Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik sosiodrama bermuatan nilai Siri’ Na Pacce terhadap kecemasan sosial pada siswa SMA Negeri 1 Tarakan. Kecemasan sosial merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa takut berlebihan terhadap penilaian negatif orang lain, penghindaran interaksi, serta gejala fisik seperti gugup, gemetar, dan berkeringat. Nilai Siri’ Na Pacce, yang berakar dari budaya Bugis, mengandung makna menjaga martabat (siri’) dan menumbuhkan empati serta solidaritas (pacce), sehingga relevan untuk membantu siswa mengatasi kecemasan sosial. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Tarakan, dengan sampel yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala kecemasan sosial yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji hipotesis untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik sosiodrama berbasis nilai Siri’ Na Pacce berpengaruh signifikan dalam menurunkan kecemasan sosial siswa. Siswa yang mengikuti sosiodrama mengalami peningkatan keberanian tampil di depan umum, berkurangnya rasa takut terhadap evaluasi negatif, serta meningkatnya empati dan keterampilan sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai budaya lokal Siri’ Na Pacce dalam teknik sosiodrama dapat menjadi strategi efektif dan kontekstual dalam layanan bimbingan kelompok untuk mengurangi kecemasan sosial siswa. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan teori bimbingan konseling berbasis budaya serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya. KATA KUNCI : Sosiodrama, Siri’ Na Pacce, Kecemasan Sosial, Bimbingan Kelompok, Budaya Lokal