ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam program Mata Najwa berjudul “Debat RKUHAP: Biar Proses Hukum Gak Sewenang-Wenang” dengan kajian pragmatik. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama berdasarkan empat maksim Grice, yaitu maksim kuantitas, kualitas, relevansi, cara. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskritif dengan data berupa tuturan antara penutur dan mitra tutur dalam tayangan video debat RKUHAP. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak, transkrip, dan catat. Analisis data menggunakan teknik padan pragmatis. Padan pragmatis adalah metode analisis yang menjadikan respons mitra tutur sebagai alat penentu makna dan fungsi tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat maksim prinsip kerja sama ditemukan dalam tuturan debat, baik dalam bentuk pematuhan maupun pelanggaran. Pematuhan ditunjukkan melalui tuturan yang memberikan informasi secara cukup, benar, relevan, serta jelas dan teratur. Sementara itu, pelanggaran ditunjukkan melalui informasi yang berlebihan atau kurang, kebenaran yang diragukan, tuturan yang tidak relevan dengan topik, serta penyampaian yang berbelit-belit dan ambigu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan prinsip kerja sama dalam debat tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga dipengaruhi oleh tujuan penutur dalam menyampaikan, mempertahankan, dan menanggapi argumen dalam pembahasan RKUHAP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ANALISIS PERAN KELOMPOK TANI DAN PENDAPATAN PETANI SAWI (Brassica juncea L) (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Tunas Baru Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Kelompok Tani Tunas Baru terhadap usahatani sawi serta menganalisis pendapatan usahatani sawi anggota kelompok tani di Desa Gunung Putih, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kelompok tani sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi dalam mendukung kegiatan usahatani serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian dilaksanakan pada Kelompok Tani Tunas Baru dengan jumlah responden sebanyak 44 orang petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat peran kelompok tani, serta analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani sawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kelas belajar memperoleh nilai rata-rata sebesar 20 dan termasuk kategori tinggi, indikator wahana kerja sama memperoleh nilai rata-rata sebesar 20 dan termasuk kategori tinggi, sedangkan indikator unit produksi memperoleh nilai rata-rata sebesar 18 dan juga termasuk kategori tinggi. Secara keseluruhan, peran Kelompok Tani Tunas Baru berada pada kategori tinggi, yang menunjukkan bahwa kelompok telah menjalankan fungsinya dengan baik sebagai sarana pembelajaran, wadah kerja sama, dan pendukung kegiatan produksi usahatani anggota. Rata-rata biaya produksi usahatani sawi sebesar Rp388.835 per musim tanam, rata-rata penerimaan sebesar Rp1.977.273 per musim tanam, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.588.438 per musim tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani sawi yang dijalankan anggota kelompok tani memberikan keuntungan karena penerimaan yang diperoleh lebih besar dibandingkan biaya produksi yang dikeluarkan. Dengan demikian, Kelompok Tani Tunas Baru telah berperan dengan baik dalam mendukung kegiatan usahatani sawi, meskipun fungsi sebagai unit produksi masih perlu terus ditingkatkan agar manfaat yang diperoleh anggota dapat lebih optimal dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kerja sama merupakan hubungan antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang sama. Kerja sama dalam pendidikan seringkali terjadi kepada siswa saat berada dalam suasana kelompok atau tugas yang memerlukan interaksi dalam penyelesaiannya. Rendahnya tingkat kerja sama siswa menjadi permasalahan yang memerlukan intervensi efektif, yaitu melalui layanan bimbingan kelompok. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menerapkan bimbingan kelompok adalah melalui project based learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan project based learning terhadap kerja sama siswa. Penelitian ini menggunakan desain true experimental. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan sebanyak 20 siswa yang dipilih melalui random sampling. Data dianalisis menggunakan independent t-test untuk mengetahui perbedaan hasil post-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis uji independent sample t-test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,400 (p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis nol (H0) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Dengan demikian, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan pertanian tidak terlepas dari peran kelompok tani. Kelompok tani dibentuk dengan tujuan agar petani dapat bekerja sama dengan petani lainnya baik dari anggota kelompok tani tersebut maupun dengan anggota kelompok tani lainnya, sehingga diharapkan dapat memecahkan segala permasalahan dan tantangan yang ada dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan mendapatkan keuntungan. Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan peran kelompok tani dan menganalisis peran kelompok tani sebagai kelas belajar, wahan kerja sama dan unit produksi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dimana sampelnya adalah anggota-anggota kelompok tani yang ada di Kecamatan Tarakan Utara. Jenis sumber data yaitu Data Primer dan Skunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yaitu dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan skala Likert. Diketahui intepretasi skor, maka didapatkan peran kelompok tani sebagai kelas belajar dengan skor rata-rata 89,75 dengan persentase 75% dikategorikan sangat berperan. Peran kelompok tani sebagai Wahana Kerja Sama memiliki skor rata-rata 6,25 dengan persentase sebesar 55% dapat di kategorikan Berperan, dan Kelompok tani sebagai Unit Produksi memiliki skor rata-rata 10,25 dengan persentase 50% dikategorikan Berperan. Kelompok tani memberikan peran penting dalam meningkatkan kinerja petani dengan adanya perubahan pada pola pikir petani kearah yang lebih baik dalam mengelola usahatani tanaman hortikultura yang ditunjukkan dengan adanya kelas belajar yang bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan petani, wahana kerja sama yang membangun kerja sama gotong-royong antar petani dan unit produksi yang membantu pembiayaan pada usahatani tanaman hortikultura di Kecamatan Tarakan Utara.