Adsorpsi Besi Fe menggunakan adsorben dari Kitosan Kulit Udang Termodifikasih CaO kerang kapah Meretrix sp
Limbah kulit udang dan cangkang kerang kapah merupakan salah satu sumber daya alam di bidang perikanan yang sangat melimpah, namun limbah ini tidak dimanfaatkan dengan baik dan hanya dibuang. Limbah kulit udang dapat dijadikan sebagai kitosan selain itu terdapat limbah kerang kapah mengandung kalsium dalam bentuk oksida atau CaO. Kedua bahan alam ini dapat dijadikan sebagai adsorben untuk mengurangi logam berat khususnya besi (Fe). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh adsorbsi dengan material dari bahan alam kitosan dari kulit udang yang kemudian dimodifikasi dengan CaO dari Kerang kapah sebagai adsorben penyerapan logam berat (Fe). Penelitian diawali dengan pembuatan kitosan melalui 3 tahapan isolasi yaitu deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Rendemen dari kitosan sebesar 13,91% dari berat kulit udang. Dengan hasil FTIR mengkonfirmasi bahwa penelitian ini berhasil disintesis kitosan dan derajat deasitilasi yang didapatkan sebesar 76% untuk kitosan yang tersintesis. CaO kerang kapah dilakukan melalui proses kalsinasi. Difraktogram XRD menunjukan terbentuknya mineral CaO. Pembentukan komposit Kitosan-CaO dilakukan dengan pencampuran antara kitosan dan CaO. Hasil karakterisasi FTIR menyatakan bahwa komposit kitosan-CaO terdapat kandungan CaO dan kitosan. Adsorpsi dilakukan dengan sistem batch dan dianalisis dengan AAS. Penggunaan adsorben komposit kitosan-CaO memiliki kemampuan adsorpsi besi (Fe) sebesar sebesar 83,69% hingga 90,09% dengan kemampuan optimal penyerapan logam besi (Fe) terjadi pada massa adsorben 0.8 gr dengan presentase adsorpsi sebesar 90,09%