ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dispepsia merupakan gangguan pada saluran pencernaan bagian atas yang sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ditandai dengan nyeri pada daerah epigastrium (ulu hati). Nyeri yang dialami pasien dapat mengganggu kenyamanan sehingga diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis sebagai terapi pendamping selain terapi farmakologis. Kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari merupakan intervensi yang memberikan efek relaksasi sehingga membantu menurunkan intensitas nyeri. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan intervensi kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien dispepsia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penulisan ini menggunakan metode studi kasus pada dua pasien dengan diagnosis medis dispepsia yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut di ruang IGD. Intervensi diberikan selama ±20 menit dengan pengukuran intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri pada kedua pasien, yaitu pada Nn. A dari skala 5 menjadi 3 dan pada Nn. V dari skala 4 menjadi 2. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien dispepsia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cedera kepala merupakan masalah kesehatan global yang umum menyebabkan kematian, kecelakaan lalu lintas diperkirakan menjadi penyebab utama cedera kepala, selain menyebabkan kematian cedera kepala juga mengakibatkan kecacatan permanen, serta berbagai efek seperti nyeri kepala akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Cedera Kepala Ringan Diruangan IGD. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitafif dengan metode desain eksperimen one group pretest-posttest. Sebanyak 30 pasien yang mengalami nyeri kepala ringan diikut sertakan sebagai responden, dipilih dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Pengukuran skala nyeri dilakukan sebelum dan setelah intervensi terapi relaksasi Benson, menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki skala nyeri rata-rata 3, yang menunjukkan nyeri ringan. Setelah intervensi, terdapat penurunan signifikan dalam skala nyeri, dengan skor rata-rata menurun menjadi 2. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test menghasilkan nilai p=0,0001, menegaskan bahwa terapi relaksasi Benson efektif dalam mengurangi intensitas nyeri. Temuan ini mendukung penggunaan pendekatan non- farmakologis dalam manajemen nyeri, khususnya terapi relaksasi Benson, sebagai alternatif yang bermanfaat bagi pasien cedera kepala ringan. Penelitian ini juga merekomendasikan pelatihan untuk profesional kesehatan dalam penerapan teknik ini, serta saran untuk penelitian lebih lanjut yang mengeksplorasi efektivitas terapi relaksasi lainnya. Dengan demikian, terapi relaksasi Benson dapat menjadi pilihan yang efektif dan aman dalam pengelolaan nyeri di lingkungan klinis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP POLA TIDUR PASIEN CKD STAGE V YANG MENJALANI HEMODIALISA ABSTRAK Pola tidur adalah model, bentuk atau corak tidur dalam jangka waktu yang relatif menetap dan meliputi jadwal tidur dan bangun, irama tidur, frekuensi tidur dalam sehari. Teknik relaksasi benson ini digunakan untuk menenangkan pikiran dan melepaskan ketegangan pada pasien CKD Stage V yang menjalani hemodialisa. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas teknik relaksasi benson terhadap pola tidur pasien CKD Stage V yang menjalani hemodialisa dengan desain penelitian quasy experiment pre-post test with control design Pengambilan sampel menggunakan Sampling Incidental dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Hasil analisis dari Wilcoxom Signed Ranks Test pada kelompok sampel yang diberikan perlakuan yaitu Teknik relaksasi benson mendapatakan nilai p=0,001 (p0,05) maka secara statistik terdapat pengaruh pemberian teknik relaksasi benson terhadap pola tidur pasien CKD Stage V yang menjalani hemodialisa. Kemudian hasil analisis kelompok kontrol atau kelompok yang tidak diberikan perlakuan mendapatkan nilai p=0,017 (p>0,05) maka secara statistik tidak terdapat pengaruh pemberian teknik relaksasi benson terhadap pola tidur pasien CKD Stage V yang menjalani hemodialisa. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa terdapat perubahan pola tidur yang signifikan pada kelompok yang di berikan perlakuan Teknik relaksasi benson, naman kelompok kontrol tidak mengalami perubahan pola tidur yang signifikan pada kelompok Kata kunci : Relaksasi Benson, Pola Tidur, CKD Stage V
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH TINDAKAN RELAKSASI BENSON TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI KATARAK DI POLI MATA RSUD dr. H. JUSUF SK ABSTRAK Pasien pre operasi katarak terdapat kekhawatiran baik yang nyata atau tidak jelas oleh karena itu, suatu perlakuan psikososial preoperasi sangat perlukan. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi cemas adalah dengan relaksasi Benson.Teknik relaksasi Benson merupakan teknik relaksasi yang digabung dengan keyakinan yang dianut oleh pasien. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh tindakan relaksasi Benson pada pasien pre operasi katarak di Poli Mata RSUD dr. H Jusuf SK. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan menggunakan desain pre-test and post-test group design. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah consecutive sampling. Total sampel peneltian ini adalah 40 sampel, dimana 20 sampel kelompok intervensi dan 20 sampel kelompok kontrol. Hasil yang didapatkan p value= 0,021 α (α = 0,05), maka dapat dinyatakan bahwa ada perbedaan tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kesimpulan, sebagian besar usia responden berumur 56-65 tahun dan berjenis kelamin laki-laki, pendidikan rendah rata-rata pendidikan SD, rata-rata tidak bekerja dan telah menderita katarak > 1 tahun.Tingkat kecemasan sebelum dilakukan tehnik relaksasi Benson ada yang mengalami cemas berat, cemas sedang dan cemas ringan. Setelah dilakukan tindakan relaksasi Benson kecemasan mengalami penurunan. Terdapat perbedaan tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak RSUD dr H Jusuf SK pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yaitu sebesar 0,021 (p0,05) sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian tehnik relaksasi Benson terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Nyeri adalah suatu pengalaman sensorik serta emosional disertai rasa ketidaknyamanan akibat rusaknya jaringan tubuh aktual dan potensial. Rasa sakit atau nyeri merupakan keluhan utama yang paling sering, membuat individu mencari bantuan ke fasilitas kesehatan. Nyeri telah diidentifikasi sebagai penyebab kualitas tidur yang buruk oleh karena itu dibutuhkan intervensi farmakologi dan non farmakologi untuk mengatasi masalah tersebut. Relaksasi Benson dapat digunakan sebagai intervensi non farmakologi untuk mengurangi nyeri dan menaikkan kualitas tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi efektifitas intervensi relaksasi Benson terhadap peningkatan kualitas tidur pada pasien nyeri akut. Jenis penelitian ini menggambarkan metode quasi-exsperimen dengan desain One-group pretest-posttest design. Pengambilan sampel mengunakan Purposive Sampling (Judgmental Sampling) dengan jumlah sampel 47 pasien yang dirawat di ruang Anggrek A RSUD dr. H Jusuf SK. Hasil uji statistic menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai p=0,001, ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kualitas tidur pasien dengan nyeri akut sebelum dan setelah dilakukan intervensi relaksasi benson. Kesimpulan penelitian adalah relaksasi benson yang diberikan 20 menit selama 3 hari efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien nyeri akut.