter berbasis bundle care dalam upaya pencegahan infeksi saluran kemih pada pasien gangguan sistem pernapasan yang menggunakan kateter urine. Penulisan menggunakan asuhan keperawatan pada dua pasien, yaitu Ny. M dengan pneumonia disertai diabetes melitus tipe 2 dan Tn. L dengan tuberkulosis paru, yang sama-sama terpasang kateter urine menetap. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan SDKI, SIKI, dan SLKI, dengan penerapan intervensi inovasi Bundle Care selama 5×24 jam. Hasil pengkajian menemukan kedua pasien berisiko mengalami ISK akibat pemasangan kateter urine. Setelah penerapan bundle care secara konsisten, kedua pasien tidak menunjukkan tanda dan gejala infeksi saluran kemih, dengan hasil laboratorium leukosit urine normal, nitrit dan leukosit esterase negatif, serta bakteri negatif. Penerapan perawatan kateter berbasis bundle care terbukti efektif mencegah perkembangan status risiko menjadi infeksi saluran kemih aktual pada pasien gangguan sistem pernapasan yang menggunakan kateter urine.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kehidupan mahasiswa mengakibatkan perubah pola makan, meskipun mereka mengetahui cara menerapkan pola makan yang baik. Mahasiswa cenderung memiliki lebih banyak aktivitas dan memiliki gaya hidup yang buruk, kebiasaan makan yang buruk, junk food, fast food, makanan pedas, makanan asam, minuman berkorbonasi, kopi, terlambat makan dan stres akademik merupakan penyebab kejadian gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis agar dapat mengetahui apakah ada hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan Fakultas Ilmu Kesehatan Jurusan S1 Keperawatan angkatan 2021, 2022, 2023 dan 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang telah memenuhi kriteria inklusi dan diperoleh 93 responden yang seluruhnya mempunyai riwayat gastritis. Pengambilan data ini menggunakan kuesioner dengan spearman’s rank Test. Hasil penelitian : terdapat hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa dengan nilai p value adalah (0,022). Kesimpulan pada penelitian ini adalah semakin buruk pola makan maka semakin tinggi kemungkinan terjadinya gastritis pada mahasiswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kehidupan mahasiswa mengakibatkan perubah pola makan, meskipun mereka mengetahui cara menerapkan pola makan yang baik. Mahasiswa cenderung memiliki lebih banyak aktivitas dan memiliki gaya hidup yang buruk, kebiasaan makan yang buruk, junk food, fast food, makanan pedas, makanan asam, minuman berkorbonasi, kopi, terlambat makan dan stres akademik merupakan penyebab kejadian gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis agar dapat mengetahui apakah ada hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan Fakultas Ilmu Kesehatan Jurusan S1 Keperawatan angkatan 2021, 2022, 2023 dan 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang telah memenuhi kriteria inklusi dan diperoleh 93 responden yang seluruhnya mempunyai riwayat gastritis. Pengambilan data ini menggunakan kuesioner dengan spearman’s rank Test. Hasil penelitian : terdapat hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa dengan nilai p value adalah (0,022). Kesimpulan pada penelitian ini adalah semakin buruk pola makan maka semakin tinggi kemungkinan terjadinya gastritis pada mahasiswa.