Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Cangkang Temberungun (Telescopium telescopium) sebagai Katalis
Cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) yang banyak ditemukan di Tarakan masih jarang dimanfaatkan, padahal berpotensi sebagai katalis ramah lingkungan dalam pembuatan biodiesel. Di sisi lain, minyak jelantah tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, tetapi juga menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel dengan memanfaatkan cangkang temberungun sebagai katalis heterogen berbasis kalsium karbonat (CaCO3). Katalis kemudian digunakan pada reaksi transesterifikasi minyak jelantah dan metanol dengan rasio 1:8 pada suhu 60°C selama 3 jam, serta variasi konsentrasi katalis 1%, 2%, dan 3% dari berat minyak. Karakterisasi biodiesel dilakukan berdasarkan rendemen, densitas, viskositas, bilangan asam, dan uji nyala. Hasil menunjukkan katalis 1% menghasilkan kinerja tertinggi dengan rendemen 11,3%, densitas 0,87 g/ml sesuai SNI (0,85–0,89 g/ml), serta nyala api biru stabil yang menandakan pembakaran sempurna. Namun, nilai viskositas biodiesel masih di bawah standar SNI.