Abstrak
Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena kegagalan pankreas menghasilkan hormon insulin (hormon pengatur gula darah), atau kondisi dimana tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya secara baik. akibat penyakit tidak menular. Pravelensi Diabetes Melitus di Indonesia pada penduduk usia diatas 15 tahun adalah sekitar 8,5%. Kejadian Diabetes Melitus tertinggi adalah di DKI Jakarta dengan persentase 3,4% dari 10.5 juta jiwa atau sekitar 250 ribu penduduk di DKI menderita Diabetes Melitus (Riskesdas, 2018). Tujuan penulis adalah membandingkan antara teori dan kasus, mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat dalam melaksanakan proses keperawatan dan cara pemecahan masalah diagnosis pada Ny. C, dari hasil penelitian studi kasus tersebut penulis menemukan 4 diagnosis keperawatan yaitu: ketidakstabilan kadar glukosa darah, resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, gangguan mobilitas fisik, gangguan integritas jaringan. Kesimpulan: penulis menemukan terdapat beberapa kesenjangan antara diagnosis yang terdapat pada teori tapi tidak pada kasus yaitu: resiko kekurangan volume cairan, keletihan, ketidakberdayaan, deficit pengetahuan. Dalam penulisan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, kepustakaan subjek adalah klien dengan pengambilan intervensi berdasarkan OTEK (Observasi, Terapeutik, Edukasi, dan Kolaboratif). Diharapkan tersedianya fasilitas dari institusi yang menunjang pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien.