ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus tipe 2 masih menjadi salah satu masalah kesehatan global karena sifatnya yang kronis, progresif, dan berpotensi menyebabkan komplikasi multisistem apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu penetapan diagnosis diabetes mellitus didasarkan pada pengukuran kadar gula HbA1c lebih dari 6,5%. Pemeriksaan HbA1c sangat penting karena kadar HbA1c yang tinggi menandakan adanya hiperglikemia kronis yang dapat merusak pembuluh darah besar dan kecil dalam tubuh. Selain HbA1c yang tinggi, pasien dengan DMT2 sering mengalami trigliserida diabetik. Tingginya kadar trigliserida yang tidak ditangani dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius dan progresif.dan dapat menyebabkan aterosklerosis. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi gambaran kadar glikemik (HbA1c) dan trigliserida pada pasien diabetes melitus tipe 2 tahun 2024-2025. Metode pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian itu yaitu total sampling dengan total sampel 47 responden. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa responden Sebagian besar berusia lansia awal yaitu sebanyak 15 orang (31,9%) dengan mayoritas responden perempuan sebanyak 26 orang (55,3%). Kadar glikemik responden sebanyak 47 orang (100%) mengalami diabetes. Sedangkan kadar trigliserida responden mayoritas masih dalam kategori normal yaitu 20 orang (42,6%). Penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki kadar HbA1c yang tinggi, sedangkan sebagian besar pasien masih memiliki kadar trigliserida dalam rentang normal. Perawat diharapkan dapat meningkatkan edukasi kesehatan serta melakukan pemantauan kadar HbA1c dan trigliserida secara berkala pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebagai upaya mencegah terjadinya komplikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Tujuan studi kasus ini adalah untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek dalam studi kasus ini adalah dua pasien dengan diagnosis medis Diabetes Melitus Tipe 2. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa masalah keperawatan yang muncul pada kedua pasien meliputi ketidakstabilan kadar glukosa darah, intoleransi aktivitas, nyeri akut, pola napas tidak efektif, dan gangguan eliminasi urin. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa pemantauan kadar glukosa darah, manajemen nutrisi, manajemen energi, manajemen nyeri, dukungan eliminasi urin, pencegahan infeksi, edukasi kesehatan, serta kolaborasi dalam pemberian terapi medis. Setelah dilakukan tindakan keperawatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya keluhan, meningkatnya toleransi aktivitas, membaiknya pola eliminasi, dan kadar glukosa darah yang lebih terkontrol. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang komprehensif, sistematis, dan berkesinambungan dapat membantu meningkatkan status kesehatan pasien Diabetes Melitus Tipe 2 serta mendukung pencegahan komplikasi lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat resistensi insulin dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius apabila tidak dikelola dengan baik. Laporan ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diagnosis medis Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI. Diagnosis keperawatan yang ditemukan mencakup ketidakstabilan kadar glukosa darah pada kedua pasien; serta perfusi perifer tidak efektif, risiko infeksi, gangguan integritas kulit, gangguan mobilitas fisik, dan gangguan pola tidur pada pasien pertama; serta nyeri akut, gangguan eliminasi urin, dan konstipasi pada pasien kedua. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen hiperglikemia, perawatan sirkulasi, pencegahan infeksi, dukungan mobilisasi, manajemen nyeri, dan manajemen eliminasi. Hasil evaluasi menunjukkan perkembangan kondisi yang membaik secara bertahap, ditandai dengan penurunan kadar glukosa darah sewaktu pasien pertama dari 289 mg/dL menjadi 182 mg/dL dalam tiga hari perawatan, serta penurunan skala nyeri pasien kedua dari skala 4 menjadi 3. Meskipun seluruh diagnosis belum teratasi sepenuhnya, hal ini disebabkan Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan penatalaksanaan jangka panjang. Laporan ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam melakukan deteksi dini, memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga, serta menerapkan intervensi keperawatan berbasis standar untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) secara global maupun nasional masih menjadi tantangan besar dalam pengendalian kadar glukosa darah. Ketidakstabilan kadar gula darah yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius, baik akut maupun kronis. Pendekatan non-farmakologis menjadi alternatif yang penting, seperti senam kaki diabetes dan rendam kaki air hangat. Tujuan dari karya ilmiah ini yaitu untuk menerapkan serta mengevaluasi terapi kombinasi senam kaki diabetes dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien dewasa dengan DMT2. Metode yang digunakan adalah case report dengan pendekatan asuhan keperawatan terhadap dua pasien dengan DMT2. Kombinasi terapi senam kaki diabetes dan rendam kaki air hangat dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan pemantauan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil dari karya ilmiah ini berupa penurunan kadar glukosa darah sewaktu setelah dilakukan terapi kombinasi senam kaki diabetes dan rendam kaki air hangat selama tiga hari dengan 1 sesi setiap harinya. Pasien pertama yang tetap mengonsumsi obat diabetes rutin menunjukkan penurunan sebesar 112 mg/dL, kemudian pada pasien kedua yang tidak mengonsumsi obat untuk diabetes menunjukkan penurunan sebesar 103 mg/dL. Hal ini menunjukkan bahwa terapi kombinasi ini dapat menurunkan kadar glukosa darah. Kesimpulan dari karya ilmiah ini senam kaki diabetes dan rendam kaki air hangat dapat dijadikan sebagai terapi non-farmakologis yang dapat menurunkan kadar glukosa darah pada pasien dengan DMT2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik, melibatkan peningkatan kadar glukosa darah yang tidak tepat. Gangguan ini menyebabkan penurunan transpot glukosa ke sel-sel, akibatnya sel kekurangan makanan dan simpanan karbohidrat, lemak, protein, sehingga pada penderita Diabetes Melitus melitus tipe 2 beresiko mengalami kekurangan nutrisi dari kebutuhan. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan secara komprehensif pada Tn. S dan Ny. W dengan diagnosis medik Diabetes Melitus tipe 2 diruang perawatan Anggrek A di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode pengambilan data yaitu dengan wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Instrumen pengumpulan data menggunakan format asuhan keperawatan medikal bedah sesuai ketentuan yang berlaku di prodi DIII Keperawatan Universitas Borneo Tarakan. Data hasil yang didapatkan yaitu: pada Tn. S mengeluh nyeri pada kaki kanan disertai dengan bengkak pada telapak kaki kanan, nyeri seperti ditusuk-tusuk, nyeri pada saat bergerak. Pada Ny. W mengeluh nyeri pada lutut kaki kiri, nyeri seperti ditusuk-tusuk, nyeri pada saat bergerak. Pemecahan masalah yang dilakukan Tn. S dan Ny. W didapatkan dari pelaksanaan tindakan keperawatan pada Tn. S dan Ny. W yang telah dilakukan dengan baik berdasarkan rencana yang telah disusun. Pada tahap evaluasi ditemukan dari lima diagnosa keperawatan masing masing pada Tn. S dinyatakan 2 teratasi dan 3 tidak teratasi dikarenakan klien masih mengeluh nyeri, terdapat bengkak pada telapak kaki kanan klien dan akan dilanjutkan dengan operasi depridement. Pada Ny. W dinyatakan 5 diagnosa keperawatan teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolic yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Diabetes melitus tipe II merupakan diabetes yang disebabkan kenaikan gula darah karena penurunan sekresi insulin yang rendah oleh kelenjar pancreas Terapi yang banyak dilakukan pada pasien diabetes tipe II ini yaitu menggunakan terapi insulin. Insulin merupakan obat yang aman dan efektif dalam menjaga kadar glukosa darah dalam ambang normal. Jumlah pasien DM tipe 2 yang menggunakan insulin sebanyak 58 orang. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan insulin pada pasien DM Tipe 2 dengan menggunakan metode penelitian cross sectional study . Pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Incidental dengan jumlah sampel sebanyak 51 orang. Hasil analisis dari Chi square test didapatkan tetap nilai sig sebesar 0.000 (P 0.05) sehingga dikatakan ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan insulin pada pasien DM Tipe 2 . Kesimpulan pada penelitian ini yaitu pengetahuan responden tentang penggunaan insulin berhubungan dengan kepatuhan dalam penggunaan insulin. Saran bagi Perawat dapat lebih memperhatikan asuhan keperawatan pada pasien dalam penanganan pasien diabetes melitus tipe 2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. R DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANGAN CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN ABSTRAK Diabetes Melitus atau sering disebut dengan kencing manis adalah suatu penyakit kronik yang terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin (resistensi insulin). Penyakit DM di indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan. Komplikasi diabetes melitus yang sering dijumpai yaitu seperti kardiovaskular, penyakit arteri koroner, serebrovakular, hipertensi dan penyakit vaskuler perifer. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan pengalaman nyata tentang asuhan keperawatan pada Ny. R dengan diabetes melitus tipe 2 dengan menggunakan proses keperawatan secara holistik dan komprehensif di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 22 Maret 2021 sampai dengan 24 Maret 2021. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis mengguakan studi kasus pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Hasil pengkajian dari Ny. R terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan mobilitas fisik, gangguan integritas jaringan, gangguan pola tidur dan defisit perawatan diri Kesimpulan penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus mulai dari pengkajian dan diagnosis keperawatan. Evaluasi hasil yang didapatkan terdapat tiga diagnosis yang teratasi. NURSING CARE ON Mrs. R WITH TYPE 2 DIABETES MELILITUS IN THE CEMARA ROOM OF TARAKAN PUBLIC HOSPITAL Absract Diabtes mellitus or commonly known as just diabetes is a chronic disease that occurs when the body cannot produce enough insulin or cannot use insulin (insulin resistance). Diabetes mellitus is increasing every year. Complications of diabetes mellitus that are often encountered are cardiovascular disease, hypertension an peripheral vascular disease. The general purpose of this final project report was to get real experience about nursing care for Ny.R With type 2 diabetes mellitus using the holistic and coprehensive process in Cemara Room of Tarakan Public Hospital from March 22,2021 to March 24,2021.In conducting the final project report, the researcher used an approach study in nursing with assesment stages, nursing diagnosis, nursing intervention ,intervention,implementation and evaluation. There were diagnoses from Mrs. R assessment which include intstability of blood glucose levels, impaired physical mobility, tissue intergrity disordes, sleep pattern disturbances and self - care deficits,the researcher found gap which exist in theory but no in cases starting from assessment to diagnosis of nursing. There were three diagnoses resolved from evaluation result.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut, relatif dari kerja atau sekresi insulin. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi pada semua organ tubuh antara lain gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke, luka sulit sembuh dan membusuk/gangren.Tingginya angka kejadian Diabetes Melitus di Indonesia menyebabkan, terjadinya tinggi komplikasi luka diabetikum sehingga menjadi latar belakang penulis untuk mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe 2 dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Tn. A dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Hasil yang di dapatkan tujuh diagnosakeperawatan yang ditegakkan pada kasus Tn. A adalah ketidakseimbangan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas kulit, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur, ketidak patuhan, dan defisit perawatan diri. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian, diagnosis, perencanaan disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan enam diagnosis keperawatan teratasi dan satu diagnosis keperawatan yang belum teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN. ABSTRAK Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan alasan hiperglikemia terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Diabetes melitus dapat disebabkan oleh etiologi multifaktorial. Diabetes melitus biasanya disebabkan oleh gangguan sekresi insulin, dan gangguan kerja insulin yang dapat menyebabkan penyakit metabolic yang berlangsung kronik progresif yang ditandai adanya hiperglikemia.. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Diabetes Melitus tipe 2 dalam penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara komprehensif dan holistik. Subjek penelitian adalah Tn. A dengan Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 15 April 2021 sampai dengan 16 April 2021. Hasil yang didapatkan terdapat 6 diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada Tn. A yaitu Ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur dan ketidakpatuhan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat pada teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi yang harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan tiga diagnosis yang teratasi, dua diagnosis teratasi sebagian dan satu diagnosis belum teratasi. Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Diabetes Melitus tipe 2, Studi Kasus
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena kegagalan pankreas menghasilkan hormon insulin (hormon pengatur gula darah), atau kondisi dimana tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya secara baik. akibat penyakit tidak menular. Pravelensi Diabetes Melitus di Indonesia pada penduduk usia diatas 15 tahun adalah sekitar 8,5%. Kejadian Diabetes Melitus tertinggi adalah di DKI Jakarta dengan persentase 3,4% dari 10.5 juta jiwa atau sekitar 250 ribu penduduk di DKI menderita Diabetes Melitus (Riskesdas, 2018). Tujuan penulis adalah membandingkan antara teori dan kasus, mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat dalam melaksanakan proses keperawatan dan cara pemecahan masalah diagnosis pada Ny. C, dari hasil penelitian studi kasus tersebut penulis menemukan 4 diagnosis keperawatan yaitu: ketidakstabilan kadar glukosa darah, resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, gangguan mobilitas fisik, gangguan integritas jaringan. Kesimpulan: penulis menemukan terdapat beberapa kesenjangan antara diagnosis yang terdapat pada teori tapi tidak pada kasus yaitu: resiko kekurangan volume cairan, keletihan, ketidakberdayaan, deficit pengetahuan. Dalam penulisan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, kepustakaan subjek adalah klien dengan pengambilan intervensi berdasarkan OTEK (Observasi, Terapeutik, Edukasi, dan Kolaboratif). Diharapkan tersedianya fasilitas dari institusi yang menunjang pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Diabetes Melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Komplikasi dari Diabetes dapat diklasifikasikan sebagai mikrovaskuler dan makrovaskuler. Penyebab utama penyakit ini dikarenakan oleh pola hidup yang mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori, rendah serat dan jarang olahraga. Menurut International Diabetes Federation (IDF), di dunia lebih dari 382 juta orang menderita penyakit DM. Sedangkan menurut (WHO), Indonesia menempati urutan keempat jumlah penderita diabetes terbesar di Dunia dengan prevalensi 8,2 juta penderita. Bahkan diperkirakan akan terus meningkat sekitar 600 juta jiwa pada tahun 2035. Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan Laporan Tugas ini penulis mendapat gambaran nyata dalam menerapkan Asuhan Keperawatan pada klien dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Subjek laporan ini adalah Tn. A dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Perawatan Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 12-14 April 2021. Pada saat melakukan asuhan keperawatan penulis menemukan kesenjangan antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian aktivitas/istirahat, sirkulasi, eliminasi, nyeri/kenyamanan dan pernapasan. Untuk masalah keperawatan Tn. A Ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan mobilitas fisik, defisit pengetahuan, intervensi harus sesuai dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dari lima diagnosa keperawatan 3 teratasi dan 3 belum teratasi. Diagnosa teratasi yaitu nyeri akut, perfusi perifer tidak efektif dan defisit pengetahuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan gula darah yang disebut dengan kondisi hiperglikemia (American Diabetes Association, 2018). Diabetes melitus dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan bahwa prevalensi diabetes melitus di dunia adalah 1,9% dan telah menjadikan DM sebagai penyebab kematian urutan ke tujuh di dunia, sedangkan 2013 angka kejadian diabetes di dunia adalah sebanyak 382 juta jiwa dimana proposi kejadian DM tipe 2 adalah 95% dari populasi dunia. Prevalensi kasus diabetes melitus tipe 2 sebanyak 85-90% .Menurut Konsensus Perkeni 2015 dalam Riskesdas 2018 prevalensi diabetes melitus pada penduduk umur ≥15tahun terdapat 10.9%. kasus diabetes melitus di Kalimantan Utara pada tahun 2018 terdapat 1.7% kasus. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe 2 dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Subjek penelitian adalah Ny. C dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Dahlia B RSUD Tarakan dari tanggal 28 Oktober 2019 sampai dengan 30 Oktober 2019. Hasil yang didapatkan terdapat lima diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Ny. C, bersihan jalan nafas tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan mobilitas fisik, gangguan intergritas kulit, dan defisit pengetahuan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Ny. C dimulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan satu diagnosis keperawatan teratasi, dan empat diagnosis keperawatan yang belum teratasi.