ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan membaca masih menjadi permasalahan yang kerap dialami siswa kelas II B sekolah dasar, terutama dalam membedakan antara huruf yang bentuknya hampir sama, hambatan membaca suku kata, menghilangkan huruf dalam kata, membolak balik huruf dalam kata, serta membaca yang masih tersendat-sendat. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mendeskripsikan temuan peneliti tentang metode guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas II B di SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis pnelitian kualitatif deskriptif, dengan informan terdiri dari satu guru yaitu wali kelas II B dan enam siswa yang dipilih berdasarkan kemampuan membaca (tinggi, sedang, rendah) menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga metode yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas III B SDN 013 Tarakan telah menerapkan empat metode dalam pembelajaran membaca dikelas yaitu; 1) Metode fonetik dimana siswa diajarkan membaca dengan mengenal bunyi huruf kemudian mengaitkan setiap bunyi huruf dengan kata yang bermakna; 2) Metode alfabet dimana siswa diajarkan membaca dengan memperkenalkan huruf alfabet dari A sampai Z melalui proses menghafal, mengeja, dan menyusun huruf menjadi kata; 3) Metode bimbingan individual dimana siswa diajarkan membaca dengan diberikan bimbingan khusus secara langsung oleh guru, agar guru dapat memilih metode yang tepat untuk membantu mengatasi kesulitan membaca siswa; 4) Metode membaca berulang dimana siswa diajarkan membaca dengan diberikan teks bacaan yang sama dalam beberapa kali pertemuan agar siswa lancar dalam membaca dan memahami isi bacaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas III-C di SDN 006 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, dan informan pada penelitian ini meliputi guru wali kelas III- C dan 4 siswa kelas III-C. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk minat membaca siswa. Yaitu sebagai kreator, guru mengadakan kegiatan membaca sepuluh menit dan lomba membaca. Fasilitator memberikan kemudahan kepada siswa dalam membaca dengan menyediakan fasilitas untuk mempermudah membaca siswa. Motivator memberikan penguatan kepada siswa agar dapat menimbulkan dorongan dan semangat dalam membaca dan Evaluator membantu siswa dengan mengadakan evaluasi terhadap minat membaca siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab rendahnya motivasi intrinsik siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) pada kelas III-A SDN 029 Juata Sesanip Tarakan. Latar belakang penelitian ini muncul dari fenomena rendahnya minat, perhatian, serta keterlibatan siswa dalam kegiatan PJOK. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskripsi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas III-A berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi angket motivasi intrinsik, wawancara, dan observasi. Data dianalisis dengan persentase, kemudian diperkuat dengan hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator kesehatan, 2 siswa (7%) berada pada kategori rendah, 16 siswa (57%) kategori sedang, dan 10 siswa (36%) kategori tinggi. Pada indikator perhatian, 5 siswa (18%) berada pada kategori rendah, 20 siswa (71%) kategori sedang, dan 3 siswa (11%) kategori tinggi. Pada indikator minat, 4 siswa (14%) berada pada kategori rendah, 15 siswa (54%) kategori sedang, dan 9 siswa (32%) kategori tinggi. Pada indikator bakat, 4 siswa (14%) berada pada kategori rendah, 15 siswa (54%) kategori sedang, 9 siswa (32%) kateegori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori sedang, namun masih terdapat persentase cukup besar pada kategori rendah, khususnya pada indikator perhatian. Kesimpulan penelitian ini adalah motivasi intrinsik siswa dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, perhatian, minat dan bakat yang belum optimal. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang lebih variatif dan menyenangkan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penguasaan kosakata merupakan salah satu aspek fundamental dalam keterampilan berbahasa yang memengaruhi kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan bahasa secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Berdasarkan observasi awal dan wawancara dengan wali kelas III-A di SDN 015 Tarakan, ditemukan bahwa masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami makna kata, terutama ketika dihadapkan pada kosakata baru yang jarang mereka temui. Penelitian ini dengan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan penguasaan kosakata peserta didik kelas III-A SDN 015 Tarakan. Sampel penelitian berjumlah 27 siswa yang diambil dengan teknik sampel jenuh, karena seluruh populasi dijadikan subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda sebanyak 30 butir soal, validator memberikan masukan dan koreksi terhadap beberapa soal, terutama dari segi penggunaan bahasa agar lebih mudah di pahami peserta didik. Setelah dilakukan revisi berdasarkan saran validator, seluruh soal dinyatakan layak dan valid untuk digunakan dalam penelitian ini. yang dikembangkan berdasarkan empat indikator utama: sinonim, antonim, istilah kata, dan melengkapi kalimat. Validitas isi instrumen tes soal pilihan ganda dilakukan melalui validator ahli, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan Cronbach’s Alpha dengan dibandingkan dengan taraf signifikansi 0,05 sebagai batas pengambilan keputusan hasil Cronbach’s Alpha 0,866 yang menunjukkan bahwa instrumen sangat reliabel. Data dianalisis secara manual menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 22% siswa memiliki penguasaan kosakata kategori tinggi, 48% berada dalam kategori sedang, dan 30% berada dalam kategori rendah. Secara umum, penguasaan kosakata siswa berada dalam kategori sedang. Hal ini mengindikasikan perlunya penggunaan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif agar seluruh peserta didik dapat mengembangkan kemampuan kosakata mereka secara lebih optimal dan merata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini berfokus pada deskripsi siswa kelas III-A di SDN 015 Tarakan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di kelas III-A SDN 015 Tarakan. Informan pada penelitian ini ialah 3 siswa sebagai sampel penelitian yang merupakan keterwakilan siswa dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik, yang terpilih melalui teknik pemilihan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas III-A SDN 015 Tarakan memiliki gaya belajar yang beragam terdiri dari gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Hal tersebut ditunjukkan oleh 3 siswa kelas III-A SDN 015 Tarakan yang merupakan sampel penelitian. Siswa yang memiliki gaya belajar visual ditandai dengan S1, menunjukkan karakteristik memiliki gaya belajar visual yaitu lebih mudah memahami materi pembelajaran melalui pengelihatan daripada pendengaran dan lebih mudah menerima intruksi melalui yang dilihatnya. Sampel penelitian yang memiliki gaya belajar auditori ditandai dengan S2, menunjukkan karakteristik memiliki gaya belajar auditori yaitu lebih antusias dan memahami materi pembelajaran melalui penjelasan guru daripada membaca dan ketika berargumentasi cenderung berintonasi. Sampel penelitian yang memiliki gaya belajar kinestetik ditandai dengan S3, menunjukkan karakteristik memiliki gaya belajar kinestetik yaitu lebih mudah memahami materi pembelajaran jika dipelajari melalui peragaan materi pembelajaran dan ketika berargumentasi cenderung menggerakkan tanganya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Membaca permulaan adalah tahap awal pembelajaran untuk kelas 1, 2 dan 3 mencakup keterampilan, lancar dalam membaca huruf, suku kata, serta kalimat sederhana dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca permulaan siswa dari segi membaca huruf, membaca suku kata, membaca kata dan kelancaran membaca teks bacaan melalui tes EGRA (Early Grade Reading Assessment) pada siswa kelas III-A SDN 007 Mamburungan Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca (EGRA), wawancara siswa dan guru serta dokumentasi. Subjek penelitian siswa kelas III-A SDN 007 Mamburungan Kota Tarakan sebanyak 18 siswa terdiri dari 11 perempuan dan 7 laki-laki. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 13 siswa yang kemampuan membaca permulaannya dalam membaca huruf, membaca suku kata, membaca kata dan kelancaran membaca teks bacaan sangat baik, selanjutnya 5 siswa masih kurang kemampuan membaca permulaannya diantaranya siswa kurang dalam membaca huruf 1 orang yaitu AS(L), membaca kata serta membaca teks bacaan 4 orang yaitu APP, MA, FUM dan SNA. Adapun faktor penyebab kesalahan dari ke 5 siswa tersebut dalam tes kemampuan membaca yaitu penghilangan huruf pada kata, penggantian kata, dan membaca masih kurang lancar. Kemudian siswa juga kurang menguasai huruf alfabet secara keseluruhan dan kesulitan membaca kata yang panjang. Masih ada beberapa huruf konsonan yang belum dapat dilafalkan dengan benar dan tepat. Siswa juga kesulitan melafalkan suku kata dan kata yang didalamnya terdapat huruf digraf dan diftong seperti -ny dan -ng, sehingga siswa melakukan kesalahan pada saat membaca. Selanjutnya karena siswa telah melakukan kesalahan lebih dari batas waktu dan jumlah berapa kali melakukan kesalahan pada saat tes membaca suku kata dan kata, sehingga peneliti menyudahi kegiatan tes dan tidak melanjutkan ke bagian kelancaran membaca teks bacaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedisiplinan belajar siswa kelas III-B SD Negeri Utama 1 Tarakan, Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pelanggaran kedisiplinan belajar siswa selama kegiatan pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan hasil observasi kedisiplinan belajar siswa. Pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan belajar siswa belum terlaksana dengan baik dikarenakan ada beberapa siswa masih melanggar kedisiplinan belajar didalam kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Buku cerita berjenjang merupakan buku cerita yang disesuaikan dengan jenjang kemampuan membaca sehingga dapat meningkatkan minat membaca siswa. SDN 029 Juata Sesanip belum terdapat perjenjangan buku pada buku bacaan siswa kelas III. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media buku cerita berjenjang level B3 untuk siswa kelas III sekaligus untuk mengetahui kelayakan dan ketertarikan siswa terhadap buku cerita. Metode Penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan model ADDIE yang memiliki lima tahapan pengembangan yang terdiri dari Analyze (Analisis), Design (Desain), Develop (Pengembangan), Implement (Implementasi), dan Evaluate (Evaluasi). Penilaian kelayakan buku cerita berjenjang level B3 ini melalui proses validasi oleh ahli media, ahli bahasa, ahli materi dan ahli praktisi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 94% dengan kategori sangat layak, ahli bahasa sebesar 76% dengan kategori layak, ahli materi sebesar 94% dengan kategori sangat layak, dan ahli praktisi sebesar 98% dengan kategori sangat layak. Validasi ahli media, bahasa, materi dan praktisi mendapatkan persentase rata-rata sebesar 90,5%. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas sebesar 95% dan pada uji coba pemakaian sebesar 96,4%. Berdasarkan hasil validasi ahli dan uji coba, buku cerita yang dikembangkan sangat layak dan membuat siswa sangat tertarik untuk membaca sehingga dapat digunakan sebagai bahan bacaan siswa kelas III dengan jenjang pembaca level B3.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Permasalahan yang ditemukan di SDN 030 Tarakan yaitu proses pembelajaran dikelas terlihat pembelajaran lebih bepusat kepada guru pada saat penyampaian materi, sedangkan masih banyak siswa kurang aktif, merasa bosan, kurang fokus dan lambat dalam memahami materi karena guru jarang sekali menggunakan media pembelajaran hal inilah yang melatar belakangi dikembangkannya media pembelajaran Big Book. tujuan penelitian untuk mengetahui kelayakan media dan untuk mengetahui respon siswa terhadap media Big Book Materi Wujud Benda. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Research And Development. Model dan pengembangan ini mengadopsi teori ADDIE. Adapun langka-langka pengembangan media pembelajaran Big Book yang telah dilaksanakan yaitu tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan. Untuk mengetahui kelayakan media dilakukan uji validasi oleh para ahli. Adapun hasil uji validasi media menunjukan bahwa Big Book Materi Wujud Benda memperoleh skor 45 dari skor maksimal 50% dengan persentase sebesar 90% (sangat layak), sedangkan uji validasi materi memperoleh skor 40 dari skor maksimal 50% dengan persentase 80% (layak), dan uji validasi bahasa memperoleh skor 40 dari skor maksimal 50% dengan persentase 80% (layak). Dengan hasil tersebut telah memenuhi syarat dan layak untuk digunakan. Adapun hasil dari angket respon siswa terhadap media Big Book Materi Wujud Benda pada saat uji coba terbatas dengan jumlah 5 orang siswa memperoleh skor 250 dengan persentase 100% (sangat tertarik). Dan hasil uji coba lapangan dengan jumlah 20 orang siswa memperoleh skor 932 dengan persentase 93,2% (sangat tertarik). Berdasarkan hasil validasi ahli media, materi, bahasa dan respon siswa dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Big Book Materi Wujud benda layak dan sangat menarik digunakan dalam pembelajaran. Dengan adanya media Big Book Materi Wujud Benda ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terkait Materi Wujud Benda.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan yang ditemukan di SDN 045 Binalatung yaitu guru kesulitan mengajarkan muatan pelajaran PJOK dikarenakan bahan ajar yang tersedia di sekolah jumlahnya tidak sebanding dengan banyaknya peserta didik, akibatnya peserta didik cenderung bermain-main dan tidak memperhatikan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) PJOK materi gerak seimbang dominan dinamis berbasis permainan tradisional yang layak ditinjau dari validasi ahli materi, ahli bahasa, ahli media dan ahli praktisi serta untuk mengetahui respon peserta didik dan guru terhadap produk yang dikembangkan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi) dan Evaluation (Evaluasi). Hasil validasi yang dilakukan kepada ahli materi diperoleh persentase sebesar 88,8% berada pada kategori sangat layak, ahli bahasa sebesar 86,6% berada pada kategori sangat layak, ahli media sebesar 78,5% berada pada kategori layak dan ahli praktisi sebesar 96,6% dengan kategori sangat layak. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKPD PJOK materi gerak seimbang dominan dinamis berbasis permainan tradisional layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil angket respon peserta didik pada uji coba produk awal mencapai persentase sebesar 99,2% dan persentase uji coba produk utama sebesar 97,5% yang masuk dalam kategori sangat baik. Kemudian, respon guru menyatakan bahwa LKPD mendapatkan persentase sebesar 96,9% berada pada kategori sangat baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Tujuan Penelitian adalah untuk menganalisis penerapan kewenangan penegakan hukum Syahbandar Pelabuhan Tarakan dalam rangka keselamatan pelayaran dan filosofi fungsi kewenangan syahbandar Pelabuhan Tarakan dalam rangka penegakan hukum guna keselamatan pelayaran. Berdasarkan isu hukum yang dikaji, penelitian ini diarahkan pada kekhasan ilmu hukum yang sifatnya normatif, sehingga tipe penelitian tesis ini adalah penelitian hukum normatif, yaitu penelitian yang mengkaji isu tentang syahbandar Pelabuhan Tarakan dalam rangka penegakan hukum guna keselamatan pelayaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan kewenangan penegakan hukum Syahbandar Pelabuhan Kelas III Tarakan dalam rangka keselamatan pelayaran, terbagi atas 2 (dua), yaitu penegakan hukum yang diterapkan secara preventif dan represif. Secara preventif, yaitu penegakan hukum dalam rangka mencegah terjadinya perbuatan melawan hukum pelayaran, mencakup: Melakukan pengawasan terhadap kapal selama masa pandemi covid-19, melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap kapal yang akan berlayar; melakukan patroli laut; melakukan himbauan pemasangan nomor kursi penumpang; dan melakukan sosialisasi. Adapun penegakan hukum secara represif, penerapannya mencakup: melakukan penahanan kepada nakhoda yang tidak memiliki persetujuan berlayar dan melakukan penyitaan peralatan kapal yang tidak memenuhi standar pelayaran. Fungsi kewenangan syahbandar Pelabuhan Tarakan dalam rangka penegakan hukum guna keselamatan pelayaran, secara filosofis, adalah untuk mendudukkan kembali profesionalisme syahbandar sebagai penegak hukum dalam rangka menjamin keselamatan serta keamanan laut. Artinya, hakikat fungsi kewenangan tersebut, untuk memastikan secara spesifik peran dan tugas syahbandar, termasuk Syahbandar Pelabuhan Kelas III Tarakan dalam penegakan hukum di wilayah perairan laut Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur penelitian dan pengembangan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu, Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran E-Poster yang ditinjau dari uji validitas media, materi, dan praktisi serta mengetahui efektivitas media pembelajaran E-Poster. Penilaian kelayakan media pembelajaran E-Poster terdiri dari ahli media, ahli materi, dan ahli praktisi. Hasil uji validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 88%, ahli materi 92%, ahli praktisi 90% dan uji coba terbatas 90,8%, uji coba lapangan 92,7%. Berdasarkan hasil validasi ahli media, materi dan praktisi menunjukkan bahwa media E-Poster sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran E-Poster berada pada kategori sangat tertarik.