ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik cognitive restructuring dalam layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku bullying verbal siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental design melalui rancangan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Tarakan, sampel penelitian terdiri atas 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan rekomendasi guru BK dan catatan kasus siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala perilaku bullying verbal yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji paired sample t-test berbantuan aplikasi SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku bullying verbal siswa sebelum diberikan perlakuan berada pada kategori sedang hingga rendah , dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 78,50. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik cognitive restructuring, nilai rata-rata (mean) posttest menurun menjadi 73,50. Hasil analisis deskriptif menunjukkan adanya penurunan tingkat perilaku bullying verbal siswa setelah perlakuan. Hasil pengujian hipotesis menggunakan paired sample t-test memperoleh nilai t=2,386 dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,048 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa teknik cognitive restructuring dalam layanan bimbingan kelompok berpengaruh terhadap penurunan perilaku bullying verbal siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah teknik cognitive restructuring dapat mengurangi perilaku bullying verbal siswa kelas VII di MTs Negeri Tarakan. Bullying verbal sering terjadi akibat pola pikir negatif dan irasional yang mendorong siswa untuk merendahkan, mengejek, serta menggunakan kata-kata kasar terhadap teman sebaya sehingga memberikan dampak buruk pada kesejahteraan psikologis korban. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah menerapkan teknik cognitive restructuring melalui layanan konseling kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui jenis penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan bentuk one group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa skala bullying verbal. Populasi penelitian ini 96 siswa di kelas VII Kampus 2 MTs Negeri Tarakan dengan menggunakan teknik purposive sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 8 siswa. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan software SPSS 21. Hasil penelitian pada saat pemberian pretest berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi dapat dilihat dari hasil analisis data tingkat bullying verbal dengan nilai rata-rata (mean) 61,63 dan setelah pemberian posttest berada pada kategori sangat rendah dapat dilihat dari hasil analisis data tingkat bullying verbal dengan nilai rata-rata (mean) 45,25. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai Sig. sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak artinya penerapan teknik cognitive restructuring terbukti dapat mengurangi perilaku bullying verbal siswa kelas VII MTs Negeri Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konselor sekolah dalam menangani bullying verbal di SMA Frater Don Bosco Tarakan. Bullying verbal merupakan salah satu bentuk kekerasan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis serta prestasi akademik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi seorang guru Bimbingan dan Konseling sebagai konselor, pelaku bullying, serta korban bullying. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kasus bullying verbal ini terlihat bahwa adanya peran konselor sekolah namun belum dilaksanakan secara efektif dan maksimal. Hal ini berdasarkan temuan peneliti dilapangan bahwa upaya pencegahan dan penanganan bullying verbal oleh konselor belum berjalan secara efektif dan maksimal. Meskipun telah dilaksanakan layanan bimbingan klasikal dan layanan konseling individual, masalah bullying masih terus berlanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bullying verbal merupakan perilaku yang dilakukan secara tidak sadar oleh individu ataupun kelompok baik sengaja maupun tidak yang mengakibatkan bisa merusak mental seseorang. perilaku bullying verbal di SMP Negeri 1 Tarakan diantaranya mengejek fisik teman sebaya, berkata kasar, mengintimidasi teman-temannya dan memangil nama teman dengan julukan nama orang tua. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetauhi pengaruh teknik role playing terhadap perilaku bullying verbal siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen yaitu desain penelitian pre-eksperimental design dengan model one group pretestposttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berjumlah 8 orang siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan bantuan software SPSS statistic. Berdasarkan analisis data uji hipotesis yaitu analisis Paired sample t-test (parametrik) mendapatkan hasil yang sig sebesar 0,000 0,05 dan terdapat nilai thitung sebesar 33,614 > dari ttabel sebesar 1,238 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh teknik role playing terhadap perilaku bullying verbal siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bullying verbal merupakan perilaku yang dilakukan secara sadar oleh individu ataupun kelompok baik secara sengaja maupun tidak yang mengakibatkan bisa merusak mental seseorang. Di SMA Negeri 2 Nunukan perilaku bullying verbal yang dilakukan siswa yaitu memberikan dan memanggil korban dengan julukan nama, menghina, berkata kasar, mempermalukan, dan mengancam. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk mengurangi perilaku bullying verbal kelas XI di SMA Negeri 2 Nunukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen yaitu desain penelitian Pre-eksperimental design dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket dan dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah 105 siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Nunukan dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 siswa. Pada pemberian pretest pada siswa yang berjumlah 10 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini terdapat kategori tinggi berjumlah 10 (100%) siswa, dan kategori tinggi pada posttest berjumlah 4 (40%) dan pada kategori sedang pada posttest berjumlah 6 siswa (60%) siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan bantuan software SPPS 25. Berdasarkan analisis data uji hipotesis yaitu analisis Paired sample t-test (parametrik) mendapatkan hasil yaitu sig sebesar 0,001 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk mengurangi perilaku bullying verbal kelas XI di SMA Negeri 2 Nunukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Terjadi kasus bullying verbal yang dilakukan oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Bunyu Provinsi Kalimantan Utara, Adapun bentuk bullying yang terjadi adalah mengejek teman sebaya dengan sebutan nama orang tua, melakukan penghinaan fisik dan membeda-bedakan teman berdasarkan tingkatan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab bullying verbal siswa kelas VII di SMPN 2 Bunyu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari dua orang siswa dan satu Guru BK. Melaui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisi data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor-faktor penyebab bullying verbal terdiri dari tiga diantaranya, (1) faktor keluarga yaitu kurangnya pengawasan orang tua terhadap siswa, sikap keras yang ditunjukkan orangtua seperti cepat marah dan tidak ada ruang kompromi, serta kurangnya perhatian orang tua terhadap anak; (2) faktor pergaulan atau kelompok sebaya terjadi karena adanya interaksi meniru dan mendapatkan hasutan dari teman-teman; (3) faktor media sosial seperti instagram, tiktok, whatsapp, dan facebook memiliki andil yang besar karena penyalahgunaan seperti menonton konten kekerasan yang viral sampai membuat video yang sama, dan membaca dan mengetik komentar negatif. Kata Kunci: bullying verbal, faktor penyebab