ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ELSA ORAPLE, 2026 Penerapan Model KWL (Know, Want, Learned) untuk Meningkatkan Pembelajaran Menulis Karangan Narasi bagi Siswa Kelas VII di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Skripsi jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Dr. Asih Riyanti, M.Pd dan Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A.). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertjuan untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas VII SMP Frater Don Bosco Tarakan melalui penerapan model KWL (Know, Want, Learned). Subjek penelitian berjumlah 27 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi aktivitas guru, tes keterampilan menulis karangan narasi, serta penilaian proyek pengisian lembar kerja KWL. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa aktivitas siswa berada pada persentase 60% dengan kategori kurang baik, sedangkan aktivitas guru berada pada kategori sangat baik dengan skor 84. Keterampilan menulis karangan narasi siswa pada siklus I masih bervariasi, dengan ketuntasan belajar 40%. Selain itu, pada siklus II, setelah dilakukan perbaikan pembelajaran melalui bimbingan individual dan penguatan materi, aktivitas siswa meningkat menjadi 85,1% dengan kategori baik dan aktivitas guru meningkat dengan skor 93. Keterampilan menulis karangan narasi siswa mengalami peningkatan dengan ketuntasan belajar mencapai 100%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model KWL (Know, Want, Learned) efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi bagi siswa kelas VII di SMP Frater Don Bosco Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan menulis dengan penggunaan huruf kapital dan tanda baca yang tepat sangat penting dalam menghasilkan tulisan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada karangan narasi siswa kelas V-A di SD Negeri Utama 2 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis karangan narasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, terdapat lima subjek yang mewakili lima kategori penilaian kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Kesalahan dengan persentase tertinggi pada aspek huruf kapital adalah kesalahan penggunaan huruf kapital pada kata pertama awal kalimat, yaitu sebesar 48,78%. Pada aspek tanda baca titik, kesalahan terbesar ditemukan pada penghilangan tanda titik di akhir kalimat pernyataan. Sementara itu, pada aspek tanda baca koma, kesalahan tertinggi terjadi pada kesalahan penggunaan tanda baca koma untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat, dengan persentase sebesar 44,68%. Kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor kompetensi berkaitan dengan rendahnya pemahaman siswa terhadap kaidah penggunaan huruf kapital dan tanda baca, sedangkan faktor performansi disebabkan oleh keterbatasan dalam mengingat, seperti lupa atau tergesa-gesa saat menulis. Selain itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa guru lebih berfokus pada isi dan keterbacaan tulisan siswa sehingga aspek kebahasaan kurang diperhatikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan berbahasa pada karangan narasi ekspositoris siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang menekankan pada deskripsi, maka penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskripsi kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa karangan narasi ekspositoris siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 1 Tarakan yang diperoleh menggunakan teknik wawancara, teknik dokumentasi, teknik membaca dan teknik catat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesalahan berbahasa pada karangan narasi ekspositoris siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 1 Tarakan yang ditemukan sebanyak 217 kasus kesalahan berbahasa, diantaranya: (1) kesalahan penulisan huruf kapital berjumlah 155 kasus kesalahan, (2) kesalahan penulisan ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya berjumlah 2 kasus kesalahan, (3) kesalahan penulisan preposisi di, ke, dan dari berjumlah 13 kasus kesalahan, (4) kesalahan penulisan partikel pun berjumlah 7 kasus kesalahan, (5) kesalahan penulisan lambang bilangan berjumlah 6 kasus kesalahan, (6) kesalahan penulisan tanda baca berjumlah 5 kasus kesalahan, (7) kesalahan penulisan tanda hubung berjumlah 8 kasus kesalahan, (8) kesalahan penulisan kata (kurang huruf dan kelebihan huruf) berjumlah 6 kasus kesalahan, (9) kesalahan penyingkatan kata berjumlah 13 kasus kesalahan, dan (10) kesalahan semantik penggunaan kata pukul dan jam berjumlah 2 kasus kesalahan. Secara keseluruhan kesalahan berbahasa pada karangan siswa kelas VIII-2 adalah kesalahan ejaan. The research goal was to find language errors in the expository, narrative essays of class VIII-2 students at SMP Negeri 1 Tarakan. This research employed qualitative research emphasising description, which was included in the type of qualitative descriptive research. The data in this research were expository, narrative essays from class VIII-2 students obtained using interviews, documentation, reading, and note-taking techniques. The results of this research showed that there were 217 cases of language errors in the expository narrative essays of students in class VIII- 2, including (1) 155 errors in writing capital letters, (2) 2 errors in writing capital letters, -, kau-, -ku, -mu, and -nya, (3) 13 errors in writing prepositions di, ke, and dari, (4) 7 errors in writing particles-pun, (5) 6 errors in writing number symbols, (6) 5 errors in writing punctuation, (7) 8 errors in writing hyphens, (8) 6 errors in writing words (fewer letters and excess letters), (9) 13-word abbreviation errors, and (10) 2 semantic errors in using the words o'clock and clock. The language errors in III-2 students' essays were spelling errors.