Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: sistem resirkulasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DINAMIKA AMONIA, NITRIT, DAN NITRAT PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SISTEM RESIRKULASI

2025•

Ikan nila (O. niloticus) merupakan salah satu jenis komoditas ikan air tawar bernilai ekonomis dengan kandungan protein yang tinggi. Hal ini selaras dengan meningkatnya permintaan benih ikan nila untuk proses pembesaran. Salah satu permasalahan dalam budidaya ikan nila adalah kualitas air yang dapat mempengaruhi ikan nila sehingga dapat mengalami kematian pada fase benih. Teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) merupakan solusi alternatif teknologi dalam menjaga kualitas air. Kelebihan penerapan teknologi ini adalah penggunaan air lebih hemat, kepadatan tebar tinggi, kemudahan dalam mempertahankan kualitas air tetap baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji dinamika kualitas air sesuai standar baku mutu serta korelasinya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (O. niloticus) pada sistem resirkulasi selama 42 hari. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif deskriptif. Parameter pengukuran antara lain suhu, DO, pH, amonia, nitrit, nitrat, pertumbuhan bobot mutlak, dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian diproleh bahwa dinamika kualitas air masih sesuai dengan standar baku mutu budidaya ikan nila yaitu Suhu rata-rata 29-31°C, Oksigen terlarut (DO) 5,2 mg/L, Derajat keasaman (pH) dengan rata-rata 7,2, Amonia (NH3) 0,008 mg/L, Nitrit 0,1 mg/L dan Nitrat dengan rata-rata 0,6-0,7 mg/L. Titik sampel pada inlet dan outlet menghasilkan grafik yang cukup stabil, sedangkan grafik pada sampel outlet cenderung kurang stabil. Hasil analisis korelasi nitrogen terhadap pertumbuhan bobot dan kelangsungan hidup memiliki berbagai macam tingkatan yaitu berkolerasi kuat, sedang, rendah dan tidak berkolerasi serta berkolerasi searah dan tidak searah. Selama 42 hari pemeliharaan menunjukkan penerapan sistem resirkulasi mampu menjaga kualitas air yang berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot yang mencapai 9,89 gram dan kelangsungan hidup ikan nila sebesar 97,57%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Sistem Resirkulasi Dengan Menggunakan Filter Yang Berbda Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila merupakan salah satu komoditas penting perikanan budidaya air tawar di Indonesia. Pengembangan kegiatan budidaya untuk meningkatkan produksi dibatasi oleh beberapa faktor diantaranya adalah keterbatasan air, lahan dan polusi terhadap lingkungan, sistem resirkulasi adalah salah satu cara untuk menjaga kualitas air tetap optimal selama pemeliharaan ikan dengan kepadatan yang tinggi, oleh karena itu air merupakan hal yang penting dalam kegiatan budidaya, maka perlu dilakukan metode yang tepat dalam manajemen kualitas air. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh sistem resirkulasi dengan menggunakan filter yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan, (P1) kontrol tanpa filter, (P2) filter spons, kerikil, ijuk dan bioball, (P3) filter spons, kerikil, arang dan zeolite, (P4) spons, cangkang kerang, ijuk, zeolite, dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi pretumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus), kelangsungan hidup (SR), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan ikan nila pada perlakuan bobot mutlak terendah (P1) 1,26gr, dan tertinggi (P3) 1,77gr dengan panjang mutlak terendah (P1) 3,0cm, dan tertinggi pada (P3) 3,58cm. Hasil kelangsungan hidup (SR), (P1) 53%, presentase terendah sedangkan tertinggi yaitu (P3) 95%. Hasil laju pertumbuhan spesifik (SGR), nilai terendah pada (P1) 0,81 dan (P2) 0,81 sedangkan yang tertinggi pada (P3) 1,02. Hasil kualitas air pada suhu 28-29oC, pada pH 6-7, pada Amoniak 0,13 – 1,60, pada nitrit 0,9 – 2,00, pada nitrat 0,13 – 1,09, dan pada DO 4,1 – 6,6. Kesimpulan yang dapat di ambil dalam penelitian ini yaitu, pada setiap perlakuan yang dilakukan menggunakan RAS dengan penggunaan filter yang berbeda pada setiap perlakuan berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektifitas pengembangan tingkat kematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata) dengan penambahan oil crab pada sistem sirkulasi tertutup di kota tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Formula Oil crab berperan dalam proses percepatan matang ovari kepiting bakau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pengembangan tingkat kematangan ovari (TKO) kepiting bakau (Scylla serrata) dengan penambahan formula oil crab pada sistem sirkulasi tertutup. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakun yaitu perlakuan A: perlakuan tanpa formula oil crab (Kontrol) dan B: perlakuan penyuntikan formula oil crab dengan dosis 0,4 ml. Berdasarkan Hasil penelitian dari perlakuan A (Kontrol) tidak mengalami perkembangan ovari hingga berried, sedangkan perlakuan (B) Penambahan formula Oil Crab pada dosis 0,4 ml mendapatkan hasil yang terbaik bagi perkembangan ovari hingga berried pada rata-rata hari ke 41. Berdasarkan uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pertumbuhan berat badan mutlak kepiting bakau selama pemeliharaan 60 hari memberikan hasil yang berbeda nyata (F 0,05). Data kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar 27-31 ℃, salinitas 15-18 ppt, DO 6,7-7,8 mg/L, dan pH 7.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail