BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar yang valid digunakan untuk siswa kelas VII di SMPN 8 Tarakan pada materi bilangan bulat, sub topik jenis-jenis bilangan bulat. Jenis penelitian ini adalah pengembangan modul ajar untuk kelas VII SMPN 8 Tarakan, dengan model 4-D (four-D) yang memakai 3 tahapan saja, karena keterbatasan waktu, yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), dan tahap pengembangan (develop). Tahap pendefinisian dilakukan analisis konsep dan pemilihan tujuan pembelajaran yang akan digunakan dalam pengembangan modul ajar, yaitu materi bilangan bulat, sub topik jenis-jenis bilangan bulat, dengan tujuan pembelajaran mengurutkan dan membandingkan bilangan bulat positif dan negatif. Pada tahap perancangan, modul ajar disusun berdasarkan urutan komponen-komponen yang sudah ditentukan, yaitu informasi umum, komponen inti, serta lampiran. Tahap pengembangan dilakukan penilaian modul ajar oleh 3 orang ahli modul ajar yang menilai dalam aspek kualitas isi dan tujuan pembelajaran, kualitas instruksional, dan kualitas teknis, dan diperoleh rata-rata persentase sebesar 85,02% yang menunjukkan pada kategori sangat valid. Selanjutnya, dilakukan uji coba kelompok kecil kepada 8 siswa dan berdasarkan analisis angket respon guru mendapatkan rata-rata persentase sebesar 93,75% dengan kategori sangat baik, serta analisis angket respon siswa diperoleh rata-rata persentase sebesar 84% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, modul ajar yang dikembangkan pada penelitian ini valid digunakan oleh guru dalam pembelajaran di kelas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar yang valid digunakan untuk siswa kelas VII di SMPN 8 Tarakan pada materi bilangan bulat, sub topik jenis-jenis bilangan bulat. Jenis penelitian ini adalah pengembangan modul ajar untuk kelas VII SMPN 8 Tarakan, dengan model 4-D (four-D) yang memakai 3 tahapan saja, karena keterbatasan waktu, yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), dan tahap pengembangan (develop). Tahap pendefinisian dilakukan analisis konsep dan pemilihan tujuan pembelajaran yang akan digunakan dalam pengembangan modul ajar, yaitu materi bilangan bulat, sub topik jenis-jenis bilangan bulat, dengan tujuan pembelajaran mengurutkan dan membandingkan bilangan bulat positif dan negatif. Pada tahap perancangan, modul ajar disusun berdasarkan urutan komponen-komponen yang sudah ditentukan, yaitu informasi umum, komponen inti, serta lampiran. Tahap pengembangan dilakukan penilaian modul ajar oleh 3 orang ahli modul ajar yang menilai dalam aspek kualitas isi dan tujuan pembelajaran, kualitas instruksional, dan kualitas teknis, dan diperoleh rata-rata persentase sebesar 85,02% yang menunjukkan pada kategori sangat valid. Selanjutnya, dilakukan uji coba kelompok kecil kepada 8 siswa dan berdasarkan analisis angket respon guru mendapatkan rata-rata persentase sebesar 93,75% dengan kategori sangat baik, serta analisis angket respon siswa diperoleh rata-rata persentase sebesar 84% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, modul ajar yang dikembangkan pada penelitian ini valid digunakan oleh guru dalam pembelajaran di kelas.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa game edukasi berbasis multimedia interaktif yang ditinjau dari validitas media, materi, dan praktisi serta mengetahui ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran game edukasi berbasis multimedia interaktif. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur penelitian dan pengembangan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu, Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penilaian kelayakan media pembelajaran multimedia interaktif terdiri dari ahli media, ahli materi, dan ahli praktisi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 86%, ahli materi 90%, ahli praktisi 92% dari uji coba terbatas 89,2%. Hasil validasi ahli media, materi dan praktisi menunjukkan bahwa media game edukasi berbasis multimedia interaktif sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran game edukasi berbasis multimedia interaktif berada pada kategori sangat tertarik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa game edukasi berbasis multimedia interaktif yang ditinjau dari validitas media, materi, dan praktisi serta mengetahui ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran game edukasi berbasis multimedia interaktif. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur penelitian dan pengembangan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu, Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penilaian kelayakan media pembelajaran multimedia interaktif terdiri dari ahli media, ahli materi, dan ahli praktisi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 86%, ahli materi 90%, ahli praktisi 92% dari uji coba terbatas 89,2%. Hasil validasi ahli media, materi dan praktisi menunjukkan bahwa media game edukasi berbasis multimedia interaktif sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran game edukasi berbasis multimedia interaktif berada pada kategori sangat tertarik.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait adanya kasus pengrusakan hutan lindung yang di lakukan oleh PT Prima Makmur Batam. Pertama, Bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana kehutanan dalam putusan perkara pidana Nomor 51/Pid.Sus/2022/PT PBR. Kedua,Ratio Legis Putusan Perkara Nomor 51/Pid.Sus/2022/PT PBR tentang pidana korporasi oleh PT Prima Makmur Batam. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan mengkaji sumber bahan hukum primer, sekunder, dan tersier serta dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Didalam penelitian ini penulis menganalisis adanya unsur yang menjadi dasar pertanggungjawaban pidana yang harus dipenuhi oleh perusahaan tersebut yakni unsur subjektif, terkait memberi perintah melakukan perbuatan yang telah melampaui kriteria perusakan lingkungan hutan yang di lindungi yaitu Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Selain itu adanya unsur objektif yang dimana hal tersebut mencerminkan sikap suatu korporasi (perusahaan) yang tidak bertanggungjawab, yang jelas sangat memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pertimbangan hakim terhadap PT. Prima Makmur Batam dan menggambarkan bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi dalam konteks tindak pidana kehutanan, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pemikiran hukum dan praktik hukum Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait adanya kasus pengrusakan hutan lindung yang di lakukan oleh PT Prima Makmur Batam. Pertama, Bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana kehutanan dalam putusan perkara pidana Nomor 51/Pid.Sus/2022/PT PBR. Kedua,Ratio Legis Putusan Perkara Nomor 51/Pid.Sus/2022/PT PBR tentang pidana korporasi oleh PT Prima Makmur Batam. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan mengkaji sumber bahan hukum primer, sekunder, dan tersier serta dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Didalam penelitian ini penulis menganalisis adanya unsur yang menjadi dasar pertanggungjawaban pidana yang harus dipenuhi oleh perusahaan tersebut yakni unsur subjektif, terkait memberi perintah melakukan perbuatan yang telah melampaui kriteria perusakan lingkungan hutan yang di lindungi yaitu Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Selain itu adanya unsur objektif yang dimana hal tersebut mencerminkan sikap suatu korporasi (perusahaan) yang tidak bertanggungjawab, yang jelas sangat memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pertimbangan hakim terhadap PT. Prima Makmur Batam dan menggambarkan bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi dalam konteks tindak pidana kehutanan, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pemikiran hukum dan praktik hukum Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan model pembelajaran Examples Non Examples dalam keterampilan menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu yang memiliki kelas kontrol, dengan desain penelitian pretest-posstets control group design, populasi dalam penelitian ini yakni seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tarakan dengan jumlah 224 siswa. Pengambilan sample pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik sample random sampling yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VII F sebagai kelas eksperimen dan VII G sebagai kelas kontrol pemilihan kelas tersebut dilakukan dengan cara undian, dalam melakukan pengelolaan data penelitian menggunakan bantuan software SPSS versi 16.0 for windows. Berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil analisis statistik infrensial menggunakan uji independent samples t-test diperoleh thitung 5,983 pada taraf signifikan a=0,05 dan df= 58 diperoleh nilai ttabel 1,671 maka thitung ≥ ttabel (5,983≥ 1,671) artinya Ho ditolak dan Ha diterima sehingga penggunaan model pembelajaran Examples Non Examples efektif dalam keterampilan menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tarakan. Model pembelajaran Examples Non Examples sangat efektif dalam proses belajar mengajar hal tersebut dikarenakan model pembelajaran ini melatih cara berpikir siswa untuk dapat menemukan solusi dari materi yang di sajikan oleh peneliti dengan menggunakan gambar sebagai media, berbeda dengan siswa yang belajar menggunakan metode pembelajaran konvensional. Proses belajar mengajar pada kelas eksperimen lebih berpusat pada siswa, di mana siswa didorong lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan guru hanya sebagai fasilitator. Pada kelas kontrol kegiatan belajar mengajar berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar.