PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN REINFORCEMENT POSITIF TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 TARAKAN
Pembimbing Utama Emmy Ardiwinata, M.Pd dan Pembimbing Kedua Nisa Ariantini, M.Pd. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku penundaan dalam menyelesaikan tugas akademik yang berdampak negatif terhadap tanggung jawab, kedisiplinan, serta keberhasilan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik reinforcement positif terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain untreated control group design with pre-test and post-test. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa yang memiliki tingkat prokrastinasi akademik tinggi, yang terdiri atas 8 siswa kelompok eksperimen dan 8 siswa kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik reinforcement positif selama enam sesi, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Instrumen penelitian berupa skala prokrastinasi akademik, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji t berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata prokrastinasi akademik siswa pada kelompok eksperimen sebelum perlakuan berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 91,13. Setelah diberikan perlakuan, skor nilai berada pada kategori sasi rendah. Skor rata-rata post-test mengalami penurunan signifikan menjadi 72,13. Hasil uji statistik menunjukkan nilai t = 5,805 dengan tingkat signifikansi 0,001 ( 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh bimbingan kelompok dengan reinforcement positif dalam mengurangi prokrastinasi akademik siswa kelas XI di SMAN 2 Tarakan. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya penerapan layanan bimbingan dan konseling yang sistematis, preventif, dan berkelanjutan sebagai strategi intervensi untuk membantu siswa mengurangi perilaku penundaan akademik serta meningkatkan tanggung jawab dan keberhasilan belajar di sekolah.