Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Penulis: NUR AZIRAH
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Penerapan Intervensi Kombinasi Relaksasi Benson dan Genggam Jari dalam Menurunkan Intensitas Nyeri pada Pasien Dispepsia diruang Instalasi Gawat Darurat (IGD)

2026•

Dispepsia merupakan gangguan pada saluran pencernaan bagian atas yang sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ditandai dengan nyeri pada daerah epigastrium (ulu hati). Nyeri yang dialami pasien dapat mengganggu kenyamanan sehingga diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis sebagai terapi pendamping selain terapi farmakologis. Kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari merupakan intervensi yang memberikan efek relaksasi sehingga membantu menurunkan intensitas nyeri. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan intervensi kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien dispepsia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penulisan ini menggunakan metode studi kasus pada dua pasien dengan diagnosis medis dispepsia yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut di ruang IGD. Intervensi diberikan selama ±20 menit dengan pengukuran intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri pada kedua pasien, yaitu pada Nn. A dari skala 5 menjadi 3 dan pada Nn. V dari skala 4 menjadi 2. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien dispepsia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Intervensi Kombinasi Relaksasi Benson dan Genggam Jari dalam Menurunkan Intensitas Nyeri pada Pasien Dispepsia diruang Instalasi Gawat Darurat (IGD)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dispepsia merupakan gangguan pada saluran pencernaan bagian atas yang sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ditandai dengan nyeri pada daerah epigastrium (ulu hati). Nyeri yang dialami pasien dapat mengganggu kenyamanan sehingga diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis sebagai terapi pendamping selain terapi farmakologis. Kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari merupakan intervensi yang memberikan efek relaksasi sehingga membantu menurunkan intensitas nyeri. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan intervensi kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien dispepsia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penulisan ini menggunakan metode studi kasus pada dua pasien dengan diagnosis medis dispepsia yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut di ruang IGD. Intervensi diberikan selama ±20 menit dengan pengukuran intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri pada kedua pasien, yaitu pada Nn. A dari skala 5 menjadi 3 dan pada Nn. V dari skala 4 menjadi 2. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien dispepsia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Speech Delay pada Balita di Kota Tarakan

2024•Koleksi Perpustakaan

Keterlambatan bicara merupakan masalah perkembangan yang paling umum terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun, merupakan suatu kondisi dimana kemampuan komunikasi anak tidak sesuai dengan tugas perkembangan usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian speech delay pada balita di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan desain Case Control. Variabel penelitian ini terdiri dari pengetahuan ibu, sikap ibu, dan stimulasi ibu, dan serta kejadian speech delay. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita (usia 1-5 tahun) yang berdomisili di Kota Tarakan, dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden yang dipilih menggunakan teknik Total Sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu (p-value=0,018), sikap ibu (p-value=0,008), dan stimulasi ibu (p-value=0,001) dengan kejadian speech delay pada balita di Kota Tarakan(p0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, dan stimulasi ibu dengan kejadian speech delay pada balita di Kota Tarakan, dan yang paling kuat hubungannya adalah stimulasi ibu. Oleh karena itu, untuk mendukung perkembangan bicara anak agar sesuai dengan tahapan usianya maka stimulasi yang berkelanjutan dan sesuai dengan usia anak sangat penting untuk diberikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Speech Delay pada Balita di Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keterlambatan bicara merupakan masalah perkembangan yang paling umum terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun, merupakan suatu kondisi dimana kemampuan komunikasi anak tidak sesuai dengan tugas perkembangan usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian speech delay pada balita di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan desain Case Control. Variabel penelitian ini terdiri dari pengetahuan ibu, sikap ibu, dan stimulasi ibu, dan serta kejadian speech delay. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita (usia 1-5 tahun) yang berdomisili di Kota Tarakan, dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden yang dipilih menggunakan teknik Total Sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu (p-value=0,018), sikap ibu (p-value=0,008), dan stimulasi ibu (p-value=0,001) dengan kejadian speech delay pada balita di Kota Tarakan(p0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, dan stimulasi ibu dengan kejadian speech delay pada balita di Kota Tarakan, dan yang paling kuat hubungannya adalah stimulasi ibu. Oleh karena itu, untuk mendukung perkembangan bicara anak agar sesuai dengan tahapan usianya maka stimulasi yang berkelanjutan dan sesuai dengan usia anak sangat penting untuk diberikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail