2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pengaruh Teknik Behavioral Contract Terhadap Kejenuhan Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 13 Tarakan. Kejenuhan belajar adalah suatu kondisi mental seseorang saat mengalami rasa bosan dan lelah yang amat sangat sehingga mengakibatkan timbulnya rasa enggan dan tidak bersemangat melakukan aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik behevioral contract terhadap kejenuhan belajar siswa SMP Negeri 13 Tarakan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen menggunakan one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling, dengan sampel berjumlah 10 orang siswa kelas VIII. Alat ukur yang digunakan yaitu skala kejenuhan belajar (Muhibbin Syah, 2015) jenis skala likert. Teknik analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan SPSS 22.0. Berdasarkan uji analisis diketahui bahwa nilai signifikan 0.000 0,05 dan nilai t hitung 15,545 > t tabel 1.833 yang artinya Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik Behavioral Contract terhadap Kejenuhan Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 13 Tarakan.
2024 · Thesis ·
Pengaruh Teknik Behavioral Contract Terhadap Kejenuhan Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 13 Tarakan. Kejenuhan belajar adalah suatu kondisi mental seseorang saat mengalami rasa bosan dan lelah yang amat sangat sehingga mengakibatkan timbulnya rasa enggan dan tidak bersemangat melakukan aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik behevioral contract terhadap kejenuhan belajar siswa SMP Negeri 13 Tarakan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen menggunakan one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling, dengan sampel berjumlah 10 orang siswa kelas VIII. Alat ukur yang digunakan yaitu skala kejenuhan belajar (Muhibbin Syah, 2015) jenis skala likert. Teknik analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan SPSS 22.0. Berdasarkan uji analisis diketahui bahwa nilai signifikan 0.000 0,05 dan nilai t hitung 15,545 > t tabel 1.833 yang artinya Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik Behavioral Contract terhadap Kejenuhan Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 13 Tarakan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru BK dalam mengatasi kedisiplinan tata tertib membolos dan datang terlambat siswa kelas XI. Kedisiplinan merupakan suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan siswa yang secara sadar melakukan aktifitas di sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. Adapun indikator kedisiplinan siswa adalah tata tertib. Peran guru BK dalam mengatasi kedisiplinan tata tertib membolos dan datang terlambat pada siswa yaitu melakukan tindakan pertama antisipasi seperti memberikan peringatan dasar, melakukan identifikasi masalah, memberikan pemahaman kepada siswa, dan memberikan layanan bimbingan klasikal, kedua melakukan penanganan seperti memberikan teguran dasar, pemberian surat peringatan, pemberian surat pemanggilan orangtua, pemberian konseling individu, pemantauan dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan datanya, subjek primer yang datanya akan diambil adalah guru BK yang dipilih berdasarkan subjek yang mewakili, sedangkan untuk subjek sekundernya diambil secara non-random yaitu wali kelas yang banyak terlibat dalam proses kegiatan yang guru BK lakukan dan siswa kelas XI yang pernah mendapatkan layanan BK terkait masalah kedisiplinan tata tertib membolos dan datang terlambat. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi yang dilakukan, diketahui bahwa guru BK telah berperan dengan melakukan pemberian layanan bimbingan klasikal dan konseling individu kepada siswa yang melanggar aturan tata tertib. Dalam proses pemberian layanan dilakukan sesuai dengan langkah-langkah RPP yang telah dibuat, setelah pemberian layanan guru BK melakukan pendampingan kepada siswa dalam kurun waktu yang tidak terbatas dalam bentuk pemantauan dan pengawasan.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru BK dalam mengatasi kedisiplinan tata tertib membolos dan datang terlambat siswa kelas XI. Kedisiplinan merupakan suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan siswa yang secara sadar melakukan aktifitas di sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. Adapun indikator kedisiplinan siswa adalah tata tertib. Peran guru BK dalam mengatasi kedisiplinan tata tertib membolos dan datang terlambat pada siswa yaitu melakukan tindakan pertama antisipasi seperti memberikan peringatan dasar, melakukan identifikasi masalah, memberikan pemahaman kepada siswa, dan memberikan layanan bimbingan klasikal, kedua melakukan penanganan seperti memberikan teguran dasar, pemberian surat peringatan, pemberian surat pemanggilan orangtua, pemberian konseling individu, pemantauan dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan datanya, subjek primer yang datanya akan diambil adalah guru BK yang dipilih berdasarkan subjek yang mewakili, sedangkan untuk subjek sekundernya diambil secara non-random yaitu wali kelas yang banyak terlibat dalam proses kegiatan yang guru BK lakukan dan siswa kelas XI yang pernah mendapatkan layanan BK terkait masalah kedisiplinan tata tertib membolos dan datang terlambat. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi yang dilakukan, diketahui bahwa guru BK telah berperan dengan melakukan pemberian layanan bimbingan klasikal dan konseling individu kepada siswa yang melanggar aturan tata tertib. Dalam proses pemberian layanan dilakukan sesuai dengan langkah-langkah RPP yang telah dibuat, setelah pemberian layanan guru BK melakukan pendampingan kepada siswa dalam kurun waktu yang tidak terbatas dalam bentuk pemantauan dan pengawasan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Gangguan jiwa adalah kumpulan-kumpulan keadaan yang tidak normal baik secara fisik ataupun mental. Isolasi sosial merupakan keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Tujuan umum penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman yang nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. R dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri. Penyusunan laporan tugas akhir ini mengunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada kasus Tn.R, hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguan konsep diri: harga diri rendah, dan resiko perilaku kekerasan. Terdapat kesenjangan diagnosa antara teori dan kasus pada Tn.R yaitu diagnosa resiko perilaku kekerasan ada pada kasus tetapi tidak ada di teori. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.R yaitu melaksanakan 3 (tiga) strategi pelaksanaan untuk masing-masing diagnosa keperawatan. Strategi pelaksanaan hanya dilakukan pada pasien sedangkan strategi pelaksanaan pada keluarga tidak dilakukan karena keluarga jarang menjenguk klien di rumah sakit. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan SP berikutnya oleh perawat.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gangguan jiwa adalah kumpulan-kumpulan keadaan yang tidak normal baik secara fisik ataupun mental. Isolasi sosial merupakan keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Tujuan umum penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman yang nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. R dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri. Penyusunan laporan tugas akhir ini mengunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada kasus Tn.R, hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguan konsep diri: harga diri rendah, dan resiko perilaku kekerasan. Terdapat kesenjangan diagnosa antara teori dan kasus pada Tn.R yaitu diagnosa resiko perilaku kekerasan ada pada kasus tetapi tidak ada di teori. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.R yaitu melaksanakan 3 (tiga) strategi pelaksanaan untuk masing-masing diagnosa keperawatan. Strategi pelaksanaan hanya dilakukan pada pasien sedangkan strategi pelaksanaan pada keluarga tidak dilakukan karena keluarga jarang menjenguk klien di rumah sakit. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan SP berikutnya oleh perawat.