Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Penulis: REZKI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MODEL MAKE A MACTH PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS II-A SDN 032 TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas II-A SDN 032 Tarakan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya metode pembelajaran yang menarik dan interaktif. Menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tiga pertemuan, data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan persentase ketuntasan hasil belajar meningkat dari 84% pada siklus I menjadi 92% pada siklus II. Aktivitas guru juga meningkat dari rata-rata 76% menjadi 90,5%, sementara aktivitas siswa mencapai rata-rata 88,8% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Make A Match efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa, dan disarankan agar guru menerapkan model pembelajaran yang bervariasi dan interaktif untuk meningkatkan motivasi serta keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MODEL MAKE A MACTH PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS II-A SDN 032 TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas II-A SDN 032 Tarakan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya metode pembelajaran yang menarik dan interaktif. Menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tiga pertemuan, data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan persentase ketuntasan hasil belajar meningkat dari 84% pada siklus I menjadi 92% pada siklus II. Aktivitas guru juga meningkat dari rata-rata 76% menjadi 90,5%, sementara aktivitas siswa mencapai rata-rata 88,8% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Make A Match efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa, dan disarankan agar guru menerapkan model pembelajaran yang bervariasi dan interaktif untuk meningkatkan motivasi serta keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Narasi melalui Media Gambar Berseri pada Siswa Kelas IV SDIT AL-HUDA Sebatik

2025•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas IV SDIT AL-HUDA Sebatik yang berjumlah 25 siswa. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus dengan menggunakan desain PTK John Elliot melalui 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar berseri dapat meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa kelas IV SDIT AL-HUDA Sebatik. Peningkatan kemampuana menulis teks narasi siswa dapat terlihat dari meningkatnya proses pembelajaran yang ditunjukkan oleh siswa menjadi lebih aktif dalam mencari informasi dan mengemukakan pendapat untuk bekal menulis teks narasi siswa. Siswa dapat membuat teks narasi dengan baik. Siswa juga menjadi lebih berani membacakan hasil teks narasi di depan kelas. Sehingga tercipta pembelajaran yang aktif. Peningkatan pada siklus I, siswa yang mencapai kriteria sangat berkembang sebesar 28%, mulai berkembang 48% dan belum berkembang sebesar 24%, sedangkan pada siklus II siswa yang mencapai kriteria sangat berkembang sebesar 80%, mulai berkembang 20% dan tidak ada siswa yang masuk dalam kriteria belum berkembang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Narasi melalui Media Gambar Berseri pada Siswa Kelas IV SDIT AL-HUDA Sebatik

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas IV SDIT AL-HUDA Sebatik yang berjumlah 25 siswa. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus dengan menggunakan desain PTK John Elliot melalui 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar berseri dapat meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa kelas IV SDIT AL-HUDA Sebatik. Peningkatan kemampuana menulis teks narasi siswa dapat terlihat dari meningkatnya proses pembelajaran yang ditunjukkan oleh siswa menjadi lebih aktif dalam mencari informasi dan mengemukakan pendapat untuk bekal menulis teks narasi siswa. Siswa dapat membuat teks narasi dengan baik. Siswa juga menjadi lebih berani membacakan hasil teks narasi di depan kelas. Sehingga tercipta pembelajaran yang aktif. Peningkatan pada siklus I, siswa yang mencapai kriteria sangat berkembang sebesar 28%, mulai berkembang 48% dan belum berkembang sebesar 24%, sedangkan pada siklus II siswa yang mencapai kriteria sangat berkembang sebesar 80%, mulai berkembang 20% dan tidak ada siswa yang masuk dalam kriteria belum berkembang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Perawatan Payudara Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal

2024•

Pengetahuan sangat penting terhadap seseorng terutama pada ibu menyusui dalam melakukan perawatan payudara. Semakin baik pengetahuan ibu maka semakin baik dalam melakukan perawatan payudara. Sehingga dapat menghindari permasalahan yang dapat merugikan bagi ibu dan bayinya, diantaranya pengeluaran ASI tidak lancar, puting susu lecet dan bendungan ASI sehingga bayi tidak dapat mengkonsumsi ASI dan pencapaian ASI secara esklusif menjadi rendah. Salah satu media yang dapat digunakan untuk penyuluhan dalam penyampaian informasi untuk meningkatkan pengetahuan adalah media leaflet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tingkat pengetahuan perawatan payudara pada ibu menyusui sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi eksperimental dengan desain one group pretest posttest design. Sampel penelitian ini sebanyak 62 orang ibu menyusui. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal. Berdasarkan uji statistik menggunakan paired sampels t-test diperoleh nilai signifikan p value 0,000, yang berarti p value 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet efektif teradap peningkatan pengetahuan ibu menyusui tentang perawatan payudara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Perawatan Payudara Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengetahuan sangat penting terhadap seseorng terutama pada ibu menyusui dalam melakukan perawatan payudara. Semakin baik pengetahuan ibu maka semakin baik dalam melakukan perawatan payudara. Sehingga dapat menghindari permasalahan yang dapat merugikan bagi ibu dan bayinya, diantaranya pengeluaran ASI tidak lancar, puting susu lecet dan bendungan ASI sehingga bayi tidak dapat mengkonsumsi ASI dan pencapaian ASI secara esklusif menjadi rendah. Salah satu media yang dapat digunakan untuk penyuluhan dalam penyampaian informasi untuk meningkatkan pengetahuan adalah media leaflet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tingkat pengetahuan perawatan payudara pada ibu menyusui sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi eksperimental dengan desain one group pretest posttest design. Sampel penelitian ini sebanyak 62 orang ibu menyusui. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal. Berdasarkan uji statistik menggunakan paired sampels t-test diperoleh nilai signifikan p value 0,000, yang berarti p value 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet efektif teradap peningkatan pengetahuan ibu menyusui tentang perawatan payudara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usahatani Jagung Manis (Zea Mays) Di Kecamatan Tarakan Utara

2023•Koleksi Perpustakaan

ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI KECAMATAN TARAKAN UTARA Abstrak Pembangunan berkelanjutan adalah pendekatan yang sangat penting dalam menyusun rencana dan strategi pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab 1) Mengetahui status keberlanjutan usahatani jagung manis (Zea mays) ditinjau berdasarkan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan di Kecamatan Tarakan Utara. 2) Mengetahui atribut dimensi apa saja yang sensitif mempengaruhi keberlanjutan usahatani jagung manis (Zea mays) di Kecamatan Tarakan Utara. Sampel dalam penelitian ini adalah petani jagung manis di Tarakan Utara berjumlah 20 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Multidimensional scalling Hasil penelitian ini, pertama, dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi teknologi dan dimensi kelembagaan memiliki status kurang berkelanjutan. Kedua, 11 atribut yang sensitive dari keseluruhan dimensi untuk dimensi ekologi atribut sensitive adalah pupuk kompos (5.90), pupuk kimia (4.57), untuk dimensi ekonomi atribut sensitive adalah produksi jagung (2.22), penerimaan (2.00), pemasaran (1.25), untuk dimensi sosial atribut sensitive adalah partisipasi keluarga (4.90), tenaga kerja (4.68), tingkat pendidikan (4.28), untuk dimensi teknologi atribut sensitive adalah sarana jalan (15.21), teknologi (9.38) dan untuk dimensi kelembagaan atribut sensitive adalah kegiatan penyuluhan (1.25). Kata Kunci:Usahatani, jagung manis, Multi Dimensional Scalling, Indeks Keberlanjutan dan Status Keberlanjutan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usahatani Jagung Manis (Zea Mays) Di Kecamatan Tarakan Utara

2023•

ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI KECAMATAN TARAKAN UTARA Abstrak Pembangunan berkelanjutan adalah pendekatan yang sangat penting dalam menyusun rencana dan strategi pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab 1) Mengetahui status keberlanjutan usahatani jagung manis (Zea mays) ditinjau berdasarkan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan di Kecamatan Tarakan Utara. 2) Mengetahui atribut dimensi apa saja yang sensitif mempengaruhi keberlanjutan usahatani jagung manis (Zea mays) di Kecamatan Tarakan Utara. Sampel dalam penelitian ini adalah petani jagung manis di Tarakan Utara berjumlah 20 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Multidimensional scalling Hasil penelitian ini, pertama, dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi teknologi dan dimensi kelembagaan memiliki status kurang berkelanjutan. Kedua, 11 atribut yang sensitive dari keseluruhan dimensi untuk dimensi ekologi atribut sensitive adalah pupuk kompos (5.90), pupuk kimia (4.57), untuk dimensi ekonomi atribut sensitive adalah produksi jagung (2.22), penerimaan (2.00), pemasaran (1.25), untuk dimensi sosial atribut sensitive adalah partisipasi keluarga (4.90), tenaga kerja (4.68), tingkat pendidikan (4.28), untuk dimensi teknologi atribut sensitive adalah sarana jalan (15.21), teknologi (9.38) dan untuk dimensi kelembagaan atribut sensitive adalah kegiatan penyuluhan (1.25). Kata Kunci:Usahatani, jagung manis, Multi Dimensional Scalling, Indeks Keberlanjutan dan Status Keberlanjutan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Eksperimentasi Model Pembelajaran Reciprocal Teaching Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan

2023•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Reciprocal Teaching lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan, (3) model pembelajaran yang berbeda memberikan efek yang berbeda pada masing-masing tingkatan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pembelajaran 2022/2023 di SMP Negeri 11 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain factorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling dan diperoleh kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan VIII-2 sebagai kelas kontrol. Jumlah sampel sebanyak 52 siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dokumentasi nilai PAS matematika kelas VII semester genap tahun pembelajaran 2021/2022 untuk data uji keseimbangan, angket untuk data motivasi belajar matematika siswa dan tes untuk data hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data yang digunakan analisis deskriptif yang terdiri dari rata-rata dan standar deviasi dan pengujian hipotesis menggunakan analisis varians dua jalur sel tak sama. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa model pembelajaran reciprocal teaching lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, motivasi belajar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan dan tidak adanya perbedaan pengaruh antar model pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP POLA TIDUR PASIEN CKD STAGE V YANG MENJALANI HEMODIALISA

2023•Koleksi Perpustakaan

EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP POLA TIDUR PASIEN CKD STAGE V YANG MENJALANI HEMODIALISA ABSTRAK Pola tidur adalah model, bentuk atau corak tidur dalam jangka waktu yang relatif menetap dan meliputi jadwal tidur dan bangun, irama tidur, frekuensi tidur dalam sehari. Teknik relaksasi benson ini digunakan untuk menenangkan pikiran dan melepaskan ketegangan pada pasien CKD Stage V yang menjalani hemodialisa. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas teknik relaksasi benson terhadap pola tidur pasien CKD Stage V yang menjalani hemodialisa dengan desain penelitian quasy experiment pre-post test with control design Pengambilan sampel menggunakan Sampling Incidental dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Hasil analisis dari Wilcoxom Signed Ranks Test pada kelompok sampel yang diberikan perlakuan yaitu Teknik relaksasi benson mendapatakan nilai p=0,001 (p0,05) maka secara statistik terdapat pengaruh pemberian teknik relaksasi benson terhadap pola tidur pasien CKD Stage V yang menjalani hemodialisa. Kemudian hasil analisis kelompok kontrol atau kelompok yang tidak diberikan perlakuan mendapatkan nilai p=0,017 (p>0,05) maka secara statistik tidak terdapat pengaruh pemberian teknik relaksasi benson terhadap pola tidur pasien CKD Stage V yang menjalani hemodialisa. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa terdapat perubahan pola tidur yang signifikan pada kelompok yang di berikan perlakuan Teknik relaksasi benson, naman kelompok kontrol tidak mengalami perubahan pola tidur yang signifikan pada kelompok Kata kunci : Relaksasi Benson, Pola Tidur, CKD Stage V

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksperimentasi Model Pembelajaran Reciprocal Teaching Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Reciprocal Teaching lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan, (3) model pembelajaran yang berbeda memberikan efek yang berbeda pada masing-masing tingkatan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pembelajaran 2022/2023 di SMP Negeri 11 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain factorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling dan diperoleh kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan VIII-2 sebagai kelas kontrol. Jumlah sampel sebanyak 52 siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dokumentasi nilai PAS matematika kelas VII semester genap tahun pembelajaran 2021/2022 untuk data uji keseimbangan, angket untuk data motivasi belajar matematika siswa dan tes untuk data hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data yang digunakan analisis deskriptif yang terdiri dari rata-rata dan standar deviasi dan pengujian hipotesis menggunakan analisis varians dua jalur sel tak sama. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa model pembelajaran reciprocal teaching lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, motivasi belajar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan dan tidak adanya perbedaan pengaruh antar model pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP POLA TIDUR PASIEN CKD STAGE V YANG MENJALANI HEMODIALISA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP POLA TIDUR PASIEN CKD STAGE V YANG MENJALANI HEMODIALISA ABSTRAK Pola tidur adalah model, bentuk atau corak tidur dalam jangka waktu yang relatif menetap dan meliputi jadwal tidur dan bangun, irama tidur, frekuensi tidur dalam sehari. Teknik relaksasi benson ini digunakan untuk menenangkan pikiran dan melepaskan ketegangan pada pasien CKD Stage V yang menjalani hemodialisa. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas teknik relaksasi benson terhadap pola tidur pasien CKD Stage V yang menjalani hemodialisa dengan desain penelitian quasy experiment pre-post test with control design Pengambilan sampel menggunakan Sampling Incidental dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Hasil analisis dari Wilcoxom Signed Ranks Test pada kelompok sampel yang diberikan perlakuan yaitu Teknik relaksasi benson mendapatakan nilai p=0,001 (p0,05) maka secara statistik terdapat pengaruh pemberian teknik relaksasi benson terhadap pola tidur pasien CKD Stage V yang menjalani hemodialisa. Kemudian hasil analisis kelompok kontrol atau kelompok yang tidak diberikan perlakuan mendapatkan nilai p=0,017 (p>0,05) maka secara statistik tidak terdapat pengaruh pemberian teknik relaksasi benson terhadap pola tidur pasien CKD Stage V yang menjalani hemodialisa. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa terdapat perubahan pola tidur yang signifikan pada kelompok yang di berikan perlakuan Teknik relaksasi benson, naman kelompok kontrol tidak mengalami perubahan pola tidur yang signifikan pada kelompok Kata kunci : Relaksasi Benson, Pola Tidur, CKD Stage V

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Penegakan Hukum Terhadap Penanganan Gelandangan Dan Pengemis (Suatu Tinjauan Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana)

2022•Koleksi Perpustakaan

Gelandangan adalah orang yang hidup dalam keadaan tidak bertempat tinggal dan tidak mempunyai pekerjaan tetap dan menjalani kehidupan yang tidak sesuai dengan norma kehidupan yang layak di masyarakat. Sedangkan pengemis adalah orang yang mencari uang dengan meminta belas kasihan kepada orang lain di tempat umum. Gelandangan dan pengemis masuk dalam golongan fakir miskin. Dalam pasal 504 dan 505 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menyatakan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh gelandangan dan pengemis dihukum dengan pidana kurungan dan hukuman denda, sebaliknya Undang-Undang Dasar 1945 dalam Pasal 34 menegaskan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara dan negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan harkat dan martabatnya kemanusiaan. Berdasarkan hasil penelitian ini menjelaskan dan menguraikan fungsionalisasi hukum pidana terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh gelandangan dan pengemis, bagaimanakah kedudukan Pasal 504 dan Pasal 505 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terhadap Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 dalam suatu tertib hukum. Serta mengkaji upaya dekriminalisasi terhadap gelandangan dan pengemis dalam perspektif kebijakan hukum pidana. Penegakan hukum terhadap gelandangan dan pengemis tidak berjalan maksimal karena hukum pidana lebih banyak tentang hukuman daripada pembelaan. Penegakan hukum pidana dalam penanganan gelandangan dan pengemis harus diharmonisasikan dengan undang-undang yang lebih tinggi dan nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Secara hierarki, penegakan Pasal 504 dan Pasal 505 Peraturan Perundang-undangan tidak mengikat karena bertentangan dengan ketentuan yang lebih tinggi. Pada hakikatnya gelandangan dan pengemis merupakan perbuatan yang bukan melawan hukum sehingga sangat tepat jika didekriminalisasikan karena tidak ada yang dirugikan oleh perbuatan tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penegakan Hukum Terhadap Penanganan Gelandangan Dan Pengemis (Suatu Tinjauan Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana)

2022•

Gelandangan adalah orang yang hidup dalam keadaan tidak bertempat tinggal dan tidak mempunyai pekerjaan tetap dan menjalani kehidupan yang tidak sesuai dengan norma kehidupan yang layak di masyarakat. Sedangkan pengemis adalah orang yang mencari uang dengan meminta belas kasihan kepada orang lain di tempat umum. Gelandangan dan pengemis masuk dalam golongan fakir miskin. Dalam pasal 504 dan 505 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menyatakan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh gelandangan dan pengemis dihukum dengan pidana kurungan dan hukuman denda, sebaliknya Undang-Undang Dasar 1945 dalam Pasal 34 menegaskan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara dan negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan harkat dan martabatnya kemanusiaan. Berdasarkan hasil penelitian ini menjelaskan dan menguraikan fungsionalisasi hukum pidana terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh gelandangan dan pengemis, bagaimanakah kedudukan Pasal 504 dan Pasal 505 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terhadap Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 dalam suatu tertib hukum. Serta mengkaji upaya dekriminalisasi terhadap gelandangan dan pengemis dalam perspektif kebijakan hukum pidana. Penegakan hukum terhadap gelandangan dan pengemis tidak berjalan maksimal karena hukum pidana lebih banyak tentang hukuman daripada pembelaan. Penegakan hukum pidana dalam penanganan gelandangan dan pengemis harus diharmonisasikan dengan undang-undang yang lebih tinggi dan nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Secara hierarki, penegakan Pasal 504 dan Pasal 505 Peraturan Perundang-undangan tidak mengikat karena bertentangan dengan ketentuan yang lebih tinggi. Pada hakikatnya gelandangan dan pengemis merupakan perbuatan yang bukan melawan hukum sehingga sangat tepat jika didekriminalisasikan karena tidak ada yang dirugikan oleh perbuatan tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTIFITAS OIL CRAB TERHADAP KECEPATAN MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla serrata)

2022•Koleksi Perpustakaan

Umumnya metode yang digunakan dalam proses molting pada kepiting bakau adalah mutilasi. Mutilasi adalah pemotongan organ kepiting. Selain mutilasi, formula oil crab dapat mempercepat proses moulting kepiting. Menggunakan formula oil crab sebagai stimulan moulting adalah sebuah penelitian baru-baru ini. Formula oil crab adalah formula yang terdiri dari campuran hormon tiroksin dan NaCl fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kepiting bakau terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting bakau pada saat moulting. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL), empat perlakuan dan lima ulangan. Hewan uji yang digunakan adalah 20 ekor kepiting jantan dengan berat 90 – 110 g/ekor. Perlakuan terdiri dari kontrol, mutilasi, pemberian formula oil crab dengan dosis 0,1 dan 0,5 ml/ekor. Parameter yang diamati adalah kecepatan molting, persentase molting, pertumbuhan bobot mutlak dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis 0,5 ml memberikan kecepatan molting tercepat dibandingkan perlakuan lainnya dengan rentang waktu 9-14 hari, tapi kelangsungan hidupnya rendah di bandingkan dengan perlakuan lainnya hal ini diduga karena perlakuan dosis 0,5 memberikan pengaruh stress pada kepiting sehingga menyebabkan kematian. Perlakuan kontrol, perlakuan dosis formulaoil crab 0,1 per ekor dan mutilasi memberikan kelangsungan hidup 100%. Semakin tinggi persentase moulting yang diperoleh pada perlakuan pemberian formula oil crab dengan dosis 0,1 ml/ekor, mutilasi dan kontrol dengan kadar 100%, pemberian formula oil crab dengan dosis 0,1 ml berpengaruh terhadap persentase moulting, pertumbuhan dan kelangsungan hidup tertentu. Sebaliknya, pemberian formula oil crab dengan dosis 0,5 ml memberikan porsi moulting, pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup yang lebih rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTIFITAS OIL CRAB TERHADAP KECEPATAN MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla serrata)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Umumnya metode yang digunakan dalam proses molting pada kepiting bakau adalah mutilasi. Mutilasi adalah pemotongan organ kepiting. Selain mutilasi, formula oil crab dapat mempercepat proses moulting kepiting. Menggunakan formula oil crab sebagai stimulan moulting adalah sebuah penelitian baru-baru ini. Formula oil crab adalah formula yang terdiri dari campuran hormon tiroksin dan NaCl fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kepiting bakau terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting bakau pada saat moulting. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL), empat perlakuan dan lima ulangan. Hewan uji yang digunakan adalah 20 ekor kepiting jantan dengan berat 90 – 110 g/ekor. Perlakuan terdiri dari kontrol, mutilasi, pemberian formula oil crab dengan dosis 0,1 dan 0,5 ml/ekor. Parameter yang diamati adalah kecepatan molting, persentase molting, pertumbuhan bobot mutlak dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis 0,5 ml memberikan kecepatan molting tercepat dibandingkan perlakuan lainnya dengan rentang waktu 9-14 hari, tapi kelangsungan hidupnya rendah di bandingkan dengan perlakuan lainnya hal ini diduga karena perlakuan dosis 0,5 memberikan pengaruh stress pada kepiting sehingga menyebabkan kematian. Perlakuan kontrol, perlakuan dosis formulaoil crab 0,1 per ekor dan mutilasi memberikan kelangsungan hidup 100%. Semakin tinggi persentase moulting yang diperoleh pada perlakuan pemberian formula oil crab dengan dosis 0,1 ml/ekor, mutilasi dan kontrol dengan kadar 100%, pemberian formula oil crab dengan dosis 0,1 ml berpengaruh terhadap persentase moulting, pertumbuhan dan kelangsungan hidup tertentu. Sebaliknya, pemberian formula oil crab dengan dosis 0,5 ml memberikan porsi moulting, pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup yang lebih rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail