ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kota Tarakan merupakan daerah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan kasus tinggi setiap tahunnya. Fogging konvensional menggunakan bahan kimia sintetis yang berbahaya bagi kesehatan dan mahal. Limbah minyak jelantah melimpah di rumah tangga namun belum dimanfaatkan secara optimal. Mengembangkan FOLI-JET (Fogging Liquid Jelantah Technology) sebagai alat fogging portable berbasis biodiesel minyak jelantah serta menguji fungsi alat dan respons masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data dilakukan melalui survei ketersediaan jelantah (50 rumah tangga), wawancara analisis kebutuhan (10 responden), uji fungsi alat (3 kali ulangan), dan kuesioner respons masyarakat (15 responden) dengan skala Likert. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Survei menunjukkan 90% rumah tangga menghasilkan minyak jelantah dengan rata-rata 0,75 liter per minggu, namun 70% masih membuang ke saluran air. Uji fungsi alat menunjukkan FOLI-JET berhasil menyala, api stabil, dan menghasilkan asap kontinu pada 100% ulangan. Respons masyarakat terhadap FOLI-JET positif dengan rata-rata persentase 82,8%. Aspek tertinggi adalah manfaat (85%) dan kemudahan (85%), sedangkan aspek keamanan mencapai 78,3%. FOLI-JET layak digunakan sebagai alat fogging portable berbasis biodiesel minyak jelantah ditinjau dari aspek fungsi dan respons masyarakat. Alat ini dapat menjadi alternatif fogging yang murah, aman, dan ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) yang banyak ditemukan di Tarakan masih jarang dimanfaatkan, padahal berpotensi sebagai katalis ramah lingkungan dalam pembuatan biodiesel. Di sisi lain, minyak jelantah tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, tetapi juga menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel dengan memanfaatkan cangkang temberungun sebagai katalis heterogen berbasis kalsium karbonat (CaCO3). Katalis kemudian digunakan pada reaksi transesterifikasi minyak jelantah dan metanol dengan rasio 1:8 pada suhu 60°C selama 3 jam, serta variasi konsentrasi katalis 1%, 2%, dan 3% dari berat minyak. Karakterisasi biodiesel dilakukan berdasarkan rendemen, densitas, viskositas, bilangan asam, dan uji nyala. Hasil menunjukkan katalis 1% menghasilkan kinerja tertinggi dengan rendemen 11,3%, densitas 0,87 g/ml sesuai SNI (0,85–0,89 g/ml), serta nyala api biru stabil yang menandakan pembakaran sempurna. Namun, nilai viskositas biodiesel masih di bawah standar SNI.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketersediaan bahan bakar minyak semakin hari semakin terbatas. Sementara kebutuhan bahan bakar minyak terus meningkat sehingga cadangan minyak bumi semakin berkurang. Permasalahan lain yang saat ini dihadapi dunia adalah masalah pencemaran udara akibat penggunaan bahan bakar minyak dan krisis bahan bakar mineral (minyak bumi). Seperti diketahui, kemampuan negara-negara di dunia dalam menyediakan bahan bakar semakin lama semakin menurun karena hampir seluruh wilayahnya mengandung minyak. Salah satu bahan bakar alternatif yang berpotensi mengatasi permasalahan bahan bakar di Indonesia adalah biodiesel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi preparasi katalis, sintessis biodiesel dan karakterisasi biodiesel. Hasil biodiesel yang diperoleh dianalisis menggunakan parameter rendemen, uji densitas, bilangan asam dan bilangan penyabunan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas biodiesel yang diperoleh memiliki nilai rendemen 48,75-70,29%, nilai densitas 872-882 kg/m 3, bilangan asam 0,37-0,43 mg KOH/g dan bilangan penyabunan 40,6-68,6 mg KOH/g. Hasil yang diperoleh pada masing-masing parameter memenuhi syarat mutu dan SNI.