ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Formula Oil crab berperan dalam proses percepatan matang ovari kepiting bakau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pengembangan tingkat kematangan ovari (TKO) kepiting bakau (Scylla serrata) dengan penambahan formula oil crab pada sistem sirkulasi tertutup. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakun yaitu perlakuan A: perlakuan tanpa formula oil crab (Kontrol) dan B: perlakuan penyuntikan formula oil crab dengan dosis 0,4 ml. Berdasarkan Hasil penelitian dari perlakuan A (Kontrol) tidak mengalami perkembangan ovari hingga berried, sedangkan perlakuan (B) Penambahan formula Oil Crab pada dosis 0,4 ml mendapatkan hasil yang terbaik bagi perkembangan ovari hingga berried pada rata-rata hari ke 41. Berdasarkan uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pertumbuhan berat badan mutlak kepiting bakau selama pemeliharaan 60 hari memberikan hasil yang berbeda nyata (F 0,05). Data kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar 27-31 ℃, salinitas 15-18 ppt, DO 6,7-7,8 mg/L, dan pH 7.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan sebagai kota yang memiliki luas seluruhnya 677,53 dimana sekitar 61,85% atau 406,53 km terdiri dari lautan yang memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar. Tambak tradisional yang ada di wilayah Tarakan umumnya merupakan wadah budidaya udang, kepiting dan ikan. Salah satu unggulan dalam budidaya adalah budidaya kepiting soka. Penelitian ini bertujuan mengetahui percepatan moulting kepiting bakau dengan penambahan formula oil crab di tambak tradisional. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 4 ulangan yaitu Perlakuan A (kontrol) mutilasi, Perlakuan B tanpa mutilasi, Perlakuan C Penyuntikan Oil crab (0,3 ml/ekor). Berdasarkn hasil penelitian didapatkan hasil kepiting bakau yang dapat moulting seluruhnya yaitu pada perlakuan A (kontrol) mutilasi senilai 100%, Perlakuan B yaitu senilai 20% sedangakan Perlakuan C senilai 40%. dengan pertumbuhan bobot badan mutlak pada perlakuan A dengan nilai rata-rata 32,2 sedangkan perlakuan B dengan nilai rata-rata 34 dan pada perlakuan C dengan nilai rata-rata 37.5. Berdasarkan uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pertumbuhan berat badan mutlak kepiting bakau selama pemeliharaan selama 60 hari memberikan hasil yang tidak berbeda nyata (F > 0,05). Data kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar 26-30(C, salinitas 22-30 ppt, DO 5.7-6.7 mg/l, pH 7.8-8.5 dan amonia 0.08-0.13 mg/l.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Umumnya metode yang digunakan dalam proses molting pada kepiting bakau adalah mutilasi. Mutilasi adalah pemotongan organ kepiting. Selain mutilasi, formula oil crab dapat mempercepat proses moulting kepiting. Menggunakan formula oil crab sebagai stimulan moulting adalah sebuah penelitian baru-baru ini. Formula oil crab adalah formula yang terdiri dari campuran hormon tiroksin dan NaCl fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kepiting bakau terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting bakau pada saat moulting. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL), empat perlakuan dan lima ulangan. Hewan uji yang digunakan adalah 20 ekor kepiting jantan dengan berat 90 – 110 g/ekor. Perlakuan terdiri dari kontrol, mutilasi, pemberian formula oil crab dengan dosis 0,1 dan 0,5 ml/ekor. Parameter yang diamati adalah kecepatan molting, persentase molting, pertumbuhan bobot mutlak dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis 0,5 ml memberikan kecepatan molting tercepat dibandingkan perlakuan lainnya dengan rentang waktu 9-14 hari, tapi kelangsungan hidupnya rendah di bandingkan dengan perlakuan lainnya hal ini diduga karena perlakuan dosis 0,5 memberikan pengaruh stress pada kepiting sehingga menyebabkan kematian. Perlakuan kontrol, perlakuan dosis formulaoil crab 0,1 per ekor dan mutilasi memberikan kelangsungan hidup 100%. Semakin tinggi persentase moulting yang diperoleh pada perlakuan pemberian formula oil crab dengan dosis 0,1 ml/ekor, mutilasi dan kontrol dengan kadar 100%, pemberian formula oil crab dengan dosis 0,1 ml berpengaruh terhadap persentase moulting, pertumbuhan dan kelangsungan hidup tertentu. Sebaliknya, pemberian formula oil crab dengan dosis 0,5 ml memberikan porsi moulting, pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup yang lebih rendah.