ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di MTs Al-Fatah Tarakan dengan subjek penelitian seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Fatah Tarakan yang berjumlah 32 siswa. Penelitian tindakan kelas digunakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks persuasi dengan menggunakan model pembelajaran mandiri. Penelitian ini dilaksanakan dalam II siklus yang setiap siklus terdiri dari 4 tahap diantaranya perencenaan, pelaksanaan tindakan, observasi atau pengamatan, dan refleksi. Setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Penelitian ini diperoleh sejumlah data yaitu dari Lembar pengamatan aktivitas siswa, lembar pengamatan aktivitas guru, serta hasil belajar siswa dalam aspek kognitif dan aspek afektif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pembelajaran menulis teks persuasi dengan menggunakan model pembelajaran mandiri dapat meningkatkan pembelajaran menulis khususnya menulis teks persuasi pada siswa kelas VIII MTs Al-Fatah Tarakan. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil yang diperoleh pada setiap siklus. Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus dengan 4 aspek penilaian yaitu antusias siswa, keaktifan siswa, konsentrasi siswa, dan situasi pembelajaran memperoleh hasil sebesar 59,26 dan pada siklus II yaitu 89,15, peningkatan siklus I ke II adaah sebesar 29,89. Hasil pengamatan aktivitas guru pada siklus I 67,96 dan pada siklus II sebesar 92,18 dan mengalami peningkatan 24,22. Ketuntasan hasil belajar siswa aspek kognitif pada siklus I sebesar 6,25% dan pada siklus II yaitu 84,37% mengalami peningkatan 78,12%. Hasil aspek afektif dengan 4 penilaian diantaranya disiplin, tanggung jawab, percaya diri, dan jujur. Pada siklus I sebesar 59,37% dan pada siklus II 90,62% mengalami peningkatan 31,25%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembeajaran mandiri dapat meningkatkan kemampuan menulis teks persuasi pada siswa kelas VIII di MTs Al-Fatah Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pendidik siswa dalam menulis permulaan di kelas 1C SDN 024 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh temuan bahwa Sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam menulis seperti menulis huruf konsonan, huruf vokal, ukuran huruf yang tidak konsisten, penulisan huruf hingga menjadi satu kata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan utama yakni guru kelas dan tiga siswa kelas 1C. Fokus penelitian diarahkan pada peran guru sebagai pendidik dalam proses pembelajaran menulis permulaan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik dalam kegiatan menulis permulaan melalui pemberian contoh, arahan, pendampingan, umpan balik, dan evaluasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar karena berperan dalam menunjang keberhasilan belajar pada berbagai mata pelajaran. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di kelas III-A SDN 009 Malinau Utara, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam kegiatan menulis, seperti tulisan yang kurang rapi, lambat dalam menyelesaikan tugas, kesulitan memegang pensil, serta kurang mampu menyusun kata dan kalimat dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan menulis dan menganalisis faktor internal yang menyebabkan kesulitan menulis pada siswa kelas III-A SDN 009 Malinau Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas serta beberapa siswa yang mengalami kesulitan menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesulitan menulis yang dialami siswa meliputi tulisan yang kurang rapi, ukuran huruf yang tidak konsisten, kesulitan memegang pensil dengan benar, lambat dalam menulis, serta cepat merasa lelah saat mengerjakan tugas menulis. Faktor internal yang menyebabkan kesulitan menulis terdiri atas kemampuan motorik halus yang belum berkembang secara optimal, rendahnya tingkat konsentrasi saat pembelajaran berlangsung, serta kesiapan fisik dan psikologis yang kurang memadai, seperti mudah lelah, kurang percaya diri, dan rendahnya motivasi belajar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ELSA ORAPLE, 2026 Penerapan Model KWL (Know, Want, Learned) untuk Meningkatkan Pembelajaran Menulis Karangan Narasi bagi Siswa Kelas VII di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Skripsi jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Dr. Asih Riyanti, M.Pd dan Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A.). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertjuan untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas VII SMP Frater Don Bosco Tarakan melalui penerapan model KWL (Know, Want, Learned). Subjek penelitian berjumlah 27 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi aktivitas guru, tes keterampilan menulis karangan narasi, serta penilaian proyek pengisian lembar kerja KWL. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa aktivitas siswa berada pada persentase 60% dengan kategori kurang baik, sedangkan aktivitas guru berada pada kategori sangat baik dengan skor 84. Keterampilan menulis karangan narasi siswa pada siklus I masih bervariasi, dengan ketuntasan belajar 40%. Selain itu, pada siklus II, setelah dilakukan perbaikan pembelajaran melalui bimbingan individual dan penguatan materi, aktivitas siswa meningkat menjadi 85,1% dengan kategori baik dan aktivitas guru meningkat dengan skor 93. Keterampilan menulis karangan narasi siswa mengalami peningkatan dengan ketuntasan belajar mencapai 100%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model KWL (Know, Want, Learned) efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi bagi siswa kelas VII di SMP Frater Don Bosco Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kartu suku kata dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan menulis di kelas I-B SD Negeri 031 Tarakan, serta mengetahui tingkat kelayakan dan kemenarikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Subjek penelitian ini aadalah 22 siswa kelas I-B SDN 031 Tarakan. Teknik pengumpulan data memnggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli media, ahli materi, serta angket kemenarikan siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa media kartu suku kata yang dikembangkan memperoleh presentase kelayakan sebesar 90% dari ahli media dan 90% dari ahli materi dengan kategori sangat layak. Selalin itu, hasil uji kemenarikan menunjukan presentase sebesar 98% dari siswa dan 100% dari guru dengan kategori sangat menarik. Dengan demikian, media kartu suku kata yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan dalam pembelajaran menulis siswa kelas I sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantukan gambar pada siswa kelas VII-C SMP Negeri 6 Tanjung Selor. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis teks deskripsi siswa pada tahap pra siklus. Hasil awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun struktur teks, menggunakan ciri kebahasaan, serta menerapkan ejaan dan tanda baca dengan tepat. Pada tahap pra siklus, persentase ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 46%, sedangkan 54% siswa lainnya belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu Siklus I dan Siklus II. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes keterampilan menulis, dan dokumentasi. Dalam proses pembelajaran, gambar destinasi wisata digunakan sebagai stimulus untuk membantu siswa mengembangkan ide dalam menulis teks deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis teks deskripsi siswa pada setiap siklus. Pada Siklus I, persentase ketuntasan belajar meningkat menjadi 51%, meskipun masih ditemukan beberapa kendala dalam penguasaan struktur teks dan penggunaan kaidah kebahasaan. Selanjutnya, pada Siklus II terjadi peningkatan yang signifikan dengan persentase ketuntasan mencapai 100%. Selain itu, kemampuan siswa dalam mengembangkan ide, menyusun struktur teks, menggunakan ciri kebahasaan, serta menerapkan ejaan dan tanda baca juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantukan gambar terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII-C SMP Negeri 6 Tanjung Selor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Marsi Rianti. 2026. Kemampuan Menulis Teks Deskrispi Menggunakan Media Audiovisual Pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 3 Tanjung Palas. Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan. (dibimbing oleh Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S., M.A. dan Muhammad Ilham, S.S., M.Pd). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis teks deskripsi menggunakan media audiovisual Si Bolang pada siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Tanjung Palas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2025 di SMP Negeri 3 Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan data hasil penelitian diperoleh dari tes kemampuan menulis siswa. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audiovisual Si Bolang untuk mengetahui kemampuan menulis teks deskripsi siswa dilihat dari nilai rata- rata kelas yaitu 63 yang menunjukkan bahwa siswa kelas VII B masih tergolong cukup. Lalu untuk persentasi pencapaian pada indikator pertama yaitu judul yang mencapai 70.58% dengan bobot B (66-79), indikator kedua yaitu kreativitas pengembangan tulisan dengan persentase 48.23% dan bobot D (40-55), indikator ketiga yaitu kelengkapan informasi dengan persentase 55.29% dan bobot D (40- 55), indikator keempat yaitu pemilihan kata dengan persentase 56.47% dan bobot C (56-65), dan indikator kelima yaitu penggunaan EYD dengan persentase 22.35% dan bobot di bawah E (30-39). Adapun hasil ketuntasan siswa diperoleh dengan persentase 52,94%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
AZIZAH NASRUN 2026. Meningkatkan Kemampuan Menulis Iklan Menggunakan Media Canva Siswa Kelas VIII.2 SMP Negeri 11 Tarakan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Siti Fathonah, M.Pd. Pembimbing Anggota Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S., M.A. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis teks iklan melalui pemanfaatan media Canva pada siswa kelas VIII.2 SMP Negeri 11 Tarakan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 30 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri atas dua pertemuan. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Instrumen penelitian meliputi penilaian aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik, serta lembar observasi aktivitas siswa dan guru. Hasil siklus I menunjukkan aktivitas siswa mencapai 46% dan aktivitas guru 86%. Ketuntasan aspek afektif diperoleh 8 siswa (27%), aspek kognitif 5 siswa (17%) dengan kategori kurang, serta aspek psikomotorik 4 siswa (13%), sehingga indikator keberhasilan belum tercapai. Perbaikan pembelajaran dilakukan pada siklus II. Hasilnya, aktivitas siswa meningkat menjadi 77% (kategori baik) dan aktivitas guru 88%. Ketuntasan aspek kognitif mencapai 26 siswa (87%), afektif 27 siswa (90%), dan psikomotorik 26 siswa (87%), masing-masing dalam kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media Canva efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks iklan siswa kelas VIII.2 SMP Negeri 11 Tarakan, yang ditandai dengan peningkatan signifikan hasil belajar dari siklus I ke siklus II.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII D MTs Negeri Tarakan melalui penerapan model demonstrasi dengan media lagu. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya keterampilan menulis puisi siswa yang disebabkan oleh kurangnya variasi model pembelajaran serta minimnya penggunaan media yang menarik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII D MTs Negeri Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes menulis puisi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model demonstrasi dengan media lagu dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa, baik dari segi pemilihan diksi, penggunaan majas, rima, maupun pengungkapan perasaan dan imajinasi. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata-rata keterampilan menulis puisi siswa pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model demonstrasi dengan media lagu efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas VIII D MTs Negeri Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis teks anekdot melalui model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) pada 36 siswa kelas X-1 MAN Tarakan. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK), kemampuan menulis siswa mengalami peningkatan signifikan di setiap tahapnya. Pada tahap pra-siklus, keterampilan menulis siswa tergolong rendah hingga sangat kurang, di mana hanya 2 siswa (5%) yang mencapai kategori "Sangat Baik". Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya pemahaman struktur teks dan metode pembelajaran yang masih konvensional. Memasuki siklus I, penerapan model ATI mulai menunjukkan perkembangan meskipun belum optimal, dengan tingkat ketuntasan sebesar 32% dan skor aktivitas siswa mencapai 48% atau kategori cukup. Kurangnya media konkret dan ketergantungan siswa pada kelompok menjadi kendala utama pada tahap ini. Pada siklus II, dilakukan perbaikan melalui penggunaan media komik yang lebih konkret serta pemberian tugas individu untuk meningkatkan kemandirian. Hasilnya, ketuntasan meningkat secara tajam menjadi 76% (26 siswa tuntas), melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Selain itu, aktivitas siswa juga meningkat ke kategori baik dengan skor 74%. Dapat disimpulkan bahwa implementasi model ATI efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks anekdot dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan menulis Bahasa Indonesia dengan mengimplementasikan metode pendekatan problem-based learning siswa kelas VII-3 SMPN 4 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 30 siswa sebagai subjeknya. Terdapat dua siklus di dalam penelitian ini, tiap siklus diuji dua kali. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Penilaian afektif, kognitif, psikomotorik, lembar observasi siswa dan guru termasuk instrumen penelitian. Berdasarkan pada penelitian siklus I lembar aktivitas siswa memperoleh hasil sebanyak 47%, lembar aktivitas guru sebanyak 79%, kemudian pada aspek afektif sejumlah 14 siswa yang tuntas dengan presentase sebanyak 47%, dan aspek kognitif ada 10 siswa yang mencapai ketuntasan dengan presentase 33% kategori kurang, aspek psikomotorik sejumlah 0 siswa tuntas dan 30 orang yang tidak tuntas dengan presentase 100%. Indikator kesuksesan yang ditentukan belum bisa dicapai oleh hasil penelitian yang didapat pada siklus I, maka peneliti melakukan perbaikan pada siklus II. Siklus II, lembar aktivitas siswa memperoleh hasil sebanyak 80% kategori baik, lembar aktivitas guru sebanyak 93%. Berdasarkan rubrik penilaian aspek kognitif 25 siswa tuntas dengan presentase 83% kategori sangat baik dan siswa yang tidak tuntas 5 siswa dengan presentase 17%, aspek afektif sejumlah 27 siswa tuntas dengan presentase 90% kategori sangat baik dan siswa tidak tuntas sejumlah 3 siswa dengan presentase 10%, kemudian aspek psikomotorik sejumlah 25 siswa tuntas dengan presentase 83% kategori sangat baik dan sejumlah 5 orang yang tidak tuntas dengan presentase 17%. Berdasarkan temuan analisis data, terjadi kenaikan pada keteramapilan menulis teks prosedur sesudah diimplementasikannya pendekatan problem-based learning pada siswa kelas VII-3 SMPN 4 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keterampilan menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, khususnya dalam menulis teks narasi. Namun, pada praktiknya, siswa masih mengalami berbagai kesulitan dalam menuangkan ide secara runtut dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan menulis teks narasi siswa kelas IV C SDN 017 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes menulis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis siswa terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu terampil, cukup terampil, dan kurang terampil. Siswa kategori terampil mampu mengembangkan isi dan struktur narasi dengan baik, sedangkan kategori cukup terampil masih memerlukan perbaikan dalam organisasi dan pilihan kata. Sementara itu, siswa kategori kurang terampil mengalami kesulitan pada hampir seluruh aspek penilaian. Temuan ini menunjukkan adanya variasi tingkat keterampilan menulis yang perlu ditindaklanjuti melalui strategi pembelajaran yang lebih efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dirancang untuk menguraikan hubungan antara minat baca dan kemampuan menulis kreatif pada siswa kelas VII saat mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 2 Tarakan. Dengan metode kuantitatif yang mengandalkan pendekatan korelasi, penelitian ini berlangsung di SMPN 2 Tarakan pada bulan Agustus 2025, tepat di semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025. Kelompok utama penelitian melibatkan seluruh siswa kelas VII di sekolah tersebut, yang mencapai 352 orang, tapi sampel akhir dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu 32 siswa dari kelas VII C. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner untuk mengukur minat membaca serta tes untuk menilai kemampuan menulis kreatif. Untuk memastikan kualitas instrumen, validitas diuji menggunakan korelasi Product Moment Pearson, sementara reliabilitas diperiksa melalui koefisien Alpha Cronbach, dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 30. Dalam analisis data, menerapkan teknik statistik deskriptif dan inferensial, di mana pengujian hipotesis dilakukan lewat uji korelasi Pearson pada tingkat signifikansi 5%. Hasil deskriptif mengungkapkan bahwa skor rata-rata minat membaca siswa mencapai 57,44, dan skor rata-rata kemampuan menulis kreatif adalah 69,31, keduanya termasuk dalam kategori sedang. Dari analisis inferensial, terlihat adanya korelasi sebesar 0,459 antara minat membaca dan kemampuan menulis kreatif dalam pelajaran Bahasa Indonesia, yang masuk ke tingkat korelasi sedang. Temuan ini menunjukkan hubungan yang signifikan, karena nilai \mathbit{r}_{\mathbit{hitung}} (0,459) lebih besar dibandingkan nilai \mathbit{r}_{\mathbit{tabel}} (0,349) untuk ukuran sampel 32 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, semakin kuat minat membaca siswa, maka semakin meningkat pula kemampuan mereka dalam menulis secara kreatif. Secara praktis, penelitian ini mengidentifikasi bahwa minat baca menyumbangkan pengaruh atau kontribusi yaitu sebesar 21,1%, terhadap peningkatan kemampuan menulis kreatif siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan keterampilan menulis permulaan merupakan kesulitan yang sering dialami oleh siswa Ketika mereka belajar menulis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan keterampilan menulis permulaan pada siswa kelas 1B SD Negeri 006 Tarakan serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya. Metode yang digunakan yaitu metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi awal, tes keterampilan menulis permulaan, wawancara dengan guru kelas, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kelas 1B dengan menggunkan teknik purposive sampling dengan kriteria berdasarkan indikator kesuliatn menulis, dan dipilih satu perwakilan siswa yang memenuhi indikator menulis dengan bantuan spin, yaitu berinisial NG, AF, BJ, SQ. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek NG mengalami kesulitan keterampilan menulis pada keempat indikator yaitu, tulisan tidak terbaca, penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, huruf hilang, dan jarak antar kata tidak sama atau tidak konsisten dengan faktor penyebab yaitu kemampuan motrik yang masih rendah, perilaku, motivasi dan minat belajar yang rendah. AF memenuhi tiga indikator yaitu penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, huruf hilang, dan jarak antar kata tidak sama atau tidak konsisten dengan faktor penyebab yaitu kemampuan memori yang lemah, kurangnya dampingan belajar dari orang tua. BJ memenuhi dua indikator yaitu penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, dan jarak antar kata tidak sama atau tidak konsisten dengan faktor penyebab yaitu lemahnya konsentrasi saat belajar. SQ memenuhi satu indikator yaitu penggunaan huruf kapial dan huruf kecil dengan faktor penyebab yaitu cenderung terburu-buru saat menulis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kreativitas menulis teks biografi siswa kelas X SMKN 4 Tarakan, yang disebabkan oleh dominasi model pembelajaran konvensional seperti ceramah dan penugasan tanpa bimbingan. Model pembelajaran yang monoton membuat siswa kurang termotivasi, sehingga hasil tulisan cenderung sederhana, tidak sistematis, dan minim orisinalitas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengkaji model pembelajaran Mind Mapping sebagai alternatif yang diyakini mampu merangsang daya imajinasi, meningkatkan motivasi, dan membantu siswa mengorganisasi ide secara runtutPopulasi penelitian berjumlah 120 siswa kelas X RPL dan TKJ, sedangkan sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu kelas X RPL 1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X RPL 2 sebagai kelompok kontrol, masing-masing terdiri dari 30 siswa. Instrumen penelitian berupa tes menulis teks biografi yang dinilai dengan rubrik mencakup aspek kelancaran ide, pemilihan diksi, kesesuaian struktur, dan orisinalitas. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji-t independen. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor pre-test kelompok eksperimen adalah 72,30 dan meningkat menjadi 86,63 pada post-test, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 71,90 menjadi 77,07. Uji independent sample t-test menghasilkan nilai t-hitung 2,987 lebih besar dari t-tabel 2,021 pada taraf signifikansi 0,05, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan Mind Mapping berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kreativitas menulis siswa. Dengan demikian, Mind Mapping terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran menulis teks biografi, karena tidak hanya membantu siswa menyusun ide secara lebih terstruktur, tetapi juga memfasilitasi perkembangan keterampilan berpikir kreatif. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi guru bahasa Indonesia dalam memilih model pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kualitas keterampilan menulis siswa di sekolah kejuruan maupun umum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
NOVI YUNITA APRILIA 2025. Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Puisi melalui Metode Field Trip Pada Siswa Kelas VII-4 SMP Negeri 11 Tarakan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Dr. Asih Riyanti, M.Pd. Anggota Pembimbing Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks puisi menggunakan metode pembelajaran field trip pada siswa kelas VII-4 SMP Negeri 11 Tarakan. Metode pembelajaran digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks puisi siswa. Penelitian yang digunakan merupakan penelitian tindakan kelas yang melibatkan satu kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-4 SMP Negeri 11 Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan untuk mengetahui keefektifan peningkatan keterampilan kemampuan menulis teks puisi dengan menggunakan metode field trip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode field trip dapat meningkatkan kemampuan menulis teks puisi pada siswa kelas VII-4 SMP Negeri 11 Tarakan. Hal tersebut terbukti dari peningkatann hasil belajar siswa. Penelitian yang dilaksanakan diperoleh hasil belajar siklus I pada kategori rendah dari 20 orang siswa, hanya 7 orang siswa (35%) yang mendapatkan nilai di atas KKM, sementara siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM atau tidak tuntas sebanyak 13 orang siswa (65%). Hasil belajar siswa pada siklus II dari 20 orang siswa, hanya 3 orang siswa (15%) yang mendapatkan nilai di bawah KKM atau tidak tuntas, dan siswa yang mendapatkan nilai KKM atau tuntas adalah 17 orang siswa (85%). Hasil analisis data menunjukkan penilaian mengalami peningkatan pada hasil belajar siswa pada siklus I yang masih kurang, pada siklus II siswa sudah mampu dan memahami dengan baik menulis teks puisi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masa remaja adalah proses terjadinya pencarian jati diri seseorang, pada masa itu interaksi sering dilakukan di lingkungan rumah maupun sekolah. Namun, di sekolah sering terjadi perbuatan bullying yang berupa tindakan kekerasan fisik mapun verbal. Akibatnya korban merasakan kecemasan yang akan berlanjut hingga masa dewasa sehingga menyebabkan penurunan terhadap kualitas hidup. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh dari metode Terapi Menulis Ekspresif Terhadap Kecemasan Korban Bullying di SMK Kesehatan Kaltara Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Experiment Design dengan jenis One-Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini berasal dari jurusal farmasi sebanyak 22 siswa dan jurusan keperawatan sebanyak 35 siswa total keseluruhan berjumlah 57 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 5 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan skala likert untuk mengukur kecemasan korban bullying. Teknik analisis data dalam hasil penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dan inferensial dengan uji wilcoxon, diperoleh asym sig sebesar 0.043 dengan taraf signifikansi (a) sebesar 5% (0,05). Sehingga dapat diartikan asym sig a atau 0.043 0,5 sehingga menunjukkan bahwa Ha diterima dengan hipotesis terdapat adanya pengaruh terapi menulis ekspresif untuk mengurangi kecemasan korban bullying di SMK Kesehatan Kaltara Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas IV SDIT AL-HUDA Sebatik yang berjumlah 25 siswa. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus dengan menggunakan desain PTK John Elliot melalui 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar berseri dapat meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa kelas IV SDIT AL-HUDA Sebatik. Peningkatan kemampuana menulis teks narasi siswa dapat terlihat dari meningkatnya proses pembelajaran yang ditunjukkan oleh siswa menjadi lebih aktif dalam mencari informasi dan mengemukakan pendapat untuk bekal menulis teks narasi siswa. Siswa dapat membuat teks narasi dengan baik. Siswa juga menjadi lebih berani membacakan hasil teks narasi di depan kelas. Sehingga tercipta pembelajaran yang aktif. Peningkatan pada siklus I, siswa yang mencapai kriteria sangat berkembang sebesar 28%, mulai berkembang 48% dan belum berkembang sebesar 24%, sedangkan pada siklus II siswa yang mencapai kriteria sangat berkembang sebesar 80%, mulai berkembang 20% dan tidak ada siswa yang masuk dalam kriteria belum berkembang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis permulaan siswa dengan media papan bergaris kelas II di SD Alam Binari Tarakan. Subjek penelitian adalah siswa kelas II di SD Alam Binari Tarakan yang berjumlah 6 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalan 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 pertemuan. Pada penelitian ini memperoleh sejumlah data, yaitu lembar observasi aktivitas belajar siswa dan mengajar guru, hasil tes siswa pada aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik. Meningkatkanya keterampilan menulis siswa ini dapat dilihat dari hasil rata- rata siswa yang diperoleh setiap siklus dengan indikator kerberhasilah yaitu >70. Pada siklus 1, rata- rata hasil pengamatan aktivitas belajar siswa sebesar 62. Rata- rata hasil pengamatan aktivitas mengajar guru sebesar 49. Rata- rata hasil tes aspek afektif sebesar 62. Rata- rata hasil tes aspek psikomotorik sebesar 74. Rata- rata hasil tes aspek kognitif sebesar 80. Selanjutnya pada siklus 2, rata- rata hasil pengamatan aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 88. Rata- rata hasil pengamatan aktivitas mengajar guru meningkat menjadi 92. Rata- rata hasil tes aspek afektif meningkat menjadi 90. Rata- rata hasil tes aspek psikomotorik meningkat menjadi 96. Rata- rata hasil tes aspek kognitif meningkat menjadi 90. Bedasarkan rata-rata hasil pengamatan dan tes yang telah mencapai indikator, sehinggaa penelitian ini dapat dikatakan berhasil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk menigkatkan kemampuan menulis teks anekdot menggunakan media komik strip berbasis digital pada siswa kelas X Listrik I SMK Negeri 2 Tarakan. Model pembelajaran digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dengan memanfaatkan media digital sebagai penunjang dalam memaksimalkan penggunaan serta pengaplikasian pembelajaran yang maksimal. Penelitian yang digunakan merupakan penelitian tindak kelas yang melibatkan satu kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Listrik I. Hasil penelitian ini menunjukan untuk mengetahui keefektifan peningkatan kemampuan menulis teks anekdot dengan mengunakan media digital. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan media komik strip dapat meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X Listrik I SMK Negeri 2 Tarakan. Hal tersebut terbukti dari peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian yang dilaksanakn diperolah hasil belajar siklus I pada ketegori rendah dari 29 orang siswa, hanya 7 orang siswa (24,14%) yang mendapatkan nilai di atas KKM, sementara siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM atau tidak tuntas sebanyak 22 orang siswa (75,86%). Hasil belajar siswa pada siklus II dari 29 orang siswa, hanya 3 orang siswa (10,35%) yang mendapatkan nilai di bawah KKM atau tidak tuntas, dan siswa yang mendapatkan nilai KKM atau tuntas adalah 26 orang siswa (89,66%). Hasil analisis menunjukan penilaian mengalami peningkatan pada sikap siswa selama proses pembelajaran sesuai dengan hasil observasi siswa pada siklus I yang masih kurang, pada siklus II siswa sudah mampu dan memahami dengan baik menulis teks anekdot.