Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: CaO
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN AKTIVITAS SEMUT HITAM (Dolichoderus thoracicus) DENGAN ORGAN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Semut hitam (Dolichoderus thoracicus) merupakan salah satu predator alami yang berpotensi mendukung pengendalian hayati hama utama pada tanaman kakao. Keberadaan dan aktivitas semut ini diduga dipengaruhi oleh karakteristik morfologi tanaman kakao, terutama struktur tajuk dan ketersediaan organ generatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas semut hitam pada bagian tanaman kakao serta menganalisis korelasi antara karakteristik morfologi tanaman kakao (Theobroma cacao L.) dengan tingkat kolonisasi semut hitam. Penelitian dilaksanakan di perkebunan kakao Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, pada September 2023 hingga Maret 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan dengan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi tinggi pohon, lebar tajuk, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah produktif, jumlah buah tidak produktif, serta aktivitas semut pada batang, daun, bunga, dan buah. Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas semut hitam tertinggi ditemukan pada bagian buah dan batang, terutama di lokasi P1 dengan rata-rata aktivitas pada buah sebesar 7,45 dan batang sebesar 4,33, serta lokasi P9 dengan aktivitas pada batang sebesar 3,92 dan buah sebesar 2,24. Aktivitas pada daun dan bunga tergolong sangat rendah, sedangkan pada beberapa lokasi tidak ditemukan aktivitas semut. Hasil korelasi menunjukkan bahwa aktivitas semut berhubungan positif signifikan dengan tinggi pohon, lebar tajuk, jumlah cabang, bunga, buah produktif, dan buah tidak produktif pada lokasi tertentu. Dengan demikian, karakteristik morfologi dan fase generatif tanaman kakao berperan dalam mendukung kolonisasi dan aktivitas D. thoracicus pada perkebunan kakao.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN AROMATERAPI LAVENDER DENGAN INTENSITAS NYERI IBU NIFAS POST SECTIO CAESAREA 6-12 JAM PERTAMA DI RUMAH SAKIT PERTAMINA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ibu nifas post sectio caesarea sering mengalami nyeri pada area luka operasi akibat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Nyeri umumnya mulai dirasakan ketika efek anestesi spinal berkurang, terutama pada 6–12 jam pertama pascaoperasi. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu mobilisasi dini, kenyamanan, istirahat, proses laktasi, serta pemulihan ibu pada masa nifas. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kenyamanan dan mengurangi persepsi nyeri adalah aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian aromaterapi lavender dengan intensitas nyeri pada ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama di Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama yang dibagi menjadi 10 responden kelompok intervensi dan 10 responden kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan terapi standar rumah sakit berupa analgetik ditambah aromaterapi lavender, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan terapi standar rumah sakit tanpa aromaterapi lavender. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat 3 responden (30,0%) mengalami nyeri ringan, 7 responden (70,0%) nyeri sedang, dan tidak terdapat responden nyeri berat. Pada kelompok kontrol, tidak terdapat responden nyeri ringan, 7 responden (70,0%) mengalami nyeri sedang, dan 3 responden (30,0%) nyeri berat. Hasil uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test diperoleh nilai p-value = 0,048. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian aromaterapi lavender dengan intensitas nyeri pada ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMALISASI TANAH TAMBAK UDANG WINDU MENGGUNAKAN TEKNOLOGI FOTOKATALIS NANOPARTIKEL CaO DARI CANGKANG KERANG KAPAH (Meretrix meretrix)

2026•

Kualitas tanah memegang peranan penting dalam sistem tambak tradisional udang windu. Kualitas tanah dapat menurun akibat kegiatan pasca panen dari sisa metabolisme udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas tanah tambak udang windu (Penaeus monodon) menggunakan teknologi fotokatalis nanopartikel CaO yang disintesis dari limbah cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix). Penelitian ini dimulai dengan mensintesis nanopartikel CaO menggunakan ekstrak daun ketapang. Nanopartikel CaO di karakterisasi ukurannya menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Rancangan penelitian terdiri dari perlakuan kapur dan nanopartikel CaO diaplikasikan pada tanah tambak dengan rasio 1:50, dibawah lampu visibel selama 8 jam penyinaran. Parameter kualitas tanah yang diamati meliputi derajat keasaman (pH), potensial redoks (Eh), aluminium (Al), dan besi (Fe). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel berhasil disintesis dengan ukuran rata-rata 107,88 nm. Aplikasi nanopartikel CaO terhadap perbaikan kualitas tanah memberikan efektivitas terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Nilai efektivitas nanopartikel CaO dalam meningkatkan pH tanah mencapai 100% (p 0,05) dan pada parameter potensial redoks (Eh) sebesar 64,99% (p 0,05), yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan penggunaan kapur dolomit (30,46%). Pada parameter logam berat, nanopartikel CaO menunjukkan efektivitas penurunan aluminium (Al) yang konstan sebesar 100%, diikuti parameter besi (Fe) sebesar 62,6%. Pemanfaatan teknologi fotokatalis nanopartikel CaO berbasis limbah cangkang kerang kapah merupakan solusi inovatif dalam memperbaiki kualitas kimia tanah untuk mendukung keberlanjutan budidaya udang windu di wilayah Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Cangkang Temberungun (Telescopium telescopium) sebagai Katalis

2025•

Cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) yang banyak ditemukan di Tarakan masih jarang dimanfaatkan, padahal berpotensi sebagai katalis ramah lingkungan dalam pembuatan biodiesel. Di sisi lain, minyak jelantah tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, tetapi juga menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel dengan memanfaatkan cangkang temberungun sebagai katalis heterogen berbasis kalsium karbonat (CaCO3). Katalis kemudian digunakan pada reaksi transesterifikasi minyak jelantah dan metanol dengan rasio 1:8 pada suhu 60°C selama 3 jam, serta variasi konsentrasi katalis 1%, 2%, dan 3% dari berat minyak. Karakterisasi biodiesel dilakukan berdasarkan rendemen, densitas, viskositas, bilangan asam, dan uji nyala. Hasil menunjukkan katalis 1% menghasilkan kinerja tertinggi dengan rendemen 11,3%, densitas 0,87 g/ml sesuai SNI (0,85–0,89 g/ml), serta nyala api biru stabil yang menandakan pembakaran sempurna. Namun, nilai viskositas biodiesel masih di bawah standar SNI.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Sintesis Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Variasi Massa Katalis Cangkang Kerang Kapah (Meretrix sp.)

2024•

Pada saat ini permintaan makanan seafood yang cukup meningkat yang mengakibatkan limbah cangkang kerang kurang termanfaatkan, sehingga pada penelitian ini disintetis CaO dari cangkang kerang kapah melalui proses kalsinasi pada suhu tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakteristik biodiesel dari minyak jelantah dengan katalis CaO dari limbah cangkang kerang kapah yang terkalsinasi. Adapun metode yang digunakan pertama-tama preparasi katalis. Katalis diperoleh dari proses kalsinasi cangkang kerang kapah pada suhu 900oC selama 3 jam. Langkah berikutnya sintetis biodiesel dari proses melalui proses refluks. Prekusor yang digunakan adalah minyak jelantah, metanol dan cangkang kerang kapah sebagai katalis. Hasil biodiesel yang didapatkan dianalisis dengan parameter uji densitas, bilangan asam dan bilangan penyabunan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas biodiesel yang diperoleh memiliki nilai rendemen 48,25-56,13% ,nilai densitas 881,5-868,5 kg/m3, bilangan asam 0,15-0,37 mg KOH/g dan bilangan penyabunan 40,6-154 mg KOH/g. berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 04-7182-2006). Kata kunci: Bilangan asam, CaO, Penyabunan, Metil Ester

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Adsorpsi Besi Fe menggunakan adsorben dari Kitosan Kulit Udang Termodifikasih CaO kerang kapah Meretrix sp

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah kulit udang dan cangkang kerang kapah merupakan salah satu sumber daya alam di bidang perikanan yang sangat melimpah, namun limbah ini tidak dimanfaatkan dengan baik dan hanya dibuang. Limbah kulit udang dapat dijadikan sebagai kitosan selain itu terdapat limbah kerang kapah mengandung kalsium dalam bentuk oksida atau CaO. Kedua bahan alam ini dapat dijadikan sebagai adsorben untuk mengurangi logam berat khususnya besi (Fe). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh adsorbsi dengan material dari bahan alam kitosan dari kulit udang yang kemudian dimodifikasi dengan CaO dari Kerang kapah sebagai adsorben penyerapan logam berat (Fe). Penelitian diawali dengan pembuatan kitosan melalui 3 tahapan isolasi yaitu deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Rendemen dari kitosan sebesar 13,91% dari berat kulit udang. Dengan hasil FTIR mengkonfirmasi bahwa penelitian ini berhasil disintesis kitosan dan derajat deasitilasi yang didapatkan sebesar 76% untuk kitosan yang tersintesis. CaO kerang kapah dilakukan melalui proses kalsinasi. Difraktogram XRD menunjukan terbentuknya mineral CaO. Pembentukan komposit Kitosan-CaO dilakukan dengan pencampuran antara kitosan dan CaO. Hasil karakterisasi FTIR menyatakan bahwa komposit kitosan-CaO terdapat kandungan CaO dan kitosan. Adsorpsi dilakukan dengan sistem batch dan dianalisis dengan AAS. Penggunaan adsorben komposit kitosan-CaO memiliki kemampuan adsorpsi besi (Fe) sebesar sebesar 83,69% hingga 90,09% dengan kemampuan optimal penyerapan logam besi (Fe) terjadi pada massa adsorben 0.8 gr dengan presentase adsorpsi sebesar 90,09%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PRODUKSI, HARGA JUAL DAN NILAI TUKAR TERHADAP VOLUME EKSPOR KAKAO KALIMANTAN UTARA KE NEGARA MALAYSIA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ekspor kakao merupakan salah satu bagian dari perdagangan internasional dan memberikan konstribusi pada pembangunan ekonomi Kalimantan Utara. Biji kakao merupakan komoditi ekspor andalan ke 2 setelah kelapa sawit komoditas kakao dapat memberikan konstribusi dalam pembangunan ekonomi Kalimantan Utara melalui ekspor sehingga naik turunnya volume ekspor kakao dapat berpengaruh signifikan dalam pendapatan devisa daerah. Penelitiaan ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh produksi, harga jual, dan nilai tukar secara parsial terhadap ekspor kakao dan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh produksi, harga jual, dan nilai tukar secara bersama – sama terhadap ekspor kakao. Metode penentuan sampel Probability sampling dan Penelitian ini berjenis explanatory research. Metode penelitian regresi berganda, data yang digunakan di peroleh dari website resmi Badan Pusat Statistik Indonesia, Bank Indonesia, dan Icco. Hasil data analisis statistic regresi linier berganda dengan menggunakan program spss 18.0. Hasil (Uji t) Uji parsial menunjukkan bahwa variabel produksi dan harga jual berpengaruh secara signifikan terhadap Volume Ekpor Kakao Kalimantan Utara ke Malaysia, dan hasil uji parsial (Uji t) menunjukkan variabel Nilai Tukar mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap Volume Ekspor Kakao Kalimantan UtaraHasil (Uji F) Uji Bersama-sama menunjukkan bahwa nillai produksi, harga jual dan nilai tukar berpengaruh secara signifikan terhadap volume ekspor. dan sedangkan diketahui Kata Kunci : Perdagangan Internasional, Produksi, Harga Jual, Nilai Tukar dan Volume Ekspor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail