Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Penulis: DAMARIS
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis kebijakan hukum pidana dalam penerapan hukum terhadap anak yang melakukan bullying di lingkungan sekolah

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis kebijakan hukum pidana dalam penerapan hukum terhadap anak yang melakukan bullying dilingkungan sekolah. Bullying merupakan permasalahan yang semakin sering terjadi dan menimbulkan dampak serius bagi perkembangan anak, baik sebagai korban maupun pelaku. Dalam kontks hukum, bullying dapat dikategorikan sebagai tindak pidana, namun pelakunya Adalah anak yang tetap harus mendapatkan perlindungan dan pembinaan sesuai prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan dukungan data empiris melalui studi kasus dan wawancara dengan aparat penegak hukum serta instansi terkait Kajian difokuskan pada ketentuan dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), Kitab Undang-undang Hukum Pidana Nomor 1 Tahun 2023, Analisis juga menyoroti bagaimana kebijakan tersebut diterapkan dalam praktik penanganan kasus bullying di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan hukum pidana terhadap anak pelaku bullying lebih mengutamakan pendekatan keadilan restoratif dan upaya diversi dibandingkan pemidanaan Tujuannya adalah memberikan pembinaan kepada anak sekaligus memulihkan kondisi korban. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala, seperti kurangnya pemahaman masyarakat dan belum optimalnya koordinası antar lembaga serta peran sekolah dalam pencegahan. Diperlukan penguatan kebijakan dan kerja sama semua pihak agar penanganan bullying dapat berjalan efektif serta tetap menjamin perlindungan hak anak. Kata Kunci: Kebijakan, Hukum Pidana, Bullying, Sistem Peradilan Pidana Anak, lingkungan Sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis kebijakan hukum pidana dalam penerapan hukum terhadap anak yang melakukan bullying di lingkungan sekolah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis kebijakan hukum pidana dalam penerapan hukum terhadap anak yang melakukan bullying dilingkungan sekolah. Bullying merupakan permasalahan yang semakin sering terjadi dan menimbulkan dampak serius bagi perkembangan anak, baik sebagai korban maupun pelaku. Dalam kontks hukum, bullying dapat dikategorikan sebagai tindak pidana, namun pelakunya Adalah anak yang tetap harus mendapatkan perlindungan dan pembinaan sesuai prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan dukungan data empiris melalui studi kasus dan wawancara dengan aparat penegak hukum serta instansi terkait Kajian difokuskan pada ketentuan dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), Kitab Undang-undang Hukum Pidana Nomor 1 Tahun 2023, Analisis juga menyoroti bagaimana kebijakan tersebut diterapkan dalam praktik penanganan kasus bullying di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan hukum pidana terhadap anak pelaku bullying lebih mengutamakan pendekatan keadilan restoratif dan upaya diversi dibandingkan pemidanaan Tujuannya adalah memberikan pembinaan kepada anak sekaligus memulihkan kondisi korban. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala, seperti kurangnya pemahaman masyarakat dan belum optimalnya koordinası antar lembaga serta peran sekolah dalam pencegahan. Diperlukan penguatan kebijakan dan kerja sama semua pihak agar penanganan bullying dapat berjalan efektif serta tetap menjamin perlindungan hak anak. Kata Kunci: Kebijakan, Hukum Pidana, Bullying, Sistem Peradilan Pidana Anak, lingkungan Sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ASSESSING THE EFFECT OF INTERACTIVE CULINARY SESSIONS ON ORAL ENGLISH SKILLS AT SMKN 1 TARAKAN

2025•

This study aims to investigate the effect of interactive culinary sessions on the English oral communication skills of 11th-grade culinary students at SMKN 1 Tarakan. the study employed a pre-experimental method with a one-group pre-test and post-test design. The subjects were 30 students from the 11th grade specializing in culinary at SMKN 1 Tarakan. data collection utilized a speaking test instrument, assessing five indicators of speaking ability: fluency, pronunciation, vocabulary, grammar, and content, during both pre-test and post-test phases. the findings showed that the mean pre-test score of 65.87 increased to 76.67 in the post-test, signifying a notable 10.8-point improvement following the intervention through interactive culinary sessions. The most substantial improvement was observed in the content indicator, where 100% of students, initially at a fair level, advanced to an excellent level. Improvements were also evident in fluency, with the percentage of students at the excellent level increasing from 6.7% to 20%. in pronunciation, students achieving an excellent level rose from 0% to 10%, with no students remaining at the poor level. For grammar, an increase from 3.3% to 13.3% was noted at the good level, and students at the poor level were eliminated (0%). Although the increase in the vocabulary indicator was not statistically significant, students demonstrated progress in recognizing and utilizing new culinary-related terminology. Based on the results of Wilcoxon and paired sample t-tests, a significance value of 0.000 (p 0.05) was obtained. Consequently, the alternative hypothesis was accepted, and the null hypothesis was rejected. these empirical findings strongly support the conclusion that interactive culinary sessions are effective in enhancing students' english oral communication skills, particularly concerning fluency, pronunciation, vocabulary, grammar, and content.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASSESSING THE EFFECT OF INTERACTIVE CULINARY SESSIONS ON ORAL ENGLISH SKILLS AT SMKN 1 TARAKAN

2025•

This study aims to investigate the effect of interactive culinary sessions on the English oral communication skills of 11th-grade culinary students at SMKN 1 Tarakan. the study employed a pre-experimental method with a one-group pre-test and post-test design. The subjects were 30 students from the 11th grade specializing in culinary at SMKN 1 Tarakan. data collection utilized a speaking test instrument, assessing five indicators of speaking ability: fluency, pronunciation, vocabulary, grammar, and content, during both pre-test and post-test phases. the findings showed that the mean pre-test score of 65.87 increased to 76.67 in the post-test, signifying a notable 10.8-point improvement following the intervention through interactive culinary sessions. The most substantial improvement was observed in the content indicator, where 100% of students, initially at a fair level, advanced to an excellent level. Improvements were also evident in fluency, with the percentage of students at the excellent level increasing from 6.7% to 20%. in pronunciation, students achieving an excellent level rose from 0% to 10%, with no students remaining at the poor level. For grammar, an increase from 3.3% to 13.3% was noted at the good level, and students at the poor level were eliminated (0%). Although the increase in the vocabulary indicator was not statistically significant, students demonstrated progress in recognizing and utilizing new culinary-related terminology. Based on the results of Wilcoxon and paired sample t-tests, a significance value of 0.000 (p 0.05) was obtained. Consequently, the alternative hypothesis was accepted, and the null hypothesis was rejected. these empirical findings strongly support the conclusion that interactive culinary sessions are effective in enhancing students' english oral communication skills, particularly concerning fluency, pronunciation, vocabulary, grammar, and content.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Sintesis Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Variasi Massa Katalis Cangkang Kerang Kapah (Meretrix sp.)

2024•

Pada saat ini permintaan makanan seafood yang cukup meningkat yang mengakibatkan limbah cangkang kerang kurang termanfaatkan, sehingga pada penelitian ini disintetis CaO dari cangkang kerang kapah melalui proses kalsinasi pada suhu tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakteristik biodiesel dari minyak jelantah dengan katalis CaO dari limbah cangkang kerang kapah yang terkalsinasi. Adapun metode yang digunakan pertama-tama preparasi katalis. Katalis diperoleh dari proses kalsinasi cangkang kerang kapah pada suhu 900oC selama 3 jam. Langkah berikutnya sintetis biodiesel dari proses melalui proses refluks. Prekusor yang digunakan adalah minyak jelantah, metanol dan cangkang kerang kapah sebagai katalis. Hasil biodiesel yang didapatkan dianalisis dengan parameter uji densitas, bilangan asam dan bilangan penyabunan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas biodiesel yang diperoleh memiliki nilai rendemen 48,25-56,13% ,nilai densitas 881,5-868,5 kg/m3, bilangan asam 0,15-0,37 mg KOH/g dan bilangan penyabunan 40,6-154 mg KOH/g. berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 04-7182-2006). Kata kunci: Bilangan asam, CaO, Penyabunan, Metil Ester

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Sintesis Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Variasi Massa Katalis Cangkang Kerang Kapah (Meretrix sp.)

2024•

Pada saat ini permintaan makanan seafood yang cukup meningkat yang mengakibatkan limbah cangkang kerang kurang termanfaatkan, sehingga pada penelitian ini disintetis CaO dari cangkang kerang kapah melalui proses kalsinasi pada suhu tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakteristik biodiesel dari minyak jelantah dengan katalis CaO dari limbah cangkang kerang kapah yang terkalsinasi. Adapun metode yang digunakan pertama-tama preparasi katalis. Katalis diperoleh dari proses kalsinasi cangkang kerang kapah pada suhu 900oC selama 3 jam. Langkah berikutnya sintetis biodiesel dari proses melalui proses refluks. Prekusor yang digunakan adalah minyak jelantah, metanol dan cangkang kerang kapah sebagai katalis. Hasil biodiesel yang didapatkan dianalisis dengan parameter uji densitas, bilangan asam dan bilangan penyabunan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas biodiesel yang diperoleh memiliki nilai rendemen 48,25-56,13% ,nilai densitas 881,5-868,5 kg/m3, bilangan asam 0,15-0,37 mg KOH/g dan bilangan penyabunan 40,6-154 mg KOH/g. berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 04-7182-2006). Kata kunci: Bilangan asam, CaO, Penyabunan, Metil Ester

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail