Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Kejenuhan Belajar
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Behavioral Contract Terhadap Kejenuhan Belajar Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 13 Tarakan

2024•

Pengaruh Teknik Behavioral Contract Terhadap Kejenuhan Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 13 Tarakan. Kejenuhan belajar adalah suatu kondisi mental seseorang saat mengalami rasa bosan dan lelah yang amat sangat sehingga mengakibatkan timbulnya rasa enggan dan tidak bersemangat melakukan aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik behevioral contract terhadap kejenuhan belajar siswa SMP Negeri 13 Tarakan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen menggunakan one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling, dengan sampel berjumlah 10 orang siswa kelas VIII. Alat ukur yang digunakan yaitu skala kejenuhan belajar (Muhibbin Syah, 2015) jenis skala likert. Teknik analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan SPSS 22.0. Berdasarkan uji analisis diketahui bahwa nilai signifikan 0.000 0,05 dan nilai t hitung 15,545 > t tabel 1.833 yang artinya Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik Behavioral Contract terhadap Kejenuhan Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 13 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Bimbingan Kelompok dengan Teknik Role Play Terhadap Kejenuhan Belajar Siswa di SMA Negeri 2 Tarakan

2024•

Kejenuhan belajar adalah kondisi seseorang yang merasa bosan dan letih hingga mengakibatkan munculnya rasa lesu atau tidak mempunyai semangat serta pikirannya tidak bekerja untuk mengerjakan setiap kegiatan belajar yang menjadikan usaha yang dikerjakan tidak mendapatkan hasil, serta tidak adanya perkembangan dalam belajar. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role play di SMA Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen yaitu desain penelitian Pre-eksperimental design dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Tarakan mengalami kejenuhan belajar ditinjau dari 3 aspek yaitu: 1) keletihan emosi; 2) depersonalisasi; dan 3) menurunnya keyakinan akademik. Populasi penelitian ini adalah 357 siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Tarakan, dan menggunakan purposive sampling, yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 siswa. Pada pemberian pretest pada siswa yang berjumlah 10 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini terdapat kategori sangat tinggi berjumlah 2 (20%) siswa, kategori tinggi berjumlah 8 (80%) siswa dan kategori sedang pada posttest berjumlah 6 (60%) siswa, kategori rendah berjumlah 4 (40%). Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan bantuan software SPPS 25. Berdasarkan analisis data uji hipotesis yaitu analisis Paired sample t-test (parametrik) mendapatkan hasil yaitu sig sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak artinya ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role play di SMA Negeri 2 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGURANGI KEJENUHAN BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 2 TARAKAN

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru bimbingan dan konseling dalam mengurangi kejenuhan belajar siswa. Kejenuhan belajar adalah kondisi fisik dan emosional seseorang yang mengalami kelelahan atau keletihan sehingga merasakan kebosanan dan tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas belajar. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Tarakan. Informan penelitian ini adalah satu orang guru bimbingan dan konseling dan informan pendukung yaitu satu siswa kelas XI yang pernah mendapatkan layanan BK terkait masalah kejenuhan belajar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari wawancara dan dokumentasi. Triangulasi data yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi yang dilakukan, diketahui bahwa guru bimbingan dan konseling telah berperan dengan melakukan pemberian layanan konseling individual dengan tujuan untuk meningkatkan minat belajar serta motivasi belajar siswa yang mengalami kejenuhan belajar. Setelah pemberian layanan konseling, guru bimbingan dan konseling melakukan evaluasi terhadap perubahan yang dialami siswa. Kata Kunci : Peran Guru BK, Kejenuhan Belajar

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEJENUHAN BELAJAR ONLINE MAHASISWA BIMBINGAN KONSELING ANGKATAN 2018 DALAM MASA PANDEMIC COVID-19 DI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN TAHUN PEMBELAJARAN 2020/2021

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Meltin Bidang. 2021. Analisis kejenuhan Belajar Online Mahasiswa Bimbingan Konseling Angkatan 2018 Dalam Masa Pandemic Covid-19 Di Universitas Borneo Tarakan di bimbing oleh Suriata M.Pd dan Riski Sovayunanto S.Psi.,M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum kejenuhan belajar online mahasiswa bimbingan konseling angkatan 2018 dalam masa pandemic covid-19. Kejenuhan belajar merupakan suatu kondisi mental seseorang yang mengalami rasa bosan dan lelah yang amat sangat yang ini ditandai dengan keletihan emosional, depersonalisasi dan menurunnya keyakinan akademis. Penelitian ini adalah penelitian jenis survei dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dimana pengambilan sampel menggunakan teknik Probabbility sampling Hasil penelitian menemukan bahwa sebanyak 41.1% atau 30 responden dari 73 sampel penelitian yang mengalami kejenuhan belajar kategori tinggi, sisanya 45,21% atau 33 responden yang masuk dalam kategori sedang dan 13,70% atau 10 responden yang masuk dalam kategori rendah. Sementara hasil yang diperoleh perindikator menunjukkan bahwa menurunnya keyakinan akademik merupakan indikator yang memiliki skor tertinggi sebagai aspek kejenuhan belajar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail