Abstrak
Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan gula darah yang disebut dengan kondisi hiperglikemia (American Diabetes Association, 2018). Diabetes melitus dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan bahwa prevalensi diabetes melitus di dunia adalah 1,9% dan telah menjadikan DM sebagai penyebab kematian urutan ke tujuh di dunia, sedangkan 2013 angka kejadian diabetes di dunia adalah sebanyak 382 juta jiwa dimana proposi kejadian DM tipe 2 adalah 95% dari populasi dunia. Prevalensi kasus diabetes melitus tipe 2 sebanyak 85-90% .Menurut Konsensus Perkeni 2015 dalam Riskesdas 2018 prevalensi diabetes melitus pada penduduk umur ≥15tahun terdapat 10.9%. kasus diabetes melitus di Kalimantan Utara pada tahun 2018 terdapat 1.7% kasus. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe 2 dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Subjek penelitian adalah Ny. C dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Dahlia B RSUD Tarakan dari tanggal 28 Oktober 2019 sampai dengan 30 Oktober 2019. Hasil yang didapatkan terdapat lima diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Ny. C, bersihan jalan nafas tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan mobilitas fisik, gangguan intergritas kulit, dan defisit pengetahuan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Ny. C dimulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan satu diagnosis keperawatan teratasi, dan empat diagnosis keperawatan yang belum teratasi.