Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Dispepsia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN POLA MAKAN, JENIS KELAMIN DAN STATUS MEROKOK DENGAN JENIS DISPEPSIA DI UGD RSP KRAYAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN POLA MAKAN, JENIS KELAMIN DAN STATUS MEROKOK DENGAN JENIS DISPEPSIA DI UGD RSP KRAYAN ABSTRAK Dispepsia merupakan salah satu keluhan gastrointestinal yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola makan, jenis kelamin, dan status merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, jenis kelamin, dan status merokok dengan jenis dispepsia pada pasien di UGD Rumah Sakit Pratama Krayan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian berupa desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dan Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pola makan tidak teratur sebanyak 20 responden (66,7%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 20 responden (66,7%), memiliki status perokok berat sebanyak 12 responden (40,0%), dan mengalami dispepsia fungsional sebanyak 27 responden (90,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan jenis dispepsia (p = 0,030) dan status merokok dengan jenis dispepsia (p = 0,047). Sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan jenis dispepsia (p = 1,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan dan status merokok berhubungan dengan jenis dispepsia, sedangkan jenis kelamin tidak berhubungan dengan jenis dispepsia pada pasien di UGD Rumah Sakit Pratama Krayan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi mengenai pola makan sehat dan pengendalian faktor risiko gaya hidup sebagai upaya pencegahan dispepsia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Intervensi Kombinasi Relaksasi Benson dan Genggam Jari dalam Menurunkan Intensitas Nyeri pada Pasien Dispepsia diruang Instalasi Gawat Darurat (IGD)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dispepsia merupakan gangguan pada saluran pencernaan bagian atas yang sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ditandai dengan nyeri pada daerah epigastrium (ulu hati). Nyeri yang dialami pasien dapat mengganggu kenyamanan sehingga diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis sebagai terapi pendamping selain terapi farmakologis. Kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari merupakan intervensi yang memberikan efek relaksasi sehingga membantu menurunkan intensitas nyeri. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan intervensi kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien dispepsia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penulisan ini menggunakan metode studi kasus pada dua pasien dengan diagnosis medis dispepsia yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut di ruang IGD. Intervensi diberikan selama ±20 menit dengan pengukuran intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri pada kedua pasien, yaitu pada Nn. A dari skala 5 menjadi 3 dan pada Nn. V dari skala 4 menjadi 2. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien dispepsia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DISPEPSIA DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ispepsia adalah penyakit sindrom gejala yang sering ditemukan di kalangan masyarakat yang ditandai dengan adanya rasa nyeri atau tidak nyaman pada bagian atas atau ulu hati. dispepsia termasuk salah satu jenis penyakit yang tidak menular namun akibat paparan penyakit tersebut dapat menyebabkan mortalitas yang sangat tinggi. penderita dispepsia biasanya terjadi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga terjadi di seluruh dunia. Tujuan umum penulisan ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada anak dengan dispepsia di Ruang Anggrek B Rumah Sakit Umum Daerah dr. H Jusuf SK Tarakan. Dari tanggal, 3 April 2023 sampai dengan 5 April 2023. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan (case study). Peneliti melakukan asuhan keperawatan 2 orang pasien anak dengan dispepsia. Hasil yang didapatkan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang berbeda dapat ditegakan pada pasien 1 dan pasien 2 diagnosis keperawatan pada pasien 1. Nausea, hipetermia, defisit pengetahuan diagnosis keperawatan pada pasien 2. Nausea, nyeri akut, defisit pengetahuan. Dimana ketiga diagnosis tersebut teratasi. Terdapat empat diagnosis keperawatan yang ada pada teori. Ditemukan diagnosis pada pasien 2 yaitu nyeri dan intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi pasien dari sarana & prasarana.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Kasus Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dispepsia

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dispepsia merupakan penyakit sindrom gejala yang sering ditemukan di kalangan masyarakat yang ditandai dengan adanya rasa nyeri atau tidak nyaman pada bagian atas atau ulu hati. Angka kesakitan kota Tarakan tahun 2021 adalah dispepsia dengan prevalensi sekitar 2328 12,41%. Tujuan: penulis dapat memahami konsep dan teori yang berkaitan dengan dispepsia serta memperoleh gambaran yang nyata terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan dengan diagnosis dispepsia melalui proses pendekatan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif. Studi kasus ini penulis menggunakan metode pengumpulan data studi kasus: wawancara, observasi, dokumentasi Hasil: menurut analisa penulis terdapat kesenjangan antara teori dan praktik dalam pengkajian yang dilakukan penulis, karena tidak semua tanda dan gejala yang ada di pengkajian teori terdapat pada Tn. T dan Tn. S di lahan praktik. pada klien 1 dan klien 2 terdapat persamaan pada diagnosis keperawatan yaitu diagnosis keperawatan nausea dan diagnosis keperawatan gangguan pola tidur, sedangkan diagnosis yang berbeda yaitu diagnosis keperawatan defisit pengetahuan pada klien 1 dan diagnosis keperawatan gangguan rasa nyaman pada klien 2, ini disebabkan oleh adanya perbedaan tanda dan gejala yang ditemukan penulis pada saat pengkajian. Kurangnya ruang lingkup pembatas yang memadai antara pasien kelolaan dengan pasien lainnya di dalam satu ruangan untuk melaksanakan beberapa asuhan keperawatan pada klien binaan selama studi kasus. Penulis melakukan beberapa tahapan dari proses keperawatan penulis menemukan beberapa kesenjangan antara teori dan kasus. Penulis juga menemukan kesenjangan dan persamaan pada kedua klien dimana diagnosis yang di tegakkan masing-masing 3 pada kedua klien. Peluang untuk mengatasi masalah seperti ini sangat terbatas oleh karena itu diharapkan mahasiswa juga mampu membuka wawasan dan keterampilan dasar untuk memperbarui ilmu tentang proses keperawatan yang dinamis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA PASIEN DI RUANG IGD

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dispepsia menempati salah satu tingkat prevalensi yang tertinggi dari berbagai jenis PTM yang ada. Kunjungan pasien dyspepsia di RSUD dr.H.Jusuf SK Tarakan pada bulan April sampai dengan Desember 2021, sebesar 1.507 orang dengan rincian kasus rawat jalan sebesar 1.338 orang, dan sisanya yaitu 169 orang merupakan kasus rawat inap. Kasus dispepsia di IGD RSUD dr.H.Jusuf SK Tarakan didominasi pada usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia pada pasien di Ruang IGD RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara faktor psikologis (depresi, kecemasan, stres), faktor pola makan, dan faktor gaya hidup (konsumsi kafein) dengan kejadian dispepsia pada pasien gawat darurat terdapat hubungan yang signifikan antara faktor diet dengan kejadian dispepsia pada kunjungan ke IGD. Diharapkan masyarakat dapat mengubah pola makan secara lebih teratur, mengurangi konsumsi kafein, dan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat guna menghindari terjadinya kejadian dispepsia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail