ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING MENGGUNAKAN TARIAN JEPEN BULUNGAN TERHADAP KOLABORASI SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 TARAKAN PLUS ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan terhadap kolaborasi siswa di SMP muhammadiyah 1 tarakan plus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental dalam bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 8 siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Tarakan Plus. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kolaborasi siswa yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Perlakuan diberikan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan yang dilaksanakan dalam beberapa pertemuan dengan kegiatan materi, bermain peran, gerakan, dan pola kerja sama dalam Tarian Jepen Bulungan. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan terhadap kolaborasi siswa di SMP Muhammadiyah 1 tarakan plus. Dengan demikian, teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kolaborasi siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
A student's self-directed learning and self-motivated study are referred to as learning autonomy, which is marked by their self-reliance, confidence, responsibility (independence), initiative, and control. Concerns over students' learning independence necessitate suitable guidance and counseling services, including group guidance through the "Lempar sandal game". This research attempts to assess the impact of group counseling services utilizing the "Lempar sandal game" on students' learning autonomy at SMPN 7 Tarakan. This research employs a quantitative methodology with a pre-experimental framework involving a one-group pretest-posttest design. The research sample comprised eighth-grade students chosen by random sampling. Data were gathered utilizing a learning independence scale and examined with a paired-sample t-test. The results revealed a difference in learning independence scores prior to and following the intervention. The mean pretest score of 89.875 grew to 130.625 on the posttest, with a calculated t-value of -6.315 (df = 7). The significance threshold was 0.000 0.05. Ho was rejected, whereas H, was accepted, showing that group counseling utilizing the "sandal-throwing game" improves the learning independence of eighth-grade students at SMP Negeri 7 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aimed to determine the effect of self-instruction technique on the academic resilience of ninth-grade students at SMP Negeri 1 Tarakan. The background of this study is the low academic resilience of students, which is indicated by difficulties in completing assignments, lack of self-confidence, and minimal social support in facing academic pressure. The study used a quantitative experimental method with a Pre-Experimental One-Group Pretest-Posttest design. The subjects consisted of 11 students selected through simple random sampling. Data were collected using a Likert scale of academic resilience and analyzed with a Paired Sample T-Test. The results of the study showed a significant improvement after providing group counseling services using the self-instruction technique. In the pretest, the majority of students were in the low (72.73%) and medium (27.27%) categories. After the posttest, all students (100%) reached the high category, with the average score increasing from 57.18 to 99.00 (t=-24.012; p = 0.000 0.05). From this result, it can be concluded that the self-instruction technique is effective in improving students' academic resilience and can be used as one of the techniques in counseling services.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study was motivated by the need for enganing and interactive media to support guidance and counseling services in the career domain, particularly in helping students identify their personal potential and plan their future careers. This study aims to determine the feasibility of the Career Planning Snakes and Ladders Game (PELATARIR) as a supporting medium for group guidance services in the career domain. The study employs a Research and Development (R&D) method using the Borg and Gall devolpment model, modified into five stages: potential and problems, information gathering, product design, design validation, and design revision. Product validation was conducted a validation questionnaire with a four-point Likert scale and analyzed using quantitative and qualitative descriptive methods to determine the feasibility level of the product. The findings indicate that the subject matter expert, categorized a feasibility percentage of 79.69% from the subject matter expert, categorized as feasible; 90.63% from the media expert, categorized as very feasible; and 80% from the language expert, categorized as feasible. The PELATARIR media incorporates content covering the identification of interests and talents, options for further education, various types of professions, and career planning steps. The media is also equipped with challenge cards, reward cards, and a user guide for guidance and counseling teachers. Based on these validation results, the Career Planning Snakes and Ladders Game (PELATARIR) is declared feasible for use as a supporting medium in group guidance services in the career domain.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role play terhadap self-efficacy pada siswa kelas IX-A SMPN 6 Tarakan. Self-efficacy merupakan keyakinan siswa terhadap kemampuan dirinya dalam menghadapi tugas, tantangan, serta berbagai situasi dilingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Eksperimen dan desain Pre-Experimental Design model One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah delapan siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala self-efficacy yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample t-test, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan self-efficacy setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role play. Nilai rata-rata self-efficacy meningkat dari 30,63 pada pretest menjadi 69,13 pada posttest. Hasil perhitungan N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 67,1%. Seluruh siswa mengalami peningkatan skor, dengan tujuh siswa berada pada kategori tinggi dan satu siswa berada pada kategori sedang. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara self-efficacy siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Dengan demikian, bimbingan kelompok dengan teknik role play berpengaruh terhadap peningkatan self-efficacy siswa kelas IX-A SMPN 6 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik sosiodrama terhadap kepercayaan diri siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tarakan. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih rendahnya tingkat kepercayaan diri siswa yang ditunjukkan melalui rasa malu berbicara di depan kelas, mudah cemas, ragu-ragu, serta kurang berani mengemukakan pendapat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih memainkan peran, mengemukakan pendapat, dan meningkatkan keberanian dalam berinteraksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sosiodrama berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Peningkatan kepercayaan diri siswa terlihat pada tiga indikator utama, yaitu kemampuan pribadi, interaksi sosial, dan konsep diri. Pada aspek kemampuan pribadi, siswa menjadi lebih berani tampil dan berbicara di depan kelas serta tidak mudah cemas. Pada aspek interaksi sosial, siswa lebih aktif berdiskusi, bekerja sama, dan mampu mengemukakan pendapat. Sementara itu, pada aspek konsep diri, siswa menunjukkan pandangan yang lebih positif terhadap dirinya, lebih yakin akan kemampuan yang dimiliki, serta lebih menghargai potensi diri. Dengan demikian, teknik sosiodrama efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik cognitive restructuring dalam layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku bullying verbal siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental design melalui rancangan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Tarakan, sampel penelitian terdiri atas 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan rekomendasi guru BK dan catatan kasus siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala perilaku bullying verbal yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji paired sample t-test berbantuan aplikasi SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku bullying verbal siswa sebelum diberikan perlakuan berada pada kategori sedang hingga rendah , dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 78,50. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik cognitive restructuring, nilai rata-rata (mean) posttest menurun menjadi 73,50. Hasil analisis deskriptif menunjukkan adanya penurunan tingkat perilaku bullying verbal siswa setelah perlakuan. Hasil pengujian hipotesis menggunakan paired sample t-test memperoleh nilai t=2,386 dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,048 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa teknik cognitive restructuring dalam layanan bimbingan kelompok berpengaruh terhadap penurunan perilaku bullying verbal siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perencanaan karier siswa merupakan sikap kesiapan dalam memetakan masa depan yang mencerminkan pemahaman diri, penguasaan informasi dunia kerja, dan penalaran yang realistis. Rendahnya tingkat perencanaan karier merupakan masalah krusial siswa SMK yang memerlukan intervensi efektif, seperti bimbingan kelompok berbasis media permainan Uno Stacko. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh media permainan Uno Stacko dalam meningkatkan kemampuan perencanaan karier siswa. Metode penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian terdiri dari 8 siswa kelas XI jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Negeri 2 Tarakan yang memiliki tingkat perencanaan karier rendah, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala perencanaan karier dan dianalisis menggunakan uji paired samples t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah perlakuan, dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,003 (p 0,05) dan nilai t-hitung -4,583 (df = 7). Dengan demikian, penggunaan media permainan Uno Stacko dalam bimbingan kelompok terbukti berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan perencanaan karier serta efektif mengentaskan kebingungan arah masa depan siswa kelas XI TKR SMKN 2 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang penting. Rasa percaya diri mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan seseorang. Rendahnya rasa percaya diri, akan membuat seseorang berpikir negatif terhadap lingkungan di sekitarnya. Dengan demikian, permasalahan ini memerlukan intervensi yang efektif, yaitu melalui layanan bimbingan kelompok. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menerapkan bimbingan kelompok adalah dengan teknik modeling live. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling live terhadap kepercayaan diri siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen one group pre-test and post-test design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tarakan, sedangkan sampel penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan karakteristik siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kepercayaan diri yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri siswa sebelum diberikan layanan berada pada kategori rendah, sedangkan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling live mengalami peningkatan ke kategori sedang dan tinggi. Hasil uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,012 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling live terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa. Dengan demikian, implikasi layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling live dapat menjadi stimulus efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tarakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kerja sama merupakan hubungan antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang sama. Kerja sama dalam pendidikan seringkali terjadi kepada siswa saat berada dalam suasana kelompok atau tugas yang memerlukan interaksi dalam penyelesaiannya. Rendahnya tingkat kerja sama siswa menjadi permasalahan yang memerlukan intervensi efektif, yaitu melalui layanan bimbingan kelompok. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menerapkan bimbingan kelompok adalah melalui project based learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan project based learning terhadap kerja sama siswa. Penelitian ini menggunakan desain true experimental. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan sebanyak 20 siswa yang dipilih melalui random sampling. Data dianalisis menggunakan independent t-test untuk mengetahui perbedaan hasil post-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis uji independent sample t-test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,400 (p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis nol (H0) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Dengan demikian, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik sosiodrama terhadap prasangka antar suku pada siswa di SMP Negeri 7 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental design melalui rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri atas 9 siswa kelas VIII yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket prasangka antar suku yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji paired sample t-test berbantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat prasangka antar suku siswa sebelum diberikan perlakuan berada pada kategori tinggi. Setelah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama, terjadi penurunan tingkat prasangka antar suku, yang ditandai dengan perubahan kategori sebagian besar siswa dari tinggi menjadi sedang. Hasil pengujian hipotesis memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,001 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa teknik sosiodrama berpengaruh terhadap prasangka antar suku siswa di SMP Negeri 7 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik sosiodrama terhadap komunikasi interpersonal siswa tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Tarakan yang ditandai dengan kurangnya keterbukaan, empati, sikap suportif, perilaku positif, dan kesamaan (kesetaraan) dalam interaksi sosial. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimen menggunakan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 9 siswa kelas VIII yang dipilih melalui Teknik Simple Random Sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan Skala Komunikasi Interpersonal yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data deskriptif menggunakan standarisasi interval teoritis, sedangkan analisis inferensial menggunakan uji Paired Sample T-Test melalui program SPSS versi 23.0. Hasil analisis deskriptif menunjukkan adanya kenaikan nilai rata-rata kelompok secara signifikan, yaitu dari sebesar 114 pada saat pre-test meningkat menjadi 160 pada saat post-test. Lebih lanjut, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung = -16,120 dengan nilai signifikansi Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari taraf kesalahan yang ditentukan (0,000 0,05), maka terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Penelitian ini membuktikan bahwa intervensi melalui peran dan diskusi dalam sosiodrama secara nyata mempercepat internalisasi etika interaksi sosial siswa. Kesimpulannya, penerapan teknik sosiodrama efektif secara signifikan terhadap peningkatan komunikasi interpersonal siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Tarakan. Implikasi penelitian ini merekomendasikan guru Bimbingan dan Konseling untuk mengintegrasikan teknik sosiodrama secara inovatif dalam program layanan bimbingan di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik sosiodrama bermuatan nilai Siri’ Na Pacce terhadap kecemasan sosial pada siswa SMA Negeri 1 Tarakan. Kecemasan sosial merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa takut berlebihan terhadap penilaian negatif orang lain, penghindaran interaksi, serta gejala fisik seperti gugup, gemetar, dan berkeringat. Nilai Siri’ Na Pacce, yang berakar dari budaya Bugis, mengandung makna menjaga martabat (siri’) dan menumbuhkan empati serta solidaritas (pacce), sehingga relevan untuk membantu siswa mengatasi kecemasan sosial. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Tarakan, dengan sampel yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala kecemasan sosial yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji hipotesis untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik sosiodrama berbasis nilai Siri’ Na Pacce berpengaruh signifikan dalam menurunkan kecemasan sosial siswa. Siswa yang mengikuti sosiodrama mengalami peningkatan keberanian tampil di depan umum, berkurangnya rasa takut terhadap evaluasi negatif, serta meningkatnya empati dan keterampilan sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai budaya lokal Siri’ Na Pacce dalam teknik sosiodrama dapat menjadi strategi efektif dan kontekstual dalam layanan bimbingan kelompok untuk mengurangi kecemasan sosial siswa. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan teori bimbingan konseling berbasis budaya serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya. KATA KUNCI : Sosiodrama, Siri’ Na Pacce, Kecemasan Sosial, Bimbingan Kelompok, Budaya Lokal
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sendi Nova Kristiani, 2026. Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Kelas VII Di SMPN 4 Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian Studi eksperimen ini mengkaji pengaruh bimbingan kelompok berbasis teknik diskusi terhadap tingkat kepercayaan diri siswa kelas VII SMP Negeri 4 Tarakan dengan menerapkan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian mencakup 10 siswa yang ditarik secara acak (random sampling) dari populasi sebanyak 310 siswa. Berdasarkan hasil uji persyaratan data, nilai signifikansi pretest (0,033) dan posttest (0,018) berada di bawah 0,05, sehingga asumsi normalitas tidak terpenuhi. Oleh karena itu, uji hipotesis beralih menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Output statistik menunjukkan seluruh sampel mengalami kenaikan skor kepercayaan diri (Positive Ranks = 10), dengan nilai Mean Rank 5,50 dan Sum of Ranks 55,00. Tidak adanya data yang turun atau stagnan (Negative Ranks = 0 Ties = 0) memperkuat kesimpulan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi secara signifikan efektif meningkatkan kepercayaan diri siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mempunyai tujuan guna mengidentifikasi pengaruh bimbingan kelompok dengan media pop-up book legenda Batu Menangis kepada nilai moral siswa di SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif melalui jenis penelitian eksperimen serta desain one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini mencakup semua siswa kelas V SDN 013 Tarakan sebanyak 78 siswa, dan sampel penelitian sebanyak 10 siswa yang dipilih dengan menerapkan teknik purposive sampling merujuk dari kriteria tertentu, yakni siswa yang mempunyai permasalahan terkait nilai moral dan direkomendasikan oleh wali kelas. Instrumen pada penelitian ini menggunakan skala Guttman serta lembar observasi guna mengukur nilai moral siswa. Indikator nilai moral pada penelitian ini meliputi sopan santun, kepedulian, tanggung jawab, kejujuran, dan kepatuhan terhadap aturan. Teknik analisis data yang diterapkan yaitu analisis statistik deskriptif guna melihat gambaran nilai moral siswa dan analisis statistik inferensial mempergnakan uji paired sample t-test untuk menguji hipotesis penelitian. Temuan ini memperlihatkan bahwasanya ada peningkatan nilai moral siswa ketika sudah diberikan perlakuan berupa layanan bimbingan kelompok dengan media pop-up book legenda Batu Menangis. Hal ini ditunjukkan dari naiknya skor rata-rata nilai moral siswa dari 10,90 pada pretest menjadi 17,30 pada posttest. Hasil dari pengujian hipotesis memperlihatkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) 0,000 di bawah 0,05 serta nilai thitung 6,458 > t-tabel 2,262, sehingga menolak H0 serta menerima Ha. Oleh karenanya, bisa ditarik kesimpulan bahwasanya bimbingan kelompok dengan media pop-up book legenda Batu Menangis berdampak signifikan kepada peningkatan nilai moral siswa kelas V SDN 013 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan sekolah, dengan sekolah sebagai basis utama dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada siswa. Sekolah memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai lingkungan pembentuk sikap dan perilaku siswa. Pemanfaatan sumber belajar berbasis kearifan lokal, seperti cerita rakyat, menjadi salah satu alternatif yang relevan dalam menanamkan nilai moral secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas cerita rakyat Putri Tandampalik dalam meningkatkan pemahaman nilai moral siswa kelas V SD Negeri 029 Juata Sesanip Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain one group pre-test dan post-test design. Subjek penelitian berjumlah delapan orang siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa skala likert mengenai nilai moral, sedangkan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test, dari hasil uji diperoleh nilai t-hitung sebesar −3,965 dengan derajat kebebasan (df) = 7 dan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,005 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman nilai moral siswa setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan cerita rakyat Putri Tandampalik, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan cerita rakyat Putri Tandampalik efektif dalam meningkatkan pemahaman nilai moral siswa kelas V SD Negeri 029 Juata Sesanip Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Perilaku prososial merupakan perilaku yang diwujudkan melalui tindakan sukarela untuk membantu, berbagi, bekerja sama, serta menunjukkan kepedulian terhadap orang lain yang didorong oleh motivasi internal. Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama, khususnya kelas VII, pengembangan perilaku prososial menjadi penting karena siswa berada pada tahap perkembangan sosial yang membutuhkan kemampuan berinteraksi secara positif dengan teman sebaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perilaku prososial siswa adalah melalui layanan bimbingan kelompok. Layanan bimbingan kelompok merupakan proses pemberian bantuan dalam suasana kelompok yang memungkinkan siswa saling berinteraksi, bertukar pendapat, mengembangkan empati, serta belajar menghargai dan bekerja sama dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku prososial pada siswa kelas VII di SMPN 1 Malinau Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental Design model one group pre-test and post-test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 8 siswa dari populasi 80 siswa. Instrumen penelitian menggunakan Skala Likert untuk mengukur tingkat perilaku prososial siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai Asym Sig sebesar 0,012 pada taraf signifikansi (α) 0,05, sehingga Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku prososial siswa kelas VII di SMPN 1 Malinau Kota.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Pembimbing Utama Emmy Ardiwinata, M.Pd dan Pembimbing Kedua Nisa Ariantini, M.Pd. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku penundaan dalam menyelesaikan tugas akademik yang berdampak negatif terhadap tanggung jawab, kedisiplinan, serta keberhasilan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik reinforcement positif terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain untreated control group design with pre-test and post-test. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa yang memiliki tingkat prokrastinasi akademik tinggi, yang terdiri atas 8 siswa kelompok eksperimen dan 8 siswa kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik reinforcement positif selama enam sesi, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Instrumen penelitian berupa skala prokrastinasi akademik, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji t berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata prokrastinasi akademik siswa pada kelompok eksperimen sebelum perlakuan berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 91,13. Setelah diberikan perlakuan, skor nilai berada pada kategori sasi rendah. Skor rata-rata post-test mengalami penurunan signifikan menjadi 72,13. Hasil uji statistik menunjukkan nilai t = 5,805 dengan tingkat signifikansi 0,001 ( 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh bimbingan kelompok dengan reinforcement positif dalam mengurangi prokrastinasi akademik siswa kelas XI di SMAN 2 Tarakan. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya penerapan layanan bimbingan dan konseling yang sistematis, preventif, dan berkelanjutan sebagai strategi intervensi untuk membantu siswa mengurangi perilaku penundaan akademik serta meningkatkan tanggung jawab dan keberhasilan belajar di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Della Puspita Wulandari, 2025. Pengaruh Bimbingan Kelompok dengan Teknik Mindfulness terhadap Pemahaman Regulasi Emosi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I., M.Pd dan Pembimbing Anggota Kusumawati, M.Pd. Pemahaman regulasi emosi mengacu pada kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi secara tepat. Fenomena yang ditemukan di SMA Negeri 1 Tarakan menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengendalikan respons emosional yang berdampak pada penyesuaian diri dan proses belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik mindfulness terhadap pemahaman regulasi emosi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre Experimental tipe One-Group Pre-Post test. Sampel penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa skala regulasi emosi disusun berdasarkan indikator acceptance of emotional responses, engaging in goal-directed behavior, control of emotional responses, dan strategies to emotion regulation. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 0,05, dengan nilai t hitung sebesar 34,489 dan t tabel sebesar 2,365 (df = 7), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Temuan tersebut membuktikan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik mindfulness berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman regulasi emosi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menegaskan bahwa mindfulness merupakan teknik yang aplikatif dan berpengaruh dalam layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa mengembangkan regulasi emosi yang lebih adaptif dalam kehidupan sehari-hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Perilaku Agresif adalah tindakan yang dimaksudkan untuk melukai atau mencederai orang lain, baik secara fisik maupun verbal. Pemberian bimbingan kelompok membuat siswa tidak hanya belajar mengontrol perilaku, tetapi juga mengembangkan sikap saling menghargai, empati, dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku agresif siswa kelas XI TKJ di SMK Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain Pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-postest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI TKJ di SMK Negeri 4 Tarakan yang terindikasi memiliki perilaku agresif, berdasarkan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui skala perilaku agresif yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan metode Cronbach’s Alpha sebesar 0,786 menunjukkan instrumen yang sangat reliabel. Hasil analisis data menggunakan Paired Sample T-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil (pretest) dan (postest). Hal tersebut terdapat pada nilai signifikan (2-tailed) yang diperoleh adalah 0,000(p0,05), dan terdapat nilai thitung sebesar 31,080 dari ttabel sebesar 2,365 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini, menujukkan bahwa ada pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku agresif siswa kelas XI TKJ di SMK Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi studi lanjutan dengan penerapan pada materi, jenjang pendidikan, dan subjek yang berbeda dalam konteks yang lebih luas.