Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

35 hasil
Subjek: bullying
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh konseling kelompok terhadap kecemasan korban bullying di smp negeri 12 tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH KONSELING KELOMPOK TERHADAP KECEMASAN KORBAN BULLYING DI SMP NEGERI 12 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok terhadap kecemasan korban bullying di SMP Negeri 12 Tarakan. kecemasan tersebut ditunjukkan melalui rasa takut dan khawatir, kurang percaya diri, menarik diri dari lingkungan sosial, dan gangguan konsentrasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 6 siswa kelas VIII yang mengalami kecemasan sebagai korban bullying. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kecemasan, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan Paired Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kecemasan siswa sebelum diberikan layanan konseling kelompok sebesar 78,33%, sedangkan setelah diberikan layanan konseling kelompok menurun menjadi 57,33%, dengan selisih sebesar 21,00%. Hasil uji Paired Samples T-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,013 0,05, sehingga terdapat perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok. Temuan penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan korban bullying. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan yang sesuai untuk membantu siswa korban bullying mengurangi kecemasan dan meningkatkan kemampuan berinteraksi di lingkungan sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis pengaruh bullying terhadap keatifan siswa kelas IVdi SDN 005 Tarakan

2026•

Abstrak Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh individu atau kelompok yang memiliki kekuatan lebih terhadap individu yang dianggap lebih lemah. Fenomena bullying di sekolah dasar menjadi perhatian penting karena dapat memengaruhi kondisi psikologis, sosial, dan akademik siswa, termasuk menurunkan keaktifan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bullying terhadap keaktifan siswa kelas IV SDN 005 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN 005 Tarakan dengan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan observasi. Instrumen penelitian berupa angket bullying dan angket keaktifan siswa yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, Analisis Uji t, dan uji hipotesis menggunakan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan tingkat bullying siswa kelas IV SDN 005 Tarakan berada pada kategori sedang dengan persentase 58,65%. Bentuk bullying yang paling dominan adalah bullying verbal sebesar 68,39%, diikuti bullying fisik 55,75% dan bullying psikologis 50,68%. Tingkat keaktifan siswa juga berada pada kategori sedang dengan persentase 66,71%. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan nilai signifikansi 0,018 ( 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan bullying terhadap keaktifan siswa. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,184 menunjukkan bullying memengaruhi keaktifan siswa sebesar 18,4%, sedangkan 81,6% dipengaruhi faktor lain. Semakin tinggi bullying, semakin rendah keaktifan siswa dalam pembelajaran..

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI CASE METHOD UNTUK MENINGKATKAN RESPON BULLYING-BYSTANDER SISWA SDN 029 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti individu lain, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Dalam peristiwa bullying, keberadaan bystander memiliki peran penting karena respon yang diberikan dapat memperkuat, mengabaikan, atau menghentikan tindakan perundungan. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang menunjukkan respon pasif atau bahkan mendukung pelaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 27 siswa kelas VB SDN 029 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala respon bystander dan lembar observasi. Tindakan diberikan melalui layanan bimbingan klasikal dengan implementasi case method yang didukung teknik roleplaying, di mana siswa menganalisis kasus bullying, mendiskusikan solusi, serta mempraktikkan respon yang tepat terhadap situasi yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan respon bystander siswa yang ditandai dengan menurunnya kecenderungan perilaku probully dan pasif serta meningkatnya perilaku defender. Selain itu, hasil observasi menunjukkan peningkatan partisipasi dan keterlibatan siswa selama proses layanan berlangsung. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi case method dalam layanan bimbingan klasikal dapat meningkatkan respon bystander terhadap perilaku bullying pada siswa kelas VB SDN 029 Tarakan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Cognitive Restructuring Terhadap Perilaku Bullying Verbal di SMP Negeri 5 Tarakan

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik cognitive restructuring dalam layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku bullying verbal siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental design melalui rancangan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Tarakan, sampel penelitian terdiri atas 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan rekomendasi guru BK dan catatan kasus siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala perilaku bullying verbal yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji paired sample t-test berbantuan aplikasi SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku bullying verbal siswa sebelum diberikan perlakuan berada pada kategori sedang hingga rendah , dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 78,50. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik cognitive restructuring, nilai rata-rata (mean) posttest menurun menjadi 73,50. Hasil analisis deskriptif menunjukkan adanya penurunan tingkat perilaku bullying verbal siswa setelah perlakuan. Hasil pengujian hipotesis menggunakan paired sample t-test memperoleh nilai t=2,386 dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,048 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa teknik cognitive restructuring dalam layanan bimbingan kelompok berpengaruh terhadap penurunan perilaku bullying verbal siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Teknik Cognitive Restructuring Untuk Mengurangi Perilaku Bullying Verbal Siswa Kelas VII Di MTs Negeri Tarakan

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah teknik cognitive restructuring dapat mengurangi perilaku bullying verbal siswa kelas VII di MTs Negeri Tarakan. Bullying verbal sering terjadi akibat pola pikir negatif dan irasional yang mendorong siswa untuk merendahkan, mengejek, serta menggunakan kata-kata kasar terhadap teman sebaya sehingga memberikan dampak buruk pada kesejahteraan psikologis korban. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah menerapkan teknik cognitive restructuring melalui layanan konseling kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui jenis penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan bentuk one group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa skala bullying verbal. Populasi penelitian ini 96 siswa di kelas VII Kampus 2 MTs Negeri Tarakan dengan menggunakan teknik purposive sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 8 siswa. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan software SPSS 21. Hasil penelitian pada saat pemberian pretest berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi dapat dilihat dari hasil analisis data tingkat bullying verbal dengan nilai rata-rata (mean) 61,63 dan setelah pemberian posttest berada pada kategori sangat rendah dapat dilihat dari hasil analisis data tingkat bullying verbal dengan nilai rata-rata (mean) 45,25. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai Sig. sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak artinya penerapan teknik cognitive restructuring terbukti dapat mengurangi perilaku bullying verbal siswa kelas VII MTs Negeri Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Psikodrama Terhadap Korban Bullying Siswa SMP Negeri 10 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Teknik Psikodrama dalam Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Pemulihan Siswa Korban Bullying Kelas VII di SMP Negeri 10 Tarakan. Bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan oleh individu atau kelompok secara berulang dengan memanfaatkan ketidakseimbangan kekuatan untuk menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun mental. Ketidakseimbangan tersebut dapat terlihat secara nyata, seperti perbedaan kekuatan fisik, bentuk tubuh, jenis kelamin, maupun status sosial, serta dapat pula bersifat emosional, misalnya perasaan lebih dominan atau kemampuan komunikasi yang lebih baik dari pelaku dibandingkan korban. Konteks ini, siswa yang menjadi korban bullying rentan mengalami berbagai dampak psikologis, sosial, dan akademik yang mengganggu rasa aman serta kenyamanan mereka di sekolah. Korban dapat menunjukkan penurunan kepercayaan diri, kecemasan, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga menurunnya motivasi dan prestasi belajar. Pemulihan kondisi psikologis merupakan aspek krusial bagi siswa yang mengalami perundungan, namun pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan, kondisi mental korban bullying belum pulih secara optimal. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperiment, one group pretest-posttest design. Adapun populasi dan sampel penelitian terdiri dari siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, sebanyak 10 orang siswa. teknik pengumpulan data dengan skala dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif dan inferensial. Adapun uji hipotesis dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test untuk membandingkan kondisi siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,880, yang berarti nilai tersebut lebih besar dari 0,05 (p > 0,05). sebagaimana yang dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada teknik psikodrama terhadap korban bullying. Artinya ada beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu (1) Pelaksanaan psikodrama yang masih terbatas dalam satu atau dua sesi sehingga belum cukup untuk membentuk perubahan perilaku secara optimal. (2) Adanya kurang kompak dalam anggota kelompok, sehingga insight dan keterbukaan diri belum terbentuk secara mendalam. (3) Durasi intervensi yang relatif singkat serta jumlah sampel penelitian yang masih terbatas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Role Playing Terhadap Bystander Effect Dalam Dinamika Bullying di SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik role playing terhadap bystander effect dalam dinamika bullying di SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan. Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti individu yang lebih lemah, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Demikian dalam dinamika bullying terdapat fenomena bystander effect, yaitu kondisi ketika individu yang menyaksikan tindakan bullying cenderung menjadi pengamat pasif tanpa memberikan pertolongan kepada korban karena menganggap orang lain akan bertindak membantu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Populasi dalalm penelitian ini terdiri dari siswa SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan, dengan sampel yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Instrumen yang digunakan adalah skala Likert bystander effect dengan indikator pro-bullying bystander, passive bystander, dan defender bystander. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS. Adapun uji hipotesis dengan uji paired sample t-test, karena data berdistribusi normal dan homogen. Pemberian perlakuan dilakukan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing, di mana siswa memerankan pelaku, korban, dan saksi dalam situasi bullying. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,310 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh teknik role playing terhadap bystander effect. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) ditolak dan hipotesis nol (Ho) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa teknik role playing tidak berpengaruh terhadap bystander effect dalam dinamika bullying di SMP-IT Ibnu Abbas Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis kebijakan hukum pidana dalam penerapan hukum terhadap anak yang melakukan bullying di lingkungan sekolah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis kebijakan hukum pidana dalam penerapan hukum terhadap anak yang melakukan bullying dilingkungan sekolah. Bullying merupakan permasalahan yang semakin sering terjadi dan menimbulkan dampak serius bagi perkembangan anak, baik sebagai korban maupun pelaku. Dalam kontks hukum, bullying dapat dikategorikan sebagai tindak pidana, namun pelakunya Adalah anak yang tetap harus mendapatkan perlindungan dan pembinaan sesuai prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan dukungan data empiris melalui studi kasus dan wawancara dengan aparat penegak hukum serta instansi terkait Kajian difokuskan pada ketentuan dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), Kitab Undang-undang Hukum Pidana Nomor 1 Tahun 2023, Analisis juga menyoroti bagaimana kebijakan tersebut diterapkan dalam praktik penanganan kasus bullying di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan hukum pidana terhadap anak pelaku bullying lebih mengutamakan pendekatan keadilan restoratif dan upaya diversi dibandingkan pemidanaan Tujuannya adalah memberikan pembinaan kepada anak sekaligus memulihkan kondisi korban. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala, seperti kurangnya pemahaman masyarakat dan belum optimalnya koordinası antar lembaga serta peran sekolah dalam pencegahan. Diperlukan penguatan kebijakan dan kerja sama semua pihak agar penanganan bullying dapat berjalan efektif serta tetap menjamin perlindungan hak anak. Kata Kunci: Kebijakan, Hukum Pidana, Bullying, Sistem Peradilan Pidana Anak, lingkungan Sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Self-talk Terhadap Kepercayaan Diri Korban Bullying di SMP Negeri 11 Tarakan

2026•

Kepercayaan diri merupakan kemampuan seseorang dalam mengenal dan memahami diri sendiri ketika sedang menghadapi kendala atau tantangan, hingga mampu menciptakan tujuan sesuai keinginan tanpa merasa ragu maupun takut. Namun, berbeda dengan korban bullying verbal, sebagian korban akan terjebak dalam siklus pemikiran negatif yang memberikan perasaan buruk, merasa tidak dihargai, menyalahkan diri sendiri, merasa tidak layak diperlakukan dengan baik, kesulitan berinteraksi, menarik diri, pikiran yang tidak tenang, gangguan tidur, serta merasa kurang nyaman. Hal ini disebabkan karena bullying verbal dapat melukai aspek mental dan psikologis yang merugikan terhadap kepercayaan diri korban. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh teknik self-talk terhadap tingkat kepercayaan diri korban bullying di SMP Negeri 11 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain pre-eksperimental design dengan jenis penelitian one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah 122 siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Terdapat 8 sampel penelitian yang diambil menggunakan purposive sampling. Hasil menunjukkan pretest terdapat kategori kepercayaan diri rendah dengan hasil rata-rata 52,88. Setelah diberikan perlakuan berupa konseling kelompok dengan self-talk, hasil posttest menunjukkan kategori kepercayaan diri sangat tinggi dengan hasil rata-rata 90,75. Adapun hasil dari analisis uji hipotesis menggunakan uji paired sample t-test dengan bantuan software SPSS memperoleh nilai t= -7,488 dan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Artinya ada pengaruh teknik self-talk terhadap kepercayaan diri korban bullying di SMP Negeri 11 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Kepala Sekolah dalam Kebijakan Pencegahan Bullying di Sekolah (Studi SMP Negeri 1 Malinau Selatan Hulu).

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bullying merupakan salah satu permasalahan serius di lingkungan sekolah yang berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan pencegahan bullying guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran Kepala Sekolah dalam upaya pencegahan bullying dan memberikan perlindungan terhadap peserta didik atas hak anak korban bullying di SMP Negeri 1 Malinau Selatan Hulu. Metode yang digunakan adalah penelitian normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Kepala Sekolah dalam upaya pencegahan tindak bullying yaitu dengan pendekatan manajerial yang terstruktur dan komprehensif menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Peraturan Menteri PPPA Nomor 8 Tahun 2014 tentang Kebijakan Sekolah Ramah Anak, Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 6 Tahun 2020 tentang Kabupaten Layak Anak, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 12 Tahun 2011. Dan dalam upaya memberikan perlindungan anak korban bullying yakni dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan dalam bentuk penguatan koordinasi antar instansi, sosialisasi hukum yang masif, serta peningkatan kapasitas lembaga perlindungan anak untuk memastikan hak anak benar-benar terlindungi dari segala bentuk kekerasan, termasuk bullying yang terjadi. Kepala Sekolah telah melakukan langkah preventif dan responsif untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung bagi semua siswa di SMP Negeri 1 Malinau Selatan Hulu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK DI LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI KORBAN BULLYING

2026•

ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK DI LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI KORBAN BULLYING SARIANTI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap anak di lingkungan sekolah yang menjadi korban bullying. Secara khusus, penelitian ini menyoroti dua permasalahan utama: (1) bagaimana kebijakan hukum pidana dalam penyelesaian kekerasan bullying di sekolah, dan (2) bagaimana perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada korban bullying di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Pendekatan perundang-undangan dilakukan dengan menelaah peraturan perundang-undangan terkait perlindungan anak dan penanganan kekerasan di sekolah, sedangkan pendekatan konseptual digunakan untuk memahami teori hukum, hak anak, dan mekanisme perlindungan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan hukum pidana telah menyediakan landasan bagi penindakan terhadap pelaku bullying, termasuk penerapan prinsip restorative justice dalam sistem peradilan anak. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya pemahaman guru dan pihak sekolah, minimnya keterlibatan orang tua, serta keterbatasan sarana pengaduan dan pendampingan hukum bagi korban. Perlindungan hukum terhadap anak korban bullying tidak hanya bersifat represif, tetapi juga memerlukan pendekatan preventif melalui pendidikan karakter, konseling, dan pengembangan sistem pengaduan di sekolah. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan perlunya penguatan regulasi dan prosedur penanganan bullying di sekolah, peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, serta penyediaan mekanisme pendampingan hukum dan psikologis yang efektif bagi korban. Sinergi antara lembaga pendidikan, orang tua, aparat hukum, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan terlindungi bagi anak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Konselor Sekolah dalam Menangani Bullying Verbal di SMA Frater Don Bosco Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konselor sekolah dalam menangani bullying verbal di SMA Frater Don Bosco Tarakan. Bullying verbal merupakan salah satu bentuk kekerasan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis serta prestasi akademik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi seorang guru Bimbingan dan Konseling sebagai konselor, pelaku bullying, serta korban bullying. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kasus bullying verbal ini terlihat bahwa adanya peran konselor sekolah namun belum dilaksanakan secara efektif dan maksimal. Hal ini berdasarkan temuan peneliti dilapangan bahwa upaya pencegahan dan penanganan bullying verbal oleh konselor belum berjalan secara efektif dan maksimal. Meskipun telah dilaksanakan layanan bimbingan klasikal dan layanan konseling individual, masalah bullying masih terus berlanjut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Komik Anti Bullying Pada Siswa Sekolah Dasar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fenomena bullying masih sering terjadi di lingkungan sekolah dasar, termasuk di SD Muhammadiyah 3 Al-Hilal Tarakan. Beberapa siswa belum memahami bahwa tindakan menyakiti teman atau mengejek nama orang tua termasuk bentuk bullying. Selain itu, belum tersedia media yang dapat digunakan sebagai sarana pencegahan perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan kepraktisan media komik anti bullying bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dihasilkan berupa media komik anti bullying berjudul “Jangan Diam Saja!”. Kelayakan media dinilai oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, sedangkan kepraktisan diperoleh melalui uji respons guru dan siswa kelas VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik memperoleh nilai 87,5% dari ahli media, 90% dari ahli materi, dan 87,5% dari ahli bahasa dengan kategori “sangat layak”. Respons guru memperoleh persentase 97,9% dan respons siswa sebesar 86,5% dengan kategori “sangat praktis”. Media komik ini membantu siswa memahami bentuk-bentuk bullying serta mendorong mereka untuk tidak diam ketika mengalami atau melihat tindakan bullying. Dengan demikian, media komik anti bullying layak dan praktis digunakan sebagai media pendukung layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP BULLYING FISIK SISWA DIKELAS 7 SMP 9 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP BULLYING FISIK SISWA DI KELAS VII SMP NEGERI 9 TARAKAN Pengaruh Layanan Bimbingan Klasikal Terhadap Bullying Fisik Siswa di Kelas VII SMP Negeri 9 Tarakan. Bullying fisik adalah bullying yang dilakukan secara langsung dan di lakukan yang mengarah ke anggota fisik korban, beberapa dari tindakan bullying fisik adalah berupa memukul, menendang, mendorong, menjambak, mencubit. Jenis Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen yaitu desain penelitian Pre-eksperimental design dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa adanya bullying fisik antara siswa kelas VII seperti mencakar, menggigit dan menampar. Populasi penelitian ini adalah 250 siswa kelas VII di SMP Negeri 9 Tarakan dan menggunakan metode Simple Random Sampling untuk pengambilan sampel, yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 siswa. Pada pemberian pretest pada siswa yang berjumlah 32 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini hasilnya menunjukkan terdapat kategori tinggi. Sedangkan pada pemberian posttest menunjukkan hasil kategori sedang dan rendah. Adapun hasil dari uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon mendapatkan hasil bahwa Asymp.Sig.(2-tailed) bernilai 0,000. Kerena nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Artinya ada perbedaan antara hasil bullying fisik untuk pretest dan posttest, sehinggga dapat disimpulkan pula bahwa “Terdapat pengaruh bimbingan klasikal terhadap bullying fisik siswa di kelas VII SMP Negeri 9 Tarakan”.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU DALAM PENANAMAN SIKAP ANTI BULLYING SISWA KELAS IV-C SDN 005 TARAKAN

2025•

Bullying merupakan bentuk kekerasan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat mengganggu perkembangan sosial, emosional, serta prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan sikap anti bullying pada siswa kelas IV-C SDN 005 Tarakan. Fokus penelitian meliputi tiga indikator utama, yaitu guru sebagai motivator, fasilitator, dan mediator dalam upaya pencegahan dan penanganan bullying. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek satu guru kelas IV-C dan tiga siswa, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif sebagai motivator dengan memberikan nasihat rutin setiap pagi, mengingatkan siswa agar saling menghormati, serta memberikan pemahaman tentang dampak negatif bullying melalui cerita dan diskusi kelas. Sebagai fasilitator, guru menjadi teladan dalam berbicara sopan, mengendalikan emosi, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Guru juga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif melalui media edukatif seperti poster anti bullying. Sebagai mediator, guru menangani kasus bullying dengan mendamaikan pelaku dan korban, memberikan sanksi edukatif, serta melibatkan orang tua dan kepala sekolah pada kasus yang lebih serius. Penelitian menyimpulkan bahwa peran guru berjalan efektif, meskipun kerja sama dengan orang tua perlu ditingkatkan. This research aimed to determine the role of the principal as a motivator on teacher performance at SD Negeri 050 Tarakan. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation. The research subjects consisted of the principal and teachers from SD Negeri 050 in Tarakan. The research focus concerned five indicators of the principal's role as a motivator: providing an adequate physical environment, creating a comfortable work atmosphere, fostering discipline, providing work encouragement, and recognizing outstanding teachers. The research results indicated that the principal has performed their role as a motivator satisfactorily. Regarding the physical environment provision indicator, most teachers stated that school facilities have supported learning activities. Creating a comfortable work environment and enforcing discipline have also been done, although not completely evenly. Work encouragement is provided through verbal motivation and example, but its intensity still needs to be increased. Meanwhile, awards have been given to outstanding teachers, but this has been limited and not implemented consistently. Overall, the principal's role as a motivator has had a positive impact on teacher performance, but improvements are still needed in the consistency of implementation, equitable distribution of facilities, and the reward system to optimize teacher performance.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING VERBAL DI SMP NEGERI 1 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bullying verbal merupakan perilaku yang dilakukan secara tidak sadar oleh individu ataupun kelompok baik sengaja maupun tidak yang mengakibatkan bisa merusak mental seseorang. perilaku bullying verbal di SMP Negeri 1 Tarakan diantaranya mengejek fisik teman sebaya, berkata kasar, mengintimidasi teman-temannya dan memangil nama teman dengan julukan nama orang tua. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetauhi pengaruh teknik role playing terhadap perilaku bullying verbal siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen yaitu desain penelitian pre-eksperimental design dengan model one group pretestposttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berjumlah 8 orang siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan bantuan software SPSS statistic. Berdasarkan analisis data uji hipotesis yaitu analisis Paired sample t-test (parametrik) mendapatkan hasil yang sig sebesar 0,000 0,05 dan terdapat nilai thitung sebesar 33,614 > dari ttabel sebesar 1,238 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh teknik role playing terhadap perilaku bullying verbal siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh Teknik Self-Management Terhadap Perilaku Bullying Siswa Kelas X di SMK Negeri 2 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bullying merupakan salah satu tindakan perilaku agresif yang disengaja dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang secara berulang-ulang dan dari waktu ke waktu terhadap seseorang. Perilaku bullying dapat berupa ancaman fisik atau non fisik (verbal). Tindakan ini dilakukan dengan sengaja dan intens, baik oleh individu maupun kelompok, dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi, tanpa rasa tanggung jawab, dan dilakukan berulang kali serta memberikan kepuasan bagi pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-management terhadap perilaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 5 siswa di kelas X yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala likert dan analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif serta inferensial dengan uji paired sample T-test menggunakan SPSS statistic 26. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikan (sig 2-Tailed) sebesar 0,001

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA STOP BULLYING BOARD UNTUK MENCEGAH PERILAKU BULLYING DI SMP NEGERI 14 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bullying merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di sekolah dan berdampak negatif terhadap perkembangan siswa, baik secara akademis maupun psikologis. Hasil observasi, wawancara, dan angket di SMP Negeri 14 Tarakan menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengenai bullying masih rendah, sehingga diperlukan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media stop bullying board dalam upaya mencegah perilaku bullying di SMP Negeri 14 Tarakan, serta mengetahui kelayakan dan kepraktisannya. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang terdiri dari tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli materi, ahli media, serta angket respon siswa dan guru. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media stop bullying board dinyatakan sangat layak dan sangat praktis untuk digunakan. Validasi ahli materi memperoleh skor rata-rata 88% yang berada pada kategori sangat layak, validasi ahli media memperoleh skor 84% yang juga berada pada kategori sangat layak, respons siswa sebesar 85% termasuk dalam kategori sangat praktis, dan respons guru sebesar 88% juga berada pada kategori sangat praktis. Temuan ini membuktikan bahwa media stop bullying board dapat menjadi alternatif media pembelajaran inovatif dalam layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bullying dan membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan kondusif. Penelitian ini masih terbatas pada uji kepraktisan dan kelayakan di satu sekolah, sehingga belum menguji efektivitas intervensi secara menyeluruh. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan uji efektivitas dengan sampel lebih besar, mengukur dampak jangka panjang, serta mengembangkan inovasi metode dan strategi agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa dan lingkungan sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA BOARD GAME UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING SISWA DI SMPN 12 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perilaku bullying melibatkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang individu atau kelompok terhadap individu lain yang lebih lemah. Tindakan ini dilakukan secara berulang kali atau terus-menerus dalam bentuk fisik maupun non-fisik dengan tujuan untuk menyakiti, merendahkan, mengintimidasi, dan mendapatkan kepuasan pribadi. Pada hasil observasi ditemukan perilaku bullying secara fisik, verbal, dan sosial yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah. Hal ini mengakibatkan siswa merasa perilaku bullying adalah hal yang biasa atau wajar tanpa memikirkan dampak negatif dari perilaku bullying tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE dengan melalui tahap analysis, design, development, implementation, evaluation. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dari segi kelayakan pada pengembangan media board game sebagai media bimbingan kelompok untuk mengurangi perilaku bullying siswa di SMPN 12 Tarakan. Penelitian ini menggunakan uji kelompok kecil dengan jumlah 7 orang siswa responden dan 1 orang Guru BK yang berperan sebagai penilai sejauh mana kelayakan media board game. Berdasarkan hasil validasi media diperoleh presentase sebesar 94% dengan kategori sangat tinggi atau sangat layak, hasil validasi materi diperoleh presentase sebesar 88,8% dengan kategori sangat tinggi atau sangat layak. Kemudian hasil uji coba kelompok kecil dengan 7 responden diperoleh presentase sebesar 97,1% dengan kategori sangat tinggi atau sangat layak dan hasil respon guru BK diperoleh presentase sebesar 100% dengan kategori sangat tinggi atau sangat layak. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa media board game sebagai media bimbingan kelompok untuk mengurangi perilaku bullying siswa di SMPN 12 Tarakan memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN TEKNIK ROLEPLAY DALAM BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU BULLYING FISIK DI SMPN 1 TANJUNG SELOR

2025•

Syela Dwi Asyari Harahap 2025. Penerapan Teknik Roleplay Dalam Bimbingan Kelompok Terhadap Perilaku Bullying Fisik di SMP Negeri 1 Tanjung Selor 2025/2026. Pembimbing Utama Emmy Ardiwinata, M.Pd, Pembimbing Kedua Tri Cahyono, M.Pd. Bullying fisik adalah perilaku agresif yang berulang, disengaja dan memiliki tujuan untuk menyakiti, merendahkan atau mendominasi orang lain, secara emosional, fisik atau mental. Tindakan bullying fisik bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti di sekolah, tempat kerja, atau ditempat umum antara lain memukul, menendang, mencubit, dan mendorong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perubahan penurunan perilaku bullying fisik di SMP Negeri 1 Tanjung Selor menggunakan teknik roleplay, roleplay merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan sebagai alternatif penurunan perilaku bullying fisik dan sistem pendukung yang sangat baik membantu mencegah juga menyelesaikan konflik permasalahan, metode pelaksanaan layanan dengan menggunakan permainan peran yaitu dengan tujuan memberikan siswa agar dapat memahami, melaksanakan dan menafsirkan peran tertentu. Penelitian ini termasuk dengan penelitian eksperimen dengan populasi 244 siswa dan menggunakan Teknik pengambilan sampel random sampling sebanyak 10 siswa. Teknik analisis hasil uji hipotesis yang diperoleh Ha diterima dan Ho ditolak dikarenakan nilai signifikasi 0,000 0,05 dan nilai hitung 16.666 > 2.101. sehingga ada pengaruh pada perubahan penurunan pada Perilaku Bulllying fisik melalui roleplay pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tanjung Selor.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail