Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Penulis: HASMI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI CASE METHOD UNTUK MENINGKATKAN RESPON BULLYING-BYSTANDER SISWA SDN 029 TARAKAN

2026•Koleksi Perpustakaan

Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti individu lain, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Dalam peristiwa bullying, keberadaan bystander memiliki peran penting karena respon yang diberikan dapat memperkuat, mengabaikan, atau menghentikan tindakan perundungan. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang menunjukkan respon pasif atau bahkan mendukung pelaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 27 siswa kelas VB SDN 029 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala respon bystander dan lembar observasi. Tindakan diberikan melalui layanan bimbingan klasikal dengan implementasi case method yang didukung teknik roleplaying, di mana siswa menganalisis kasus bullying, mendiskusikan solusi, serta mempraktikkan respon yang tepat terhadap situasi yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan respon bystander siswa yang ditandai dengan menurunnya kecenderungan perilaku probully dan pasif serta meningkatnya perilaku defender. Selain itu, hasil observasi menunjukkan peningkatan partisipasi dan keterlibatan siswa selama proses layanan berlangsung. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi case method dalam layanan bimbingan klasikal dapat meningkatkan respon bystander terhadap perilaku bullying pada siswa kelas VB SDN 029 Tarakan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Psikodrama Terhadap Korban Bullying Siswa SMP Negeri 10 Tarakan

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Teknik Psikodrama dalam Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Pemulihan Siswa Korban Bullying Kelas VII di SMP Negeri 10 Tarakan. Bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan oleh individu atau kelompok secara berulang dengan memanfaatkan ketidakseimbangan kekuatan untuk menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun mental. Ketidakseimbangan tersebut dapat terlihat secara nyata, seperti perbedaan kekuatan fisik, bentuk tubuh, jenis kelamin, maupun status sosial, serta dapat pula bersifat emosional, misalnya perasaan lebih dominan atau kemampuan komunikasi yang lebih baik dari pelaku dibandingkan korban. Konteks ini, siswa yang menjadi korban bullying rentan mengalami berbagai dampak psikologis, sosial, dan akademik yang mengganggu rasa aman serta kenyamanan mereka di sekolah. Korban dapat menunjukkan penurunan kepercayaan diri, kecemasan, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga menurunnya motivasi dan prestasi belajar. Pemulihan kondisi psikologis merupakan aspek krusial bagi siswa yang mengalami perundungan, namun pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan, kondisi mental korban bullying belum pulih secara optimal. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperiment, one group pretest-posttest design. Adapun populasi dan sampel penelitian terdiri dari siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, sebanyak 10 orang siswa. teknik pengumpulan data dengan skala dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif dan inferensial. Adapun uji hipotesis dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test untuk membandingkan kondisi siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,880, yang berarti nilai tersebut lebih besar dari 0,05 (p > 0,05). sebagaimana yang dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada teknik psikodrama terhadap korban bullying. Artinya ada beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu (1) Pelaksanaan psikodrama yang masih terbatas dalam satu atau dua sesi sehingga belum cukup untuk membentuk perubahan perilaku secara optimal. (2) Adanya kurang kompak dalam anggota kelompok, sehingga insight dan keterbukaan diri belum terbentuk secara mendalam. (3) Durasi intervensi yang relatif singkat serta jumlah sampel penelitian yang masih terbatas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI CASE METHOD UNTUK MENINGKATKAN RESPON BULLYING-BYSTANDER SISWA SDN 029 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti individu lain, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Dalam peristiwa bullying, keberadaan bystander memiliki peran penting karena respon yang diberikan dapat memperkuat, mengabaikan, atau menghentikan tindakan perundungan. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang menunjukkan respon pasif atau bahkan mendukung pelaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 27 siswa kelas VB SDN 029 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala respon bystander dan lembar observasi. Tindakan diberikan melalui layanan bimbingan klasikal dengan implementasi case method yang didukung teknik roleplaying, di mana siswa menganalisis kasus bullying, mendiskusikan solusi, serta mempraktikkan respon yang tepat terhadap situasi yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan respon bystander siswa yang ditandai dengan menurunnya kecenderungan perilaku probully dan pasif serta meningkatnya perilaku defender. Selain itu, hasil observasi menunjukkan peningkatan partisipasi dan keterlibatan siswa selama proses layanan berlangsung. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi case method dalam layanan bimbingan klasikal dapat meningkatkan respon bystander terhadap perilaku bullying pada siswa kelas VB SDN 029 Tarakan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Psikodrama Terhadap Korban Bullying Siswa SMP Negeri 10 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Teknik Psikodrama dalam Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Pemulihan Siswa Korban Bullying Kelas VII di SMP Negeri 10 Tarakan. Bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan oleh individu atau kelompok secara berulang dengan memanfaatkan ketidakseimbangan kekuatan untuk menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun mental. Ketidakseimbangan tersebut dapat terlihat secara nyata, seperti perbedaan kekuatan fisik, bentuk tubuh, jenis kelamin, maupun status sosial, serta dapat pula bersifat emosional, misalnya perasaan lebih dominan atau kemampuan komunikasi yang lebih baik dari pelaku dibandingkan korban. Konteks ini, siswa yang menjadi korban bullying rentan mengalami berbagai dampak psikologis, sosial, dan akademik yang mengganggu rasa aman serta kenyamanan mereka di sekolah. Korban dapat menunjukkan penurunan kepercayaan diri, kecemasan, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga menurunnya motivasi dan prestasi belajar. Pemulihan kondisi psikologis merupakan aspek krusial bagi siswa yang mengalami perundungan, namun pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan, kondisi mental korban bullying belum pulih secara optimal. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperiment, one group pretest-posttest design. Adapun populasi dan sampel penelitian terdiri dari siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, sebanyak 10 orang siswa. teknik pengumpulan data dengan skala dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif dan inferensial. Adapun uji hipotesis dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test untuk membandingkan kondisi siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,880, yang berarti nilai tersebut lebih besar dari 0,05 (p > 0,05). sebagaimana yang dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada teknik psikodrama terhadap korban bullying. Artinya ada beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu (1) Pelaksanaan psikodrama yang masih terbatas dalam satu atau dua sesi sehingga belum cukup untuk membentuk perubahan perilaku secara optimal. (2) Adanya kurang kompak dalam anggota kelompok, sehingga insight dan keterbukaan diri belum terbentuk secara mendalam. (3) Durasi intervensi yang relatif singkat serta jumlah sampel penelitian yang masih terbatas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Persepsi Perawat tentang Upaya Puskesmas dalam Mencegah Kecelakaan Kerja di Puskesmas Kota Tarakan

2025•Koleksi Perpustakaan

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan kerja, tidak hanya di rumah sakit tetapi juga di puskesmas. Upaya pencegahan kecelakaan kerja sangat penting dalam menjaga keselamatan dan produktivitas kerja perawat. Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana persepsi perawat terhadap upaya yang telah dilakukan oleh puskesmas dalam mencegah kecelakaan kerja.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi perawat tentang upaya puskesmas dalam mencegah kecelakaan kerja berdasarkan jenis bahaya potensial di Puskesmas Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 59 perawat yang bekerja di enam Puskesmas di Kota Tarakan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (57,6%) memiliki persepsi yang baik terhadap upaya puskesmas dalam mencegah kecelakaan kerja. Puskesmas dinilai telah melakukan upaya pencegahan terhadap berbagai jenis bahaya potensial, terutama bahaya fisik, biologi, dan kimia, meskipun masih terdapat aspek-aspek tertentu yang perlu ditingkatkan seperti pelatihan K3 dan pemeliharaan alat. Persepsi perawat terhadap upaya puskesmas dalam mencegah kecelakaan kerja secara umum tergolong baik. Namun, perlu dilakukan penguatan upaya melalui peningkatan pelatihan keselamatan kerja, pemantauan berkala, serta optimalisasi penggunaan alat pelindung diri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Persepsi Perawat tentang Upaya Puskesmas dalam Mencegah Kecelakaan Kerja di Puskesmas Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan kerja, tidak hanya di rumah sakit tetapi juga di puskesmas. Upaya pencegahan kecelakaan kerja sangat penting dalam menjaga keselamatan dan produktivitas kerja perawat. Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana persepsi perawat terhadap upaya yang telah dilakukan oleh puskesmas dalam mencegah kecelakaan kerja.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi perawat tentang upaya puskesmas dalam mencegah kecelakaan kerja berdasarkan jenis bahaya potensial di Puskesmas Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 59 perawat yang bekerja di enam Puskesmas di Kota Tarakan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (57,6%) memiliki persepsi yang baik terhadap upaya puskesmas dalam mencegah kecelakaan kerja. Puskesmas dinilai telah melakukan upaya pencegahan terhadap berbagai jenis bahaya potensial, terutama bahaya fisik, biologi, dan kimia, meskipun masih terdapat aspek-aspek tertentu yang perlu ditingkatkan seperti pelatihan K3 dan pemeliharaan alat. Persepsi perawat terhadap upaya puskesmas dalam mencegah kecelakaan kerja secara umum tergolong baik. Namun, perlu dilakukan penguatan upaya melalui peningkatan pelatihan keselamatan kerja, pemantauan berkala, serta optimalisasi penggunaan alat pelindung diri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VIII DI SMP NEGERI 11 TARAKAN

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitattif. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian siswa dari kelas VIII yang berjumlah 80 siswa, sampel ditentukan dengan cara purposive sampling. Instrumen penelitian yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa berasal dari faktor internal sebesar 73.15% dengan kriteria tidak berpengaruh dan faktor eksternal sebesar 58.60% dengan kriteria cukup berpengaruh. Adapun persentase dari sub indikator faktor-faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa tertingggi dari faktor internal yaitu lebih mudah berkonsentrasi dalam menyelesaikan tugas saat ujian dengan kondisi kelas yang tenang sebesar 88.43% dengan kriteria tidak berpengaruh. Sedangkan persentase dari sub indikator faktor eksternal tertinggi yaitu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia menyampaikan materi dengan metode yang bervariasi, seperti; metode berdiskusi dan berkelompok sebesar 67.5% dengan kriteria tidak berpengaruh

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BIG BOOK MATERI WUJUD BENDA PADA SISWA KELAS III SDN 030 TARAKAN

2024•Koleksi Perpustakaan

Permasalahan yang ditemukan di SDN 030 Tarakan yaitu proses pembelajaran dikelas terlihat pembelajaran lebih bepusat kepada guru pada saat penyampaian materi, sedangkan masih banyak siswa kurang aktif, merasa bosan, kurang fokus dan lambat dalam memahami materi karena guru jarang sekali menggunakan media pembelajaran hal inilah yang melatar belakangi dikembangkannya media pembelajaran Big Book. tujuan penelitian untuk mengetahui kelayakan media dan untuk mengetahui respon siswa terhadap media Big Book Materi Wujud Benda. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Research And Development. Model dan pengembangan ini mengadopsi teori ADDIE. Adapun langka-langka pengembangan media pembelajaran Big Book yang telah dilaksanakan yaitu tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan. Untuk mengetahui kelayakan media dilakukan uji validasi oleh para ahli. Adapun hasil uji validasi media menunjukan bahwa Big Book Materi Wujud Benda memperoleh skor 45 dari skor maksimal 50% dengan persentase sebesar 90% (sangat layak), sedangkan uji validasi materi memperoleh skor 40 dari skor maksimal 50% dengan persentase 80% (layak), dan uji validasi bahasa memperoleh skor 40 dari skor maksimal 50% dengan persentase 80% (layak). Dengan hasil tersebut telah memenuhi syarat dan layak untuk digunakan. Adapun hasil dari angket respon siswa terhadap media Big Book Materi Wujud Benda pada saat uji coba terbatas dengan jumlah 5 orang siswa memperoleh skor 250 dengan persentase 100% (sangat tertarik). Dan hasil uji coba lapangan dengan jumlah 20 orang siswa memperoleh skor 932 dengan persentase 93,2% (sangat tertarik). Berdasarkan hasil validasi ahli media, materi, bahasa dan respon siswa dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Big Book Materi Wujud benda layak dan sangat menarik digunakan dalam pembelajaran. Dengan adanya media Big Book Materi Wujud Benda ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terkait Materi Wujud Benda.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

profil makro nutrisi rumput laut eucheuma cottonii dari wilayah tarakan nunukan

2024•

Tarakan dan Nunukan merupakan salah satu wilayah penghasil komoditas rumput laut di Indonesia. Jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan di wilayah Tarakan dan Nunukan adalah Eucheuma cottonii. Eucheuma cottonii berpotensi sebagai sumber makro nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan profil makro nutrisi Eucheuma cottoni dari wilayah Tarakan dan Nunukan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eucheuma cottoni dari wilayah Tarakan mengandung karbohidrat sebesar 31,53%, protein sebesar 7,98%, lemak sebesar 0,13%, serat kasar sebesar 1,46%, asam amino sebesar 3,13% dan asam lemak sebesar 17,91%. Sementara itu, Eucheuma cottonii dari wilayah Nunukan mengandung karbohidrat sebesar 27,73%, protein sebesar 4,79%, lemak sebesar 0,17%, serat kasar sebesar 1,59%, asam amino sebesar 4,06% dan asam lemak sebesar 14,26%. Eucheuma cottonii dari wilayah Tarakan dan Nunukan mengandung makro nutrisi sehingga dapat digunakan sebagai bahan pangan bergizi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

profil makro nutrisi rumput laut eucheuma cottonii dari wilayah tarakan nunukan

2024•

Tarakan dan Nunukan merupakan salah satu wilayah penghasil komoditas rumput laut di Indonesia. Jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan di wilayah Tarakan dan Nunukan adalah Eucheuma cottonii. Eucheuma cottonii berpotensi sebagai sumber makro nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan profil makro nutrisi Eucheuma cottoni dari wilayah Tarakan dan Nunukan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eucheuma cottoni dari wilayah Tarakan mengandung karbohidrat sebesar 31,53%, protein sebesar 7,98%, lemak sebesar 0,13%, serat kasar sebesar 1,46%, asam amino sebesar 3,13% dan asam lemak sebesar 17,91%. Sementara itu, Eucheuma cottonii dari wilayah Nunukan mengandung karbohidrat sebesar 27,73%, protein sebesar 4,79%, lemak sebesar 0,17%, serat kasar sebesar 1,59%, asam amino sebesar 4,06% dan asam lemak sebesar 14,26%. Eucheuma cottonii dari wilayah Tarakan dan Nunukan mengandung makro nutrisi sehingga dapat digunakan sebagai bahan pangan bergizi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VIII DI SMP NEGERI 11 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitattif. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian siswa dari kelas VIII yang berjumlah 80 siswa, sampel ditentukan dengan cara purposive sampling. Instrumen penelitian yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa berasal dari faktor internal sebesar 73.15% dengan kriteria tidak berpengaruh dan faktor eksternal sebesar 58.60% dengan kriteria cukup berpengaruh. Adapun persentase dari sub indikator faktor-faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa tertingggi dari faktor internal yaitu lebih mudah berkonsentrasi dalam menyelesaikan tugas saat ujian dengan kondisi kelas yang tenang sebesar 88.43% dengan kriteria tidak berpengaruh. Sedangkan persentase dari sub indikator faktor eksternal tertinggi yaitu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia menyampaikan materi dengan metode yang bervariasi, seperti; metode berdiskusi dan berkelompok sebesar 67.5% dengan kriteria tidak berpengaruh

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Interferensi Bahasa Bugis Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Di Desa Sei Batang Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara (Kajian Fonologi)

2023•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bunyi interferensi bahasa Bugis terhadap bahasa Indonesia di desa Sei Batang Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Data pada penelitian ini berupa tuturan lisan masyarakat, sedangkan sumber datanya yaitu masyarakat desa Sei batang Kecamatan Sebatik kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan tiga belas bentuk interferensi. Bentuk interferensi tersebut yaitu Interferensi fonem vokal /a/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /e/ (7 kata), Interferensi fonem vokal /i/ (1 kata), Interferensi fonem vokal /o/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /u/ (1 kata), Interferensi Asimilasi Fonem (2 kata), Interferensi Fonem Monoftongisasi (7 kata), Interferensi Fonemis Zerosiasi (4 kata), Interferensi fonem glotal stop /?/ (57 kata), Interferensi fonem /n/ diubah menjadi /ng/ (56 kata), interferensi fonem /m/ diubah menjadi /ng/ (16 kata), Interferensi penggantian vokal dan konsonan (5 kata), dan Interferensi penambahan fonem (13 kata), sehingga jumlah kata yang mengalami interferensi ini sebanyak 173 data. Bentuk interferensi ini berupa interferensi fonologi, yaitu pada pengurangan bunyi fonem, penambahan fonem, perubahan fonem /n/ menjadi /ŋ/, perubahan fonem /m/ menjadi /ŋ/, dan perubahan bunyi vokal. Faktor penyebab terjadinya interferensi karena terbawanya kebiasaan atau masih adanya pengaruh dari bahasa Bugis. This research aimed to describe changes in the sound of Bugis language interference with Indonesian in Set Batang village, Sebatik District, Nunukan Regency, North Kalimantan. This research used descriptive qualitative methods In this research, the data collection techniques used by the author were skillful listening, recording and note-taking techniques The data in this research is in the form of oral speech from the community, while the data source is the community of Sei Batang village, Sebatik subdistrict, Nunukan district, North Kalimantan Based on the results of this research, thirteen forms of interference were found. The forms of interference were vowel phoneme interference /a/ (2 words), vowel phoneme interference /e/ (7 words), vowel phoneme interference /i/ (1 word), vowel phoneme interference /o/ (2 words), phoneme interference vowel /u/ (1 word), Phoneme Assimilation Interference (2 words), Monophthongization Phoneme Interference (7 words), Zerosiation Phonemic Interference (4 words), Glottal stop phoneme interference/7/ (57 words), Phoneme interference /n/ changed to /n/ (56 words), phoneme interference /m/ changed to /n/ (16 words), Vowel and consonant replacement interference (5 words), and Phonetne addition interference (13 words). So, the number of words experiencing interference was 173 The interference was in the form of phonology, namely reducing phoneme sounds, adding phonemes, changing the phoneme /n/ to /p/, changing the phoneme /m/ to /n/, and changing vowel sounds. Factors causing interference were carried over by habits or the influence of the Bugis language

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BIG BOOK MATERI WUJUD BENDA PADA SISWA KELAS III SDN 030 TARAKAN

2023•

Permasalahan yang ditemukan di SDN 030 Tarakan yaitu proses pembelajaran dikelas terlihat pembelajaran lebih bepusat kepada guru pada saat penyampaian materi, sedangkan masih banyak siswa kurang aktif, merasa bosan, kurang fokus dan lambat dalam memahami materi karena guru jarang sekali menggunakan media pembelajaran hal inilah yang melatar belakangi dikembangkannya media pembelajaran Big Book. tujuan penelitian untuk mengetahui kelayakan media dan untuk mengetahui respon siswa terhadap media Big Book Materi Wujud Benda. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Research And Development. Model dan pengembangan ini mengadopsi teori ADDIE. Adapun langka-langka pengembangan media pembelajaran Big Book yang telah dilaksanakan yaitu tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan. Untuk mengetahui kelayakan media dilakukan uji validasi oleh para ahli. Adapun hasil uji validasi media menunjukan bahwa Big Book Materi Wujud Benda memperoleh skor 45 dari skor maksimal 50% dengan persentase sebesar 90% (sangat layak), sedangkan uji validasi materi memperoleh skor 40 dari skor maksimal 50% dengan persentase 80% (layak), dan uji validasi bahasa memperoleh skor 40 dari skor maksimal 50% dengan persentase 80% (layak). Dengan hasil tersebut telah memenuhi syarat dan layak untuk digunakan. Adapun hasil dari angket respon siswa terhadap media Big Book Materi Wujud Benda pada saat uji coba terbatas dengan jumlah 5 orang siswa memperoleh skor 250 dengan persentase 100% (sangat tertarik). Dan hasil uji coba lapangan dengan jumlah 20 orang siswa memperoleh skor 932 dengan persentase 93,2% (sangat tertarik). Berdasarkan hasil validasi ahli media, materi, bahasa dan respon siswa dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Big Book Materi Wujud benda layak dan sangat menarik digunakan dalam pembelajaran. Dengan adanya media Big Book Materi Wujud Benda ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terkait Materi Wujud Benda.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Interferensi Bahasa Bugis Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Di Desa Sei Batang Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara (Kajian Fonologi)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bunyi interferensi bahasa Bugis terhadap bahasa Indonesia di desa Sei Batang Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Data pada penelitian ini berupa tuturan lisan masyarakat, sedangkan sumber datanya yaitu masyarakat desa Sei batang Kecamatan Sebatik kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan tiga belas bentuk interferensi. Bentuk interferensi tersebut yaitu Interferensi fonem vokal /a/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /e/ (7 kata), Interferensi fonem vokal /i/ (1 kata), Interferensi fonem vokal /o/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /u/ (1 kata), Interferensi Asimilasi Fonem (2 kata), Interferensi Fonem Monoftongisasi (7 kata), Interferensi Fonemis Zerosiasi (4 kata), Interferensi fonem glotal stop /?/ (57 kata), Interferensi fonem /n/ diubah menjadi /ng/ (56 kata), interferensi fonem /m/ diubah menjadi /ng/ (16 kata), Interferensi penggantian vokal dan konsonan (5 kata), dan Interferensi penambahan fonem (13 kata), sehingga jumlah kata yang mengalami interferensi ini sebanyak 173 data. Bentuk interferensi ini berupa interferensi fonologi, yaitu pada pengurangan bunyi fonem, penambahan fonem, perubahan fonem /n/ menjadi /ŋ/, perubahan fonem /m/ menjadi /ŋ/, dan perubahan bunyi vokal. Faktor penyebab terjadinya interferensi karena terbawanya kebiasaan atau masih adanya pengaruh dari bahasa Bugis. This research aimed to describe changes in the sound of Bugis language interference with Indonesian in Set Batang village, Sebatik District, Nunukan Regency, North Kalimantan. This research used descriptive qualitative methods In this research, the data collection techniques used by the author were skillful listening, recording and note-taking techniques The data in this research is in the form of oral speech from the community, while the data source is the community of Sei Batang village, Sebatik subdistrict, Nunukan district, North Kalimantan Based on the results of this research, thirteen forms of interference were found. The forms of interference were vowel phoneme interference /a/ (2 words), vowel phoneme interference /e/ (7 words), vowel phoneme interference /i/ (1 word), vowel phoneme interference /o/ (2 words), phoneme interference vowel /u/ (1 word), Phoneme Assimilation Interference (2 words), Monophthongization Phoneme Interference (7 words), Zerosiation Phonemic Interference (4 words), Glottal stop phoneme interference/7/ (57 words), Phoneme interference /n/ changed to /n/ (56 words), phoneme interference /m/ changed to /n/ (16 words), Vowel and consonant replacement interference (5 words), and Phonetne addition interference (13 words). So, the number of words experiencing interference was 173 The interference was in the form of phonology, namely reducing phoneme sounds, adding phonemes, changing the phoneme /n/ to /p/, changing the phoneme /m/ to /n/, and changing vowel sounds. Factors causing interference were carried over by habits or the influence of the Bugis language

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Waktu dan Bahan Tambah Pangan Saat Perendaman terhadap Kualitas Tepung Sorgum (Sorghum bicolor L.)

2023•Koleksi Perpustakaan

Sorgum merupakan komoditas yang dapat dikembangkan sebagai pendamping beras. Sorgum memiliki antinutrisi yaitu tanin yang menyebabkan rasa sepat dan menyebabkan warna coklat pada biji sorgum. Tujuan penelitian ini mengetahui waktu perendaman yang tepat pada pembuatan tepung sorgum, mengetahui jenis BTP (Bahan Tambah Pangan) yang terbaik pada proses pembuatan tepung sorgum, serta mengetahui waktu dan jenis BTP (Bahan Tambah Pangan) yang terbaik saat perendaman terhadap kualitas tepung sorgum yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah waktu perendaman (T) dengan 3 taraf yaitu T1 = 12 jam, T2 = 24 jam, dan T3 = 36 jam. Faktor kedua adalah BTP (Bahan Tambah Pangan) (B) dengan 4 taraf yaitu B0 = kontrol, B1 = Na2CO3 0.5%, B2 = Na2S2O5 0.5%, dan B3 = NaHCO3 0.5%. Parameter pengamatan penelitian adalah presentase kadar air, presentase kadar protein, presentase kadar karbohidrat dan presentase kadar tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu perendaman memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar protein. Perendaman waktu 24 jam merupakan waktu perendaman yang terbaik karena dapat mempengaruhi penurunan kadar air sebesar 10.432%, serta meningkatkan kadar protein sebesar 9.151%. Pemberian BTP (Bahan Tambah Pangan) memberikan pengaruh nyata terhadap kadar protein dan karbohidrat. Perendaman dengan natrium metabisulfit 0.5% memberikan nilai tertinggi pada kadar protein dan karbohidrat, yaitu 9.977% dan 81.833%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Waktu dan Bahan Tambah Pangan Saat Perendaman terhadap Kualitas Tepung Sorgum (Sorghum bicolor L.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sorgum merupakan komoditas yang dapat dikembangkan sebagai pendamping beras. Sorgum memiliki antinutrisi yaitu tanin yang menyebabkan rasa sepat dan menyebabkan warna coklat pada biji sorgum. Tujuan penelitian ini mengetahui waktu perendaman yang tepat pada pembuatan tepung sorgum, mengetahui jenis BTP (Bahan Tambah Pangan) yang terbaik pada proses pembuatan tepung sorgum, serta mengetahui waktu dan jenis BTP (Bahan Tambah Pangan) yang terbaik saat perendaman terhadap kualitas tepung sorgum yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah waktu perendaman (T) dengan 3 taraf yaitu T1 = 12 jam, T2 = 24 jam, dan T3 = 36 jam. Faktor kedua adalah BTP (Bahan Tambah Pangan) (B) dengan 4 taraf yaitu B0 = kontrol, B1 = Na2CO3 0.5%, B2 = Na2S2O5 0.5%, dan B3 = NaHCO3 0.5%. Parameter pengamatan penelitian adalah presentase kadar air, presentase kadar protein, presentase kadar karbohidrat dan presentase kadar tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu perendaman memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar protein. Perendaman waktu 24 jam merupakan waktu perendaman yang terbaik karena dapat mempengaruhi penurunan kadar air sebesar 10.432%, serta meningkatkan kadar protein sebesar 9.151%. Pemberian BTP (Bahan Tambah Pangan) memberikan pengaruh nyata terhadap kadar protein dan karbohidrat. Perendaman dengan natrium metabisulfit 0.5% memberikan nilai tertinggi pada kadar protein dan karbohidrat, yaitu 9.977% dan 81.833%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektifitas Teknik Relaksasi Benson Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pasien Nyeri Akut

2023•Koleksi Perpustakaan

Abstrak Nyeri adalah suatu pengalaman sensorik serta emosional disertai rasa ketidaknyamanan akibat rusaknya jaringan tubuh aktual dan potensial. Rasa sakit atau nyeri merupakan keluhan utama yang paling sering, membuat individu mencari bantuan ke fasilitas kesehatan. Nyeri telah diidentifikasi sebagai penyebab kualitas tidur yang buruk oleh karena itu dibutuhkan intervensi farmakologi dan non farmakologi untuk mengatasi masalah tersebut. Relaksasi Benson dapat digunakan sebagai intervensi non farmakologi untuk mengurangi nyeri dan menaikkan kualitas tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi efektifitas intervensi relaksasi Benson terhadap peningkatan kualitas tidur pada pasien nyeri akut. Jenis penelitian ini menggambarkan metode quasi-exsperimen dengan desain One-group pretest-posttest design. Pengambilan sampel mengunakan Purposive Sampling (Judgmental Sampling) dengan jumlah sampel 47 pasien yang dirawat di ruang Anggrek A RSUD dr. H Jusuf SK. Hasil uji statistic menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai p=0,001, ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kualitas tidur pasien dengan nyeri akut sebelum dan setelah dilakukan intervensi relaksasi benson. Kesimpulan penelitian adalah relaksasi benson yang diberikan 20 menit selama 3 hari efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien nyeri akut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektifitas Teknik Relaksasi Benson Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pasien Nyeri Akut

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Nyeri adalah suatu pengalaman sensorik serta emosional disertai rasa ketidaknyamanan akibat rusaknya jaringan tubuh aktual dan potensial. Rasa sakit atau nyeri merupakan keluhan utama yang paling sering, membuat individu mencari bantuan ke fasilitas kesehatan. Nyeri telah diidentifikasi sebagai penyebab kualitas tidur yang buruk oleh karena itu dibutuhkan intervensi farmakologi dan non farmakologi untuk mengatasi masalah tersebut. Relaksasi Benson dapat digunakan sebagai intervensi non farmakologi untuk mengurangi nyeri dan menaikkan kualitas tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi efektifitas intervensi relaksasi Benson terhadap peningkatan kualitas tidur pada pasien nyeri akut. Jenis penelitian ini menggambarkan metode quasi-exsperimen dengan desain One-group pretest-posttest design. Pengambilan sampel mengunakan Purposive Sampling (Judgmental Sampling) dengan jumlah sampel 47 pasien yang dirawat di ruang Anggrek A RSUD dr. H Jusuf SK. Hasil uji statistic menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai p=0,001, ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kualitas tidur pasien dengan nyeri akut sebelum dan setelah dilakukan intervensi relaksasi benson. Kesimpulan penelitian adalah relaksasi benson yang diberikan 20 menit selama 3 hari efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien nyeri akut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.R DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL:MENARIK DIRI DI PUSKESMAS SEBENGKOK

2021•Koleksi Perpustakaan

Skizofrenia merupakan suatu gangguan jiwa yang ditandai adanya penyimpangan dasar dan adanya perbedaan dari pikiran, disertai dengan adanya ekspresi emosi yang tidak wajar. Isolasi sosial suatu keadaan kesepian yang dirasakan seseorang karena orang lain menyatakan negatif dan mengancam. Sedangkan menarik diri adalah usaha menghindari interaksi dengan orang lain. Tujuan umum dari laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn.R masalah utama isolasi sosial: menarik diri di Pukesmas Sebengkok Tarakan. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada metode ini, menggunakan pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi, hasil: terdapat satu kesenjangan pada Tn.R yaitu yang ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: Risiko perilaku kekerasan dan diagnosa yang tidak ada diteori tapi ada pada kasus dengan diagnosa: isolasi sosial: menarik diri, harga diri rendah, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, defisit perawatan diri: mandi dan berdandan. Saran: meningkatkan komunikasi yang terapeutik dengan petugas medis, keluarga maupun Tn.R

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.R DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL:MENARIK DIRI DI PUSKESMAS SEBENGKOK

2021•

Skizofrenia merupakan suatu gangguan jiwa yang ditandai adanya penyimpangan dasar dan adanya perbedaan dari pikiran, disertai dengan adanya ekspresi emosi yang tidak wajar. Isolasi sosial suatu keadaan kesepian yang dirasakan seseorang karena orang lain menyatakan negatif dan mengancam. Sedangkan menarik diri adalah usaha menghindari interaksi dengan orang lain. Tujuan umum dari laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn.R masalah utama isolasi sosial: menarik diri di Pukesmas Sebengkok Tarakan. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada metode ini, menggunakan pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi, hasil: terdapat satu kesenjangan pada Tn.R yaitu yang ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: Risiko perilaku kekerasan dan diagnosa yang tidak ada diteori tapi ada pada kasus dengan diagnosa: isolasi sosial: menarik diri, harga diri rendah, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, defisit perawatan diri: mandi dan berdandan. Saran: meningkatkan komunikasi yang terapeutik dengan petugas medis, keluarga maupun Tn.R

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail